fairy btail chapter 417
Sebuah perjalanan yang benar-benar liar dan
tanpa beban, orang yang dikenal sebagai Gildarts
memulai kembali pertualangannya, dalam
perjalanannya Gildarts bertemu dengan monster
badak besar yang mengganggu ritme langkah
kakiknya, ia tersenyum melihat monster besar di
depannya ini, dengan tekad kuat, Gildarts akan
memukul monster ini, namun monster ini tumbang
duluan, Gildarts yang tidak terima seseorang
telah berhasil memukul monster ini duluan sangat
marah, namun perasaan marahnya urung
direalisasikannya karena yang memukul monster
ini ternyata Natsu bersama Happy
Keduanya saling tak percaya mereka saling
bertemu disini, keduanya masih saja melakukan
hal konyol, tentu hal yang dilakukan Natsu saat
pertama kali bertemu Gildarts yakni mengajaknya
bertarung, namun dengan cepat pula seperti
biasanya, Gildarts langsung menonjoknya dengan
mudah, setelah itu mereka bertiga bersama-sama
mandi di sebuah sumber air panas, mereka pun
saling berbagi dan makan daging hasil buruan
mereka, bahkan Natsu dan Gildarts masih sempat
bertarung dengan telanjang akibat satu masalah
kecil, hingga akhirnya ketiganya tumbang karena
kelelahan, mereka bertiga saling tertidur
bersama
GIldarts yang bangun terlebih dahulu terkejut
karena Natsu telah tak ada disampingnya,
Gildarts pun mencarinya, ia disana, Natsu sedang
menyendiri di depan air terjun, Gildarts pun
menghampirinya, entah kenapa Natsu tiba-tiba
bangkit dari duduknya dan mengajak Gildarts
bertarung secara tiba-tiba
Buoshhh… tubuh Natsu diselimuti api dengan
cepat, Gildarts pun tak kalah memancarkan aura
sihir yang kuat untuk melawan Natsu, pukulan
api telah disiapkan Natsu ditangan kanannya,
Gildarts pun bersiap dengan kuda-kudanya
Swuosssh.. Hebat sekali Gildarts berhasil
menghindarinya, Bruosh… GIldarts pun membalas
serangan Natsu, namun Natsu juga berhasil
menghindarinya, Natsu akhirnya mengerahkan
satu sihir terkuatnya, Metsuryu Ogi, seketika api
dengan jumlah besar menyelimuti tubuhnya,
Buokkkk.. Natsu memukul Gildarts hingga Gildarts
terseret sangat jauh (kurang lebih sekitar 15-17
meter dari titik awalnya), yang jelas Gildarts
terseret cukup jauh melebihi jarak terseretnya
dirinya saat melawan Natsu di ujian “S CLASS” di
Tenroujima, Gildarts pun bangga dan tertawa
melihat Natsu
Natsu pun sangat senang melihat senyuman
Gildarts ini, GLUP… Are?? Natsu kemana? Dia
tiba-tiba menghilang.. tak disangka tubuh Natsu
dimakan salah satu monster berbentuk, Gildarts
dan Happy kaget bukan kepalang, monster itu
menegakkan kepalanya keatas, mengetahui Natsu
telah dimakannya, Gildarts sangat marah hingga
wajahnya terlihat menampakkan lekukan-lekukan
yang menunjukkan kemarahannya, Zwuosh…
Gildarts memukul monster ini hingga monster ini
berhasil melepaskan Natsu dari gigitannya, Natsu
yang masih bengong pun masih tak percaya
dirinya diselamatkan Gildarts, di akhir jalan,
Natsu dan Gildarts saling berpisah, Natsu
mengambil jalan lurus sedangkan Gildars
mengambil arah belok kiri, mereka pun saling
berpisah
Melihat awan yang sedang berjalan, Gildarts
membayangkan seorang wanita seksi di awan
tersebut, tak berselang lama wajah Gildarts
tersipu disana, Gildarts pun lelah dan menepi
untuk menengadahkan tubuhnya di samping batu
besar, karung yang selalu dibawa di dekapannya
pun masih ada di dekatnya, namun Gildarts
merasa ganjil dengan karung ini, ia pun
membukanya, dan benar saja.. yang keluar dari
karung ini hanyalah sisa makanan ikan dan buah-
buahan yang telah dimakan, Gildarts pun marah
besar
Sementara di tempat Natsu, ia pun membuka
sebuah karung yang sama (tampaknya karung
yang selalu dibawa Gildarts telah ditukar oleh
Natsu), Brukk.. Karung itu langsung
mengeluarkan buku-buku bergambar wanita
seksi, dan taka da makanan sama sekali dari
karung itu, Wosh… dengan cepat Gildarts telah
ada di dekat Natsu, menyadari hal ini, Natsu dan
Gildarts pun kembali bertarung sengit, Gildarts
tidak terima karena karungnya telah ditukar oleh
Natsu, yare-yare
Dari buku-buku milik Gildarts ini, terselip satu
foto yang menunjukkan dirinya sedang
memegangi pundak Cana dengan penuh kasih
sayang
Inilah momen ayah dan anak, satu waktu bisa
menjadi teman, dan satu waktu bisa menjadi
musuh, tak satupun untaian kata yang dapat
menggambarkan situasi ini
bersambung...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar