"Sang raja iblis, Mard Geer-sama.. musuh kita ternyata lebih kuat dari yang diperkirakan.." ucap Kyouka. "Rencana untuk menggunakan Face telah gagal, dan mereka telah berhasil mengalahkan Ezel dan Franmalth.."
"Sayla dan inti neraka juga.." lanjut Mard Geer. Lelaki iblis berpenampilan santai itu ternyata sudah tahu duluan, termasuk kenyataan kalau Sayla pun telah berhasil dikalahkan.
"!?" Kyouka kaget. "Kita harus memanggil master.." ucapnya sambil berlutut.
"Tidak mungkin.." ucap raja. "Kekuatan mantra kita belum cukup untuk membangkitkan master. Kalau kita tak menghapus kekuatan sihir ini, END tak akan bisa dibangkitkan.."
"Itu adalah tujuan dari rencana Face.. tapi, sekarang rencana itu sudah gagal.." ucap Kyouka, masih berlutut.
Mard Geer dengan tampang yang masih tenang-tenang saja membalas, "Kau hanya tak bisa melihatnya. Kau tak bisa melihat gambar besar yang sebenarnya.."
Bahkan setelah Face hancur, Mard Geer masih merasa kalau semua rencananya akan baik-baik saja. "Face itu cuma setitik.." ucapnya.
"Titik!?" Kyouka tak mengerti.
"Ya, cuma titik.." ucap Mard Geer lagi.
"Mard Deer adalah seorang ahli strategi yang tak punya celah, kalau dilihat secara keseluruhan, hancurnya Face itu bukanlah apa-apa namun hanya sekecil titik. Itu bukan masalah, aku yakin tak lama lagi sihir akan menghilang dari dunia ini.."
"Aku tak mengerti apa yang anda.."
Belum setelah berbicara perkataan Kyouka langsung dipotong oleh pertanyaan, "Kyouka, kita ini apa?"
Kyouka menjawab, "Iblis dari buku Zeref, Aetherius.."
"Apa tujuan kita?"
"Untuk membangkitkan END dan kembali ke sisi Zeref.."
"Manusia itu apa?"
"Lebih rendah dari serangga.."
Jblattss!!! rantai mantra tiba-tiba saja muncul dan menjerat dengan kuat tubuh Kyouka. "Aaaaahh!!!!" Kyouka kaget dan berteriak kesakitan.
"Mard Geer-sama, apa yang.."
"Kau menangkap manusia dan bermain-main dengan mereka.."
"Itu.. itu demi mencari informasi tentang Face.." ucap Kyouka.
"Kau terlalu menyukai manusia.."
"Itu tidak benar.."
Batsss!!!! cengkraman rantai itu semakin bertambah kuat,
"Ukhhh!!!" erang Kyouka.
"Mard Geer melihat itu sebagai sesuatu yang menjijikan, melihat salah seorang bawahannya bermain-main dengan mahluk yang lebih rendah dari serangga.." ucap Mard Geer. "Anggap saja ini sebagai hukuman untukmu. BUkan karena telah bermain-main dengan manusia, namun karena telah membuat Mard Geer merasa jijik.."
Dengan masih menahan rasa sakit Kyouka berkata, "Aku mengerti, terimakasih atas penjelasannya.."
Mard Geer masih tetap duduk.. "Manusia.. Dilihat secara keseluruhan, mereka bukanlah masalah.. namun tetap aku tak mau mereka mengotori tamanku.. mungkin aku harus menggunakan Alergia.."
Kembali ke kubus Tartaros, di salah satu lantainya, tampak natsu dan Lucy yang baru saja berhasil mengalahkan Franmalth. Kini mereka berdua pergi untuk mencari Mira.
Natsu dan Lucy berjalan menelusuri lorong. Di sana Lucy malah teringat dengan Gray, yang sebelumnya bertarung melawan musuh di lorong yang mirip. Lucy tak merasa khawatir dan yakin kalau Gray akan bisa menangani lawanya.
"Gray harusnya bisa menahan musuh yang dilawannya.."
Natsu berusaha untuk mengendus bau Mira dengan penciuman naganya. "Kurasa Mira ada di suatu tempat di laintai ini.." ucap Natsu.
Saat itulah, suatu suara tiba-tiba saja terdengar dalam pikiran Natsu dan Lucy, "Apa kalian bisa mendengarku?"
"Wallen!?" ucap Lucy kaget. Ya, itu adalah Wallen, yang berkomunikasi dengan mereka menggunakan sihirnya.
Fairy Tail Chapter 382 - Alegria
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Bikin takut saja.." ucap Happy, yang meski sudah tak bersama dengan Natsu dan Lucy lagi namun ia juga mendengarnya.
"Aku bisa mendengarmu, apa yang terjadi!?"
Wallen pun menjelaskan semuanya, "Mira baik-baik saja, dia ada bersama kami.." ucapnya. Dan memang benar, tampak Mira sudah berada di sisi rekan-rekan Fairy Tail lainnya.
"Maaf sudah membuat kalian semua cemas.." ucap Mira.
"Elfman dan Lisanna juga ada di sini.."
"Ooh!!" Natsu merasa lega.
"Syukurlah.." ucap Lucy.
"Hei Wallen, bisakah kau membuatnya supaya yang ada di sana mendengar ini?" ada hal ingin Lucy katakan pada semuanya.
"Yah, tunggu sebentar ya.." ucap Wallen.
"Baik, sekarang katakanlah.."
"Ehm.." Lucy pun mengatakannya, "Wendy dan Carla telah berhasil menghentikan Face, kita telah menggagalkan rencana musuh.."
Mendengar hal itu, orang-orang Fairy Tail merasa senang. "Kita berhasil!!" teriak memereka "Yosh!!!"
Selain itu, ada hal lain yang ingin Happy sampaikan. "Apa master bisa mendengar percakapan ini juga?"
"Happy? tunggu sebentar.." Wallen menyambungkannya supaya bisa didengar oleh Makalov dan yang lainnya.
"Kami bertemu dengan jiwa Hades.." jelas Happy.
"Jiwa??"
"Apa maksudnya??"
"Dia bilang kalau ini belum berakhir meskipun Face sudah berhasil dihancurkan.. dia meminta supaya master melepas cahayanya.."
"Cahaya!?" Makalov kaget. Ia sadar kalau maksudnya pasti cahaya yang itu, tidak salah lagi, ya.. "Lumen Histoire.."
"Apa maksudnya!!!???"
"Jangan berteriak.." kuping Wallen sampai sakit.
"Aku juga tidak tahu.." ucap Happy.
Degg!!!! kepala Wallen tiba-tiba saja terasa sakit. "Wallen!?"
"Gyaaaaahhh!!!"
"Wallen, ada apa!?"
"Tahan!!"
Bersamaan itu, muncul suara yang sangat bising. "Suara bising apa ini!?"
"Wallen!!"
Ternyata hal itu akibat ulah raja iblis. Mard Geer meretas jaringan komunikasi sihir Wallen. Ada hal yang ingin ia katakan pada manusia-manusia Fairy Tail. "Guild penyihir, Fairy Tail.. benar?"
"Siapa kau, hah!?" bentak Elfman.
"Sang raja iblis, Mard Geer.." ucap Mard Geer. "Tapi yah, kalian tak perlu mengingatnya, karena tak lama lagi kalian akan lenyap.." lanjutnya sebelum kemudian ia merentangkan tangan kanan dan berkata... "Alegria.."
Bersamaan dengan itu, hal aneh tiba-tiba saja terjadi pada kubus Tartaros. Wilayah mirip planet berbentuk kotak yang lumayan luas itu berubah bentuk menjadi kacau dan seolah hendak menghisap semua yang ada di sisinya..
"Apa!? Tanahnya tiba-tiba saja.."
"Ini buruk!! lantai gravitasinya menghilang!!"
"Kita akan jatuh!!"
"Berpegangan pada sesuatu!!"
"Seseorang, selamatkan tim Laxus!!" ucap Gray. Tak hanya di sisi Wallen yang lainnya, bahkan mereka yang sedang bertarung pun mengalami hal itu.
"Apa yang terjadi!?" ucap Gray kaget.
"Tubuhku.. dihisap oleh sesuatu.."
"Temboknya.." Lucy juga mengalaminya.
"Menyeramkan.." ucap Natsu.
"Gyaaaa!!!" lantai tiba-tiba saja terbelah dan mereka pun terjatuh ke dalamnya.
"Uwaaaa!!!"
"Apa ini!? aku terhisap!!"
"Lucy!!!"
"Natsu!!"
"Uwaaa!!!" Lucy tak mampu meraih tangan Natsu dan akhirnya terpisah.
"Benda apa ini!?" orang-orang terhisap, termasuk Erza.
"Aku tak akan membiarkanmu lolos, Erza!!!" bentak Minerva.
"Kau.."
"Jangan sampai terpisah!!" ucap Elfman.
"Ya.."
"Tubuhku tenggelam.." teriak Happy.
"Seseorang, tolong aku!!"
Kembali ke sisi Kyouka, dengan setengah penutup kepala yang sudah pecah, ia berkata pada raja, "Mard Geer-sama, kalau kau melakukannya tentara guild kita juga akan.."
"Berkarat?" lanjut Mard Geer.
"Yah, ini adalah pengorbanan.." ucapnya.
Kembali ke sisi Minerva, ia malah kesal. "Tartaros sialan!! Kembalikan Erza!! Dia itu mangsaku!!" bentaknya.
"Sial!!!" Natsu berusaha untuk meronta namun tubuhnya terus dihisap.
"Mati dan hidup, keputusasaan dan harapan, sungguh mahluk yang menyedihkan.. kubus itu sendiri sudah seperti penjara raksasa.." ucap Mard Geer. "Di dalam Plutogrim.."
Kubus itu ternyata bukanlah benda mati, melainkan sesosok monster mengerikan berukuran raksasa, monster yang menelan semua mahluk di sekitar tubuhnya, Plutogrim.
Di suatu ruangan, tampak Silver yang hanya duduk diam tidak bertarung sedang memandangi ke arah proses Alegria...
"Alegria, menjadikannya sebagai bagian darinya.. laki-laki itu menggunakan jurus yang sangat membosankan.." ucapnya. "Kemungkinan kami tak akan pernah bertemu lagi.."
"!!" kemudian perasaan aneh terlintas.
"Hm!? sihir ini.."
Mard Geer juga bisa merasakannya, energi sihir yang masih terasa. "Kelihatannya ada satu orang yang lolos dari Alegria.." ucapnya.
Dan benar sekali, ada satu penyihir Fairy Tail yang lolos dari hisapan maut Alegria, yaitu Lucy. Lucy terjatuh di sebuah tempat dengan selamat..
"Ukhh..." hanya sedikit kesakitan.
"Apa ini!? Apa yang terjadi!??" Lucy melihat2 sekitar. Sementara di sisinya, tampak Mard Geer masih tenang-tenang saja.
"Hanya ada satu peluang dari semilyar kemungkinan.. apa dia itu orang yang beruntung? Atau sedang bernasib sial? bagaimanapun ia akan tertinggal sendiri di dalam neraka.." ucapnya.




















Tidak ada komentar:
Posting Komentar