DAFTAR ISI

Jumat, Desember 19, 2014

-= Versi Teks One Piece Chapter 745 =-

Beberapa pegawai pabrik Smile masih berada
di dalam pabrik, was-was sambil melihat ke
arah luar lewat dinding kaca, "Kita harus
bagaimana!? mainan-mainan yang telah
kembali itu datang menyerang pabrik itu!!"
Namun meski begitu, mereka tetap aman.
Menerobos pabrik Smile ternyata tak
semudah yang dibayangkan. "Tapi tetap saja,
tak akan ada yang bisa masuk tanpa kunci.."
ucap salah seorang dari mereka.
"Pabrik ini adalah hidup tuan muda!! Pabrik
ini terbuat dari batu laut, jadi langit runtuh
pun tak akan mampu menggoresnya!!
Lagipula kedua eksekutif itu melindungi kita.."
Memang, tampak dua eksekutif kerajaan,
Diamante dan Trevor yang sedang
menghalangi para penyerbu. Tak sulit bagi
mereka untuk menjatuhkan para petarung
yang hendak menerobos masuk. "Pertahanan
yang benar-benar absolut, tak akan ada yang
bisa mengalahkan mereka!!"
Di sisi Sabo, Koala, dan Hack, mereka bertiga
akhirnya bertemu dengan Robin. "Robin-
san!!" Koala mendekat dan langsung
memeluknya.
"Koala, Sabo, Hack!!" sapa Robin, yang
ternyata sejak awal memang sudah mengenal
mereka, para pasukan Revolusi.
"Apa kau sudah bertemu dengan Luffy? Ini
temanku, Usopp.." ucap Robin.
"A.. aku.. Us.. Hop.." ucap Usopp dengan susah
payah.
"Biarkan saja dia beristirahat.." Sabo dkk tak
tega.
Di depan Lift, orang-orang kaget saat melihat
seseorang keluar dari sana. "Eh!?
Doflamingo!?" yang keluar bukan Doflamingo
melainkan Kinemon yang masih menyamar, ia
berlari sambil menggenggam sesuatu di
tangannya.
"Permisi!! Biarkan aku lewat!!" teriaknya.
Di dataran tinggi Istana, di bagian luar depan
menara, "Sepertinya di bawah sedang terjadi
sesuatu.." ucap Zoro. "Kemana manusia batu
itu pergi!?"
Di istana, dalam ruangan tempat para tokoh
utama berada, Luffy, Doflamingo yang
kepalanya masih terpisah dari tubuh.. "Aku
harus segera.. membetulkannya. ." ucap
Doflamingo.
"Dasar menjijikan!! Kenapa kau masih bisa
hidup!?" bentak kesal Curos.
"Apa aku harus mengajarimu bagaimana cara
memenggal kepala?" Doflamingo yang lain
tiba-tiba saja muncul di belakang Curos, lalu
bersiap untuk menebasnya dengan
tendangan.
"Tentara mainan!!" teriak Luffy.
"Curos-niisama! !" teriak Viola.
"Seperti ini!!" Doflamingo menunjukkan
bagaimana cara menebas yang benar.
Batsss!!! hempasan kaki kanan Doflamingo
membelah secepat pisau angin hingga
membuat ruang itu terpotong. Tak hanya itu,
menara di sebelahnya pun sampai ikut
terpotong.
Untung saja, Luffy cepat dan mendorong
tubuh Curos ke bawah. Untuk saat ini, mereka
masih aman. "Topi Jerami.." Doflamingo
tersenyum saat melihat Luffy.
"Tuan muda ada dua!?" bahkan Baby 5 pun
baru pertama kali melihat pemandangan
seperti ini. Ada lebih dari satu Doflamingo,
dengan kemampuannya ia bisa
mengendalikan semacam boneka kloning dari
dirinya.
Bersamaan, dua Doflamingo itu menyerang
Luffy, namun Lagi-lagi Luffy bergerak cepat
dan mampu menyelamatkan diri. "Maaf aku
telah merepotkanmu.." ucap Curos.
"Yah.." Luffy bersiap untuk melancarkan
serangan balik, "Gomu Gomu no.."
"Armor.." Doflamingo melapisi dirinya dengan
haki.
"Jet Gatling!!!" Luffy melesatkan serangan,
namun tampaknya serangan itu masih belum
cukup kuat untuk bisa melukai tubuh
Doflamingo.
Tubuh Doflamingo yang satunya muncul di
belakang Luffy, tubuh tanpa kepala itu
bersiap untuk memotong dengan benangnya.
"!?" Luffy melihat ke belakang, ia lengah dan
membirkan Doflamingo yang ada di depan
menyerangnya.
Batsss!! Tinju hitam Doflamingo mengenai
wajah Luffy. Serangan telak untuk Topi
Jerami. Luffy terlempar, terus terhempas
hingga akhirnya menabrak dinding di
seberang sana.
"Luffyland!!!!" teriak Curos.
"Apa yang kloning itu..!?"
"Rasanya sakit.." ucap Luffy dan kembali
bangun.
"Seperti boneka tali, ini pertama kalinya aku
melihatnya!!" ucap Viola.
Doflamingo berjalan pelan, lalu bertanya pada
Raja Riku, "Raja Riku.. apa kau ingat dengan
yang kau rasakan 10 tahun yang lalu? Ketika
penduduk kota yang sangat kau cintai
menderita??"
"Aku masih terus mengingatnya, apa yang
ingin kau katakan, hah!?"
"Yang akan terjadi mulai saat ini akan jauh
lebih buruk dari itu.." ucap Doflamingo.
"Jangan membual!! Hal tersebut tak akan
pernah terjadi lagi!! Tak akan kubiarkan
kalian pergi dari sini!!"
Doflamingo tak takut sama sekali dan
meminta Pica untuk mengusir mereka, "Pica,
lempar mereka keluar.."
Manusia batu yang terhubung dengan lantai
istana itupun dengan mudah menyapu seisi
ruangan itu, melempar mereka ke bagian luar
istana. "Uwaa!!!"
"Doflamingo!! Jangan lukai negeri ini lagi!!"
teriak Raja Riku. Bofftt!!! orang-orang
mendarat di atas tubuh Luffy yang ia
besarkan.
"Hah.. dia melempar kita ke dasar dindinng
luar menara.." ucap Luffy.
"Selama Pica ada di sini, kita tak akan bisa
mendekati Doflamingo.."
Di sisi Law yang juga ikut terlempar, ia
melihat ke atas, dan tampak sesuatu keluar
dari puncak istana.. "Sudah dimulai.. sangkar
burung.." ucap Law.
Tampak sesuatu melesat dari puncak istana,
kemudian menyebar ke seluruh penjuru
pulau. "Dia berniat untuk membunuh.. semua
orang di pulau ini sebelum kebenaran negeri
ini terungkap!!"
"Eh!!??"
Hal yang perlahan menjadir kurungan raksasa
itu tentu saja bisa dilihat oleh seisi penduduk
Dressrosa. "Kapten, apa itu!?" teriak salah
seorang bajak laut sambil menunjuk
kurungan itu.
"Tidak tahu, ayo cepat tinggalkan pulau ini!!"
kaptennya tak peduli dan terus berlari.
"Meskipun kita membenci Doflamingo, tetap
berada disini malah akan berakibat buruk
bagi kita!!"
"Kapten, ada sesuatu di depanmu!!"
"Eh!?"
Jblass!!! kapten tadi tak hati-hati dan malah
menabrak jeruji yang ternyata sangat tajam
itu. Topi yang ia kenakan bahkan sampai
terpotong. "Kyaahh!!"
"Pisau!?"
"Aah!? Pagar apa ini!!??"
"Pagar ini menutup ke segala arah!!"
"Dimana jalan keluarnya!?"
Kepanikan juga dialami oleh Angkatan Laut,
"Wakil Admiral Bastille, kami tak bisa
menghubungi markas pusat!!" lapor salah
seorang petugas.
"Bagaimana bisa..!?" Bastile pun bingung.
"Di sini juga, kamu tak bisa menghubungi
pangkalan!! Kami masih belum melaporkan
apapun pada mereka!!"
"Gyaahh!!" semakin membuat panik saja,
beberapa orang mulai bertingkah aneh. Salah
seorang penduduk menembaki rumahnya
sendiri. "Oi, apa yang kau lakukan pada
rumahmu sendiri!?"
"Tubuhku bergerak sendiri!!" ternyata
benang Doflamingo telah mengendalikanny
a.
"Uwaaa!!!"
"Parasit.." Doflamingo telah mengaktifkan
jurus yang pernah ia gunakan di masa lalu,
teknik kejam yang mampu mengendalikan
orang dalam jumlah yang sangat besar.
"Apa lagi yang terjadi sekarang!?" Bastile
semakin bingung.
"Dataran tinggi kerajaannya merosot turun!?"
"Lapor!! beberapa orang tampak mengamuk
secara tiba-tiba di seluruh Dressrosa!!"
Kembali ke sisi Luffy, memang benar daratan
tempatnya berdiri tampak seolah melorot.
"Eeh!? Tanahnya turun!?"
"Ini Pica!! Dia bisa mengubah apapun selama
itu adalah batu!!"
"Istana kerajaannya bergerak menjauh!!"
"Berhenti!!"
"Uwaaa!!! Pabriknya bergerak naik!!"
"Eeh!? Apa yang terjadi di sini!?"
"Uwaa!! Seseorang hentikan aku!!" orang-
orang semakin tak bisa mengendalikan diri
mereka.
"Bukit bunganya!! Bukitnya melebar dan
menelan kota!!"
Saat itulah, suara Doflamingo terdengar,
terdengar begitu jelas lewat alat pengeras
suara. "Penduduk Dressrosa.. dan para tamu
sekalian.. aku bisa saja menguasai kalian
dengan terror sejak awal.." ucapnya.
"Sekarang setelah kalian tahu kebenarannya,
aku yakin banyak dari kalian yang ingin
membunuhku, karena itulah aku sudah
menyiapkan sebuah permainan.. permainan
untuk membunuhku!!"
"Aku berada di istana kerajaan, aku tak akan
lari maupun sembunyi!! Kalau kalian berhasil
membunuhku, tentu saja permainan akan
berakhir!!"
"Namun aku juga menyiapkan pilihan lain
untuk mengakhiri permainan ini!! Kalau
kalian bisa membunuh semua orang yang
aku sebutkan, permainan juga akan
berakhir!! Aku juga telah menyiapkan imbalan
atas orang-orang ini!!"
"Bunuh atau dibunuh!! sekarang seluruh
penduduk di negeri ini adalah pemburu!! Jika
kau ingin selamat, tak ada pilihan lain bagi
kalian selain membunuh!!"
Bersambung ke chapter 746...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar