DAFTAR ISI

Jumat, Januari 02, 2015

one piece chapter 762

Spider Miles, North Blue, gudang pembuangan sampah, keluarga muda Doqnquixote tampak sedang makan-makan. Mereka semua tergabung di satu meja makan besar, menyantap hidangan yang ada, sementara Law kecil hanya berdiri di depan sana, dengan seragamnya yang sangat lusuh. Menjadi bahan pembicaraan.

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
"Behehe!! Hei hei Law, sudah seminggu lho!! Kapan kau akan keluar??" ucap Trevor. "Corazon sudah menghajarmu habis-habisan!!"

"Bocah maupun orang dewasa telah melarikan diri!! Berkat itu, akan tersisa mereka-mereka yang terkuat. Lantas bagaimana mungkin bocah tanpa kekuatan apapun sepertimu akan bertahan!?" ucap Diamante.

"Apapun yang terjadi, jangan lupa aturan darah kita. Di dalam keluarga, wewenang para eksekutif harus tetap dipertahankan!!" ucap Lao G.

"Dulu aku sempat mentertawakan Pica-sama dan hampir mati.." ucap Buffalo.
"Kyahaha!!" Baby 5 tertawa.

"Heheheh, terserah jika kau mau bersikap sok kuat. Namun tetap saja, Corazon adalah adik kesayanganku!! Kematian akan menimpa siapapun yang berani menyakitinya!!" ucap Doflamingo.

"!!!" Machvise kemudian menyadari sesuatu pada diri Law.
"Kulitnya putih sekali!!"

"Itu sindrom Amber Lead!! Jika kita terinfeksi, tamat sudah!!" teriak Jola.

Mendengar itu, Buffalo pun langsung jijik dan berusaha menjauh. "Eh!? Memangnya bisa!? Kau menjijikan, menjauh sana!!"

"Jola, berhenti bergosip. Sindrom Amber Lead itu asalnya dari racun, dan itu bukan penyakit menular." ucap Doflamingo.

"Yang jelas jangan sentuh aku!! Aku tak butuh penyakit!!" ucap Buffalo, masih ketakutan.

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
Doflamingo lalu bertanya pelan-pelan ke Law, "Apa masih ada korban selamat?"

"Entahlah, aku sibuk melarikan diri." ucap Law.

"Bagaimana caramu kabur?"

"Aku melewati pembatas yang tersembunyi di balik tumpukan mayat."

"Ukhh.. jangan bilang begitu di saat kami sedang makan!!" Gladius tampak jijik saat mendengar jawaban Law tadi.

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
"Apa yang sangat kau benci itu?" tanya Doflamingo lagi.

"Aku tak mempercayai.. apapun.." jawab Law tegas. "Aku tak takut dengan kematian, jadi sebaiknya kau waspada, Corazon. Aku pasti.. akan membalaskan dendamku padamu!!"

"Oi, kau bodoh ya!? Apa kau tidak dengar!? Kalau kau melakukannya, kau akan disiksa!! Kau akan ditusuk!! Jangan meremehkan bajak laut!! Bocah memang bodoh, mereka pikir kalau menangis dan minta maaf mereka akan dimaafkan!!" bentak Baby 5 sambil menampar Law dari belakang. Tapi saat Law membalikan badan dan menatapnya, Baby 5 langsung menangis ketakutan.


One Piece Chapter 762 - White City
Penulis : Admin

Berikutnya, kelompok perompak itu tampak sedang menjalankan misi mereka. Gladius dan yang lainnya menghajar seisi kota dan merampas uang mereka. Baby 5 menjadi salah satu yang bertugas mengumpulkan uang dari dompet-dompet korban.

Sambil melaksanakan misi itu, Baby 5 bertanya. Ia masih penasaran dengan Law. "Sebenarnya, White City tempat asal bocah itu apa??"

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
"Itu sebutan orang-orang kepada negeri Flevance itu. Seluruh penduduknya kaya raya, dan kotanya seperti di dalam dongeng, dengan tanah dan tumbuhan berwarna putih. Kudengar karena saking indahnya, kota itu seakan tidak nyata." jelas Gladius.

"Dalam lapisan tanahnya, mereka menemukan semacam lead yang disebut dengan Amber Lead. Itulah yang membuat semuanya menjadi sangat magis. Mereka membuat berbagai macam hal dari Amber lead itu. Peralatan makan, lukisan, bahan pemanis, alat make up, bahkan senjata."

"Amber lead berkualitas tinggi yang diproduksi memiliki pembeli dari berbagai belahan dunia. Itulah bisnis utama Flevance. Pemerintah yang berpikiran tajam pun turut mengambil bagian dalam pengiriman produknya. Amber lead adalah sumber dana tanpa batas."

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
"Orang-orang berpimpi untuk bisa tinggal di White City itu." tambah Lao G.

"Waah!! Aku ingin ke sana!!" ucap Baby 5 antusias.

"Tapi sekarang, tempat itu sudah tak ada lagi." ucap Lao G.

"Eh!?" Baby 5 kaget.

Sementara itu di pinggiran sebuah rumah, Doflamingo tampak sedang beristirahat sejenak, tertidur setelah membaca buku tentang negeri Flefance.

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
Kembali ke sisi Baby 5, Lao G terus memberinya penjelasan. "Sekitar seratus tahun yang lalu, saat bisnis Amber lead dimulai, pemerintah sebenarnya sudah memeriksa fitus geologis tanah, dan mereka tahu kebenarannya.."

"Kebenaran?"

"Maksudnya racun." ucap Gladius.

"Eh!!??" Baby 5 makin kaget.

"Jika digali memang tidak berbahaya, tapi jika sampai memegangnya, tubuhmu akan rusak." ucap Gladius. "Pemerintah dan raja negeri itu merahasiakannya, sebab mereka tertarik dengan kekayaan yang dihasilkannya."

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
"Orang-orang terus membagi Amber lead tanpa tahu kalau kenyataannya.. benda itu beracun, tapi efeknya tidak langsung.."

"Racun itu akan sedikit demi sedikit masuk ke dalam seseorang, dan saat orang itu memiliki anak, anaknya itu akan memiliki waktu hidup yang makin pendek. Dan ketika anak yang usianya pendek itu punya anak, usianya akan makin pendek lagi. Tiap generasi, waktu hidupnya akan semakin berkurang. Dan pada akhirnya, anak-anak dari generasi Law mati sebelum tumbuh menjadi dewasa."

"Saat dunia sadar kalau Amber lead ternyata beracun, semuanya sudah terlambat."

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
"Kakek nenek, orang tua, anak-anak, tanpa memandang generasi penyakit itu muncul pada mereka semua dalam waktu yang bersamaan. Kulit dan rambut mereka menjadi putih dan mereka merasakan rasa sakit di sekujur tubuh mereka, dan pada akhirnya mereka mulai menangis. Tak ada satu dokter pun yang bisa menghentikan hal itu."

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
"Jadi orang-orang yang tinggal di kota itu, semuanya sudah mati!? Sungguh menyedihkan.." ucap Baby 5 sedih. Air mata bahkan menetes dari matanya.

"Disitulah tragedi yang sebenarnya dimulai.." tambah Senor Pink, yang tiba-tiba saja muncul dengan cara berenang dari belakang.

"Senor!"

"Saat orang-orang sadar kalau semua orang di White City mulai sekarat karena penyakit, para penduduk negeri-negeri tetangga mulai berpikir kalau sindrom Amber lead itu menular. Merekapun memblokir semua jalan keluar masuk dan kemudian membuat kota itu terisolasi!!"

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
"Kerajaan meninggalkan negara itu dengan bantuan pemerintah. Meninggalkan rakyatnya. Orang yang mencoba untuk pindah ke negara lain diperlakukan seperti monster yang kabur dari gua."

"Mereka ditakuti, ditembak."

"Siapa yang peduli dengan sesuatu yang menderita? Itulah manusia.."

"Tapi, Flevance tak tinggal diam. Ironisnya, mereka mempunyai banyak peluru. Pada akhirnya, perang dimulai."

"Sisanya seperti yang bisa kau bayangkan.."

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
Jauh dari mereka, di atas tumpukan sampah besi baja, tampak Law kecil sudah diam melamun. Ia masih teringat dengan kenangan sulitnya di masa itu.

Waktu itu, seorang sister gereja memintanya untuk ikut mengungsi ke sebuah kapal yang sudah disediakan. "Apa tak ada anak-anak lagi? Law-kun, kau juga ikut.." ucap sister ititu "Para tentara bilang mereka akan membiarkan anak-anak hidup!"

"Sister, aku tak bisa ikut," tolak Law. "adikku sekarang.."

"Lamy-chan? Kalau begitu, kau naiklah kapan selanjutnya, aku akan menjemputmu." ucap sister.

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
"Law!! Kau tak ikut!? Ikutlah bersama kami!!" ucap teman-teman Law, anak-anak yang nasibnya kurang lebih sama dengan Law. Waktu itu.

"Kita bisa menyelamatkan Amy nanti!!" ucap anak yang lain.
"Kedua orangtuaku mati, tapi mereka menyuruhku untuk tetap hidup!! Aku akan hidup!!"

"Kau lihat? Tak ada keputusasaan di dunia ini, Law-kun, seseorang pasti akan memberikan pertolongan." ucap sister.

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
Law adalah anak dari keluarga dokter. Waktu wabah itu parah-parahnya menyebar, rumahnya begitu ramai. Para korban mengetuk-ngetuk pintu gerbangnya, tapi mau bagaimana lagi, pasiennya terlalu banyak.

"Dokter!! Selamatkan kami!!"
"Dokter!!"

"Aku tak bisa ke sana!! Kita tak punya cukup dokter dan cukup darah dan semuanya!! Pasti ada cara untuk mengeluarkan Amber dari tubuh orang-orang!! Ini tak menular!! Kenapa pemerintah tak mengatakannya!?"

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
Sementara di dalam rumah, tampak seorang gadis kecil terbaring kesakitan. Lamy, adik Law. "Uuuhh.. kakak.. sakit. Tubuhku berubah jadi pucat.." ucapnya.

Law yang saat itu berdiri di sebelahnya mencoba untuk menenangkannya. "Sabar ya, ayah kita itu dokter terbaik di negara ini, dia akan menyelamatkan kita."

"Kenapa di luar berisik sekali?"

"Ah, itu adalah festival. Flevance kan selalu sejahtera.." Law berbohong.

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
Keluarga Law memang sering menghadiri festival. Seperti waktu itu, saat Law mempelajari ilmu kesehatan dari ayahnya..

"Operasi ini menggunakan pembuluh darah yang ini.."
"Oh begitu.."

"Kakak, ayo pergi ke festival!!" ajak Lamy.
"30 menit lagi, masih ada pasien di rumah kita.." ucap ibu Law.

Kemudian, setelah waktunya untuk pergi..
"Law, ayo pergi ke festival.."

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
Bang!!! suara letusan senapan mengakhiri kenangan manis Law. Di lubung hatinya yang paling dalam, tetap saja Law tak bisa membohongi dirinya.

"2 korban infeksi telah dibasmi.."

Ibu dan ayah Law telah dibunuh oleh orang-orang fanatik yang mengucilkan warga White City.

"Ibuu!!! Ayahh!!!" Law hanya bisa berteriak menatap mayat ayah dan ibunya.

Dan saat Law teringat dengan kata-kata sister waktu itu, "Kau tahu, tak ada keputusasaan di dunia ini, Law-kun, seseorang pasti akan.."

"Memberikan pertolongan.."

Kenyataannya adalah, mereka semua kini tergeletak tak bernyawa di hadapan Law.

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
"Ayo main bersama!! Aku akan terus hidup!!" teman-teman Law yang dulu mengatakan hal-hal seperti itu dengan wajah senang, kini semuanya telah tewas. Dan di atas itu semua, rumah Law, beserta adiknya yang masih adadi dalam telah dibakar hangus tanpa belas kasihan.

"Rumah sakitnya!!"

"Lamyy!!!!" teriak Law dengan penuh air mata. Entah bagaimana ia bisa menyelamatkan dirinya sendiri, namun tidak dengan orang-orang yang ia cintai.

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
"White City Flevance telah hancur.."

"Pada akhirnya, tangan manusialah yang melakukannya." ucap Senor Pink. "Tidak mengejutkan kalau anak 10 tahun yang mengalami itu jadi mengalami penyimpangan kepribadian."

Kembali lagi ke sisi Law, saat ini ia sudah bangun dari lamunannya. Ia pun menuju ke tempat Corazon berada, di sisi lain dari tumpukan sampah besi itu. Di sana, tampak Corazon sedang membaca koran.

"Ketemu kau, Corazon...!!" ucap Law dalam hati. "Orang tua dan adikku!! Orang-orang gereja, semuanya tewas!! Tapi kenapa orang idiot sepertimu malah tetap hidup!? Aku akan merahasiakan ini, tak akan ada yang peduli kalau sepotong sampah hilang!!"

Versi Teks One Piece Chapter 762 - VersiTeks.com
Law pun berlari dan langsung menusuk dada kiri Corazon. Tepat dan tembus. Tapi kemudian Law menyadarinya, seseorang melihat kejadian itu. Buffalo.

"Sial, aku ketahuan!!" pikir Law.

"Dia melanggaraturan darah.. dia akan tertusuk.." ucap Buffalo, yang menatap dengan wajah ketakutan. "Aku harus melaporkan ini.. pada tuan muda!!"0ne piece chapter 762

Tidak ada komentar:

Posting Komentar