"Sayla-sama.. kenapa anda menyerangku juga?" ucap Lamy, yang terhempas akibat tadi tak sengaja ikut tersenggol Sayla. Dalam hati Lisanna berkata, "Dia tak bisa mengendalikan dirinya?"
"Ukhh.." Mirajane berusaha untuk bangkit kembali. Namun bahkan sebelum ia bisa berdiri lagi, Sayla kembali melesat dan mendorong tubuhnya. Mirajane terdorong jauh..
"Kekuatan yang luar biasa.. tak mungkin aku bisa menandinginya.." ucapnya. "Kalau saja takeover mempan padanya.. kupikir aku bisa menang.."
Fairy Tail Chapter 381 - Rumah Iblis
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Percuma saja, takeover tak akan bekerja padaku.." ucap Sayla. Ternyata kendalinya belum hilang sepenuhnya.
Sayla lalu melempar tubuh Mira ke atas, kemudian bersiap dengan tangan-tangan tajamnya, "Kuperintahkan diriku sendiri untuk mencincang musuh di depanku!!"
Sayla mencincang Mira, terus menerus dengan tebasan tajamnya itu. Dari kejauhan, Lisanna hanya bisa berteriak, "Mira-nee!!! Hentikan!!!"
Brukkk!!! Lamy menghentakkan kepala Lisanna ke tanah. "Lihat!! Lihat baik-baik kakakmu yang sedang dicincang!!" ucapnya.
Tubuh Mira terus ditebas, membuatnya semakin lemas dan tidak berdaya. "Lisanna.. Elfman.. aku.." di tengah kesadarannya yang perlahan tampak memudar, Mira teringat akan masa lalunya..
"Pergi dari sini!! Tinggalkan desa ini!!" teriak orang-orang.
"Dasar penyihir iblis!! Berapa lama lagi kalian akan mengganggu desa ini!?"
Saat itu Mira beserta kedua adiknya yang masih kecil, Elfman dan Lisanna sedang berada di dalam rumah kecil mereka, sementara di luar orang-orang terus meneriakan kata-kata bersifat pengusiran.
"Dasar keluarga terkutuk!!"
"Selama kalian berada di sini, desa ini hanya akan mendapat bencana!!"
"Mira-nee, apa kau baik-baik saja?" Lisanna mengkhawatirkan kakaknya.
"Maaf, ini semua salahku.." ucap Mira murung.
"Ini bukan salahmu, kak.." ucap Elfman.
"Kalau saja aku tidak mendekati gereja itu.."
"Ini tak akan pernah terjadi.."
"Pergi dari sini, iblis!!" teriak orang-orang di luar lagi. Lama-lama Lisanna merasa marah lalu muncul lewat jendela, sambil menangis ia berteriak pada orang-orang, "Kakaklah yang sudah mengusir iblis yang menghantui gerja itu!! Kakak bertarung demi desa ini!! Ini tidak adil!!!"
Mira tak mau adiknya mendapat masalah lebih, "Jangan, Lisanna!!" ucapnya. Namun, Lisanna tetap mengutarakan suaranya..
"Kakak dirasuki oleh iblis karena dia melawannya, kakak tidak melakukan hal yang salah!!" teriak Lisanna lagi.
"Lupakan itu, Lisanna.."
"Hiks.."
"Jangan menangis, Elfman.."
Namun pada akhirnya, mereka tetap pergi, pergi dari desa tersebut. "Kita tak bisa tinggal di desa ini lebih lama lagi.." ucap Mira. Di tengah perjalanan yang panjang, melewati hutan.. mereka kemudian sampai pada Fairy Tail..
Makalov mengetahui masalah mereka. "Itu disebut takover, salah satu jenis sihir.." ucapnya. "Kau tidak dirasuki oleh iblis, tubuhmulah yang sekarang telah memiliki kekuatan iblis.."
"Kekuatan iblis.." Mira tak menginginkannya.
"Aku tak pernah memintanya.." ucapnya dalam hati.
Awal keberadaannya di Fairy Tail, Mirajane adalah gadis kecil yang pemurung. Suatu ketika, Erza yang seumuran dengannya menghampiri Mira. "Aku sudah mendengar semuanya, Mirajane, jadi bagaimana? apa kau betah dengan guild ini?"
Mira tak menjawab dan malah pergi begitu saja.
"Hei.." Erza hendak mencegat namun Mira sudah terlanjur pergi.
"Biarkan saja, dia itu tak bisa bicara, senyum, apalagi tertawa.."
"Ya, wajahnya menyeramkan sekali.."
"Yah, tak seperti adiknya yang sudah akrab dengan bocah-bocah itu.." tampak Lisanna dan Elfman sudah bisa akrab dengan Natsu, Gray, serta bocah-bocah lain yang seumuran..
Mirajane terus pergi, pergi dari guild, berjalan di tengah kota yang sepi. "Sihir.. iblis.. aku tak menginginkan kekuatan ini.. menjijikan.." ucapnya dalam hati.
"Pergi dari sini!! Dasar keluarga terkutuk!!" kata-kata itu terus teringat dalam benaknya.
"Aku bukan lagi.. seorang manusia.." ucap Mira dalam hati.
"Fairy Tail adalah guild yang baik, mereka berdua pasti akan baik-baik saja. Sementara aku.. aku harus pergi meninggalkan kota ini.."
"Selamat tinggal, Elfman, Lisanna.. maafkan aku.." keputusan Mira sudah bulat untuk pergi meninggalkan semuanya. Tapi kemudian, Elfman dan Lisanna datang. Mereka berdua berlari mengejarnya sambil memanggil-manggil, "Mira-nee!!"
"Lihat!! Lihat!!" ucap Lisanna dengan penuh semangat.
"Ini pasti akan membuatmu terkejut!!" ucap Elfman.
"Sihir roh hewan, kucing!!"
"Sihir hewan liar, beruang!!"
Elfman dan Lisanna kecil menunjukkan kemampuan sihir mereka pada sang kakak. Mira kaget, "Eh!?"
"Mereka yang mengajarkannya pada kami.."
"Sihir yang sama denganmu, Mira-nee.."
"Yah, saat ini aku baru bisa mengubah tanganku saja, sih.." ucap Elfman.
"Kau selalu terlihat kesepian, Mira-nee.."
"Jadi kami rasa sekarang kau akan punya teman.."
"Kalian.."
"Kami akan selalu bersamamu.." ucap Lisanna.
"Sihir kami juga sudah sama denganmu.."
"Oink!! Whaaaa..." tiba-tiba Lisanna berubah menjadi babi.
"Aku masih belum bisa mengendalikannya.."
"Whaa!! aku juga!!" tangan Elfman berubah menjadi tangan kuda.
"Fiuhh.." Mirajane akhirnya menghela nafas, lalu mengusap air matanya. "Kalian pikir kalian bisa bekerja di guild dengan sihir seperti itu?"
"Sama sepertimu yang melindungi kami dengan kekuatanmu, kali ini kami ingin membalasnya.." ucap Elfman.
Kenangan yang indah.. waktu terus berjalan sampai tibalah pada saat ini, di saat Mira harus berhadapan dengan lawan yang sangat kuat, Sayla..
"Padahal aku tak menginginkan kekuatan ini. Tapi selama kekuatan ini membuatku mampu melindungi orang-orang yang kucintai... maka untuk itu.. aku akan tetap merasa bangga menjadi iblis atau apapun itu!!"
Flashback berakhir, Mira terus berusaha untuk mentakeover lawannya..
338118
"Berapa kali aku harus mengatakannya? Takeover tak akan mempan padaku.." ucap Sayla.
"Mira-nee, larilah!!" ucap Lisanna.
"Kalau saja aku bisa mendapatkan satu bagian saja.." ada satu bagian yang sangat ingin Mira bisa untuk takeover.
"Ini.."
"Lepaskan aku!!" Sayla mulai merasa risih.
"Perasaan apa ini!?" Sayla merasa kalau tadi Mira berhasil melakukan sesuatu padanya. Ada hal yang bisa ditakeover dari dirinya. "Seolah tubuhku telah diambil alih.."
"Dia berbahaya!! Aku harus segera melenyapkannya dari muka Bumi ini!!" Sayla tak mau mengambil resiko.
"Mira-nee!!"
"Aku percaya dengan kekuatanku sendiri.. Aku percaya kekuatanku akan bisa melindungi keluargaku.." ucap Mira dalam hati.
"Membangkitkan mata iblis!!!!" Sayla kembali melepaskan energi negatif yang luar biasa.
Lamy sadar kalau dengan kekuatan itu semuanya akan berakhir. "Berakhirlah sudah.." ucapnya.
Sayla dengan dua telapak tangan penuh kekuatan mata kegelapan melesat ke arah Mira, "Lenyaplah!!!" teriaknya.
Mira terbaring, "Macromu itu.. kau bilang kau bisa mengendalikan orang yang sebelumnya pernah kau kendalikan, kan?"
"Perasaan tadi.. apa ini!? Dia mentakeover kemampuanku!?"
Mira berhasil mentakeover kemampuan Macro Sayla. "Jadi, perintahku adalah.." Mira bersiap untuk mengucapkan perintah..
"Percuma saja!! Yang bisa mengendalikanku dengan Macro hanyalah diriku sendiri!!" Sayla terus melanjutkan seranganya.
Namun ternyata, perintah itu memang tak ingin Mira tujukan pada Sayla, melainkan pada orang yang sebelumnya pernah ia kendalikan..
"Elfman.."
Mira memberi perintah pada Elfman, "Datang dan tolonglah keluargamu!!!"
Seketika Elfman muncul, melompat dari atas dan kemudian menghantam punggung Sayla dengan tinju monster full bodynya.
"Elf-niichan.."
Elfman sampai pada waktu yang tepat.
"Aku akan.. melindungi saudariku.." ucapnya.





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar