DAFTAR ISI

Senin, Maret 17, 2014

CHAPTER ONE PIECE 705 VERSI TEKS

ALUR CERITA ONE PIECE CHAPTER
705 :
"Maynard si Pemburu"
==============
Cover Cerita :
Kehihihi Caribou
di Dunia Baru - Volume 25.

Sebuah pelajaran
Terlihat Scoth dan anak buahnya mengalahkan seluruh
pasukan pemberontak.
=============
Versi teks Oleh :
ww w.beelzeta.com
==========

==================

Sebelumnya :
One Piece Chapter 704,
Setelah tahu siapa lelaki
bertopeng itu sebenarnya,
Para penonton berteriak-
teriak mengagungkan
namanya,
"Burgess!! Burgess!!"
:
terus menerus.
Sementara di sisi lain, ada juga yang masih
bertanya-tanya,
"Dia itu kru
bajak laut Kurohige, kan?
dia
terlalu kuat!!"
: Di antara para penonton,
tampak juga Franky yang
masih tetap dengan pakaian
samarannya.
"Kukira Luffy
akan bisa memenangkan
turnamen ini dengan mudah, tapi kelihatannya tak akan
semudah itu.
Dan kuharap,
identitas aslinya tidak
terbongkar."
: pikirnya.
"Yah, aku juga harus pergi
melakukan pekerjaanku."
:
ucap Franky dan berdiri,
bersiap untuk pergi.
"Apa?

Tunggu!!
Aku juga ikut!!"
: ucap
boneka tentara yang ternyata masih mengikutinya.
"Huh,
sudah kubilang kan, kau
menghalangi jalanku!!"
: bentak
Franky.
"Aku tak butuh orang yang
tak tahu dimana pabriknya
berada!!
Dan lagi, aku akan
menghajar orang-orang dari
keluarga Doflamingo!!"
: Ucap franky
"Apa!?"
: orang-orang di dekat
Franky menatap ke arahnya
dengan tatapan penuh
kekesalan.
"Tu-tunggu!
Sttt!!!"
: pinta si
boneka tentara,
"Ayo kita
pergi ke tempat lain. Berbicara
seperti itu di sini, itu hal yang
tabu."
: jelasnya.
"Ng?
Siapa
kau ini sebenarnya?"
: tanya Franky.

[Di sisi lain kolesium]

Tampak
seorang angkatan laut yang
tentu saja dengan pakaian
samaran sedang mengawasi
dan menerima laporan dari
petugas lainnya.
"Prajurit bajak laut, Heildion, dan
bahkan Gambia sang
Missionary!?"
"Ya, mereka semua ada di sini"
:
ucap seseorang lewat denden
mushi.

"Hmm, ini gawat, sepertinya
kita benar-benar butuh
bantuan. Siapa yang mengira kalau jadinya akan seperti
ini..."

"Ya, apalagi dengan
kemunculan Burgess, ini
benar-benar mengejutkan."
Ternyata, angkatan laut itu
sedang berkomunikasi dengan
angkatan laut lain yang
menyamar sebagai peserta
dan tengah berada di ruang
ganti.
Pantas saja, ia tahu mengenai nama-nama hebat
tadi.
"Aku akan segera
menyampaikannya pada
Isshou-san."

"Ya..."
: ucap angkatan laut
yang sedang duduk sendiri di
ruang ganti itu.
"Youyou!! Niichan!!"
: seorang
bajak laut tiba-tiba saja
menghampirinya,
"Apa kau
sedang berkomunikasi dengan
seseorang yang ada di luar?

Kelihatannya kau mencurigakan,
hahaha...
Kau
sedang membicarakan nama-
nama besar itu secara rahasia,
kan?
Dan, memo apa itu??
AH,
jangan-jangan kau..."
: Angkatan laut tadi
tampaknya akan kepergok.
"Hei, ada apa?"
: tanya rekan
angkatan laut itu lewat alat
komunikasi, ia tak tahu
menahu kenapa mendadak
rekannya itu terdiam.
"Aku
menghubungimu sepuluh menit lagi."
: ucap si angkatan
laut dan kemudian memutus
komunikasinya.
"Jangan-jangan kau bicara
dengan dirimu sendiri??"
: ucap
bajak laut tadi.
Dia adalah kru
penasihat bajak laut
Bartolomeo, Gambia sang
Missionary, bajak laut dengan harga buronan
67.000.000
Berry.
Dia tak lain merupakan salah
satu nama yang angkatan laut
tadi bicarakan, dan meski
ternyata ia tak tahu kalau
orang tadi adalah angkatan
laut, tetap saja keberadaannya berbahaya.

Untuk itu, angkatan laut tadi
segera menghabisinya.
Dan
tak perlu lama, Gambia si
Missionary secara diam-diam
telah dihajar dan dibuang ke tempat sampah.
"Maaf ya, atas gangguan tadi."
:
ucap angkatan laut itu, yang
ternyata adalah wakil
Admiral angkatan laut,

Maynard si Pemburu. Ia
menyamar sebagai peserta dengan nama Capman, nomor
pendaftaran 0429.
"Oh iya, Gambia si Missionary
yang tadi kubicarakan, anak
buahnya Bartolomeo, coret
saja, ternyata dia tak sehabat
yang kukira."
: ucap Maynard.

Kembali ke kolesium, setelah
blok A dimenangkan oleh
Burgess, kini giliran
pertarungan blok B.

"Selanjutnya, blok B, harap
para peserta memasuki arena!!!"
: Di salah satu kursi penonton,
tampak angkatan laut tadi
sedang berada di sebelah
kakek-kakek buta waktu itu,

dan kemudian
memberitahukan nama-nama yang tadi telah dicatat
olehnya.
"Hmmm, ayo pergi,

nama mereka memang cukup
terkenal."
: ucap lelaki buta itu
dan kemudian mereka keluar
dari bangunan kolesium itu.
Tak perlu waktu lama,
merekapun sampai di luar
gedung,
"Lalu, apa yang harus
kita lakukan?
Ah, aku lupa,
ini jubah anda."
: ucap angkatan
laut itu sambil memberi si kakek-kakek buta sebuah
jubah, yang tak lain adalah
jubah seorang Admiral.
Ya,
ternyata kakek-kakek buta
itu adalah Fujitora, admiral
angkatan laut.
"Ayo minta sekitar tiga kapal
perang untuk datang kemari."
:
perintah kakek itu.
"Dan
pertama-tama, kita harus
pergi menuju... Umm, apa itu
namanya?"
"Green Pit?"
"Yah, kita akan pergi ke sana."
: ucap
Fujitora.
"Kemudian, panggil
orang-orang dari tim medis,
warga sipil mungkin saja akan
terluka, kan.
Aku ingin kau
menghitung jumlah para penonton, juga populasi kota,
dan negara ini."
: perintah Fujitora.
"Eh? Apa itu perlu??"
: tanya Anak buahnya
"Sebelum menghitung jumlah
musuh, kita harus
menghitung jumlah orang
yang harus kita lindungi,
kan?"
: ucap Fujitora.

Sementara itu di sisi tim
penyerahan Caesar, yang
terdiri dari Law, Usopp, Robin,
dan tentu saja Caesar, mereka
berempat dengan pakaian
samaran sedang berada di sebuah cafe yang ada di
tempat terbuka, dan bertanya
pada salah seorang pelayan
cafe itu informasi mengenai
Green Pit.
"Green Pit?
Apa kalian peneliti
atau semacam penjelajah?

Aku sangat tidak
menyarankan kalian pergi ke
sana. Kecuali...
kalian siap
untuk kehilangan nyawa kalian."
: ucap pelayan itu.

"Kusarankan sebaiknya kalian
tak pergi ke tempat itu."
: Lanjutnya.
"Bukankah jembatan itu
terlihat begitu kokoh?"
: tanya
Robin.
Dari tempat mereka
duduk sekarang, terlihat
sebuah jembatan yang
menghubungkan tempat itu dengan Green Pit.
"Memang benar, jembatan itu
kokoh, dan lagi terbuat dari
besi. Tapi seperti yang kalian
lihat, tak ada lagi yang
menggunakan jembatan itu.

Green Pit dikelilingi oleh ikan-ikan petarung yang
berbahaya.
Sebelum mereka
muncul, orang-orang
menggunakan jembatan itu
untuk pergi ke sana, tapi itu
cerita dua ratus tahun yang lalu."
: Jelas pelayan lagi.
"Shulololo, tuan...
apa itu ikan
petarung?"
: tanya Caesar.

Kemudian pelayan tadi
menjelaskan,
"Mereka adalah
spesies ikan ganas yang
memiliki tanduk.
Jika kalian ke sana menggunakan perahu,
maka perahu kalian akan
lenyap dalam sekejap.
Itulah
kenapa jembatan ini
diperkuat dengan besi baja.

Tapi ternyata, itu juga percuma."
"Percuma!?
Maksudmu ikan-
ikan itu bisa merobohkan
besi!!?"
: tanya Usopp.

"Yah, kurasa hanya orang
yang pernah lewat ke sana
yang tahu hal itu.
Tapi setahuku, sampai saat ini
belum ada orang lewat yang
bisa kembali secara hidup-
hidup."
: Jawab pelayan tadi.
"Hah!!?"
: Usopp dan caesar
kaget, ketakutan.

"Hei Torao!!
Ayo ganti lokasi
penyerahaannya!!!"
: pinta
Usopp.

"Benar!! Pikirkan juga keselamatan orang yang akan
diserahkan! Bodoh!!"
: bentak
Caesar.
"Tidak. Kita sudah sampai
sejauh ini, jadi tolong jangan
meminta yang macam-
macam."
: ucap Law,

"Ngomong-ngomong, aku
lebih mencemaskan keadaan kota ini. Bagaimana bisa
warga kota ini tetap tenang
setelah raja mereka
melepaskan jabatannya secara
tiba-tiba?
Ini benar-benar
berbeda dari apa yang kurencanakan..."
"Apa hal itu sebegitu
pentingnya, hah!?"
: bentak
Usopp.
Tiba-tiba Robin menutupi
wajahnya dengan topi yang
dipakainya.
"Hm?
Apa yang
kau lakukan? Ro..."
: Usopp
hendak bertanya, tapi
kemudian Robin langsung memberi tanda agar dia diam.
Ternyata, Robin
menyembunyikan diri karena
baru saja sebuah kelompok
pemerintah melewati tempat
itu.
"CP-0?
Kenapa mereka bisa ada
di tempat seperti ini?"
: Law
bertanya-tanya.

"A-apa mereka ada
hubungannya dengan CP-9!?"
:
Usopp juga bertanya-tanya.
"Mereka adalah Organisasi
tingkat atas, dikatakan kalau
tak ada hal baik yang terjadi
saat mereka berada di suatu
tempat."
: ucap Robin.
"Benar
sekali..."
: lanjut Law, yang membuat Usopp menjadi
semakin takut saja.

Di sisi Zoro, pada akhirnya ia
berhasil menangkap kembali
pedangnya, namun ia harus
meloncat dari atas sebuah
gedung.
"Sial!! Gyaah!!"
:
Bruuuk.
"Ukkh..."
: Zoro terjatuh.
Dan tak hanya
sekedar terjatuh, selanjutnya
sebuah batu berukuran empat
kali kepalanya menimpa
wajah Zoro.
"Oh tidak... Ukhhh!!!!"
: wajah
Zoro pun memar.
"Gawat,
kalau begini bisa-bisa orang-
orang melihatku...
Aku harus
segera pergi dari sini, atau
orang-orang akan...
ukhh..."
: Ucap peri Yang mencuri pedang Zoro.

Di sisi Kinemon, ia tersesat.

Beberapa kelompok preman
dengan senjata api
mengepungnya dan curiga.

Kinemon hanya bisa
mengelak,
"Siapa aku?
Aku hanyalah orang tua yang
lewat!!"
: ucapnya.
Tapi, orang-
orang itu tak percaya begitu
saja.
"Pembohong!!"
: ucap salah
seorang dari mereka, sambil
terus mengarahkan pistolnya ke arah Kinemon.
"Di balik topi itu adalah
jambul, kan??
Kau seorang
samurai, kan!?
Kau pasti
Kinemon si cetusan api itu!!

Kami melihatmu di tayangan
dari Punk Hazard!!
Aku juga tahu alasanmu datang
kemari!!
Kalau kau peduli
terhadap nyawa Kanjuuro,

tetaplah tenang!!"
: Ucap preman yang membegalnya.

Di sisi Sanji, dia masih bersama
dengan perempuan penari itu.

Dari atas gedung bertingkat,
seorang penembak jitu
hendak menembak mereka.

Namun dengan cepat, Sanji yang menyadari hal tersebut
berlari dan langsung
menendangnya. Sanji kemudian kembali dan
memasang pose jagoan.
"Uuh,
kau membuatku terkejut,
kau begitu kuat.."
: ucap Violet,
perempuan itu.
"Yaah,
penembak jitu berjarak delapan meter dari tanah
bukan apa-apa bagiku!!"
: ucap
Sanji.
"Beruntungnya aku!!
Kau bisa
diandalkan..."
: perempuan itu
memeluk Sanji.
Sanji semakin
jatuh cinta, dirinya dikelilingi
aura cinta. Dalam hati ia
seakan hendak mengirim surat pada Nami dan Robin,

"Nami-san tersayang, Robin-
chan, bagaimana cuaca di
sana?
Sekarang aku sedang
berada di dalam sebuah badai
yang disebut cinta!!
Aku sedang jatuh cinta!!"
: Di bagian kelompok penjaga
kapal, yang terdiri dari
Chopper, Nami, Brook, dan
juga anak Kinemon,
Momonosuke, mereka sedang
bermain Shogun di kapal, untuk menghibur
Momonosuke. Ceritanya,
Momonosuke menjadi seorang
shogun. Glup glup glup... Chopper
meminum semuanya.
"Tidak,
tidak!!
Bukan begitu!!
Kau tak
boleh meminum semuanya!!"
:
bentak Momonosuke.

"Dengar!
Kau hanya perlu mencobanya, meminumnya
sedikit untuk mengecek apa
itu beracun atau tidak
sebelum memberikannya
pada shogun.
Mengerti?"
: Ceritanya, Chopper menjadi
budak.
"Ayo kita lakukan
lagi."
: ucap Momonosuke,

"Ambilkan aku tehnya,
Chopaemon!!"
: Ucap Momo.
"Baiklah, akan segera kubawa
tuanku!"
: ucap Chopper.

Selanjutnya, Momonosuke
tiduran di paha Onami, alias
Nami, yang berperan sebagai
seorang nona bangsawan.
"Bagaimana perasaanmu,
tuanku?"
: Ucap Nami
"Uhmm, lumayan,
aku merasa
cukup puas."
: ucap
Momonosuke.
"Begitukah?

Baguslah..."
: ucap Onami.
"Aku juga puas!! Yohohoho!!!"
:
Tiba-tiba Brook ikut tiduran di
paha Nami.
Tapi tak lama
kemudian, Nami langsung
menghajarnya.
"Gyaaahh!!!"
: Brook terpental
hingga membentur tembok.

"Tu-tunggu, pukulan mu
menyakitkan, Nami-san!!

Bukankah ini pesta tidur di
paha??"
: keluh brook.
"Pesta apanya, hah!!?"
: bentak Nami
"Kami bermain Shogun."
: jelas
Chopper.
"Bermain Show
Goon??"
"Tiap kali kit a
membiarkan Momo sendirian,
dia menjadi depresi, seperti
memikirkan sesuatu.
Dia tak bicara sama sekali.
Tapi
kupikir, mungkin dia pernah
sakit hati, walaupun dia masih
kecil."
"Begitukah?
Aku mengerti
sekarang."
: ucap Brook.
"Hei,
Bone-kichi!!"
: Momonosuke
memanggil Brook,
"Hibur
kami!!"
: perintahnya.
"Tidak,
aku hanya menuruti perintah Luffy-san."
: ucap Brook.

"Lakukan!!"
: Chopper
menggeplak kepala Brook.
Pada akhirnya, Brookpun
menyanyi, menghibur
mereka.
Sampai tiba-tiba,
mendadak terdengar suara
dari dalam ruangan kapal.

"Eeeh!?"
"Tidak..."
: ucap suara itu.
"Eh?? Seharusnya tak ada
siapa-siapa lagi kan di kapal
ini??"

"benar, lalu suara apa itu??

Menakutkan!!!"

"Suaranya berasal dari kamar laki-laki..."
"Tidak, uff...
Tidak, tidak..."

: ucap suara itu lagi.
"Su-suara siapa itu!!!?"

"Ada seseorang di sana!!!"

Kembali ke kolisium Corrida,
para peserta dari blok B telah
memasuki arena, kecuali...

"Capman dan Bartolomeo
bukannya dari blok ini juga?"

: panitia mencari-cari mereka.
Ya, Capman tak lain adalah
wakil angkatan laut itu,

Maynard si pemburu, dan
Bartolomeo adalah kapten
dari bajak laut yang tadi
dihajar olehnya.
"Ah..."
: Panitia melihat
Bartolomeo datang dari
tempat sampah.
"Kau
Bartolomeo, kan? Pertarungan
dari blok B akan segera
dimulai.
Oh iya, apa kau melihat peserta bernama
Capman?"
: Tanya panitia.
"Kurasa tidak."
: ucap
Bartolomeo, padahal
sebenarnya ia habis
menghajar da n
membuangnya ke tong
sampah.
Ya, Bartolomeo membalas perbuatan sang
wakil kapten terhadap anak
buahnya.
Benar-benar
mengerikan, ia adalah rookie
yang gila.

Bersambung ke
Alur CeritaOne Piece Chapter 706

Tidak ada komentar:

Posting Komentar