Gajeel : "Apa yang kau lakukan, hah!?"
Natsu : "Ayolah, tadi aku memukulmu pelan!!"
Gajeel : "Aku tahu, makanya aku tak merasa sakit sama sekali!!"
Natsu : "Yah!! Aku juga merasa seperti dipukul anak kecil!!"
Lucy : "Hei hei, bisakakah kalian bertarung dengan serius?"

"Cinta antar rival.." ucap Juvia, yang masih rebah tak berdaya setelah melewati pertarungan melelahkan melawan Keith tadi.
"Kau juga.. jangan bicara kalau sedang tidur.." ucap Lucy.
"Akulah yang akan menang!!" ucap Natsu. Ia dan Gajeel masih saja berdebat.
"Mana mungkin, akulah yang akan mengalahkannya pertama!!"
"Kamilah yang akan menang." ucap Torafusa.
"!?"

Torafusa yang sudah berubah ke wujud monster hiu itu bersiap dengan mantra khusus miliknya. "Kuundang kalian, masuk ke dalam samudra terdalam Hades..."
"Tenchi Kaimei!!!" Torafusa membanjiri daratan dengan air yang jumlahnya sangat massive. Begitu banyak, air gelap berwarna hitam muncul entah dari mana.

Tak hanya Natsu dan yang lainnya yang tenggelam, orang-orang dikejauhan juga ikut tersapu oleh air tersebut, termasuk orang-orang Fairy Tail di tempat lain.
"Apa-apaan air hitam ini!?"
"Lari!!! Uwaaa!!"
"Darimana datangnya air hitam ini!?" ucap Levy kaget, sebelum akhirnya ia juga ikut terseret oleh air hitam tersebut. Levy tenggelam. Tapi sekilas, ia merasakan sesuatu. "Tadi itu.. Suara Gajeel?"
Fairy Tail Chapter 396 - Udara
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Seberapa banyak sihir air yang ia gunakan ini!?" pikir Gajeel.
"Aku kehabisan nafas.." pikir Lucy.
Whusss!!! di dalam sana, Torafusa mampu melesat-lesat dengan cepat layaknya hiu yang hidupnya memang di laut. Berbanding terbalik, Natsu dan Gajeel jadi kesulitan. Terlebih, di sana Natsu tak bisa mengeluarkan apinya. "Apiku tak mau keluar!!"

Batss!!! Torafusa menghantam sekaligus tubuh Natsu dan Gajeel. Cepat sekali. "Bagaimana bisa ia secepat itu di dalam air!?" pikir Gajeel bingung.
"Yang satunya hanya diam tanpa melakukan apa-apa? Mereka mempermainkan kami!!" ucap Gajeel dalam hati. Dan memang benar, sementara Torafusa bertarung Tempesta hanya duduk di dasar seperti orang bertapa.
"Salamander!! urus para gadis dan cari jalan keluar!!" teriak Gajeel ke arah Natsu. Tapi mengejutkan, tampak tubuh Natsu lemas dan tak bergerak. "Hei, Salamander.."
Dan ternyata tak hanya Natsu, namun Juvia dan Lucy juga tampak sudah pingsan. "Juvia.. Lucy.." hanya Gajeel yang masih tersisa.

"Kelihatannya mereka sudah terlalu banyak menghisap air hitam kegelapan ini.." ucap Torafusa. "Air ini adalah racun, yang bisa membunuh seseorang hanya dalam lima menit. Yah, lagipula di dalam air, manusia tak akan bisa menahan nafas selama itu.."
Gajeel pun menyumbat mulutnya dengan besi supaya tidak kemasukan air itu. "Aku harus menghajarnya sebelum terlambat!!" pikirnya.
"Kau tak akan bisa kabur!! Aku sudah membanjiri seluruh wilayah ini!!" Torafusa menghindari serangan Gajeel.
"Dia cepat!!" pikir Gajeel.

"Deep Impact!!!" Torafusa bahkan balas menyerang, menghantam tubuh Gajeel hingga terjatuh dan membuat lantai bawah remuk.
"Pergilah ke locker Davy Jones di dasar lautan sana!!" teriak Torafusa.
Gajeel mencoba untuk bangkit kembali dan berpikir, "Satu-satunya cara untuk melampaui kecepatannya di dalam air.."
"Dengan bayangan!!" Gajeel melesat dengan kekuatan bayangan.

"Tetsuryuuken!!" Gajeel memukul dengan tinju naga besi bayangan, namun Tprafusa masih terlalu cepat dan mampu membalasnya. Lagi-lagi Gajeel terental.
"Monster macam apa dia itu!?"
"Inilah kekuatan Tartaros!!"
Bruakkkkk!!!!! Torafusa memukul tepat tubuh bagian depan Gajeel.

Gajeel benar-benar kewalahan. Terlebih, makin lama nafasnya makin berkurang. "Aku tak bisa.. bernafas.."
Gajeel benar-benar lemas.
"Aku juga tak bisa.. bergerak.."
"Kalau saja ada udara.. aku pasti bisa mengalahkannya.."
"Sial.. semuanya mulai gelap.. apa-apaan kegelapan ini... apa aku akan mati.."
Lalu tiba-tiba, ia melihat secerca cahaya.
"Cahaya?"
"Aku tak butuh itu, aku butuh udara, beri aku udara!!"
Saat itulah, seseorang tiba-tiba saja muncul dan memberinya nafas buatan. Levy.

"Levy!!??" Gajeel kaget. "Udara.." akhirnya Gajeel bisa mendapat sedikit udara. Meski dalam hati, Gajeel terus bertanya-tanya, "Apa yang kau lakukan di sini!?"
Setelah memberi nafas buatan, Levy pingsan. Torafusa yang tahu itupun langsung melesat menuju ke arah Levy, "Darimana kau muncul, hah!?"
"Jauhkan tanganmu darinya!!" Gajeel lebih cepat dan menghantam tubuh Torafusa sebelum monster itu sempat menyentuh Levy.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar