"Majulah, bayangan Ull!!" ucap Silver santai sambil menghindari seluruh serangan Gray. Ia bahkan mampu membalikan serangan Gray. Serangan balik pertama bisa Gray hindari, namun yang kedua Silver mampu mementalkan tubuh Gray.

Gray terpental jauh hingga hampir jatuh ke tebing yang sangat dalam. Untungnya, ia masih bisa menciptakan pijakan es dan melompat kembali ke pertarungan.
Dari tempatnya hampir jatuh itu, Gray melompat-lompat sambil kembali menciptakan sihir es. "Ice Make, Cold Excalibur!!!"
Gray menebas Silver dengan pedang es Cold Excalibur.

Serangan yang tampak begitu kuat. Namun lagi-lagi, mudah saja bagi Silver untuk menahannya. Silver menahan pedang itu dengan kedua telapak tangannya, tertawa, "Hahaha!!!!" kemudian memakannya dengan rakus.
Gray kaget, pedangnya dimakan habis oleh lawannya.
"Fufufu.." Silver kembali tertawa. "Melawan penyihir pembasmi, sihir yang sama tak akan mempan!!" ucapnya.

"Ull hanya menggunakan es, itulah kenapa aku menguasai sihir pembasmi iblis yang tahan terhadap es.." ucap Silver.
Fairy Tail Chapter 391 - Gray vs Silver
Penulis : Admin
Penulis : Admin
Beralih ke pertarungan lainnya, tampak Juvia masih berhadapan dengan Keith. Juvia mengkhawatirkan Gray, sementara Keith sangat yakin dengan kemampuan Silver.
"Kekuatannya telah diakui oleh raja Hades dan dia menjadi Kyuukimon.." ucap Keith.

"Kenapa penyihir yang bisa membasmi iblis malah bergabung dengan guild iblis!?"
"Mungkin itu akibat hasutan raja Hades, atau dia hanya ingin dimanfaatkan oleh kami.." jelas Keith. "Tapi apapun itu, dia telah diterima oleh raja Hades.."
Shaaaattt!!!! beberapa es tajam Silver melukai tubuh Gray.

"Bagus!! Bagus!!" ucap Silver senang. Ekspresi kesakitanmu itu!! Setelah aku membunuhmu, selanjutnya tinggal giliran Lyon!! Dan setelah itu, aku akan membunuh semua temanmu satu per satu!!"
"Berhentilah mengoceh tak jelas dengan menggunakan tubuh dan suara ayahku!!!" Gray mampu bertahan dan kembali menyerang, kali ini dengan hantaman palu es. "Ice Impact!!"
"Itu tak akan berhasil!!" lagi-lagi Silver memakannya.

Silver lalu membalas dengan semburan es, "Rasakan itu, kemarahan Es Iblis!!!"
Gray terseret jauh sementara Silver terus tertawa, "Hahaha!!"
Gray jadi teringat dengan tawa ayahnya dulu, tapi dulu.. ayahnya tertawa saat memberi nasihat padanya. "Hahaha, jadilah kuat, Gray.." ucap ayah Gray waktu itu.
Semakin mengingatnya, Gray menjadi semakin marah. "Kau akan kukalahkan dengan tanganku sendiri, bagaimanapun caranya.." ucap Gray.

"Es tidak mempan padaku, kemungkinanmu menang cuma nol persen.." ucap Silver.
"Ice Make, Cannon!!!" kali ini Gray menciptakan meriam es.
"Bodoh seka.."
"!!" Silver kaget. Plakk!!! satu peluru meriam itu menghantam kepala Silver. "Reruntuhan!? Jadi kau membuat senjata dari es dan menggunakan benda-benda bukan es sebagai pelurunya??"
"Rasakan ini!!!" Gray terus menghujami Silver dengan serangan peluru kerikil reruntuhan.
"Boleh juga.." Silver menahannya dengan kekuatan fisik.

"Namun..." Silver masih tampak tenang-tenang saja. Lalu dengan kekuatan esnya yang massive, Silver melapisi seluruh tempat itu dengan es, sama seperti yang ia lakukan di desa matahari.
"Apa.." Gray kaget.
"Sekarang semuanya sudah tertutup dengan es.." ucap Silver. "Hahahaha, sekarang kau tak akan bisa menggunakan objek selain es lagi.."
"Heh.." bukannya takut Gray malah tersenyum. "Kau telah menggali kuburanmu sendiri, tahu.." ucapnya.
"Eh?" Silver kaget.

"Ini adalah sihir yang sama dengan sihir yang menutupi desa matahari dengan es.." Gray menaruh telapak tangannya di lantai es. "Aku bisa menyerap es ini lalu membuatnya kembali dengan bentuk yang kuinginkan.."
"Apa?"
"Aku sudah tahu, kalau penyihir pembasmi tak bisa dikalahkan dengan memakai sihir yang sama dengan sihir mereka, tapi ada satu pengecualian.."
Gray teringat degan Natsu. Waktu itu Natsu pernahbilang, "Aku tak bisa memakan apiku sendiri, apa kau bodoh?"
"Kau akan lenyap!!!!!" Gray menyerang dengan tembakan es.

Tembakan Gray begitu kuat, dan Silver tak mampu memakannya. Namun, tubuh Silver sangat tangguh, cukup kuat untuk menahan serangan itu.
"Memang benar.. aku tak bisa memakan sihirku sendiri, tapi.. tetap saja es tak akan mempan padaku.." ucap Silver.
Silver mulai serius, "Apa kau sudah lupa dengan ketakutan yang kau rasakan saat kau berada di depan Deliola?" ucapnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar