"Guild ini dibentuk oleh iblis yang kuciptakan.." ucap Zeref, masih dengan wajah yang selalu tampak seperti tak punya dosa ititu "Tartaros, alias perpustakaan Zeref.. aku tak membuat guild ini sendiri.. guild ini dibuat oleh master END.."
Natsu teringat saat mendengar nama END, "END.. Igneel ingin membunuh orang itu.." ucap Natsu.
"Lebih tepatnya, orang yang tak bisa dibunuhnya.." ucap Zeref.
"Oleh karena itu..." Natsu kemudian tiba-tiba saja menyerang Zeref, "Aku akan mengalahkannya!! Akan kuwujudkan keinginan ayahku!!" Natsu menebas Zeref dengan pedang yang sebelumnya, pedang yang sampai saat itu masih di bawanya.
Fairy Tail Chapter 373 - Membiarkannya Hidup atau Membunuhnya
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Kau bisa melakukannya.." ucap Zeref. Pemudia itu diam saja saat Natsu menyerangnya. Ketika pedang yang Natsu bawa ia gunakan untuk menebas, tiba-tiba pedang tersebut terserap oleh kegelapan. Zeref tak tergores sama sekali.
"Tapi, ingatlah satu hal.." Zeref melihat ke arah Natsu,
"Igneel tak mampu membunuhnya.." ucapnya.
"Eh?"
"END adalah terkuat yang pernah kuciptakan, dan pada akhirnya kau harus menentukannya sendiri.." ucap Zeref. "Membiarkannya tetap hidup atau membunuhnya, kaulah yang akan menentukan pilihan tersebut.."
Setelah menjelaskannya, Zeref pun bersiap untuk pergi. "Aku harus pergi sekarang.." ucapnya. "Tunggu!! Aku masih belum mengerti!!" ucap Natsu.
"Tartaros melakukan semua ini untuk bertemu denganku, tapi.. hanya kau atau END yang bisa bertemu denganku.. sampai jumpa lagi.." ucap Zeref untuk terakhir kalinya sebelum benar-benar menghilang, lenyap dalam kegelapan.
Tak lama setelah Zeref menghilang, kegelapan tersebut juga ikut memudar, dan penjaga yang tadi dihajar oleh Natsu tampak tergeletak di lantai.
"Apa-apaan dia itu?" Natsu masih bingung.
Di luar, di sisi orang-orang Fairy Tail, "Erza!!!" semuanya lega saat tahu kalau Erza baik-baik saja. "Apa kau baik-baik saja!?"
"Semuanya!!" Erza kaget, dan ia semakin kaget karena tubuhnya tertarik ke bawah, atau mungkin ke atas? intinya tubuh Erza ditarik oleh gravitasi tempat itu. "Gravitasi?"
"Apa yang sebenarnya terjadi di sini!?" Erza bingung.
"Maaf, tapi tak ada waktu untuk menjelaskannya, kita akan masuk dengan menggunakan lubang yang dibuat oleh Erza!!" ucap Gray.
"Yahhh!!!!" orang-orang Fairy Tail pun bersiap.
"Natsu dan Lisanna baik-baik saja, kita harus mencari Mira dan Elfman.." ucap Erza.
"Aku baik-baik saja.." ucap Elfman. Kemudian, orang-orang Fairy Tail pun secara bersamaan masuk bergerombol melalui lubang yang Erza ciptakan ititu "Aku akan menyelamatkan kak Mira bagaimanapun caranya!!" teriak Elfman.
"Jangan lupa dengan darah orang yang terpengaruh oleh partikel anti sihir!!" ucap nenek Porlyusica. Karena bagaimanapun, Laxus dan yang lainnya masih butuh obat.
Erza hendak menyusul, tapi tiba-tiba sesuatu membelitnya. Ternyata itu Kyouka, yang masih saja mampu untuk melawan.
"Erza!?" Lucy khawatir.
"Jangan khawatir, pergilah!!" ucap Erza.
"Segelnya telah lepas, kita harus menemukan cara untuk menghentikannya!!"
Tubuh Erza ditarik oleh Kyouka, dan babak selanjutnya pun tak lama lagi akan segera dimulai. "Sepertinya rasa terimakasihku belum cukup untukmu..." ucap Erza.
"Aku jadi mulai menyukaimu.." ucap Kyouka.
Di sisi Lisanna, ia telah sampai di laboratorium yang dimaksud, tempat dimana Mira seharusnya berada. "Kak Mira?? Kak Mira??" Lisanna berteriak, memanggil-manggil.
"Lisanna?" akhirnya Mira ketemu juga.
"Kak Miraaa!! Syukurlah.." Lisanna memeluk Mira.
"Kenapa kau bisa ada di sini??" Mira kaget. "Juga.. kenapa kau memakai animal soul-mu?"
"Aku tidak memiliki baju.." ucap Lisanna.
Kemudian, Lisanna menjelaskan semuanya, "Aku, Natsu, Erza, dan kak Elf telah ditangkap.." ucapnya.
"Eeeh!??" Mira kaget.
"Natsu dan Erza baik-baik saja, sekarang tinggal kak Elf.." ucap Lisanna.
"Kami tidak menangkapnya.." ucap seseorang yang tiba-tiba saja datang, Sayla.
"Hati-hati!! Dia bisa mengendalikan orang!! Kak Elf dan aku juga.." ucap Lisanna.
"Mundurlah, Lisanna.." Mira berisap untuk kemungkinan terburuknya.
"Aku menyuruh lelaki bernama Elfman itu untuk menghancurkan guild, dan dia menghancurkannya dengan sempurna.." ucap Sayla.
"!?" Lisanna dan Mira kaget.
"Tapi.. dia tak berhasil membunuh seorang pun dari kalian.. ini adalah salahku.." ucap Sayla lagi, dengan wajah yang sangat sedih. Berbeda denganya, Lisanna dan Mira bersyukur.
"Aku telah dipermalukan di hadapan Kyouka-sama.." dari sedih, wajah Kyouka berubah menjadi marah. "Karena dia.. ceritaku hancur.." Sayla menatap seram ke arah Mira, "Kau, kakak tertua harus membayar semua ini.." ucapnya.
"Kau melakukan itu pada saudaraku? heh.." Mira membalas dengan tatapan yang tak kalah seram.
Di ruang kendali, tempat Franmatlh berada, "Ummm, ini aneh sekali.." ucapnya, sambil melihat ke arah semacam grafik sihir di hadapannya. "Kenapa Face muncul di tempat yang tidak seharusnya? aku mengira kalau akan ada sedikit kesalahan perhitungan, tapi ini bedanya jauh sekali.."
Clang!! pintu tiba-tiba saja berbunyi, pertanda ada orang yang akan masuk. Mengetahui itu, Franmalth langsung bersembunyi. Dan.. yang masuk ternyata adalah Lucy, Wendy, Happy, dan Carla.
"Ruang apa ini?" Lucy melihat ke seisi ruangan.
"Ruangan ini penuh dengan huruf yang melayang.." ucap Wendy, dan memang benar begitu adanya.
"Bola besar itu kelihatan seperti sebuah peta.." ucap Happy.
"Mungkin ini ruang kendali.." ucap Carla.
"Cepat sekali mereka sampai kemari, ya? para penjaga benar-benar lemah.." pikir Franmalth dari tempat persembunyiannya.
"Lihat ini.." Lucy menunjuk sesuatu di dekat apa yang Franmalth lihat tadi. "Erza bilang segel Face telah hancur.." ucapnya.
"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" Wendy bingung.
"Tak bisakah kita menguncinya lagi dengan kotak ajaib ini?"
"Benar-benar terkunci, kita tak bisa memindahkannya.." ucap Carla.
"Eh? di sini tertulis kalau benda ini tak bisa hidup tanpa ada yang mengoperasikannya.. tertulis di sini.. sudah menyala!?"
Di sisi Franmalth, "Cepat sekali kau, Erza.." ia tak menyangka kalau mereka akan bisa sampai secepat ini.
"Ini.." Wendy melihat ke salah satu panel.
"41 menit lagi sampai pengaktifan Face.." ucapnya.
"!?" Lucy dan yang lainnya kaget.
"41 menit!? semua sihir di benua ini akan hilang hanya dalam waktu 41.."
"Apa yang harus kita lakukan!? Kita harus memberitahu semuanya!!!"
"Tenanglah, Happy.." ucap Carla.
"Bagaimana kalau kita hancurkan saja tempat ini!?"
"Pembatalannya hanya bisa dilakukan secara langsung!!"
"Tidak ada waktu untuk memberitahu orang-orang, ayo kita lakukan sendiri!!!"
"Aye!!"
"!?" mereka berempat kaget, seseorang tiba-tiba saja masuk ke dalam ruangan tersebut. Lucy dan yang lainnya kaget karena yang muncul bukanlah manusia biasa, melainkan iblis yang berpenampilan mirip tengkorak, Keith.
"Apakah doa seorang gadis.. akan membunyikan dering bel di dalam Neraka?"
"Iblis yang bersinar.. adalah nafas dari Lucifer, yang akan mengembalikan tanah ini.."
"Gadis peri yang jatuh ke dalam Hades, berubah menjadi mayat dan berkelana dalam api penyucian.."
"Te-Tengkorak!?" Lucy kaget, dengan wajah negeri.
"I-itu pasti cuma topeng, kan?" ucap Wendy, juga dengan wajah ngeri.


















Tidak ada komentar:
Posting Komentar