DAFTAR ISI
- movie (1)
Rabu, Maret 19, 2014
chapter one piece 721 versi teks
ALUR CERITA ONE PIECE CHAPTER 721 :
"Rebecca Dan Tuan Prajurit
Mainan"
==================
===============
===============
Baca Sebelumnya di :
Komik One Piece Chapter 720
==================
Sel tahanan para Gladiator,
Coridda Coleseum
"Tuan Tentara… Akan mati"
: tangis Rebecca
"Tentara?”
: Ucap Luffy
bertanya-tanya
"Mainan tentara itu… Tanpa
kaki…”
: Ucap Rebecca
"Mainan?”
: Ucap Luffy
bertanya-tanya
"Ogh iya …
Aku pernah bertemu
dengannya di pintu masuk Coleseum.
: Ucap luffy.
"Itu pasti dia” “
Kita tidak bisa keluar dari
Coleseum ini, bahkan jika kita
menginginkannya”"
: Celetuk salah satu tahanan
"Tidak ada
yang bisa kita lakukan”
: Ucap Gladiator di dalam sel tahanan.
"Apa kau khawatir karena
mainan itu mungkin akan
mati? Aku pikir akan lebih
aneh jika dia bisa hidup”
: Ujar Luffy
"Orang yang berasal dari luar negeri ini… Tak akan mengerti.
Mereka sama saja dengan para
manusia.
Para mainan
berteman dengan orang yang
tidak punya teman. Mereka
menjadi saudara bagi mereka yang tidak punya saudara.
Mereka menjadi kekasih bagi
mereka yang tidak punya
kekasih… Aku benar-benar
tidak mengerti kenapa kita
tidak diizinkan hidup bersama mereka. Sejak aku kehilangan
ibuku… Yang menjadi
keluarga satu-satunya…
Adalah tuan tentara…,
Dia membesarkanku… Bagiku …
Dia adalah seorang ayah…!”
: Tutur Rebecca
"Heeh… Itu…?”
: Ucap Luffy sembari asyik makan
"Maaf telah menunggu kami
mengganti ringnya”
: Seru sang Komentator pertandingan.
"Rebecca, pertandingannya
akan segera dimulai!”
: Tutur salah satu tahanan
"Ya”
: Ucap Rebecca sembari
mengusap air matanya
"Eh… Tunggu, apa yang kau
lakukan, Lucy!?”
: Ucap Rebecca
melihat Luffy yang makan
dari makanan yang telah jatuh
dilantai
“Karena kekacauan yang terjadi tadi,aku menjatuhkan
2 kotak makan siang Colo!
Maaf kau menghabiskan
uangnya untuk membelinya …
Nyam Nyam”
: Ucap Luffy
asyik makan.
"Block D juga banyak dengan
petarung berpengalaman!!"
: Seru si komentator
"Tapi ini masih terasa enak
kok!!”
: Ucap Luffy
"Kau tidak
terlihat seperti tawanan” "
: Ucap luffy.
Rebecca sesaat memandang
Luffy dan akhirnya bersiap
menuju ke Arena
“Mari bertemu di pertandingan
Final”
: Ucap Rebecca sembari
memakai helmnya .
Para peserta Block D menuju
ke Arena
"Pertandingan dimulai
kembali! Petarung Block D
menuju ke ring!!"
: Seru komentator.
"Ibu!!”
: Batin Rebecca
mengingat ibunya
--- Flash Back ---
masa lalu Rebecca...
"Begitu banyak bunga!!”
: Ucap Rebecca kecil berlari
membawa bunga menuju ke
arah ibunya
“Oh Rebecca”
: Ucap ibu Rebecca
sembari menarik sebuah gerobak "Terima kasih telah
membantu…, Ayo menjualnya
di kota"
: Ucap Ibu Rebecca.
Rebecca dan ibunya terlihat
sedang makan bersama
“Apa yang terjadi pada sang
raja!!?"
"Tolong hentikan!!”
“Pasukan kerajaan Riku
membakar desa!!!"
"Istana Raja… Terbakar…!!
Apa yang terjadi dengan
negeri ini…!?”
: Ucap ibu Rebecca
bersama Rebecca kecil
memperhatikan dari kejauhan
istana kerajaan yang terbakar sembari meneteskan air
matanya.
Ibu Rebecca dan Rebecca kecil
dikejar-kejar oleh orang-
orang yang berniat
membunuhnya
“Kumohon larilah, nyonya
Scarlet!!!”
: Teriak seseorang.
Nampak wajah seseorang
yang cukup familiar
“Diamante”
yang ternyata
mengejar Scarlet ibu Rebecca
dan Rebecca kecil
“WAH!”
: Teriak seseorang yang
mengejar ibu Rebecca dan
Rebecca di serang seseorang
dengan senapan.
“Siapa kau anak kecil?
Menyingkirlah!!”
: Ucap Orang yang mengejar ibu rebecca.
“Lari!! Yang jauh!!!”
: Teriak si
penolong berusaha
menghadang laju orang-orang
yang mengejar Scarlet dan
Rebecca
Sampailah Scarlet dan Rebecca
di ladang bunga
“Ibu, aku lapar…”
: Ucap Rebecca
“Aku tahu, kita sudah 2 hari
belum makan…”
: Ucap Scarlet
“Rebecca, bisakah kau tunggu
dulu disini sebentar sendiri? Berjanjilah kau tidak akan
kemana-mana…”
“Ya”
: Ucap Rebecca
“Aku akan membeli sesuatu
untuk dimakan”
: Ujar Scarlet
Di suatu tempat
“Kemana bajingan itu pergi!?”
Di sebuah ladang bunga
Rebecca masih setia menunggu
ibunya
“Ibu!?”
: Ucap Rebecca melihat
kedatangan seseorang di
dalam semak-semak
“HAH…!! HAH…!! HAH…!!”
: Desah tentara mainan sembari
membawa ibu Rebecca yang
penuh luka dan tak bergerak
“Aku tidak bi… Aku tidak
bisa menyelamatkannya!!!” .
Rebecca kaget setengah mati
“HAH Aku minta maaf tidak
bisa melindungi ibumu…”
: Ucap si tentara mainan
“Dia memintaku untuk
memberikan ini padamu. Dia
bilang, kau menunggu disini, lapar…!!”
: Si tentara mainan memberikan
roti dan daging pada Rebecca.
Rebecca terlihat meneteskan
air matanya sembari melihat
kondisi ibunya.
“Uuh… Ah… Ah…”
: Tangis Rebecca
Tiba-tiba si tentara mainan
membekap mulut Rebecca
“Ada bercak darah di tangga…
Mereka pasti bersembunyi
disini. Cari mereka!!!”
: Teriak seseorang mencari Scarlet “Maaf… Maaf…!! Maaf…!!!”
: Bisik si tentara mainan membekap
mulut Rebecca
Beberapa saat kemudian
setelah kondisi aman
“Ibumu… Dulunya… Orang
yang penting… Apa kau tahu
Raja yang baru telah datang
ke negeri ini?”
: Ujar si tentara
mainan
“Raja yang baru
berusaha… Untuk menangkap semua orang yang penting.
Dalam darahmu mengalir
darah ibumu… Jadi dia akan
menangkapmu juga…
Aku tidak bisa melindungi ibumu,
tapi… Aku akan melindungimu, bahkan jika nyawaku taruhanya!!
Aku akan tetap disisimu!!
Sampai kau akhirnya bisa bahagia!!!”
“Aku mau ibuku…!!!”
: Ucap Rebecca sembari menangis “Aku membencimu, kau tidak
bisa melindungi ibuku!!!”
: Si tentara mainan membuat
lelucon agar Rebecca tidak
bersedih lagi
“BAA-Bagaimana dengan
ini!?”
: Ucap si tentara mainan
membuat lelucon
“Huakkk”
: Tangis Rebecca
“Kau mau kemana, Rebecca!?”
: Sahut si tentara mainan
“Aku mau pulang”
: Ucap Rebecca
“Kau tidak bisa! Ke kota dan
rumahmu… Mereka semua sedang sibuk karena teman-
teman Raja baru"
Di istana kerajaan
“Doflamingo-sama!!”
“Doflamingo!!”
“Doflamingo!!”
: Sorak-sorai orang-orang
mengelu-elukan Doflamingo.
Sementara si tentara mainan
mengintip dari balik tembok. “Keluarga kerajaan Riku yang
telah memerintah kerajaan
miskin ini selama ribuan
tahun… Saat ini telah tercela
bahkan mereka mencoba
mencuri uang dan bendamu untukmu sendiri”
: Seru Doflamingo di dampingi anak
buahnya di depan masyarakat
“Aku akan memberikan
kekayaan pada negeri ini!!!”
: Ucap Dofkla
Si tentara mainan berkerja
kebras untuk mendapatkan
uang
“Ternyata mainan juga
bekerja keras yah…”
: Ucap seseorang melihat si tentara
mainan memikul besi
“Aku butuh uang…”
: Ucap si tentara mainan
Saat Rebecca hendak diserang
sekawanan serigala, si tentara
mainan menyelamatkannya.
“GRRRRR”
: Gerang para
sekawanan serigala berusaha
menyerang Rebecca
“KYAAH!!”
: Teriak Rebecca .
Si tentara mainan membuat
para serigala berlarian, namun
si tentara mainan tergolek tak
berdaya dan dibawa oleh
Rebecca.
“HAAH!!”
: Teriak si tentara
mainan mengejutkan Rebecca .
Si Rebecca pun membanting si
tentara mainan
“Lihat!! Aku begitu kuat!!”
: Ucap si tentara mainan
“Huuakkk”
: Tangis Rebecca .
Rebecca selalu bermain dengan
si tentara mainan
“Tuan tentara sangat…
Pemberani…”
: Ucap Rebecca
tiduran di kaki si tentara
mainan
“Dia selalu disisimu…”
: Ucap si tentara mainan
“Pasti karena dingin… Aku
tidak merasakan apapun
dengan tubuh timah ini”
: Batin si tentara mainan Mereka selalu berdua
“Hehehe Apa ini terasa
hangat?”
: Ucap Rebecca
memegangi tangan si tentara
mainan
“Ya, ini benar-benar terasa
hangat”
: Jawab si tentara mainan berjalan bersama-sama Rebecca .
Sampailah Rebecca dan si
tentara mainan di sebuah
rumah
“Berapa biaya sewanya?”
: Tanya si tentara mainan
“Kau bisa menggunakan
rumah yang kosong. Jumlah
penduduk telah berkurang
setelah desa dibakar oleh tentara kerajaan Riku”
: Jawab si kakek.
Rebecca masuk kedalam
rumah, sementara si tentara
mainan menunggu diluar
rumah.
“Hangatnya!”
: Ucap Rebecca
“Tutup jendelanya”
: Perintah si
tentara mainan
“Tidak”
: Jawab Rebecca
“Disana ada mainan yang lain”
: Ucap Rebecca melihat anak-
anak bermain dengan mainan
hidup di salju
“Mereka anak-anak juga…
Bermainlah dengan mereka.
Di desa ini orang-orang
memperhatikan kita, kita
harus mematuhi aturan para
mainan”
: Ujar si tentara mainan
“Saat kau tidur aku menuju
ke rumah mainan… Tapi aku akan kembali saat kau bangun
nanti. Sebagai bukti aku selalu
disisimu… Setiap pagi aku
akan menjatuhkan satu
kelopak bunga... Dari jendela”
: Ucap Mr. soldier.
Rebecca tertidur dan akhirnya
terbangun, dia melihat ada
satu kelopak bunga di bawah
jendela.
“WAAH”
“Selamat pagi tuan tentara”
: Sapa Rebecca melihat si
tentara mainan sedang
membersihkan tumpukan
salju di atas rumah dengan
menggunakan sekop
“Oh, selamat pagi”
: Jawab si
tentara mainan menjawab
salam dari Rebecca .
Hari-hari mereka selalu
bersama. Suatu hari ada yang
berniat menculik Rebecca.
“Yatim piatu”
: Ucap salah satu
orang yang berniat menculik
Rebecca
“Tidak ada keluarga yang
mengkhawatirkannya”
: Ucap rekannya
“Ayo tangkap dan jual dia”
: Si tentara mainan kaget
melihat Rebecca tidak ada di
dalam rumah
“AH!!!”
: Sentak si tentara
mainan
“REBECCAA!!!”
: Seru si tentara
mainan menolong Rebecca dari
tangan para penculik
“UOOOHHH!!!”
: Jerit para
penculik ditembaki oleh si
tentara mainan
“GYAAAAHH!!”
“Hancurkan mainan itu!!”
“Tuan prajurit!!”
: Teriak Rebecca sembari menangis
Setelah itu…
“Maaf, aku jadi buronan,,,”
Ucap si tentara mainan
“Hehehe! Kita sama. Ayo cari
rumah yang lain!”
: Ajak Rebecca
Mereka berdua duduk di
pinggir pantai
“Suatu hari aku ingin hidup…
Dalam rumah yang sama
denganmu”
: Ucap Rebecca
“Aku akan mengajarimu cara
bertarung!”
: Ucap si tentara
mainan
“Tenang saja, ada kau disini
yang menjagaku!”
: Ucap Rebecca
“Bagaimana jika terjadi
sesuatu padamu saat aku
tidak bersamamu!?”
: Ujar si tentara mainan
“Ibu mengatakan bahwa
melukai orang itu buruk”
: Ujar Rebecca
“Aku akan mengajarkan cara
agar kau tidak terluka!!”
: Ucap si tentara mainan .
Si tentara mainan pun
mengajari Rebecca untuk
menjaga diri
“Ayo!!”
: Seru si tentara mainan
memberi latihan kepada
Rebecca
“Yaah!!”
: Seru Rebecca
Ke inti cerita…
“Kau selalu ada disisiku… Dan
selalu melindungiku…”
: Batin Rebecca memasuki lorong
menuju ke dalam Arena
pertarungan.
Rebecca menjatuhkan
tamengnya dan mengambil
satu kelopak bunga
“Inilah dia!!”
: Seru si komentator pertandingan
“Kalian semua sudah siap!?
Jago pedang cantik dari
Coleseum kami!!! Puteri yang
misterius!!! Dimana para peserta… Yang akan
memeriahkan tempat ini!!?”
“Tolong jangan mati, tuan
prajurit…!!”
: Batin Rebecca
menginjakkan kaki di Arena
Coleseum
“OOH…!!”
: Sentak para
penonton melihat kedatangan
Rebecca
“Aku tak akan kalah!!!”
: Ucap Rebecca dalam hati
“Matilah kau, Rebecca!! Hari ini
aku akan membunuhmu!!”
: Sorak-sorai penonton sembari
mengacungkan jempol ke
bawah
“BOOOOO!!!”
Didalam Arena pertarungan
sudah disesaki para petarung,
Rebecca dengan gagahnya
memasuki Arena pertarungan.
“Mati saja kau!!”
: Sorak-sorai
para penonton
“Pewaris tahta Raja Riku!!”
“Keturunan bangsa barbar!”
Rebecca nampak meneteskan
air matanya.
Sementara itu
Luffy yang masih di ruangan
sel tahanan.
“Eh!? Kenapa mereka sangat
membencinya!?”
: Seru Luffy
bertanya pada tawanan yang
berada di sel tahanan
“Kenapa bisa! Padahal dia orang baik!!
Dia membelikanku makan siang!!"
“Aku tahu”
: Ucap salah satu
tawanan
“Tapi kakek Rebecca
Raja sebelumnya, dibenci oleh
penduduk negeri ini!!!”
: Jawab Gladiotor di dalam sel.
Bersambung ke chapter 722...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar