DAFTAR ISI

Kamis, Januari 01, 2015

-= Versi Teks One Piece Chapter 747 =-
..
..
Sebelumnya : One Piece Chapter 746
"Timbunan manusia keluar dari lantai
bawah kolesium!!" lapor seorang Angkatan
Laut dari depan kolesium. "Pergerakan lantai
pasti terhubung dengan lantai yang paling
bawah!!"
"Kemungkinan itu adalah orang-orang yang
selama ini berada di pelabuhan
perdagangan dan dipaksa untuk bekerja
sebagai mainan!! Mereka adalah para
tentara, pejabat pemerintahan, bajak laut!!"
"Dunia luar!!!" teriak orang-orang yang
akhirnya bisa keluar dari lantai bawah
dalam wujud manusia mereka. Jumlah
mereka begitu banyak, beramai-ramai
mereka semua berlari keluar..
"Aku tak percaya ini!! Ada begitu banyak
orang yang terus dijadikan sebagai budak
tanpa kita ketahui!!" ucap Angkatan Laut
tadi.
Selain para bajak laut, tampak juga si vice-
admiral Maynard keluar dari tempat itu.
Keluar dari sana, hal pertama yang ia
lakukan adalah menemui Bastile dan
melapor padanya.
Namun saat ia sampai, vice-admiral Bastile
malah marah, "Siapa yang memintamu
untuk menjadi penyusup, Maynard!? Jangan
bertindak sesukamu!! Beruntung kau masih
hidup.."
"Tapi Bastille-san, berkat ini aku jadi tahu
semua ceritanya!!" ucap Maynard. "Kalau kita
menangkap Doflamingo, dunia mungkin
akan jadi sedikit kacau.."
Sementara itu di pelabuhan perdagangan,
tampak Koala sedang menyelidiki kapal-
kapal yang ada di sana. Koala membuka
salah satu gambar bajak laut yang ternyata
cuma stiker tempel. Saat gambar tengkorak
itu dibuka tampak di baliknya logo suatu
kerajaan..
"Ini.. Kapal dagang kerajaan Doelena.." ucap
Koala. "Mereka menyamarkannya sebagai
kapal bajak laut.."
Koala lalu memotretnya (?) dengan denden
mushi yang ia bawa untuk dilampirkan pada
laporannya nanti. "Sisi gelap banyak negara
berkumpul di sini.." ucapnya.
Kembali ke Maynard, selanjutnya ia melapor
pada Admiral Fujitora, memberitahunya
untuk segera menangkap Doflamingo.
Namun, Fujitora menolaknya.
Maynard tak mengerti dan berkata, "Kenapa,
Isshou-san!? Doflamingo tak bisa menjadi
Shichibukai lagi!! Sekaranglah waktu yang
tepat untuk menangkapnya!!"
"Kemungkinan ini akan terjadi dan terjadi
lagi.." ucap Fujitora. "Kau sudah lama berada
di Angkatan Laut kan, vice-admiral? apa kau
tak menyadarinya?"
"Teriakan penuh kebencian ini.." terdengar
jelas di telinganya teriakan rakyat Dressrosa.
"Mereka tidak menangis.." ucapnya. "Mereka
marah.."
"Apa pemerintah dunia sama dengan para
dewa?" Fujitora lalu menggunakan kekuatan
gravitasinya (?) hingga membuat tubuh
Maynard terjatuh. "Patuhi perintahku.."
ucapnya.
One Piece Chapter 747 - Eksekutif
Tertinggi Pika
Versi Teks oleh : Admin
Di istana kerajaan yang baru, di atas bukit
taman bunga, Doflamingo dan para
Eksekutif sedang berkumpul..
"Apa yang Law dan kelompoknya inginkan
adalah Smile, kan?"
"Nnee Dofy, apa tak sebaiknya kita
melindungi pabrik saja??" saran Trevor.
"Tenang saja, tempat itu tak akan terbuka,
itu terbuat dari batu laut.."
"Dan kuncinya ada di sini.." Doflamingo
menunjukkan kunci pabrik itu lalu kemudian
menghancurkannya begitu saja.
"Eh!? Apa tak apa!?"
"Musuh tak berlu kita beri harapan.." ucap
Doflamingo.
"Kau benar-benar menyedihkan, Trevor, kau
bahkan tak bisa melindungi gadis kecil.."
ucap Lao G.
"Diam kau kakek tua!! Dia itu lebih tua dari
kelihatannya.." ucap Trevor.
Trevor kemudian minta maaf ke Doflamingo,
"Nnee Nee Dofy, aku benar-benar minta
maaf mengenai Sugar!! Aku tak menyangka
orang yang sudah tak berdaya seperti itu
akan bisa membuat Sugar tak sadarkan diri..
kau sendiri pasti tak akan menyangkanya,
kan!? Nnee.."
"Begitu juga dengan buah Mera Mera itu,
siapa yang menyangka kalau orang nomor 2
pasukan Revolusi akan ikut ambil bagian
dalam turnamen!?" ucap Diamante.
"Berhenti membuat alasan, kalian cuma tak
mampu, itu saja.." ucap Lao G.
"Sudahlah, lagipula memarahi kalian tak
akan mengubah keadaan.." ucap
Doflamingo.
"Nneee!!! boss kita memang benar-benar
pengertian, Behehe!! Jadi diam saja kau, Lao
G!!"
"Kalau kau berkata demikian, maka
kuanggap kau sudah memaafkanku.." ucap
Diamante.
"Tapi Dofy, saat ini Angkatan Laut masih
menjadi penghalang, apa yang harus kita
lakukan pada Fujitora!?"
"Aku sudah bicara padanya, Angkatan Laut
tak akan menyerang kita.." ucap Doflamingo.
"Namun, saat urusanku dengannya selesai,
aku akan melenyapkannya. Aku tak boleh
membiarkannya tetap hidup. Aku yakin pasti
tak akan semudah itu, tapi yah.."
"Bajak Laut dan Angkatan Laut.. kalau kau
membiarkanku mengeluarkan seluruh
kekuatanku, kurasa aku saja sudah cukup.."
ucap Eksekutif tertinggi, Pika.
"Eksekutif tertinggi, Pika!?" ucap kaget
orang-orang, terutama mereka, para anak
buah Doflamingo yang baru pertama kali
melihatnya secara langsung.
Pika, dengan tubuhnya yang begitu besar
itu memiliki suara dengan nada tinggi yang
nyaring, cempreng, lucu dan imut... mungkin
itulah hal yang tepat untuk
menggambarkannya.
"Suaranya.."
"Suaranya tinggi sekali.." pikir anak buah
Doflamingo.
"Bagaimana bisa suara seperti itu muncul
dari tubuh sebesar itu??"
"Tahan, tahan, jangan sampai aku tertawa..
kalau tertawa aku akan mati.."
"Hehehe.. tak perlu terburu-buru, kau tahu
kan, permainan ini.. permainan yang akan
menentukan siapa yang akan jadi raja.."
ucap Doflamingo.
"Aku bertanya pada rakyat Dressrosa, siapa
yang pantas untuk menjadi raja? Keluarga
Riku atau Donquixote? Rakyat akan
memilihnya, itu adalah hak mereka!! Kita
tinggal menghancurkan semua yang
menghalangi jalan kita, dan melihat orang-
orang saling membunuh.."
"Kata-katamu rumit sekali, Dofy, aku.."
"Pfffff...." salah seorang anak buah
Doflamingo tak kuasa menahan tawanya.
Dan bersamaan dengan itu, tatapan semua
orang pun tertuju ke arahnya.
"Uwaa!!! Maafkan aku, Pika-sama!!" teriak
orang tadi.
"Tolong maafkan dia!! Dia itu orang baru,
dia cuma terkejut, itu saja!!" ucap temannya.
"Dia harus dikubur hidup-hidup.. di dalam
batu.." ucap Pika dengan wajah yang
mengerikan. Tapi kemudian sebelum ia
melakukannya, terlebih dahulu Baby 5
menembak orang tadi.
"Uwaaahh!!!"
"kalau kau melakukannya, tubuhnya tak
akan bersisa, akan jadi masalah bagi
keluarganya.." ucap Baby 5.
"Maaf, Baby 5.." ucap Pika.
"Gaaaahhh!!" orang yang ditembak Baby 5
tadi terlempar, menerobos jendela, jatuh
dari ketinggian dataran tinggi istana yang
baru itu..
"Aku sudah kehilangan ibuku saat berumur
8 tahun, lalu membunuh ayahku saat
berumur 10 tahun.." ucap Doflamingo.
"Orang dengan gelar eksekutif atau di
atasnya adalah keluargaku, tempatku
berbagi suka dan duka.."
"Cuma mereka yang aku miliki, jadi aku tak
akan memaafkan orang yang mentertawai
keluargaku, mengerti!?" Doflamingo tampak
sangat serius.
"Y-ya tuan!!!" ucap seluruh anak buahnya.
Di kota, di tengah kekacauan, terlihat tiga
eksekutif Doflamingo yaitu Machvise, Senor
Pink, dan Dellinger.
"Kelihatannya Angkatan Laut tak menentang
kita.." ucap Machvise.
"Kurasa mereka masih menganggap tuan
muda sebagai Shichibukai, apa kau tak
berpikir kalau mereka itu terlalu
pengertian?" ucap Senor Pink.
"Haha, bukannya mereka takut dengan
Sangkar burung tuan muda??" ucap
Dellinger.
"Lalu yang lebih penting, ke mana si mesum
itu pergi??" mereka bingung dengan
kepergian Franky yang tiba-tiba. "Apa dia
masih punya tenaga untuk lari??"
Sementara itu di tempatnya, tampak Franky
sedang berlari menuju pabrik yang kini
sudah muncul ke permukaan. Untuk
menutupi identitasnya, ia hanya
menggunakan kain penutup kepala.
"Hah, hah.." Franky terus berlari. "Cola ekstra
untuk menghancurkan pabrik itu
membuatku bisa bangkit kembali.." ucapnya.
Franky kemudian melihat ke arah pabrik
Smile, "Itu pasti pabrik Smile!!" ucapnya.
"Percaya diri sekali, apa mereka mau aku
menembakan Beam padanya? Gahaha!!"
Kembali lagi ke sisi Senor Pink dkk, sesuatu
mirip balon tampak mendekat. Balon itu
semakin mendekat, membuat Senor Pink
dan yang lainnya kaget. "Hm!? Balon!!?"
"Oooohh!!!"
Barulah kemudian diketahui kalau itu adalah
Luffy yang hendak mendarat. Luffy sambil
membawa Law dan Zoro melompat dari atas
dan akhirnya mendarat.
"Law!!!?"
"Berani-beraninya kau menunjukkan
dirimu!?" ucap Senor Pink.
"Law-nii!? aku mengingatmu!!" ucap
Dellinger.
"Luffy si Topi Jerami, Trafalgar Law, lalu si
pemburu Bajak Laut!!" orang-orang sekitar
langsung mengerumuni mereka.
"Sepertinya aku mendarat di tempat yang
salah!!" ucap Luffy.
"Hei Topi Jerami, setelah borgol ini lepas
orang yang pertama akan kubunuh adalah
kau.." ucap Law.
"Kurasa saat ini semua tempat adalah
tempat yang salah.." ucap Zoro.
"Semua orang di negeri ini adalah musuh
kita!!"
"Ya, ayo lari!!!"
"Zoro, bukan ke sana!!"
"Toi Jerami, bukan ke sana juga!!"
"Aku melihat para buronan!!"
"Dua bintang 3 dan seorang bintang 2!!"
"Uwaa!! Aku tertangkap!! Laki-laki aneh
berenang di tanah!!" kaki Luffy berhasil
diraih oleh Senor Pink.
"Tangkap dia, Vise!!" teriak Senor Pink,
kemudian Machvise melompat dan bersiap
untuk menimpa tubuh Luffy. "Tonton!!"
"Lari!! dia itu laki-laki super berat!!!" teriak
Law, dan kemudian...
"10T Vise!!!"
Bang!!!!!!!!!!! Machvise menimpa Luffy.
Untungnya, Luffy cepat dan yang tertimpa
hanya kakinya. "Gyaaahh!!! Kakiku
tertangkap!!"
"Pistol High Heel!!" Dellinger bersiap untuk
menendang namun kemudian.. Brukk!! Zoro
terlebih dahulu menendangnya dari
belakang hingga membuat tendangan
Dellinger malah mengarah ke tubuh besar
Machvise..
"Uwaaa!!!"
"Berat.." ucap Dellinger.
"Sakit.." ucap Machvise.
Tubuh Machvise sedikit terseret dan
akhirnya Luffy berhasil lepas.
"Hati-hati!!" ucap Zoro.
"Akhirnya lepas!!" Luffy berlari, masih sambil
membawa Law.
"Tembak mereka!!" orang-orang bersiap
untuk menembak mereka.
"Apa aku boleh menebas mereka!? Ada
orang-orang biasa juga!!"
"Baik, aku akan menggunakan Haki!!" ucap
Luffy, namun kemudian..
Seseorang tiba-tiba saja datang dari tengah
kerumunan, ia datang sambil berkata,
"Turunkan pistol butut kalian.. benda seperti
itu tak akan bisa menembak mereka.."
Luffy dan yang lainnya kaget, karena
ternyata yang datang adalah Fujitora..
"Admiral Angkatan Laut!?"
"Kakek penjudi.."
Pindah ke kolesium, tampak Robin dan yang
lainnya, termasuk Usopp yang diangkut oleh
para Tontatta, juga orang-orang yang masih
saja mengejarnya.
"Usopp si bintang 5 ada di dalam
kolesium!!"
"Sebelah sana!!"
"Ambil kepalanya!!"
"Setelah tanahnya bergerak, bagian luar
kolesium ini jadi berada di dekat dataran
tinggi istana, kalau kita menaikinya kita
akan segera sampai pada yang lainnya!!"
ucap Robin.
"Cepatlah, aku tak akan membiarkan orang-
orang ini mengejar kalian!!" Bhartolomeo
berusaha untuk menahan orang dengan
barrier.
"Huh, apa Sabo pergi seenaknya lagi!?" ucap
Hack.
Sementara itu di dataran tinggi yang
menjadi tujuan Robin, tampak yang ada di
sana hanya tinggal raja Riku dan Violet.
Mereka berdua melihat ke arah istana di
kejauhan dan kaget..
"Apa yang akan dilakukannya sekarang!?"
"Dia datang lagi!!" teriak orang-orang. Curos
yang terus menerobos, lalu Zoro yang
berhadapan dengan Isshou juga ikut kaget..
"Itu.." orang-orang melihat ke arah langit..
"Kita benar-benar tak bisa berbuat apa-
apa.."
"Uwaaaa!!!! Apa itu!!??"
"Raksasa!!?? Pika-sama.. Itu Pika!!!! Dia
besar sekali!!!!"
Yang membuat orang-orang kaget ternyata
adalah kemunculan Pika. Ukuran tubuhnya
yang berkali-kali gedung bertingkat
membuat panik semua orang..
"Gyaaaaahh!!!"
"Jadi.. akan kuhancurkan siapapun yang
menentang keluargaku..." ucap Pika, masih
dengan suara tinggi nyaringnya.
"Suaranya..." Luffy kaget. "Nyaring
sekali!!!!!!!!!!" teriak Luffy hingga
meneteskan air mata.
"Ahahahahahahahahah!!!" Luffy tertawa
sejadi-jadinya.
"Ssshtttt!!!" orang-orang memberi isyarat
agar Luffy tutup mulut.
Luffy tak peduli, "Suaranya tidak cocok sama
sekali!! Ahahahahaha!!!!" teriaknya lagi.
"!!!!!!!!" Pika jengkel, dengan tatapan tajam
yang mengerikan ia melotot ke arah Luffy.
Lalu dengan suara nyaringnya ia berkata,
"Topi Jerami....!!!!!"
Bersambung ke : One Piece Chapter 748

Tidak ada komentar:

Posting Komentar