DAFTAR ISI
- movie (1)
Selasa, Maret 18, 2014
chapter one piece 719 versi teks
ALUR CERITA ONE PIECE CHAPTER 719 :
"Bukalah, Chinjao!"
==================
===============
Arena Coridda Coleseum. Lucy
vs Don Chinjao.
Apakah sang
legenda telah tumbang!!
Setelah sempat tersungkur,
Chinjao bangkit kembali.
"Hyahoho... Lumayan juga"
: Ucap Don Chinjao
"Aku tidak akan kalah dari
orang seperti mu!"
: Ucap Lucy
"Ayo Lucy!!"
: Sorak sorai para
penonton
"Berhenti membuat
kekacauan disekitar Chinjao!"
"Pertarungan yang hebat!!"
:
Seru si komentator
"Semua
terjadi begitu cepat sehingga
tidak dapat diungkapkan
dengan kata-kata pada saat
ini!!
Namun satu hal yang pasti... Ketegangan yang
terjadi diantara mereka berdua
dapat dirasakan oleh seluruh
penonton di arena ini!!!
Hal
inilah yang membuat
pertarungan semakin seru... Yang pernah terjadi di
koloseum ini"
: Ucap komentator.
Keduanya saling berhadapan
"Kalian para pemula merasa
hebat cuma karena disebu t
sebagai generasi terburuk. Tapi
mustahil bagi kalian untuk
dapat menyamai yang telah
kami capai di laut tempat kami bertarung!!
Dengan kematian
Shirohige dan sedikit tentang
generasi selanjutnya yang
telah dibesar-besarkan..."
: Ujar Chinjao
"Satu-satunya orang
yang tidak asing bagiku...
Mungkin... Kurohige, Teach!"
: Ucap Chinjao.
"Kurohige?!"
: Ucap Luffy
"Kemampuanmu masih jauh
dari cukup untuk
menantangku..."
: Ucap Chinjao
"Menyerahlah menjadi bajak
laut!! Kalau Rayleigh berpikir
seorang anak ingusan mampu
memimpin generasi baru,
maka dia lebih tidak masuk
akal!! Angkatan Laut mengambil langkah yang
bagus telah membersihkan
iblis dua. Mereka mencabut
bibit yang menunjukan
pontensi yang besar!!
Mengalahkan Laksamana Angkatan laut dan empat
Yonkou!! Apa kau pikir bisa
melampaui Roger?!
Jangan
membuatku tertawa!!!"
: Ucap Chinjao.
Luffy lantas meraih bagian
kepala Chinjao
"GOMU GOMU NO... ROCKET!!"
: Luffy melesat ke atas. Para
penonton pun dibuat terkejut.
"Lucy... Terbang!!"
: Seru si
komentator tercengang
"Kemarilah... Akan a
ku mandikan kau... Dengan
api!!!"
: Seru Chinjao menatap ke
arah Luffy berada
"Loncatan yang hebat!!!"
: Teriak
sikomentator
"Seiring dengan dendam yang
kupendam pada Garp selama
lebih dari 30 tahun...!!! Kau
akan merasakan tiap ons nya
dalam satu serangan ini, Luffy
Topi Jerami!!"
: Ucap Chinjao
----- Flash Back -----
"Es macam apa ini?! Katakan
padaku ada apa dengan es
disekitar sini?! Apa... Serangan
fisik... Tidak ada yang
mempan!! Padahal harta
karunnya terpampang jelas di depan kita!!"
: Seru Don Chinjao
30 tahun yang lalu dengan
kepala runcing memanjang.
Sementara anak buahnya
menggali es di bawahnya
"Ada alasan kenapa benua ini
mendapat julukan ranjang
beku harta karun... Untuk
meretakkan
permukaannya... Kau harus memusatkan kekuatan besar...
Pada satu titik!!"
: Ucap Chinjao
"KRYUU KIRIKUGI!!"
: Chinjao membelah pijakan es
dengan menggunakan
kepalanya yang runcing dan
memanjang layaknya sebuah
bor
"UWAHH"
: Teriak para anak
buahnya
"Terbukalah, Chinjao!"
"Bagaimana menurut kalian?
Hyahohoho"
: Tanya Chinjao
kepada para anak buahnya
yang berhasil meretakkan
pijakan es dan berhasil
membuka pintu menuju tempat harta karun
"Ikat
maling-maling itu dan
hanyutkan kelaut!"
"Siap, kapten!"
: Jawab para
anak buahnya
"UWAHH!"
"Hyahohoho... Hari ini benar-
benar hari keberuntunganku
!! Bangunan es di depanku
merupakan perwujudan
seluruh hidupku! Derita masa
laluku serta harapan masa depanku!"
: Ujar chinjao
"Harta
karun dengan nilai beberapa
abad menjadi milik anggota
klan ku!! Ternyata kepala
pengeborku adalah satu-
satunya kunci untuk membuka ruangan ini!! Tak
akan kubiarkan siapapun
mendekatinya!!"
: Ucap Chinjao.
Pertemuan antara Don Chinjao
dengan Monkey D. Garp
"Hey Chinjao, hari ini adalah
hari di mana aku akan
meratakan kepala dungu mu!
Kantong sampah busuk, aku
telah merubah 8 gunung
menjadi debu demi berlatih untuk hari ini"
: Ucap Garp
"Hyahoho!! Sekeras apapun
kau berlatih, tak ada gunanya!
Tak ada yang lebih keras dari
kepalaku di dunia ini!!"
:
Sesumbar Chinjao
"Siapkan kepalamu, Chinjao!!"
:
Seru Grap bersiap menyerang
Chinjao
"Ucapkan selamat tinggal pada
tinjumu... Garppp!!"
: Seru
Chinjao berusaha menyerang Garp dengan kepalanya.
Tinju Garp menghitam dan
tepat mengenai kepala Don
Chinjao yang ikut menghitam
"NUAHH"
: Erang Garp
"OOHHH"
: Erang Chinjao
menerima tinju Garp.
Tinju Garp membuat kepala
Chinjao yang runcing semakin
masuk kedalam.
Benar-benar
dahsyat tinju milik Garp,
kepala Chinjao yang tadinya
runcing dan memanjang akhirnya dibuat rata.
Para
anak buah Chinjao pun
terhenyak.
Setelah pertarungan berakhir,
bajak laut Chinjao mundur.
"Kapten!!"
"Mundur!!"
"Seluruh armada mundur!!"
: Bajak laut Chinjao dibuat tak
berdaya dihadapan Vice
Admiral Garp.
Di suatu tempat, tempat
kediaman bajak laut Chinjao.
Chinjao pun sadar dengan
tubuh dipenuhi balutan
perban.
"Kapten!!"
: Seru para anak buah
Chinjao cemas
"Syukurlah kau
baik-baik saja!!"
Setelah itu Chinjao kembali ke
tempat dia menyembunyikan
harta karunnya di pulau beku
"Buka Chinjao!!!"
: Chinjao berusaha meretakkan
es dengan kepalanya yang
sudah tidak memanjang lagi
"KIRYU KIRIKUGI!!"
"Kapten!!"
: Seru anak buah
Chinjao
"Bukalah... Chinjao!!"
: Teriak
Chinjao berusaha keras
membuka tempat harta
karunnya
"Kapten!!"
: Seru para anak
buahnya
"Kami mohon sudah
cukup, kapten! Kau bisa mati!!"
: Chinjao menangis karena
kegagalannya membuka pintu
harta karun
"Tidak mau terbuka...!!"
: Tangis
Chinjao
"Apa... Yang harus a
ku lakukan...
Itu harta
karunku...!! Tepat di depan
mataku!! Yang aku pertaruhkan
dengan nyawa kesayanganku!!
Sialan kau
Garp!
Tak akan aku maafkan!!
Sampai anak anak cucumu
sekalipun!! Terkutuk kau,
Garp!!"
: Marah Chinjao.
Kembali ke inti cerita
"Setelah itu aku berhenti
menjadi bajak laut... Aku
kehilangan tujuanku,
kekayaan melimpahku, dan
yang lebih penting
keinginanku telah hancur...!!"
: Tangis Chinjao mengngat masa
lalunya yang kelam
"Apa itu?!"
: Sorak sorai
penonton terkejut
"Apa aku berhalusinasi?! "
: Seru si komentator tercengang
"Lihat baik-baik, Garp..."
: Ucap
Chinjao dalam hati
"Lengan Lucy berubah menjadi
besar!!"
: Seru si komentator
melihat perubahan Lucy
"Bagaimana aku mengirim
cucumu ke akhirat!!"
: Seru
chinjao dalam hati
Sementara Luffy bersiap
dengan tangan besarnya
"Tebuslah dosa-dosanya!!
Tinju
kakekmu telah merampas
seluruh kehidupanku!!"
: Seru
Chinjao bersiap
"Bagaimana dia melakukannya
apa dengan sekali tinju?!
Aku sudah merasakan tinjunya
jutaan kali!"
: Ucap Lucy
"Aku akan
menghancurkanmu ke dalam kehampaan mutkan!"
: Seru
Chinjao meluncur deras ke arah
Lucy berada
"HOUSHOUKEN
OUGI!!"
"GOMU GOMU NO... THOR..."
: Luffy bersiap menghujamkan
tinju besarnya ke arah Chinjao
"MUKIRYU!!"
: Keduanya saling
menghujamkan serangannya
masing-masing
"ELEPHANT GUN!!!"
: Tinju Lucy beradu dengan
sundulan kepala Chinjao
"DRILL-LESS NAIL!!"
: Tinju besar Luffy menghujam
keras ke kepala Don Chinjao,
gesekan tinju besar Luffy
membuat kepala Chinjao
kembali memanjang.
"EH?!!!!!!"
: Sentak para
penonton tercengang.
Chinjao jatuh dan kepalanya
tepat mengenai lantai
pertandingan, membuat lantai
pertandingan terbelah menjadi
dua bagian.
"EH?!!!!!"
: Teriak para penonton .
Don Chinjao jatuh ke dalam air
"KAKEK!!"
: Teriak cucu Don
Chinjao
"KAKEK!!"
"Keluar arena!!"
: Seru si
komentator tak percaya
"Sungguh menakjubkan!! Dia
telah mengalahkan sang
legenda hidup!!!"
: Seru si
komentator
"Setelah
pertarungan yang sengit,
pendekar pedang Lucy berdiri seorang diri di atas Block C"
"AW~YEAH~!!!"
: Teriak Lucy
sembari mengepalkan kedua
tangannya ke arah atas
"Shishishi"
: Tawa Lucy senang
"Bisa kupastikan bahwa tak
ada seorangpun yang
memprediksi keberhasilan
Lucy ini!!"
: Seru si komentator
"LUCY "
: Sorak sorai para penonton mengelu-elukan
Lucy.
Sementara Don Chinjao
tenggelam di dasar arena
Sementara itu di tempat para
peserta
"Lucy apaan... Sorakan riuh ini
membuatku muak!!"
: Ucap
Cavendish jengkel sembari
mengeluarkan pedang
Durandal miliknya
"Cepatlah
kembali... Kau tak akan seberuntung tadi... Kali ini kau
tidak akan bisa kabur Topi
Jerami!!"
"Jangan membuatku
mengulanginya.. . Kau bukanlah orang yang akan
membunuhnya, Cavendish!!"
: Ujar Bartolomeo
"Kalau kau menghalangi
jalanku, aku tak akan segan,
Bartolomeo"
: Ucap Cavendish
"Hehaha... Silahkan saja orang
kuat..."
: Ucap Bartolomeo
sembari tertawa.
Sementara itu Bellamy hanya
terdiam di pojokan
"Topi Jerami...?"
: Ucap Burges
memperhatikan
"Wehahaha!!!
Menarik sekali... Jadi begitu
rupanya!!!"
: Apakah bahkan Burges pun
akhirnya menyadarinya?!
Bersambung ke chapter 720
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar