Di hadapan Kyouka, berdirilah tiga penyihir Fairy Tail, Erza, Natsu, dan Lisanna. Erza, dengan segala dendam pribadinya atas perbuatan tidak menyenangkan tadi menatap dengan wajah yang marah, geregetan, tak sabar untuk segera membalas, "Akan kubalas.. semua yang telah kau lakukan padaku.."
"Kenapa Erza marah sekali?" Lisanna tak mengerti. Ia tak tahu penderitaan batin macam apa yang Erza rasakan tadi.
"Dimana Mira dan Elfman!?" Natsu bertanya pada Kyouka.
"Apa Elfman juga tertangkap?" Erza tak menyangka.
Erza kemudian menodongkan pedangnya ke leher Kyouka, dan bertanya, "Dimana mereka?"
"Aku tak tahu tentang Elfman, tapi yang bernama Mira itu, saat ini ia sedang berada di lab lapis ketiga.. tapi, mungkin sekarang sudah terlambat untuk menolongnya.." ucap Kyouka.
"Sial!!" umpat Natsu.
"Aku akan ke sana!!" ucap Lisanna.
Fairy Tail Chapter 372 - Menerobos
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Natsu, pergilah bersama dengan Lisanna, biar aku yang mengrusus yang di sini.." ucap Erza.
"Baik!!" Natsu dan Lisanna pun pergi.
Erza masih menodongkan pedangnya ke leher Kyouka, untuk beberapa saat mereka sempat saling menatap, lalu kemudian Erza bertanya, "Guncangan apa itu tadi?"
Kyouka menundukan kepalanya, lalu menjawab, "Segel Face telah dilepas, dan reaksinya mencapai tempat ini.."
"!!" Erza kaget. "A-apa Jellal!?"
"Kami tidak membunuhnya.." ucap Kyouka.
"Kami hanya melepas segelnya, dengan cara lain.."
Erza lalu bertanya kembali, "Apa tujuan kalian sebenarnya? Face adalah senjata yang mampu melenyapkan sihir di seluruh benua.. untuk apa kalian melakukannya?"
"Untuk mengembalikan.. era Zeref.." jawab Kyouka, lalu batsss!!! Kyouka melepaskan diri dan menyerang Erza. "Kau sudah tertipu!! rantai ini dibuat untuk menyegel kekuatan sihir, ini tak akan berpengaruh pada kekuatan mantra milik kami!!"
Batsss!!!! dengan tubuh tanpa belenggu sihir lagi, Erza bisa menahan serangan Kyouka dengan mudah. "Begitu besarkah keyakinanmu terhadap Zeref?"
"Kami terlahir berkat kasih syg Zeref.. dari buku yang ia tulis.." ucap Kyouka, sambil mencoba untuk melakukan serangan kembali. "Kami adalah iblis dari buku Zeref!! Sudah sewajarnya kami meyakininya, pencipta kami!!"
Erza dan Kyouka saling serang dan tahan, "Terserah kau meyakini apa saja.. tapi, hatimulah yang akan menjadi penentunya!!" ucap Erza.
"Manusia tak akan bisa mengerti!!" teriak Kyouka.
"Manusia juga memiliki keyakinan, karena itu sangat penting bagi kami untuk tidak kehilangan jati diri!!!" Erza berubah ke mode lainnya, siap dengan pedang yang menghunus tepat ke arah tubuh Kyouka.
"Kemampuan untuk berpikir, keberanian untuk tidak melarikan diri.." Erza bersiap untuk menyerang, "Kaulah yang tidak mengerti!!!!!" dan serangan pun benar-benar dilesatkan.
Di luar, terlihat kelompok Fairy Tail yang dibawa oleh Kana masih disibukan dengan pasukan Tartaros, yang terus saja bermunculan. "Mereka terus saja berdatangan, jangan menghalangi jalanan kami!!!" Gray terus melawan dengan kemampuan esnya.
"!!!" salah seorang pasukan Tartaros hendak menyerang Gray dari belakang. Batsss!!! sebelum orang itu sampai pada Gray, terlebih dahulu Juvia menenendangnya jauh-jauh, "Beraninya kau mencoba untuk memeluk Gray-sama dari belakang!!!"
"Berapa banyak mereka sebenarnya, hah!?" orang-orang Fairy Tail mulai bosan.
"Mereka tak ada habisnya.." ucap Droy.
"Kita jadi tak bisa bergerak, padahal kita harus melindungi Laxus dan yang lainnya.."
"Kana, kenapa yang terluka juga kau bawa!?"
"Kalau tidak begitu, mereka bisa ikut meledak bersama dengan guildnya!!" ucap Kana.
"Maaf, ini semua salahku.." Terlihat Elfman masih memasang wajah yang murung.
"Kau itu seorang pria!! Kalau kau punya waktu untuk merengek, sebaiknya kau menggunakannya untuk menghajar musuhmu!!!" ucap Kana.
"Aku mengerti, akan kutebus semua ini.." Elfman pun bersiap.
"Tak ada jalan yang bisa ditembus!!" ucap Romeo, yang juga ikut bertarung dengan sihir apinya.
"Bagaimana cara untuk masuk ke dalam kastilnya!?" orang-orang Fairy Tail bingung.
"Bahkan kami tak bisa menggunakan sayap karena efek medan gravitasi ini.." ucap Charla.
"Sekarang kita berada di permukaan bawah, bagaimana cara untuk naik ke bagian atas?" Happy bertanya-tanya.
"Bagaimana kita.." Lucy mengkhawatirkan keadaan Natsu dan yang lainnya.
"Selagi kita di sini menghabiskan tenaga, Erza dan yang lainnya mungkin saja.."
"Apa jalannya masih belum ketemu juga!?" ucap Makalov, yang juga ikut bertarung, di mode raksasanya.
Deg!!!!! hal mengejutkan tiba-tiba saja terjadi, permukaan tanah di dekat mereka mendadak naik, lalu, "Apa!!?"
"Tanahnya.."
Batsss!!!!!!! dari tanah itu, keluarlah Erza dan Kyouka, tusukan Erza begitu keras bahkan hingga sampai ke sisi lainnya dari planet kecil berbentuk kubus itu.
"Erza!!!!???" orang-orang Fairy Tail kaget.
"Erza menerobosnya!!!!!!" teriak mereka.
Di sisi Natsu dan Lisanna, saat ini mereka telah sampai di suatu ruangan. Di sana, terdapat beberapa penjaga yang terus saja mencoba untuk menangkap mereka, "Tahanan yang kabur ada di sana, tangkap mereka!!!"
"Lisanna, pergilah duluan!!" Natsu hendak melawan mereka.
"Tapi.."
"Kuserahkan Mira padamu!!" ucap Natsu.
"Baiklah!!" Lisanna pun mengerti.
"Oooryyaaaahhh!!!!" Natsu menyerang dengan kekuatan apinya.
"Kalau bisa menggunakan sihir, semuanya jadi mudah.." ucap Natsu. Namun tiba-tiba, muncul suatu kegelapan yang membuat orang-orang yang Natsu serang tadi menjadi melayang.
"A-apa!?" Natsu kaget.
"Mereka semua berhenti di udara?"
Kegelapan itu kemudian menyebar, dan dari belakang Natsu, munculah sesosok lelaki misterius.."Bisa datang sampai sejauh ini.. seperti dugaanku.." ucapnya.
Natsu menghadap ke belakang, dan ia kaget karena ternyata yang muncul adalah pria yang sebelumnya pernah ia temui, Zeref...
"Di sini adalah lemari buku Zeref, Tartaros.. tempat dimana semua bukuku hidup.." ucap lelaki bertampang tak berdosa itu.















Tidak ada komentar:
Posting Komentar