"Hei, gelembung ledak itu lagi!!" Bhartolomeo berdiri di garis depan dan menciptakan barrier untuk menahannya.
"Woah!! Keren!!" teriak Luffy.
"Bartolomeo!!" ucap Gladius kaget.

"Parry Ability!! Stair!!" Bhartolomeo membuat tangga menuju tingkat empat menggunakan kekuatan barriernya. Selain bisa dijadikan sebagai pelindung, barriernya juga ternyata bisa dibentuk menjadi benda-benda lain seperti tangga.
"Woah!!" Luffy makin kagum.
"Luffy senpai!! Silakan gunakan tangga ini!!" ucap Bhartolomeo.
"Hei, kau menghadap ke arah yang salah.." ucap Cavendish.

"Kita bisa menggunakan ini!!" ucap Luffy.
"Terimakasih, rambut ayam!!"
"Tolong.. aku sudah terlalu merasa tersanjung, aku benar-benar bangga bisa hidup.." ucap Bhartolomeo dalam hati.
One Piece Chapter 757 - Kartu AS
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Baiklah, ayo maju ke tingkat 4!!"Luffy pun berlari sambil menggotong tubuh Law.
"Ayo, Tra-guy!! Maju!!"
"Aku akan pergi duluan!!" ucap Kyros, yang meski hanya punya satu kaki tapi sudah berlari duluan.
"Ah!! Tunggu, tentara!!" teriak Luffy.
"Aku akan menghentikan mereka jadi cepatlah, Topi Jerami!!" ucap Cavendish, yang masih bertarung melawan boneka-boneka itu.

"Kubis!!"
"Benda-benda sialan ini sudah membunuh kudaku!! Aku tak akan bisa pergi sebelum membuat mereka membayar!!" Cavendish benar-benar kesal dengan para boneka itu.
"Luffy!! hati-hati!!" teriak Robin saat gelembung-gelembung Gladius kembali menyerang ke arah Luffy.
"Serahkan padaku!!" ucap Bhartolomeo, namun "Uwooaabubo!!"
Blarrr!!!!! tak ada barrier yang terbentuk. Untung saja Luffy cepat menghindar dan mampu terus maju.

"Ada apa dengan barriermu!?" bentak Cavendish.
"Oi, Bartolomeo!!"
"Ada batasan berapa banyak barrier yang bisa kubuat sekaligus.." ucap Bhartolomeo. "Dan aku sudah menggunakannya untuk membuat tangga ini. Tak apa kalaupun aku mati, selama itu berguna bagi Luffy senpai!!"
"Kau harus membantu!!" bentak Cavendish. "Aku akan ada di sini sampai kau bisa membuat barrier lagi, jadi bertahanlah!!"

"Dasar boneka hambar!!" Cavendish kembali menyerang boneka itu.
"Cinco Mano : Spank!!" Robin menyerang boneka dengan tangan-tangannya.
"Aku mengerti bagaimana perasaanmu, nak burung.." ucap Robin.
"Nico Robin!!"
"Mempertaruhkan nyawa memang layak untuk kapten kami!! Selama ini Luffy selalu menjadi.. kartu AS kemenangan kami!!"
"Mil Fleur!! Higantesco Mano!!" Robin menciptakan tangan-tangan raksasa untuk menghentikan Gladius. "Tak akan kubiarkan kau menyakiti Luffy!!"

"Bilang apa dia tadi!?" Bhartolomeo baru sadar kalau tadi Robin mengatakan sesuatu yang hebat untuknya.
Beralih ke tempat lain, Dressrosa, Acacia, pertarungan antara Sabo melawan Admiral Fujitora..
"Woah!!!" para Angkatan Laut berlari menjauh dari ledakan api yang Sabo ciptakan.
"Level ini bahkan lebih dari Topi Jerami!!" teriak para Angkatan Laut.
"Orang aneh, kenapa dia mencoba menghentikan Angkatan Laut?"

"Huft, berapa lama lagi kalian ingin membuang-buang waktu?" ucap Sabo ke Fujitora.
"Oh.. aku terdesak.." ucap Fujitora. "Heh, aku ini buta tahu.. Beri aku toleransi sedikit.."
"Yah, sayang sekali aku ini tak suka membeda-bedakan orang!!" ucap Sabo.
"Menakutkan, pantas saja mereka menyebutmu orang nomor 2 di tentara revolusi, eh!! Tapi yah, aku juga punya pekerjaan yang harus kukerjakan, jadi mengertilah.."
"Gravisword!! Ferocious Tiger!!" Fujitora menebaskan pedangnya, lalu terciptalah gravitasi samping yang meremukan gedung-gedung di sekitarnya.

"!!" Sabo kaget. "Gravitasi yang menyamping!?"
"Oh yah!! Inilah yang aku bicarakan!!"
Sabo lalu berubah menjadi api dan melesat ke arah Fujitora. Lalu menyerangnya. Dalam hati, "Apa yang sebenarnya dia sembunyikan?"
"Akan jadi bagaimana? satu atau enam?" ucap Fujitora. "Aku sudah siap mempertaruhkan hidupku untuk ini. Dan kalau kami kalah dalam dadu ini, selanjutnya tinggal bergantung pada Tuhan.."

Pindah ke tingkat 4, Taman Bunga, Rebecca berhadapan dengan Diamante. Tapi bukannya melawan, Rebecca bahkan tak punya kekuatan untuk berdiri..
Rebecca kembali seperti ia saat masih kecil dulu, "Aku tak mau bertarung lagi!!"
"Oi oi, Rebeccaaa!!" panggil Diamante. "Kenapa kau lari!? Kenapa kau tak melawan!? Kau itu gladiator!! Bukankah kau kemari untuk membunuhku!?"
"Kudengar kolesium banyak memakimu!!" ucap Diamante lagi. "Tapi yah semua itu sudah berakhir!!" Diamante menebas dengan pedang kainnya.
"Kyaa!!!" Rebecca terjatuh.

"Akan kuberitahu sebanyak yang kau inginkan.."
"Orang yang telah membunuh ibumu, Scarlet.."
"Adalah aku!!"
Rebecca trauma dengan kata-kata Diamante.
"Pistol itu benar-benar ampuh.." Diamante mendekati Rebecca sambil menodongkan pistol. "Biar kuberitahu.. Scarlet juga.. terbunuh oleh pistol!!"
Dalam hati Rebecca benar-benar ketakutan, "Seseorang tolong aku.."
Lalu ia berteriak, "Tuan tentara!!!"
Batsss!!!!! Kyros datang dan menebas tangan Diamante.
"Kyros!!!??"

"Jangan pikir aku akan membiarkanmu mengambil keluargaku yang lain lagi!!!" teriak Kyros.
Rebecca baru pertama kali melihat ayahnya setelah begitu lama sang ayah berubah menjadi boneka mainan. Rebecca sadar, "Dia adalah lelaki dalam legenda.. Gladiator terkuat di kolesium!!"
Rebecca langsung teringat dengan kenangan-kenangannya bersama boneka tentara, yang ternyata tak lain adalah ayahnya..
"Maafkan aku, Rebecca.." ucap Kyros. "Tak ada lagi yang bisa kulakukan untukmu sebagai mainan selain mengajarimu cara bertarung.."

"Dan kau benar-benar seorang gadis yang manis, sama seperti ibumu. Tapi hari ini akan jadi yang terakhir.. Kau tak perlu bertarung lagi." ucap Kyros.
"Apa maksudnya itu, Kyros?" tanya Diamante.
"Maksudnya aku akan berurusan dengan kalian semua!!" jawab Diamante.
Tak lama setelahnya, Luffy datang menyusul. Dan bahkan sebelum benar-benar sampai di puncak, ia sudah berteriak, "Rebeccaa!! Kuncinyaa!!"

"Cepat berikan kuncinya!!" teriak Law.
"Lucy!?" Rebecca pun langsung melempar kunci yang dibawanya dan sukses ditangkap oleh Luffy. Law melepas borgol itu dan akhirnya diri sekaligus kekuatannya pun terbebas..
"SIal!!!!" teriak Diamante.
Dengan kekuatannya itu, mudah saja bagi Law untuk memotong-motong tubuh boneka raksasa yang ada di bawah.
"Akhirnya aku bebas!!" ucap Law.
"Kita sudah sampai di tingkat 4, Mingo pasti ada di sekitar sini!!"
"Law!! Topi Jerami!!"

"Aku minta maaf, teman-teman!! Kelihatannya aku sudah cukup mengurus yang ini saja.." ucap Kyros. "Bisakah aku mempercayakan urusan Doflamingo pada kalian!?"
"Tentu saja!!!" ucap Law dan Luffy sekaligus.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar