DAFTAR ISI
- movie (1)
Rabu, Maret 19, 2014
chapter one piece 722 versi teks
ALUR CERITA ONE PIECE CHAPTER 722 :
"Garis keturunan Kerajaan"
==================
===============
=================
Versi teks Oleh : Beelzeta
===================
======================
Baca Sebelumnya di :
Komik One Piece Chapter 721
==================
Para petarung block D,
telah
memasuki arena, termasuk
Rebecca.
Dan di antara para
petarung tersebut, tampaknya
Rebeccalah yang paling dibenci.
Tepat setelah ia memasuki arena, para penonton langsung
berteriak-teriak mencaci makinya.
"Mati saja kau Rebecca!!"
"Dasar darah kotor!!!"
"Kali ini mereka akan
membunuhmu!!"
"Mereka akan
membunuhmu!!!"
"Kau adalah aib Dressrosa!!"
: Seru penonton mencela Rebecca.
Rebecca, cucu dari raja
s ebelumnya yang terkenal
kejam dijadikan pelampiasan
untuk balas dendam atas apa
yang tak ia perbuat.
"Kenapa
balas dendam padanya!?"
: Luffy benar-benar kesal.
Sama
seperti kasusnya, apa yang
kakeknya perbuat tak ada
hubungannya dengan dirinya.
Tak seperti para penonton,
para peserta malah menggoda
Rebecca.
"Hei hei, wajahmu
manis sekali, kau bahkan lebih
buruk dari Bartolomeo dari
Blok B itu.."
: ucap salah seorang peserta.
"Kalau aku bisa
mengalahkanmu, aku akan
jadi pahlawan negeri ini.."
: ucap
peserta lainnya.
"Ya, kau
benar.."
"Hentikan itu!!"
: seseorang tiba-
tiba saja datang sambil
menunggangi kuda.
"Apa!?? lihat!! di pintu
masuknya!!"
: seru penonton.
Ternyata, itu adalah Cavendish,
yang datang dengan
menunggangi kuda.
"Kyaa!!
Cavendish-sama! !"
: para penonton utamanya kaum
perempuan histeris.
"Dan inilah
dia, kapten dari bajak laut
cantik, kuda putih Cavendish!!"
: teriak pembawa acara.
"Dia cantik sekali!! aaahhh..."
:
beberapa penonton bahkan
sampai silau melihat
kecantikanya.
"Santai oi.."
: ucap penonton
mainan di sebelahnya.
"Para penonton perempuan
bertekuk lutut padanya!!
kecantikan yang sempat
mengguncang dunia tiga tahun
lalu ternyata masih
dimilikinya!!"
: teriak pembawa acara.
"Cavendish-sama , hajar wanita itu!!!"
"Hajar Rebecca!!!!"
"Diam kalian semua!!!"
: teriak
Cavendish sambil mengangkat
pedangnya.
"Aku tak tahu
dendam apa yang kalian miliki
padanya!! Tapi melawan
seorang perempuan muda yang mempertaruhkan
nyawanya di dalam arena,
seseorang yang bahkan ta k
berani meresikokan hidup
mereka tak berhak
mencacinya!! Kalau kalian begitu ingin dia mati, ambil
senjata kalian dan masuklah
ke dalam arena!!"
: Ucap Cavendish Melalui pengeras Suara.
Para penonton terdiam.
"Mereka yang bisa menangani
masalah mereka hanyalah
kebisingan!! Aku tak punya
alasan untuk masuk kali ini,
tapi aku benci turnamen ini!!
Hidup seorang ksatria tak hanya suatu hal yang
diperlihatkan!! "
: Cavendish menghentikan kata-
katanya, kemudian menaruh
kembali alat pengeras
suaranya ke kuda.
"Terimakasih, Farle.."
: kuda itu
kemudian dipersilahkan untuk pergi meninggalkan arena.
"Apa-apaan dia membawa
kuda dan pengeras suara??"
: pikir peserta.
"Wow!! kau berhasil
mengatakannya pada mereka,
kubis!! Ternyata kau tak
begitu buruk juga!!"
: ucap
Luffy.
"Tapi tetap saja, aku
membencimu.."
: lanjutnya.
"Hm??"
"Cavendish-sama !!!!!"
: para penonton tetap bersorak
mendukungnya.
"Sungguh luar biasa!!!! Aku tak
peduli dengan Rebecca lagi!!"
"Kami akan terus
mendukungmu!!! Cavendish!!!"
"Sungguh karisma yang luar
biasa, dia berhasil mengubah
hujan cacian menjadi ombak
dukungan!!"
: teriak pembawa
acara.
Deg.. Cavendish merasakan sesuatu..
"Yah, aku tahu kau tak
menginginkan ini, kan.."
: ucap
peserta di sebelahnya.
"Kau
pasti marah mendapat
dukungan yang berlebihan
seperti itu. Yah, penonton memang egois.."
"Hyaaa!! aku populerr!!!!! ini
hebat!!!"
: ternyata Cavendish
malah senang.
"Kau senang!!!?????"
: peserta tadi kaget.
"Sudah tiga tahun lamanya.."
: ucap Cavendish lagi.
"Umm.. kali ini saja.."
: Rebecca
menghampiri Cavendish, lalu
berkata,
"Terimakasih sudah
membelaku.."
"Yah, tak apa, aku benar-benar
marah dengan mereka.."
: ucap
Cavendish.
"Tapi lupakan itu,
bagaimanapun kita musuh.."
:
lanjutnya.
"Ngomong-
ngomong, apa ada reporter di sekitar sini?? kalau mereka
ingin menjadikan ini sebagai
suatu artikel, aku harus bicara
dengan mereka.. setelah
pertandingan ini, akan ada sesi
interview, hallo super star, siapa yang kau panggil super
star?? fufufu, ya, seperti itu.."
: Gumam Cavendish berhayal.
"Yah, sementara itu, semuanya
sudah berkumpul.."
: ucap
pembawa acara.
"Blok D terdiri
dari 137 peserta, dengan satu
orang sudah pergi.. dan
baiklah, dengan ini Battle Royale dimulai!!!"
: Dan yap, pertarungan dimulai.
"Baiklah.."
: Cavendish bersiap.
"Cavendish-sama !!!"
"Tunjukan padaku
pemenggalmu, Sulieman!!"
:
ucap salah seorang peserta.
"Hajar mereka, Orlumbus!!"
: Ternyata blok D juga dipenuhi
dengan petarung-petarung aneh.
"Mati kau rebecca!!"
"Lihat aku, tuan prajurit.."
: ucap rebecca dalam hati.
Sementara itu di kebun bunga
Dressrosa,
"Yellow cab dan
squad Pink Bee telah tiba!!"
:
lapor Leo.
Ia dan yang lainnya
telah sampai di kebun bunga
itu.
"Terimakasih, Leo.."
: ucap si boneka tentara, yang tak lain
adalah pemimpin mereka.
"Hari ini akhirnya tiba juga,
kapten!! Kami juga membawa
pahlawan legendaris!!"
"Selama sepuluh tahun, kita
telah bertarung!! Demi
kehormatan raja Riku!! dan
merebut kembali kebebasan
kita!!"
"Aku tak akan pernah lupa
kekejaman yang telah
dilakukan oleh orang yang
datang ke negeri kita itu, dan
mengambil semuanya dari
kita!!"
"Kita telah menghabiskan
bertahun-tahun untuk
menyiapkan rencana ini!!
Meskipun dia Shichibukai, kita
tetap harus menang!!"
"Yaaahh!!"
Sementara itu Usopp, yang
juga sampai di sana hanya bisa
diam berdiri, mendengarkan.
Dalam hati,
"Baik, dengarkan
rencana mereka dengan
seksama, lalu pikirkan waktu yang tepat untuk kabur.."
Di Acacia, Zoro yang sedang
dalam perjalanan menuju
kapal ditemani oleh salah
seorang mahluk kerdil.
"Zoroland, nanti di depan kita
harus belok kiri!! Kiri itu sisi pinggangmu yang tak ada
pedangnya.."
: Ucap Wicca Memberi petunjuk.
"Kau pikir aku bodoh hah
sampai tak tahu kiri!!??"
: Sahut Zoro yang Salah mengambil Arah.
"Kau memang tak tahu.."
: Ucap Wicca.
"Orang-orang yang menyerang
kapal kalian adalah
kelompoknya Jora, salah
seorang pemimpin keluarga
Donquixote!! Dia sangat
berbahaya, dia punya kekuatan seni yang bisa
mengacaukan musuhnya!!"
: Jelas Wicha
"Kau tahu sebanyak itu??"
: Tanya Zoro
"Nama, wajah, dan kekuatan
dari semua pemimpin, dan
yang ada di atas mereka, aku
mengingat semuanya dengan
sempurna!! Terutama 10 tahun
lalu.. ketika hanya mereka bertiga berhasil menyapu habis
semua pasukan Dressrosa..
para pemimpin terkuat, Trebol,
Diamante, dan Pica, aku tak
akan pernah melupakan wajah
mereka.."
: Ucap Wicca menjelaskan Anak buah Dofla.
Di perjalanan, secara tak
sengaja Sanji dan Kinemon
melihat Zoro yang berlari,
"Ooh!! Zoro-dono!! Zoro-dono!!
kami disini!!"
: teriak Kinemon.
"Suaramu terlalu keras!!"
: Sanji
menendang Kinemon.
"Siapa mereka itu??
temanmu??"
: tanya orang
kerdil yang bersama Zoro.
"Mereka itu si alis keritingland
dan topknotland.."
: jelas Zoro.
Setelahnya, merekapun
berkumpul sejenak untuk
membicarakan keadaannya.
Sanji kaget.
"Apa!? kau akan
pergi untuk menyelamatkan
Nami-san!?? jadi dia sedang dalam bahaya!?? pantas saja ia
tak menjawab
dendenmushinya, baiklah, aku juga iku!!"
: ucap Sanji.
"Tunggu, Sanji-dono!! kita
kemari untuk memberitahu
Luffy-dono, kan??"
: ucap
Kinemon.
"Kaki hitam.."
: seorang
perempuan berjubah tiba-tiba
muncul diam-diam dari balik
tembok, ternyata itu Violet.
"Ooohh!!! Violet-chaaaanku tercinta..."
: Sanji berputar-
putar.
"AKu harap dia menikammu.."
: Celetuk Zoro.
"Kapal kalian telah di ambil alih
oleh Jora, dan sekarang sedang
menuju ke Green Bit.."
: jelas
Violet.
"Apa!!??"
Di laut, dalam perjalanan
menuju Green Bit, memang
tampak Sunny yang berada di
bawah kekuasaan Jora sedang
berlayar.
Di dalamnya, ada
juga Nami, Brook, dan Chopper, yang masih
berbentuk seni nggak jelas itu.
"Yohohoho!! musik dan seni
laut yang indah!!!"
: Brook
malah tampak menikmatinya.
"Ohoho, kau tahu seni ya.."
:
ucap Jora.
"Hentikan kapalnya!! Apa kau
benar-benar ingin pergi ke
Green Bit!??"
: ucap Nami.
"Ohoho, tidakkah Law akan
terkejut saat yang datang
untuk mengambil Caesar
bukanlah kalian, tapi aku!!"
: Jawab Jora
"Brook bertingkah aneh, apa
kau mengkhianati kami!??"
: Chopper tak menyangka.
"Tulang, bagaimana bisa kau
menyebut dirimu pendekar
pedang!??"
: Tanya Momonosuke,
yang juga ada di sana dan
sudah diubah menjadi bentuk
seni.
"Aku hanya menyadari kalau
bagaimanapun aku ini
seniman.."
: ucap Brook.
"Berkarya adalah alasan
kenapa aku hidup, meskipun
aku sudah mati.."
: Lanjut Brook
"Orang-orang itu tak akan
mengerti, soul king.."
: ucap
Jora.
"Passion yang ingin kita
sampaikan, mereka tak akan
bisa mengerti!!"
: lanjutnya.
"Dying art!! hidup adalah
bentuk terhebat dari seni!!"
"Tidaakk!!"
: Nami dan yang
lainnya terjepit oleh seni.
"AKu tak kesakitan, uukhh!!"
: ucap Momonosuke.
"Selamatkan kami!!!"
: teriak
Chopper.
"Ini luar biasa, Jora-san!!!"
: ucap
Brook yang Menyaksikan.
"Aku benar-benar tersentuh,
ini sungguh menyampaikan
tragedi Dressrosa.. dalam
sepuluh menit, anak-anak
ribut ini akan menjadi bagian
dari seni ini.. dan berhenti bernafas.."
: ucap Jora.
"Apa!!??"
"Brook!!!"
"Tulang!!!"
"Sungguh indah!!"
: Brook
seolah tak peduli Terikan teman-temannya yang Minta tolong.
"Tolong
izinkan aku memainkan
iringan musik untuk ini!!"
:
pinta Brook pada Jora.
"Kau mau melakukannya, Soul
King??"
: Tanya Jora.
"Ya, tapi aku butuh alat
musikku, Jora-san.."
: Jawab Brook.
Dengan senang hati Jora pun
mengembalikan biola Brook
seperti semula.
"Ahh.. kesadaranku mulai
menghilang.. aku tak mau
mati.."
: ucap Chopper.
"Lihat, Jora-san, sebenarnya
tongkat ini adalah pedang.."
:
ucap Brook.
"Ooh, begitu ya, ayo cepat
mainkan musik.."
Saatt..
"Yap, aku sudah
memotongmu.."
: ucap Brook yang dengan Cepat menyerang Jora.
"Hmm?? memotong???"
: Ucap Jora bertanya-tanya
"Hitoyogiri!!!"
: ternyata diam-diam Brook secara cepat telah
menebas Jora, dan ketika ia
memasukan kembali
pedangnya, perempuan itu
berhasil dibuat rebah.
"Gyaaa!!!!"
"Broookk!!!!"
: Chopper senang
luar biasa.
"Maad, sepertinya aku tak bisa
melihat senimu..
bagaimanapun aku tak punya
mata yohohoho.."
: Brook kini
telah kembali menjadi seperti
semula.
Beralih ke pertarungan antara
Law melawan Doflamingo, dan
Fujitora, tampak kini Law
sudah rebah, dihajar habis-
habisan.
Sementara Fujitora, ia
duduk, dan Doflamingo, ia berdiri sambil bercerita,
"Ini
adalah kisah delapan ratus
tahun yang lalu.. Law.. dua
puluh raja, dari dua puluh
negeri berkumpul di pusat
dunia.. dan menciptakan sebuah institusi besar.. yaitu
pemerintah dunia.."
".. dan para raja pencipta,
memutuskan untuk
membawa keluarga mereka
dan hidup di Mariejoa.. hanya
pemimpin Alabasta yang
menolak.. jadi hanya ada 19 keluarga..
mereka masih hidup
di sana.. keturunan dari raja-
raja yang memerintah dunia..
Tenryuubito.."
"Jadi delapan ratus tahun yang
lalu itu, kesembilan belas
negara itu ditinggal tanpa raja..
kau mengerti, kan?? tentu
saja, negara-negara itupun
memilih raja mereka yang selanjutnya.. jadi, pemerintah
baru pun lahir.. Di Dressrosa,
pemerintah baru itu adalah
keluarga Riku.. dan keluarga
pencipta, yang pergi ke tanah
suci Mariejoa.. adalah keluarga Donquixote!!"
: Ucap Dofla Bercerita.
Bersambung ke One Piece Chapter 723
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar