"Kobaran api besar tiba-tiba saja membakar puncak istana!!!"
Pria kurus itu menyulut api, berusaha untuk meledakan dirinya sendiri tepat di hadapan Law yang tak bisa bergerak akibat jeratan lendirnya.
"Luffy!! Doflamingo!!"
"Luffy-land!!"

"Apa mereka akan baik-baik saja? Kenapa kita tak ke sana dan menyelamatkan mereka!!" ucap putry Mansherry.
"Dilihat dari situasi saat ini, sebaiknya kita menjauhi mereka!!" ucap Kyros.
"Benar. Meskipun kita pergi ke sana, kita hanya akan menjadi penghalang bagi mereka!!" ucap Robin. "Lihat, bahkan orang yang memiliki gelar Shichibukai yang sama dengan Doflamingo.. Trafalgar Law.. berada dalam kondisi yang parah!!"
Luffy keluar dari kobaran api sambil membawa tubuh Law yang terluka parah.
"Law-land!!"

Luffy melompat dari pinggir puncak istana. Di bawah sana, di taman bunga, Robin yang lainnya telah menunggu. "Luffy, bawa Tra-guy kemari!!"
"Robin!! Kebetulan sekali, tolong jaga dia!!" Luffy pun melempar tubuh Law, juga tangannya yang telah putus. "Tra-guy telah membantuku untuk memojokan Mingo!!"
Robin kaget saat melihat tangan kanan Law terpisah dari tubuhnya. "Bagaimana ini bisa terjadi!? tangannya.."
"Spider Net!!"
Robin menciptakan jaring laba-laba dengan tangan-tangannya untuk menangkap tubuh Law.

"Nico Robin!!" teriak Doflamingo kesal dari atas. "Uruslah urusanmu sendiri!! cih orang itu masih saja hidup.. masih belum waktunya bagi dia untuk keluar dari game ini!!"
"Doflamingo!!"
"Bullet Thread!!"
"Jet Much!!!"
Luffy menendang tubuh Doflamingo, menghentikannya ketika ia hendak menyerang Law yang telah berada di bawah sana dengan tembakan-tembakan benangnya.

Doflamingo berhasil dicegat, namun beberapa peluru benangnya telah terlanjur melesat dan mengarah pada Law. "Gold Silver Dual Axe!!"
Untungnya seseorang cepat datang dan menghalau tembakan-tembakan itu dengan pedangnya.
"Si kubis!!" ucap Robin.

"Aku baru saja terbangun, apa kau masih belum selesai juga, Topi Jerami!?"
"Kubis!! Cepat bawa semuanya ke bawah!!"
"Apa yang kau bicarakan!? Mumpung sudah bertemu dengan Doflamingo, aku mau setidaknya dia merasakan.."
"Kumohon jaga mereka, Kuserahkan semuanya padamu!!"
Sejenak Cavendish terdiam, berpikir :
Topi Jerami Meminta Tolong padanya > Popularitas > Perhatian > Kepercayaan > Tinggalkan semuanya..
"Uuh.. karena fansku yang meminta tolong, aku tak bisa menolak.." ucap Cavendish. "Bhartolomeo ada di bawah kita, kami akan menggunakan kekuatannya untuk pergi ke bawah!!"
One Piece Chapter 783 - Penghalang Jalan
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Leo, apa ada cara untuk mengobatinya?" Kyros dan yang lainnya mengkhawatirkan kondisi Law.
"Pendarahan pada bagian tubuhnya yang terpotong parah sekali, kalau saja aku bisa menyatukannya kembali.."
"Kalau begitu aku bisa menggunakan pot bungaku untuk 'mengoperasinya'!!"
"Ngomong-ngomong, kita harus mengikuti apa yang Lucy perintahkan dan pergi ke lantai bawah!!"

"Hei Bhartolomeo!!" teriak Cavendish ke bawah sana, "Gunakan kekuatanmu untuk menciptakan tangga!!"
Namun Bhartolomeo terlalu terharu melihat kekuatan Zoro sampai-sampai tak fokus pada apapun. "Z-Zooo.... Zoro-sen...pai!!" sambil meneteskan banyak sekali air mata.
"Hei apa kau mendengarku hah bodoh!?"

Kembali lagi ke pertarungan antara Luffy dan Doflamingo, mereka masih saling berhadapan. "Kali ini kaulah yang salah, Mugiwara.."
"Kau sudah membuat Law menderita dengan membiarkannya tetap hidup. Mengakhiri hidupnya sebenarnya adalah pilihan yang paling bijak.."
"Katakan itu setelah kau berhasil mengalahkanku!!"
"Tapi kelihatannya kau sudah jauh melemah, eh?"
"Kau juga!! Setelah menerima serangan dari Law itu!!"
Bammm!!!!

Serangan Luffy begitu cepat menghantam tubuh Doflamingo. "Mustahil serangan Law tak berdampak pada tubuhmu!!"
"Haah.. haah.." Luffy kelelahan.
"Heeh.. kau memang punya kecepatan yang hebat.." ucap Doflamingo. "Tapi daya serangnya sudah jauh menurun.."
"Overheat!!!" Doflamingo menembakan penang panjang, untungnya Luffy cepat menghindarinya. Namun ketika sadar, Doflamingo sudah berada tepat di hadapannya. "Aku jadi teringat masa lalu.."
Doflamingo teringat ketika ia mendengar berita mengenai kalahnya Crocodile. "Crocodile dikalahkan!?"
"Taisa Angkatan Laut sendiri yang melakukannya.." ucap Trevor.
"Mustahil!! Pasti ada sesuatu di balik ini!!"
Lalu ketika ia melihat poster Luffy..
"Lihat ini!! Bounty bocah ini meningkat drastis!! Aku tak pernah mendengar namanya sebelumnya.."
"Monkey... D!?"
"Lalu setelah itu kau.. terjatuh setelah melewati pertarungan di langit.. kau masih bisa bertahan hidup, lalu perlahan makin mendekatiku.."
"Uakhh!!!" Luffy terlempar setelah menerima tendangan dari Doflamingo. Begitu keras sampai menghancurkan sebagian besar tembok benteng istana.


Di bawah..
"Tunggu sebentar..!" ucap Law.
"Hm!? Jadi kau masih sadar, Trafalgar!?" ucap Cavendish yang menggendongnya.
"Taruh aku dan pergilah.."
"Apa yang kau bicarakan!?"
"Selama 13 tahun ini.. aku hidup hanya untuk membunuh Doflamingo!! Aku sudah tak mampu bertarung lagi.. apapun yang kulakukan.. sisanya ada di tangan Mugiwara-ya.. kalau dia memenangkan pertarungan ini.. aku ingin berada di sini dan melihatnya dengan mata kepalaku sendiri..."
"Kalau dia kalah.. maka aku akan.. mati bersama di sisinya."
"Akulah yang sudah.. membawanya pada medan pertempuran ini... jadi letakan aku dan pergilah!!"
Cavendih tak bisa mengatakan apa-apa.
"Tra-guy!! kapten dari aliansi harus memiliki pemikiran yang sama!! Luffy.. dia datang kemari atas kehendaknya sendiri. Dia tak akan ikut kalau tak memiliki keinginan untuk bertarung." ucap Robin.
"Letakan aku.." ucap Law.
"Kumohon.."

"Huh.." Cavendish menyerah.
"Sepertinya percuma bagi kita untuk meyakinkannya."
Cavendish pun meletakan tubuh Law ke tanah.
"Nico Robin, pergilah duluan."
"Kubis.."
"Aku tak bisa menerima permohonanmu, aku akan diam di sini bersamamu." ucap Cavendish. "Aku yakin tak ada lagi yang mau kau katakan tentang ini.. meskipun kau akan mati, matilah di hadapanku.."

"Robin onee-chan!! Bhartolomeo telah membuatkan kita tangga!!" teriak Rebecca.
"Rooobiiiiin-sennpaiiiiiiii!!!"
"Baiklah.. pakai ini dan pergilah.." Cavendish menyerahkan jubahnya pada Robin.
"Ah.."

"Giganto Pistol!!!" Luffy menyerang dengan tinju raksasanya, serangan yang cukup kuat untuk meruntuhkan istana, namun Doflamingo begitu lincah dan mampu balik menyerang. "Kau punya banyak sekali sisi lemah yang bisa diserang!!"
"Kau bilang kau tak akan menyianyiakan usaha Law untuk membunuhku, kalau begitu cepat beritahu aku, kapan kau akan mengalahkanku!?"
"Batas waktunya satu jam.. itulah batas bagi sangkar burung ini benar-benar mengecil dan menghancurkan seisi kota.."
"Mereka yang kakinya terluka.. atau yang tertidur di kasur.. atau bayi yang masih menyusui pada ibunya.. siapa yang akan mati duluan, ya?"

"Dalam 30 menit saja, aku yakin orang-orang sudah mulai terbunuh.. setelah 40 menit, kita pasti sudah bisa mendengar teriakan-teriakan!! Setelah 50 menit, kota ini akan remuk bagaikan tomat, warna merah dimana-mana!! Setelah satu jam.. tak akan ada lagi suara manusia yang tersisa.."
"Yah, meskipun apapun yang terjadi pada Dressrosa bukan urusanmu.. tapi mereka semua yang mati akan membencimu selamanya!! kalau saja bukan karena kalian, negeri ini mungkin masih damai-damai saja!!"
"Berhenti bercanda!! Kedamaian yang kau bicarakan hanyalah kebohongan!!" teriak Luffy.

"Heh heh heh!! orang-oraang yang kurang beruntung memang ada dimana-mana, tak akan ada akhir kalau kau berusaha untuk menolong semuanya satu per satu.. kau hanyalah bajak laut rendah, tapi mau jadi pahlawan!? Berani-beraninya kau menghalangi jalanku dengan santainya!!"
"Tidak!! Kaulah yang merupakan penghalang jalanku!!"
"Kau membuat teman-temanku menangis dalam penderitaan, kau sudah membuat marah rekan-rekanku!! Tapi kau masih belum dikalahkan, karena itu akulah yang akan mengalahkanmu!! Aku tak akan membiarkan ada yang mati lagi.."
"Kau dan sangkar burungmulah.. yang menghalangi jalanku."
Luffy menempatkan lengan kirinya di depan mulutnya.
"Gear.. 4!!!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar