
"Rencana jahat kalian akan berakhir di sini.." ucap Natsu. Dan kelihatannya, pertarungan yang hebat memang akan segera mengakhiri ini semua.
Natsu begitu bersemangat untuk menghadapi mereka. Sementara Gray, ia malah penasaran dengan salah seorangdari empat iblis itu, Silver.
"Kau.." Gray merasa kalau dia mengenalnya. Namun, ia terus menoba untuk menganggap kalau ingatannya itu salah. "Tidak, ini tidak mungkin.." ucapnya.

"Dia orang yang membekukan desa matahari.." ucap Natsu.
"Hmm, baunya mengingatkanku padamu.." ucap Gajeel.
"Parfumnya sama dengan Gray-sama!?"
Fairy Tail Chapter 387 - Ayah dan Anak
Penulis : Admin
Penulis : Admin
Dalam hati Gray masih terus bertanya-tanya. Hingga kemudian, tiba-tiba saja Silver memulai serangan, dan targetnya adalah Gray.
"Gray!!" teriak Lucy yang berada tak jauh dari tempat itu.
Silver melesat dan berhenti tepat di hadapan Gray, "Dia akan kudapatkan.." ucapnya dan lalu meraih tubuh Gray, kemudian menghilang bersama-sama.

"Gray-sama!!!" teriak Juvia.
"Mereka menghilang!!"
Serangan Tartaros belum berakhir. Berikutnya, giliran Tempesta yang melanjutkan serangan. Ia menggunakan mulutnya untuk meniup udara, dan seketika terciptalah angin topan yang menyerang penyihir Fairy Tail.
"Kyaaa!!" Juvia dan Lucy terbawa arus. Namun, Gajeel sama sekali tak mempan. "Serangan itu tak akan berguna pada besi!!" ucapnya dan batss!!
Tinju Gajeel yang ia arahkan ke Tempesta ditahan oleh tangan kuat Torafusa.

Keith pun melesat, bersiap untuk masuk ke dalam jalannya pertarungan. Natsu menendangnya, namun tubuhnya berubah menjadi partikel seukuran pasir dan tetap bergerak lincah. Bahkan ketka Juvia menyerang dengan serangan air bertubi-tubinya, Keith mampu meliuk-liuk dan menghindari itu semua.
"Apa-apaan itu!?" Gajeel kaget. Ia lengah. Fokusnya pada Keith membuat Torafusa dengan mudah menyerangnya.
Begitu pula dengan Juvia, Keith semakin dekat dan akhirnya sampai untuk menyerangnya.

"Gajeel!! Juvia!!" teriak Natsu. Namun, ia pun tak luput dari serangan. Tempesta menyengatnya dengan sambaran elemen semacam listrik.
"Gaaaahh!!" Natsu pun terjatuh bagai sambaran petir.
Dari tempat yang tak begitu jauh, Lucy yang sudah kehabisan tenaga hanya bisa mengkhawatirkan rekan-rekannya. "Semuanya.."
"Tidak apa-apa!!" ucap Natsu.

Dan memang, tak perlu waktu lama, tiga penyihir Fairy Tail itu kembali berdiri dan berlari. "Ayo!!" teriak Natsu.
"Yah!!" mereka bertiga berlari menuju ketiga iblis Tartaros itu.
"Kemana kau akan membawa Gray-sama!?" Juvia bahkan masih kesal.
"Datanglah.." tempesta dan yang lainnya juga bersiap.
"Ini belum berakhir.." ucap Keith.

Di sisi lain sisa-sisa reruntuhan itu, tampak Lily yang berjalan seorang diri. Lily terus berjalan sendirian, sampai akhirnya ia bertemu dengan Happy. "Happy, apa kau baik-baik saja? Aku kehilangan Gajeel dan.."
"Gyaaaa!!!" Lily kaget. Saat ia mendekat, tampak Happy dengan mimik yang menyeramkan, dan dengan sebongkah jamur tumbuh di atas kepalanya.

Dengan tatapan yang murung Happy lalu berkata, "Kupikir setelah bebas dari dinding itu, aku sudah selamat, tapi kemudian.. aku melihat ini.."
Lily bisa mengerti. "Be-begitu ya.."
Happy sedih. "Bagaimana kalau Carla membenciku?"
"Mungkin.. tapi tergantung bagaimana kau melihatnya, tampaknya tidak terlalu buruk kok.." ucap Lily.

Sejenak Lily berpikir, kemudian menarik paksa jamur yang ada di atas kepala Happy itu. Namun, jamur itu begitu kuat, dan malah Happy yang menjerit kesakitan, "Sakit, Sakit, Sakit!!!"
"Oke.." Lily melepasnya.
"Tidak ada gunanya.." ucapnya.
"Gehehe.." ternyata jamur itu hidup. "Karena inti neraka meledak, aku jadi tak bisa hidup lagi seperti biasanya. Tapi berkat kekuatan mantra, aku mampu membuat orang-orang menghisapku.." pikirnya, .

Di sisi lain kota, tempat serpihan kotak raksasa itu berhamburan, tampak penyihir-penyihir Fairy Tail lainnya yang juga selamat.
"Benda kotak itu hancur begitu saja.." ucap Kana.
"Dimana kita?" beberapa masih tak tahu mereka ada di mana.
"Mungkin sebelah selatan Magnolia.."
"Ngomong-ngomong, Master dimana?"
"Dia bilang dia kembali ke Guild sebentar.."
"Tapi bukannya Guild juga sudah hancur??"

Tampak Makalov berjalan menelusuri kota menuju sisa-sisa guild. Di sepanjang perjalanan, ia melihat keadaan yang benar-benar parah. "Sungguh pemandangan yang buruk.." ucapnya dalam hati.
"Bahkan gereja Cardia, simbol dari kota ini.."
Tampak Gereja cardia telah hancur akibat serangan sebelumnya. Dan lebih dari itu, ada hal lain yang lebih mengganggu Makalov.
"Kata-kata yang ditinggalkan oleh Master kedua, ini masih belum berakhir.."

"Kita dimana!?" Wendy dan Carla juga sudah sadarkan diri.
"Wendy!!" Carla yang sudah sadar terlebih dahulu senang.
Wendy kaget, "Eh!? Bukannya kita meledak!? Dan Face!! Bagaimana dengan Face!?"
"Berkat dirimu, benda itu telah berhenti bergerak.." ucap Doranbolt, yang duduk hanya beberapa meter dari mereka.
"Doranbolt-san!?"
"Dia menyelamatkan kita tepat di saat ledakan itu terjadi.." ucap carla.

"Itu berkat Hair's Breadth.." ucap Doranbolt.
"Kalau begitu, Carla.."
"Wendy.."
"Kita masih hidup!!" ucap senang mereka berdua. Mereka senang. "Ya!!" dan berterimakasih pada Doranbolt, "Terimakasih, Doranbolt-san.." ucap Wendy.
"Tidak.." ucap Doranbolt. "Hmm, bagaimana yah, sebenarnya sulit untuk memberitahumu, tapi.. ini belum berakhir.." lanjutnya.
"Eh?" firasat Wendy kembali memburuk.

Kembali ke sisi Happy, jamur di kepalanya tampak sedang bingung. "Kata-kata raja Hades menggangguku.." pikirnya.
"Project Face berjalan sesuai dengan rencana.." ucap raja hades waktu itu. Padahal, saat itu Face telah dihentikan oleh Wendy.
"Hmm.." jamur yang tak lain ada sisa-sisa Franmalth itu terus berpikir, berpikir, hingga akhirnya ia sadar. "Ah!! Alasan kesalahan prediksi tentang lokasi Face adalah.. karena Face masih ada!?"
"Ada lebih dari satu face!!"

Penjelasan Doranbolt melenyapkan seketika kebahagian yang baru saja Wendy dan Carla rasakan. carla membawa Wendy terbang, dan dari langit mereka bisa melihat pemandangan yang begitu mengerikan. Face tumbuh dimana-mana.
"Ini cuma.." Wendy berusaha untuk tidak mempercayai apa yang sedang dilihatnya.

Namun, hal itu memang benar. "Kami sudah mendeteksi 20 lokasi Face.." ucap Doranbolt. Sementara di sisi Hades, tampak ia telah kembali dan berkata, "Inilah tampang dari meriam beraliran sihir seukuran benua.."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar