"Apa ini!?" Ezel kaget.
Tak hanya fisiknya, cara Wendy menatap lawannya juga telah berubah. Berubah menjadi lebih tajam, tatapan kemarahan sang naga.
"Aku bisa mendengar bisikan angin.." ucap Wendy dalam hati.
"Detak jantung atmosfer.."
"Akulah orang.. yang menguasai angkasa!!" aura naga di sekitar Wendy terhentak, dan bersamaan dengan itu ia menghilang, bergerak secepat kilat dan tanpa Ezel sadari Wendy sudah berada di belakangnya.
Batsssss!!!!!!!! pukulan telak untuk Ezel.
"Bocah sialan!!" Ezel membalikan badan ke belakang dan menebas Wendy. Namun sebelum lengannya sempat mengenai tubuhnya, Wendy kembali menghilang, bergerak secepat kilat.
Batsss!!!! serangan telak kedua bagi Ezel. Kali ini Wendy memukul tepat di bagian kiri pinggang lawannya.
Blarrr!!!!! selanjutnya Ezel terhempas oleh hembusan angin tornado Wendy. Kemarahan naga langit sukses membuat tubuh Ezel membentur dinding batu di kejauhan sana.
"Wow.." dari bawah Carla hanya bisa melihat kagum. Sementara di kejauhan sana, ternyata Ezel masih mampu untuk bangkit dan kemudian melesat kembali menuju Wendy, "Menarik sekali!!" ucapnya.
Fairy Tail Chapter 377 - Kemarahan Naga Langit
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Wendy, waktunya!!" Carla mengingatkan. Waktu hitungan mundur Face terus berjalan, tinggal 4 menit lagi sebelum ia benar-benar aktif..
"Aku tahu!!" Wendy bersiap. "Dengan ini, aku akan menyelesaikannya!!"
Wendy membentuk pusaran angin dengan kedua telapak tangannya, pusaran angin yang kuat dan tebal.
"Eeh!? Apa ini!?" tubuh Ezel dikepung oleh pusaran angin. "Angin!?"
Ezel tak bisa kemana-mana, terkunci dalam pusaran angin dan Wendy pun segera melesatkan tembakan pamungkas. "Teknik pembasmi naga, Shouhatenkuusen!!"
Blasttt!!!! sebuah tembakan udara yang hebat, mengelilingi, menghantam sekaligus mendorong dan meremukan tubuh lawannya.
"Haaaahhh!!!!" Ezel semakin serius dan menggunakan tebasan tangan pedangnya untuk memotong pusaran angin Wendy. "Mantra merupakan pisau iblis yang bisa memotong apa saja!!" teriaknya.
"New Moon!!"
Pusaran angin Wendy terbelah dan Ezel pun berhasil keluar. Wendy terperosok akibat hembusannya..
"Wendy!!" teriak Carla.
Ezel semakin bersemangat, semakin bertambah serius. "Mode pembasmi!!" monster itu berubah ke mode iblisnya, mode tempur dengan empat tangannya berubah menjadi empat pedang taham.
"Dengan ini ketajaman pedangku akan meningkat!!" ucapnya.
"Waktunya.." Carla melihat ke arah waktu dan semakin khawatir. Tersisa 3 menit 43 detik sebelum Face benar-benar aktif.
"Aku.." Wendy yang terperosok kembali mencoba untuk melawan balik. Masih di mode kekuatan naganya, Wendy kembali membentuk pusaran angin dan melapisi tubuh Ezel..
"Sia-sia saja!! Tak ada yang tak bisa aku potong!!" Ezel menebas dengan keempat pedangnya.
Wendy tak berhenti, meski dipotong Wendy terus melakukannya. Satu lapis pusaran anginnya dihancurkan, Wendy melapisinya dengan dua pusaran angin, terus bertambah dan terus bertambah.
"Aku harus.. mengumpulkan lebih banyak angin!!"
"Apa!?" akhirnya Ezel kewalahan. Pusaran angin yang mengelilingi tubuhnya seolah tak ada habisnya. "Angin ini.. mengepungku.."
"Sebentar saja, aku membutuhkan kekuatan seperti Natsu-san.." Selanjutnya Wendy mengumpulkan kekuatan angin untuk menyerang. "Aku membutuhkannya!!"
Jbruakkkkk!!!!
Wendy melesatkan tembakan angin yang begitu luar biasa, tak hanya menembus pusaran anginnya tadi, tubuh Ezel, serangan angin Wendy terus melesat hingga membuat Face hancur lebur, roboh..
Face hancur, Ezel tak mampu melawan lagi. "Aku berhasil.." ucap Wendy. Untuk sesaat ia merasa telah menang dan semuanya sudah berakhir. Namun kemudian ia sadar...
"Eh?"
Waktu hitung mundur Face masih terus berlanjut. "Meski telah dihancurkan, hitungan mundur Face masih belum berhenti.." ucap Wendy.
"Ukh.. tubuhku.." Wendy kemudian kehabisan energi dan rebah.
"Seharusnya aku tidak.."
Tersisa 2 menit 56 detik sebelum face benar-benar aktif. Guncangan kembali terjadi dan kali ini lebih hebat dari yang sebelumnya.
"Ada apa ini!?" ucap Natsu kaget.
"Sudah terlambat, sekarang era sihir telah berakhir!!" ucap Franmalth.
Tersisa 2 menit sebelum Face benar-benar aktif, sementara Wendy sudah kehabisan tenaga. "Maafkan aku.." ucapnya sambil menangis.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar