DAFTAR ISI

Jumat, Januari 02, 2015

one piece chapter 764

"Kenapa!? Sejak kapan kau bisa bicara!?" ucap kaget Law saat tahu kalau Corazon bicara padanya.

"Dari dulu aku memang bisa bicara.." ucap Corazon, membuat Law menjadi makin tak mengerti.

"!?" Law kaget dan bertanya lagi, "Apa selama ini kau membohongi Doflamingo!?"

"Aku tak pernah bilang kalau aku tak bisa bicara, dia sendiri yang mengira begitu.." ucap Corazon.

"Itu sama saja dengan membohonginya!!"

"Hei hei hei, diam.." ucap Corazon, dan seketika tiba-tiba saja, semua ribut-ribut yang ada di sekeliling mereka lenyap.

"Eh!?" Law kaget.

"Semua suara dari kota ini lenyap.. kenapa.." pikirnya. "Orang-orang sedang bicara sekarang, tapi aku tak bisa mendengarnya.."

"Aku menciptakan dinding karena kau terlalu berisik.." ucap Corazon. "Dinding kedap suara. Di dalam sini, kau tak akan bisa mendengar suara dari luar, dan orang di luar juga tak akan bisa mendengar kita. Aku adalah orang tanpa suara yang memakan buah Nagi Nagi."

"Kau pemakan buah setan!?" Law makin dan makin kaget. "Sudah berapa banyak kebohongan yang telah kau perbuat!? Apa itu artinya saat kau berlagak seperti orang dungu, itu juga cuma kebohongan!?"

"Hehe, ya, tentu saja.. itu semua cuma pura-pura.." ucap Corazon, tapi saat merokok tetap saja pundaknya terbakar.

"Pembohong!! Pundakmu terbakar!!" teriak Law.

"Dari dulu aku memang ceroboh, itu tak akan bisa berubah." ucap Corazon.

"Diam!! Yang paling mustahil ternyata terjadi.. kenapa kau menyembunyikannya dari teman-temanmu!?" Law tak mengerti.

"Aku tak menganggap mereka sebagai teman.." ucap Corazon. "Tujuanku sebagai adiknya adalah untuk menghentikan kegilaan Dofy. Aku tak mengerti bagaimana ayah dan ibu kami yang baik bisa melahirkan monster seperti dia.."

"Dia bukan manusia.." ucap Corazon.

Corazon teringat saat ia dan Doflamingo serta ayahnya diikat dan dihakimi masa waktu itu.

Sang ayah berteriak sambil memohon-mohon, "Tolong mereka!! Uwaahh!! Anakku tak berdosa, tembakkan panah kalian padaku saja!! Tolong selamatkan mereka!!"

Sementara itu, Corazon, Rosinante menangis kesakitan. "Ayah, sakit, aku ingin mati saja.."

Tapi berbanding terbalik, Doflamingo kecil malah menghujat orang-orang. "Kalian akan membayar ini!!" teriaknya sambil menahan rasa sakit.

"Kakak.."

"Aku tak akan mati!! Apapun yang kalian perbuat, aku akan selamat, dan akan kubunuh kalian semua satu per satu!!"

"Dia terlahir jahat, dia tak punya rasa takut." ucap Corazon ke Law. "Yang tahu sifat asli Dofy hanyalah kami, keempat eksekutif dan Vergo, Corazon yang sebelumnya.."

"Vergo!?" Law tak kenal.

"Orang tangguh yang saat ini terpisah untuk melaksanakan misi rahasia. Bahkan orang terdekatnya pun tidak tahu detailnya, dia sama sekali tak ada hubungannya denganmu." ucap Corazon. "Jangan menjadi monster seperti kakakku, Law, pergilah dari sini!!"

"Aku tak akan kemana-mana, aku ingin jadi seperti dia!!" ucap Law.

"Nama rahasia D.. kau pasti berasal dari klan dalam takdir.." ucap Corazon.

"Eh?"

"Di kotaku, mereka bilang pada anak-anak kalau mereka tidak menurut, mereka akan dimakan D. Tiap kali seseorang yang bernama D muncul, orang-orang dulu bilang kalau D akan membawa petaka lagi."

"Apa maksudmu!? Apa aku ini monster atau semacamnya!?"

"Mungkin. Tak ada yang tahu kebenarannya. Itu adalah nama yang diwariskan secara rahasia di seluruh dunia. Dan di tempat tertentu, mereka menyebutnya sebagai klan D." jelas Corazon, "Mereka adalah.. musuh alami Dewa."

"Musuh dewa!?"

"Jika Tenryuubito bisa dianggap sebagai dewa, maka tujuanmu mungkin menghanurkan dunia. Tapi, itu jauh berbeda dengan apa yang diinginkan Dofy. D adalah kebalikan dari dewa."

"Aku tak mengerti apa yang kau bicarakan!! Aku masuk ke keluarga ini karena ada banyak orang yang ingin kubunuh!! Aku adalah bawahan Doflamingo, bukan bawahanmu!! Aku akan mati dalam setahun lagi, apa lagi yang bisa kulakukan!?"

"Pergilah dari sini dan carilah obatnya!!" ucap Corazon.

"Tidak akan!!" Law malah berlari pergi. "Kekuatanmu dan fakta kalau kau bisa bicara, akan kuberitahukan ini pada Doflamingo!!"

"Tunggu!!" Corazon mencoba untuk mengejar dan menghentikannya.

"Dia pasti tak akan cuma menendangmu keluar!!" Law serius ingin membingkar rahasia Corazon.

"Bocah!!" Corazon mencoba untuk menendang Law, namun Law mampu menghindar dan malah membuat Corazon tergelincir jatuh ke tong sampah.

"Dalam dua tahun ini, aku sudah semakin kuat!!" ucap Law.


One Piece Chapter 764 - Monster Putih
Penulis : Admin

Melihat Law berlari terburu-buru begitu, Buffalo dan Baby 5 yang ia lewatipun bertanya-tanya, "Oi Law, kau melanggar aturan darah lagi ya!?"
"Hei, apa yang kau lakukan!?"

"Kalian akan kubelikan es krim, jadi diam saja!!" ucap Law.

"Es krim super besar seharga 500B oke!?" pinta Buffalo.
"Baby 5, pinjami aku uang.." ucap Law.
"Eh? Ba-baik.." Baby 5 tak bisa menolak.

"Dia membutuhkanku...!" ucapnya dalam hati.

Law tak terkejar. Akhirnya, Corazon kembali dengan tatapan pasrah. "Apa ini adalah akhir bagiku? Sial.. aku terlalu percaya pada anak itu dan memberitahukannya semuanya.." pikirnya. Tapi, Doflamingo memanggilnya seperti biasa.

"Corazon!! Kau sudah kembali ya? Lagi-lagi markas Angkatan Laut menemukan kita.."

"Dia belum memberitahukannya?" pikir Corazon.

"Hehehe.. kuputuskan untuk tidak memberitahukannya." ucap Law. "Aku sudah berhutang padamu, dua taun lalu kau juga tak memberitahukannya kalau aku sudah menusukmu, bukan? Sekarang kita impas.."

Hari-haripun berlangsung seperti biasa lagi, sampai pada saat keluarga Donquijote terlibat suatu pertempuran di laut, Law dan Corazon menghilang.

"Dimana Law dan Corazon!?"
"Aku melihat mereka menaiki kapal!!"
"Mereka membawa tas dan melarikan diri!!"

"Tuan muda, aku menemukan ini di tempat tidur gantung Corazon." Senor Pink menyerahkan selembar surat pada Doflamingo yang berbunyi, "Aku akan menyembuhkan penyakit Law."

"Apa-apaan ini!?" Doflamingo kaget.

Memang benar, Corazon membawa Law kabur dengan menaiki kapal kecil. Di dalam kapal kecil itu, Corazon menghubungi seseorang lewat Denden mushi.

"Oi Denden mushi, cepat jawab!!" teriak Law, yang berpikir kalau Corazon menghubungi Doflamingo. "Doflamingo ya? Aku mau bicara.. Doflamingo, tolong aku!!" teriak Law, dengan tubuh terikat.

"Mau kau apakan diriku!?" Law masih tak mengerti dengan apa yang ingin Corazon lakukan.
"Penyakitmu akan kusembuhkan, kita akan mencoba semua rumah sakit."
"Sudah kubilang, ini tak akan bisa sembuh!!"

"Kau menghubungi Doflamingo ya? Oi, tolong aku!!" teriak Law lagi.

Tapi ternyata, Corazon menghubungi orang lain. "Ini aku.." ucap Corazon ke orang itu, yang tak lain adalah Admiral Sengoku.

"Ah, Rosinante.."
"Aku akan meninggalkan posku untuk sementara." ucap Corazon.

"Apa ada sesuatu yang terjadi?"
"Masalah pribadi."

"Ah, begitu ya, bagaimana anak-anaknya? apa mereka sudah pergi?"
"Mereka bertiga tidak.."

"Keluarga kalian sudah menjadi semakin terkenal, berhati-hatilah.."
"Ya.."

"Baik, aku percaya padamu, bertindaklah sesukamu, aku akan menunggu laporanmu."
"Baik, nanti detailnya akan kutuliskan."

Percakapanpun diakhiri. Corazon ternyata memiliki hubungan dengan Angkatan Laut. Dia adalah seorang komandan, komandan Donquijote Rosinante.

"Admiral Sengoku!!" seseorang melapor pada Sengoku. "Pegawai pindahan yang waktu itu saya ceritakan pada anda.."

"Ya, masuklah.." ucap sengoku. Lalu, orang itupun masuk. "Kau ya? Aku sudah dengar tentangmu. Kau sudah banyak berjasa, padahal kau baru setahun ada di sini. Apa kau mau dipindahkan ke G5? Tapi sebelumnya, aku ingin mendengarbenda apa yang ada di pipimu itu.."

"Baik pak! Saya Vergo!!" ucap orang itu, Vergo.

Kembali lagi ke Law, ia makin penasaran. "Siapa yang kau hubungi barusan!? Apa maksudnya misi itu!? Jangan bilang kalau kau dari angkatan laut!!"

"Apa kau membenci mereka?" tanya Corazon.
"Aku benci semua orang yang punya hubungan dengan Pemerintah!!"
"Aku bukan dari Angkatan Laut.."
"Benarkah!?"

Setelah berlabuh, merekapun langsung menuju rumah sakit pertama. Namun, Law tak mau pergi ke rumah sakit.

"Oi, aku tak mau pergi ke rumah sakit!!"
"Jangan bicara seperti bocah biasa begitu.." Corazon memaksanya.
"Coba lihat rumah sakit besar itu, mereka pasti akan menyembuhkanmu.."

Corazon yakin kalau Law akan bisa disembuhkan di sana. Tapi kenyataannya, orang-orang tetap menganggap kalau penyakit itu menular dan berbahaya.

"Si-Sindrom Amber Lead!?"
"Sudah cukup lama, kau punya obatnya kan, dokter?"
"Kau.. asalmu dari mana?"
"Flevance.."

"Kyaa!!! Kita akan terinfeksi!!" teriak para dokter. "Cepat ambil sarung tangan anti infeksi dan masker, dan segera hubungi polisi, juga pemerintah!!"

"Sudah cukup!!" Law tak tahan lagi.
"Law!!"

"Lihat kan? Aku sudah bukan manusia lagi!!"

Law benar-benar tak tertolong. Dan saat pergi ke rumahsakit berikutnya, jawabannya tetap sama.

"Monster putih, kumohon pergilah!!"
"Oi oi, kenapa kau membawa bocah itu kemari!? Apa kau tak tahu kalau pasien kami banyak!?"
"Keadaan darurat, seorang bocah dengan sindrom Amber Lead telah memasuki rumah sakit!!"

Corazon lama-lama kesal dan menendang dokter itu.
"Gaaaahhh!!!!"

"Pria tinggi itu bertindak kasar!!"
"Ambil anti infeksi!!"

"Rumah sakit yang buruk!! Maaf, aku sudah membuatmu teringat dengan masa lalumu.." Corazon pun mengajak Law keluar dari sana.

"Makanya, aku tak mau ke rumah sakit!!" ucap Law.

Tapi, Corazon tetap mencoba. "Selanjutnya kita pasti akan menemukan dokter yang baik!!" ucapnya.

"Tidak mau!!" Law tetap menolak.

"Sindrom Amber Lead!?" dokter berikutnya pun tetap saja menolak. "Hubungi seseorang, ada yang selamat dari kota putih!! Dia punya bercak putih di kulitnya!!"

Merekapun pergi menuju rumah sakit berikutnya. "Yang selanjutnya mereka pasti akan menyembuhkanmu!!"

"Aku tak mau pergi!!"

Dan yah, di tempat selanjutnyapun, Law tetap tak diterima, dan dokter malah menelpon langsung pemerintah. "Halo pemerintah!! Ada orang yang selamat dari Flevance, kenapa kalian tidak melenyapkan semuanya!?"

Lalu, Corazon dan Law sampai di suatu kota, "Penduduk kota ini sepertinya baik, lihat Law.."
"Tidak!!" teriak Law.

Saat tahu, penduduk kota itupun merasa takut dengan Law. "Hiii!! Kita akan terinfeksi!! Pergi sana!!"

Corazon terus mencoba dan hasilnya tetap saja sama.
"Jangan menyebut dirimu seorang dokter!!" teriak Corazon ke salah seorang dokter.

"Bocah dengan Sindorm Amber Lead telah mengunjungi 8 rumah sakit, sekarang dia.." berita tentang Law dan penyakitnya telah menyebar luas. "Kemana mereka pergi!?"

"Corazon, aku sama sekali tak sembuh, malah semakin buruk.." ucap Law.
"Jangan mengeluh!! Selanjutnya pasti bisa sembuh!!" ucap Corazon. "Akan sembuh atau mati, ini adalah saat terpenting dalam hidupmu!!"

Tapi yah..

"Sindrom Amber Lead!! Kunci rumah sakitnya, usir dia keluar!!"
"Kubunuh kalian semua!!" Corazon makin emosi dengan tiap rumah sakit yang mereka kunjungi.
"Hentikan, Corazon!!"

6 Bulan telah berlalu, tapi Corazon belum menemukan satupun rumah sakit yang bisa menyembuhkan Law. Ia jadi berpikir, "Apa yang sedang kulakukan? Bocah itu terlahir di kota tragis itu, aku cuma membuatnya teringat kembali dengan semua itu, tanpa membuatnya membaik sedikitpun.."

"Demi D? Tidak, sekarang itu bukan masalah lagi."

"Aku merasa kasihan padanya. Selama ini, bocah ini.."

Malam itu, Corazon menyelimuti Law yang sedang tertidur di pinggiran bukit bersamanya.

"Dia mungkin tak ingin mendengarnya, tapi.. seorang anak muda yang berkata bahwa dirinya akan mati, itu terlalu menyedihkan. Waktu itu kau mau menusukku, tapi.. itu bahkan tidak sakit sama sekali!!"

"Justru kaulah yang kesakitan, sungguh menyedihkan!! Law!!" Corazon menangis.
"Hiks.."

Saat Corazon menjauh, Law yang sebenarnya masih terbangun pun ikut menangis.

Lalu keesokan harinya, Trrrrr...

Denden mushi berbunyi.
"Oi, Cora-san, Cora-san, bangun!!"

Corazon pun terbangun dengan wajah yang sangat kaget dan penuh haru.
"Hei, apa-apaan wajahmu itu!?" teriak Law.

"Barusan kau memanggilku Cora-san.."
"Angkat saja teleponnya!!" bentak Law.

Dan saat Dendenmushi itu diangkat, ternyata yang menelpon adalah Doflamingo. "Ini aku, Corazon.." ucapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar