"Hantunya Hades.." ucap Lucy ketakutan.
"Kurasa itu jiwanya.." ucap Happy.
Namun di luar itu semua, ada hal penting yang mereka dengar dari sosok tadi. "Lepaskan cahayanya.." Lucy tak mengerti maksudnya apa. "Apa maksudnya ya?"
"Dia bilang untuk mengatakannya pada Master, kan?" ucap Happy.
"Berkat Wendy dan Carla, kelihatannya Face sudah berhasul dihentikan. Tapi, kita masih belum bisa menemukan Mira.." ucap Lucy.
"Aku tak akan puas sebelum bisa menghajar seluruh penjahat di tempat ini.." ucap Natsu.
"Aku akan pergi mencari Master.." ucap Happy, kemudian ia pun terbang untuk menemui Makalov. "Berhati-hatilah.." ucap Lucy. "Kau juga.." sahut Happy dan pergi.
Sementara itu, ternyata Franmalth yang sudah dikalahkan tadi masih belum benar-benar mati. Ia masih bisa tertawa dan berkata, "Gehehe.. bodoh sekali.."
"Tak ada kata kematian atau kalah dalam kamus kami, para iblis.." ucap Franmalth. "Kami akan dibangktitkan secara terus menerus selama lab kami masih utuh.. Kami adalah mahluk abadi, bisa lahir berkali-kali.."
"Yah, kelihatannya sekarang adalah waktunya bagiku untuk mengunjungi lab.." tubuh Franmalth kemudian menghilang secara tiba-tiba.
Di sisi Mirajane, tampak Lisanna masih mengkhawatirkannya. "Mira-nee!!" teriak Lisanna, meski kondisi dirinya sendiri juga sedang tidak baik. Lisanna dibekap dari belakang oleh Lamy.
"Jangan melihat orang lain!! Fafafafafa!!" ucap gadis iblis kecil itu.
"Lepaskan aku, gadis sialan!!" Lisanna menghentakkan tubuh Lamy ke tembok. "Ukhhh!!!!" Lamy tak kuasa menahan rasa sakit.
Di sisi Mira dan Sayla, Sayla penasaran akan sesuatu, lalu ia bertanya pada Mira, "Kau.. apa kau ini sebenarnya? Macro-ku tak berfungsi padamu.." ucapnya.
"Macro?" Mira tak mengerti.
"Mungkin itu sihir yang mengendalikan Elf-niichan!!" ucap Lisanna.
"Itu mantra, bukan sihir.." ucap Lamy.
"Sepertinya memang tak bekerja padamu, tapi bekerja pada saudaramu.." ucap Sayla. "Biar kukatakan sedikit rahasia padamu.. orang-orang yang pernah berada di bawah kendali mantraku, aku masih bisa mengendalikannya.. dengan kata lain, saat ini aku bisa saja membuat saudaramu menyakiti dirinya sendiri.."
"Hentikan!!" cegat Mira.
Fairy Tail Chapter 380 - Inti Neraka
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Buhahaha!!" sesuatu dari tabung di salah satu lab tersebut tiba-tiba saja tertawa.
"Ezel-sama!?" ucap kaget Sayla.
Ternyata itu Ezel. Setelah dikalahkan oleh Wendy, ia muncul di salah satu tabung yang ada di lab itu, menunggu untuk dihidupkan kembali. "Cepat hidupkan aku kembali!!" teriaknya, tak sabar untuk membalas Wendy. "Bocah itu.. bocah sialan itu.. cepatlah, Lamy!!"
Namun, situasinya tidak semudah itu. Sayla sedang berhadapan dengan Mira, sementara Lamy sedang dihajar oleh Lisanna. "Gyaaahh!!!"
"Sayla!!" Ezel berteriak memanggil Sayla. Lelaki iblis dengan tangan dan kaki banyak itu benar-benar sudah tak sabar untuk membalas dendamnya.
"Aku sedang bertarung, tahan sebentar.." ucap Sayla.
"Aku tak peduli!! Cepat lakukan!!" bentak Ezel.
"Membangkitkannya kembali?" Mira tak mengerti.
"Yah, ini adalah pusat pembangkitan Tartaros, inti Neraka.." ucap Lamy. "Karena suatu kontrak yang telah kami buat dengan raja iblis, tiap kali tubuh kami mati, kami akan dibangkitkan kembali di tempat ini.. kami adalah guild yang abadi!!"
"Raja iblis? Bangkit kembali!? Apa yang dia bicarakan??" Lisanna tak mengerti.
"Jaga mulutmu, Lamy, jangan membocorkan hal penting seperti itu pada lawan.." ucap Sayla.
"Ah.." Lamy keceplosan.
Mendengar hal itu, Mirajane mulai mengerti, kemudian ia berkata, "Sepertinya ini akan jadi agak merepotkan.."
Dan boft, Mirajane kembali ke wujud manusia. "Yah, kalau begitu menghancurkan tempat ini akan jadi prioritas utamaku.." ucapnya.
"Apa kau yakin kau mampu untuk melakukannya?"
"Gampang.." Mirajane bersiap..
Blarrr!!!! dan tiba-tiba saja salah satu tabung meledak, disusul oleh tabung-tabung lainnya. Franmalth yang baru saja muncul jadi terkena efeknya. "Hei, tolong hidupkan ak.."
"Gyaaaahhh!!!" belum sempat dihidupkan kembali, tabung tempat Franmlath hancur..
"Labnya!?" Lamy kaget.
"Bagus, Mira-nee!!" ucap Lisanna.
"Apa yang!!??"
"Kenapa.. bagaimana bisa kau.."
"Takeover.." ucap Mirajane. "Sebelum kau menunjukkan dirimu, aku sudah mengambil alih iblis bertentakel ini.." jelasnya.
"Kau memiliki kemampuan untuk mentakeover iblis!? Apa karena itu Macro tak mempan padamu!?" Sayla mulai paham.
"Kau juga begitu, pertama aku mengira aku akan bisa melakukannya dengan mudah padamu, tapi ternyata Takeoverku juga tak mempan padamu.."
"Jadi ini artinya.."
"Tak seorangpun dari mereka yang bisa menggunakan kekuatan spesialnya.."
"Dengan kata lain, pertarungan ini akan diputuskan oleh daya hancur fisik mereka.."
"Pada akhirnya kita akan saling jambak, yah, ala perempuan.." ucap Mirajane, yang saat ini sudah berada di wujud iblis terkuatnya.
"Itu adalah bentuk Sitri Mirajane!! Wujud terkuat iblis!!" ucap Lisanna.
"Iblis terkuat? Bagaimana bisa kau mengatakan itu di hadapan iblis dari buku Zeref.." ucap Lamy. "Kalian belum tahu betapa menakutkannya iblis Tartaros.."
"Memberi perintah.." Sayla hendak menggunakan macronya.
"Perintahmu tak akan mempan padaku.." ucap Mira.
Mira berpikir kalau Sayla hendak menggunakan Macro padanya. Namun ternyata, Sayla menggunakan macro untuk memberi perintah pada dirinya sendiri, "Melepas segala batas!!"
Mira kaget, "Dia memberi perintah pada dirinya sendiri!?"
Sayla melepas batas tubuhnya, berubah ke wujud iblis dengan kekuatan berkali-kali lipat dari sebelumnya.
Tak hanya penampilannya, kecepatan dan kekuatannya juga menjadi semakin mengerikan. Di wujud iblisnya, Sayla mampu dengan mudah melesat dan menghempaskan tubuh Mirajane.
Mirajane terlempar, Sayla kembali bersiap dengan telapak tangan mata iblisnya, mengumpulkan mantra dan akhirnya blarrr!!!!!
Ledakan hebat terjadi, ledakan yang menjatuhkan tak hanya Mira, namun juga Lisanna dan bahkan Lamy. "Dia.."
Scene berubah, pindah ke ruangan dengan singasana berornamen iblis. Di sana, seseorang duduk sambil memegang buku dengan tulisan END di sampulnya..
"Iblis dari buku Zeref, juga dikenal dengan sebutan Etherias.. manusia menyedihkan yang mencoba untuk meniru kekuatan iblis tak akan bisa menandingi mereka.." ucapnya.
"Akan segera dimulai.. kegelapan akan mengalir keluar dari gerbang neraka. Kegelapan yang akan melenyapkan cahaya.."
Ternyata ialah sang raja iblis, raja iblis Tartaros, Marde Guille..













Tidak ada komentar:
Posting Komentar