
"Kenapa kalian ada di sini?" Erza kaget.
"Bukannya kau yang mengirimkan pesan pada kami, Erza-san?" sahut Sting.
"Eh?" Erza lupa.
Erza lalu ingat kalau waktu itu ia memang sempat membahasnya dengan Makalov.
"Minerva masuk ke guild kegelapan?"
"Ya, aku akan mengirimkan pesan kepada Sting.." ucap Erza waktu itu.
"Aku ingat sekarang.." pikirnya.
"Ngomong-ngomong, Erza-san, tulisanmu di pesan agak.." Lector tak enak untuk mengatakannya. Tapi dengan nada yang sangat tenang, Fro melanjutkan, "jelek.."
"Uh?"
"Karena itu, kami butuh waktu yang lama untuk membacanya.." ucap Rogue.

"Tuan putri," Sting melihat ke arah Minerva, lalu memintanya, "Kembalilah ke guild.." dan mendengar itu Minerva tak bisa berkata apa-apa. Dia terharu. Sementara tak jauh dari mereka, Hades yang juga mendengarnya malah ragu.
"Kembali ke guild? Dunia sihir akan tamat, tapi tak apalah, aku tak akan membunuhmu.." ucap Hades.

"Bukankah Face sudah hancur!?" Erza masih merasa kalau dunia ini masih aman. Lalu Hades berkata, "Face yang hancur.. hanya satu, kan?"
Dan seketika itu pula Erza kaget dan mengerti keadaan.
"Erza-san, dalam perjalanan kemari, kami melihat banyak patung aneh.." ucap Sting.
"Jika itu Face, maka jumlahnya ada banyak sekali.." lanjut Rogue.
"Apa!?"
"Satu jam.." ucap Hades. "Dalam satu jam, seluruh Face akan aktif. Ada sekitar tiga ratus bom sihir.. yang akan menghanguskan semua sihir di dunia ini.."

"Mustahil!!" Erza berusaha untuk tidak percaya.
"Apa maksudmu!?" Sting juga kaget. Ia tak menyangka kalau keadaannya akan seburuk itu.
"Semua sihir akan lenyap dari muka Bumi ini!?"
"Fro tak akan bisa terbang lagi??"
"Heh.." Minerva malah mengusap air matanya dan memasang senyuman kecil. "Omong kosong, Face tak akan terkontrol.." ucapnya. "Mustahil untuk mengaktifkan semuanya dalam waktu bersamaan.."
Fairy Tail Chapter 389 - Duo Naga vs Raja Hades
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Kalau tak salah, ketua dewan harusnya punya akses untuk mengendalikan bom itu.." ucap Hades.
"Orang itu sudah mati.." ucap Minerva.
"Guild kami punya seorang Necromancer.." ucap Hades. "Dia mengendalikan mayat ketua dewan dan membiatnya mengaktifkan Face dari ruang kendali.."
"Hal seperti itu.."
"Erza-san, pergilah.." ucap Sting. "Pergilah untuk menghentikan Face.."
"Masalah di sini, serahkan saja pada kami.." lanjut Rogue.

"Tapi.."
"Lecter, Frosch, jaga tuan putri baik-baik.. klami akan baik-baik saja tanpa kalian.." ucap Sting lagi.
"Kami akan mengalahkannya.." lanjut Rogue.
"Huh, ada beberapa manusia yang menarik.." ucap raja Hades.
"Apa kalian pikir manusia bisa menghentikan raja Hades?"
"Kami bisa!!!" Sting dan Rogue langsung maju menyerang.

"Heh?" Sting memukul namun dengan tenang Hades mampu menghindarinya. Begitu pula dengan beberapa serangan berikutnya, Hades selelalu bisa menghindarinya. Dan saat Rogue dan Sting menyerang secara bersamaan, ia mampu menahannya.
"Sekarang, Erza!!" ucap Rogue.
"Dia kuat sekali!! Hati-hati!!" Erza pun pergi sambil membawa Minerva.
"Dia tidak ada apa-apanya dibanding Natsu-san!!" ucap Sting.
"Hancurkan Face!!" ucap Rogue.
"Sting, Rogue.."
"Fro juga mau bertarung.."
"Jangan bodoh, kita akan pergi dengan Erza-san!!"

"Aku percaya dengan Sting-kun.." ucap Lector.
"Fro juga.." sahut Frosch.
Whusss!!! Hades mementalkan tubuh Rogue dan Sting sekaligus. Namun mereka tak berhenti, seketika saat mendarat Sting langsung menyerang, "Raungan naga putih!!!"
Namun sayang, hanya dengan seujung jari hades mampu membelokan serangan itu.

Cepat sekali Rogue kini sudah berada di belakang Hades, lalu melanjutkan serangan dengan kemampuan bayangannya, "Tebasan naga bayangan!!!"
Batsss!!! Lagi-lagi, hades mampu menahan dan bahkan mementalkan serangan Rogue.
Untuk kedua kalinya Sting dan Rogue terjatuh. Dan kali ini, Hades yang menggunakan kekuatannya. Ia menggerakan dua jarinya, lalu muncullah ledakanbesar bermotif mematikan.

Ledakan berakhir, dan sekeliling tempat itu tampak semakin berantakan. "Aku tidak suka, kalau manusia lemah yang menggunakan sihir pembasmi naga.." ucap Hades.
"Yah, aku juga tidak suka.." ucap Sting. Ia dan Rogue ternyata masih mampu bertahan. "Aku tidak suka.. kalau kau menyakiti teman kami.."

Di sisi Gray, ia kaget saat mendengar perkataan Silver. "Tiga ribu Face!? Dewan itu membuat senjata dari neraka, ya.."
"Jadi.. kau membawaku kemari hanya untuk mengatakan itu?"
"Tidak.." ucap Silver. "Tadinya kuharap aku bisa melihat keputusasaan di wajahmu.."
"Sayangnya itu tak berhasil.." ucap Gray. Dan memang, tidak tampak ada tanda-tanda putus asa di wajah Gray. Meski dengan kondisi yang buruk ini, ia masih bisa tersenyum.0

"Sayang sekali ya, sepertinya membunuhmu akan membosankan.." ucap Silver.
"Kau tahu aku, kan?"
"Yah, sangat tahu.."
"Aku juga tahu wajahmu, suramu.." ucap Gray. "Aku tahu itu, tapi kau orang yang berbeda.. siapa kau sebenarnya!?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar