Sementara di pertarungan antara Gajeel melawan Torafusa, pertarungan juga berlangsung dengan sangat sengit.

"Tak kusangka manusia itu lumayan kuat juga.." ucap Torafusa.
"Kau juga hiu yang tangguh.." ucap Gajeel.
Lucy mengkhawatirkan mereka.
"Natsu dan Gajeel kesulitan.. bagaimana dengan Juvia.."
Juvia masih bertarung melawan Keith. Dan ia sudah tak bisa mendengarkan suara Silver lagi. "Ayahnya Gray!! Apa anda masih bisa mendengarku!? Aku tak bisa mendengarnya lagi.. apa aku harus melakukanya!?"
"Apa benar ini demi kebaikan Gray-sama?"
Fairy Tail Chapter 394 - Juvia vs Keith
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Aku tahu kalau Silver ingin mengkhianati kami." ucap Keith. "Dia menjadi kuat dan menguasasi sihir es pembasmi iblis. Dia ingin balas dendam pada kami. Tapi itu bukan masalah. Aku menyadari kalau dendam dan tekadnya itulah yang terus membuatnya hidup. Dia adalah boneka yang sangat menarik.."
"Kenapa kau kejam sekali!?" Juvia tak habis pikir.

"Ayah dan anak, yang mati dan yang masih hidup akan saling membunuh satu sama lain.." Keith sama sekali tak peduli, asalkan eksperimennya berjalan dengan lancar. "Ini adalah ceritaku, cerita untuk menciptakan tubuh mati yang lebih sempurna.."
"Kau pikir manusia itu apa!?" Juvia makin kesal.
"Alat untuk eksperimen.. alat yang sangat menarik.." ucap Keith.
"Manusia tak akan berbuat semaumu!!" Juvia menyerang dengan hantaman air.
"Aku bisa membuat mereka melakukannya!!" Keith menghindarinya.

"Selanjutnya aku akan membunuhmu, lalu menggunakan tubuhmu untuk membunuh teman-temanmu!!"
"Aku tak akan membiarkanmu melakukannya!!"
"Kalau begitu coba bunuh aku.." Keith menangkap tubuh Juvia.
"Tapi saat yang mengendalikannya mati, Silver juga akan.."

"Juvia!!" teriak Lucy. Tapi tiba-tiba, sesosok tengkorok muncul dan mencengkram tubuh Lucy. Lucy kaget, "Apa ini!?"
"Lucy!!" teriak Natsu.
"Ini adalah kota mayat. Bagi Keith, di sini sudah seperti kotak hartaya.." ucap Torafusa.
"Sial!!" Gajeel dan Natsu ingin menolong tapi mereka juga sedang kesulitan.
Kembali ke Juvia, Keith masih mencengkramnya. "Kenapa? Apa kau ingin menghapus hantu dari ayah anak itu? Apa kau mau memotong ikatan antara ayah dan anak?"
"Aku.. aku tak bisa melakukannya.." Juvia menangis.

"Itulah kenapa manusia sangat bodoh.."
"Juvia!!"
"Manusia itu buruk!! Kumpulan ego!!"
Bhrasttt!!!!!! Keith mencengkram Juvia hingga hancur. Lucy dan yang lainnya kaget.
"Tidak mungkin.."
"Juvia.."
"Ini.."
"Ukhh!!!!" tak lama kemudian Keith tiba-tiba saja kesakitan. Sesuatu mengamuk di dalam dirinya. Juvia yang hancur menjadi air masuk dan mengamuk dalam tubuh Keith.
"Dia masuk.."
"ke dalam tubuh musuh!?"

"Aku memang tak bisa melakukannya.." ucap Juvia. "Hubungan antara dua manusia memang tak bisa diputus begitu saja!!"
"Dia menjadi air!? Bagaimana mungkin aku terjatuh ke dalam jebakan sihir manusia!?"
"Perasaan Gray-sama dan ayahnya.. meskipun secara fisik sudah tak ada, tapi perasaan itu akan terus terhubung di dalam hati mereka!! Aku percaya dengan kekuatan cinta dalam hati manusia!!"
Juvia terus menyerang dari dalam hingga tubuh Keith benar-benar hancur.

"Keith.. dikalahkan!?" Torafusa kaget.
"Maafkan aku, Gray-sama.. maafkan aku.. maafkan aku.." ucap Juvia dalam hati. Tapi kemudian, ia kembali mendengarkan suara Silver yang berkata, "Tak apa, terimakasih.."
"Ayah!?"
"Berkatmu akhirnya aku bisa pergi ke surga.. dan Face juga akan bisa dihentikan.."
"Juvia.."
"Jangan mengatakan apa-apa lagi, selanjutnya kutitipkan Gray padamu.." ucap Silver pada Juvia untuk terakhir kalinya.
"Ya.."

Gray kini berdiri sendiri, menatap debu cahaya ayahnya yang perlahan menuju negeri keabadian.
"Ayah.. istirahatlah dengan tenang di sana.."
"Kuserahkan sisanya padamu.." ucap Silver dari sana. "Alasan aku mempelajari sihir es pembasmi iblis adalah karena END adalah iblis api.. kekuatan ini.. akan beralih dari ayah ke anaknya.."
Gray mewarisi kekuatan ayahnya.
"Sebagai es pembasmi iblis, aku akan megalahkan END!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar