"Ini adalah reaksi Face.." ucap Franmalth, yang masih berada dalam mode Hades.
"Sial.." ucap Natsu kesal.
"Tersisa sekitar 3 menit sebelum seluruh sihir menghilang?"
Kekacauan terjadi di berbagai sisi kubus itu. Tak hanya Natsu, yang lain juga sibuk dengan lawan mereka masing-masing. Gray sedang berhadapan dengan si tengkorak, Ebony Cardinal Keith.
"Aku tak bisa memukulnya sama sekali.." ucap Gray, yang terus berusaha dengan kekuatan esnya.
"Sudah hampir waktunya.." ucap tengkorak itu.
Di sisi Mira, ia berhadapan melawan si wanita iblis Seira. Meski sudah berada dalam mode Satan Soul, Mira tampak kewalahan. "Iblis ini.. sungguhan.." ucapnya.
Dari jarak yang tidak terlalu jauh, Lisana terus mengamati. "Dia bisa mengimbangi Mira?" Lisana tak menyangka kalau ada orang yang bisa mengimbangi kakaknya.
Lalu dari belakang Lisana, seseorang tiba-tiba saja muncul dan menyergapnya. "Akulah lawanmu, Fafafafa.." ucap orang itu.. bukan, lebih tepatnya iblis itu, salah seorang asisten Seira, Lamy.
"Siapa kau!?" Lisana tak mengenalnya.
Di sisi Erza, tampak ia juga masih berhadapan dengan lawannya Kyouka. Di tempat itu juga, guncangan bisa mereka rasakan.
"Jadi sudah dimulai, ya.." ucap Kyouka.
"Inilah akhir bagi manusia.."
Face akan segera aktif, dan satu-satunya yang menjadi harapan bagi semuanya adalah Wendy. "Wendy.." dalam hati Lucy terus berharap supaya Wendy bisa melakukannya. Namun kenyataannya, meski Wendy telah berhasil mengalahkan lawannya, Face masih tidak terhentikan..
"Aku telah gagal.. maafkan aku.." Wendy tergeletak di depan sisa-sisa Face, yang meski sudah dihancurkan namun tetap menghitung mundur. "Maafkan aku.. maafkan aku.." ucapnya berkali-kali.
Wendy terus meratapi kegagalannya, ingga kemudian Carla berhasil memikirkan sesuatu. Carla bangun dan berkata, "Kita masih bisa berbuat sesuatu.."
"Eh?"
Fairy Tail Chapter 378 - Mari Berteman
Penulis : Admin
Penulis : Admin
Carla kemudian menjelaskan rencananya, "Face menyerap banyak Eternano.. Kalau kita bisa mengubah energi itu ke dalam bentuk lain, energi itu akan membuat lingkaran sihir perusak otomatis dan Face akan meledak.."
"Bagaimana kau bisa tahu?"
"Masa depan.. perkiraanku.." ucap Carla. "Aku memperkirakan.. tidak, aku mencari masa depan dimana Face tidak ada.. di antara berbagai mcm masa depan yang ada, aku bisa menemukan masa depan tempat Face tidak aktif.."
"Mengagumkan.." ucap Wendy.
Carla lalu memulai apa yang menurutnya bisa mengakhiri ini semua. "Di masa depan itu, aku mengaktifkan lingkaran sihir seperti ini.." Carla membuat lingkaran sihir di depan Face.
"Carla, kau memang hebat.." ucap Wendy.
"Aku memasukan huruf sihir seperti ini.. tapi kemudian.. "
"Eh?"
"Tak ada apapun di masa depan itu, masa depan itu kosong.." ucap Carla.
"Maksudmu?"
"Kalau aku menekan huruf ini, Face akan berhenti.."
"Lalu apa!?"
"Dia akan meledak.. dengan kata lain, kita juga tak akan selamat.."
Tak ada lagi masa depan untuk mereka berdua, dengan meledaknya Face, dengan hancurnya Face, literally destroyed, mereka juga akan ikut lenyap.
"Awalnya kupikir kita bisa selamat bahkan tanpa sihir, seperti saat di Edolas.."
"Tidak, semuanya sedang bertarung sekarang, kalau mereka tiba-tiba kehilangan sihir, maka mereka akan.."
"Itu benar.." ucap Carla. "Wendy, aku tak bisa memperkirakan besar ledakannnya.. larilah sejauh mungkin.. aku akan menangani semua yang ada di sini.."
"Apa yang kau katakan? kau tak bisa, Carla.."
"Kita harus.."
"Wendy.."
"Aku tak punya kekuatan tersisa untuk terbang, aku tak bisa lari.." ucap Wendy. "Aku tahu.. aku juga tak bisa kemana-mana.. aku tak bisa pergi lebih jauh lagi.."
"Aku tidak akan kemana-mana.." Wendy malah mendekati Carla.
"Petualangan kita berakhir di sini.." Wendy memeluk Carla, "Tapi aku senang.. karena kau selalu ada bersamaku.." ucapnya. Lalu bersama-sama, mereka bersiap untuk menekan lingkaran sihir yang sudah Carla buat itu.
"Kita harus menekan ini, kan?"
"Ya.."
"Mari kita lakukan bersama-sama.. Selama ini, kita selalu mekalukan apapun bersama-sama, kan?" kenangan masa lalupun terlintas, saat-saat dimana mereka selalu bersama.. mulai dari pertama kali mereka bertemu hingga sekarang..
"Jadilah temanku lagi.." ucap Wendy.
"Tentu saja.." sahut Carla.
Tak lama kemudian hal itupun terjadi, BOOOMMM!!!! ledakan hebat yang bahkan terlihat dari jarak yang sangat jauh. Ledakan yang memecah langit..
"Tepat pada waktunya!!"
Sattt!! Doranbolt mendarat jauh di tempat yang aman, bersama Wendy dan juga kucingnya, Carla. Ya, sesaat sebelum ledakan tadi, ternyata lelaki dengan sihir teleportasi itu datang dan menyelamatkan mereka berdua.
"Kau agak berlebihan.." ucap Doranbolt, sementara Wendy dan Carla tampak tak sadarkan diri. Mungkin karena kelelahan..
"Aku tak pernah mengira.. para pahlawan kecil seperti mereka akan bisa menghancurkan Face.." ucap Doranbolt.











Tidak ada komentar:
Posting Komentar