"Bertahanlah hei, Levy!!" Gajeel berusaha untuk membangunkan Levy. Dan akhirnya meski sudah hampir benar-benar kehabisan udara, Levy membuka matanya. Dan segera setelahnya, Gajeel meminta lagi, "Tadi kau memberiku udara, kan? Cepat berikan lagi!!"

"Lagi?" Levy mengingat kejadian tadi dan tiba-tiba saja wajahnya memerah. "Tidak, aku sudah berbagi udara dengan Gajeel.." ucapnya dalam hati.
"Cepatlah!! Berikan juga pada Salamander dan yang lainnya!!"
"Aku tak bisa.." ucap Levy dalam hati. "Aku tak punya udara tersisa lagi. Selain itu, aku memberi Gajeel hanya karena dia dekat.."
"Jangan memikirkan yang tidak-tidak!!" bentak Gajeel. "Maksudku sihirmu, buatlah udara!!" ucapnya. Levy baru sadar dan wajahnya malah semakin memerah.

"Benar juga, harusnya sejak awal aku menggunakannya, duuh, aku jadi malu.." ucap Levy dalam hati. Kemudian, ia pun menggunakan sihirnya, "Script solid, udara!!"
Levy mampu membuat tulisan-tulisan elemen. Misalnya jika membuat tulisan api, maka tulisan itu akan berwujud api. Sebaliknya jika ia menulis udara, maka tulisan itu akan jadi udara.
"Bwah!!!" Levy dan Gajeel langsung menggunakannya untuk bernafas.

"Air!?" dari kejauhan, Torafusa yang melihatnya kaget. Ia tak menyangka akan ada udara di lautan gelap yang ia buat itu.
"Tolong Salamander juga!!" ucap Gajeel.
"Baik!!" Levy pun pergi.
"Terimakasih, Levy.."
Levy hanya tersenyum dan kemudian menuju ke arah Natsu.
Fairy Tail Chapter 397 - Baja
Penulis : Admin
Penulis : Admin
Gajeel dan Torafusa saling beradu tinju, layaknya dua lelaki sejati. Dan untuk beberapa saat, Gajeel memimpin keadaan. Tapi kemudian, di beberapa pukulan berikutnya, saat Gajeel memukul tiba-tiba saja Torafusa melapisi dirinya dengan sesuatu yang sangat keras. Bahkan besi Gajeel pun sampai remuk.
"Gaaahhh!!!" teriak Gajeel.
"Huh, aku bisa mengubah tingkat kekerasan kulitku." ucap Torafusa.

"Aku, Torafusa adalah pemilik pertahanan paling kuat di antara sembilan iblis!! Besimu itu tak akan bisa menembusnya!!" klaim Torafusa.
"Tanganku.." Gajeel masih merasa kesakitan akibat kejadian tadi.
"Karena kau melapisi tubuhmu dengan besi, racun dari air ini tak meresap dengan cepat ke tubuhmu. Tapi tetap saja, kelihatannya racun itu sudah mulai masuk.."
Buakkk!!! Torafusa mencengkram tubuh Gajeel. Gajeel tak bisa menghindar, apalagi membalasnya.

"Waktumu sudah habis!!" ucap Torafusa. "Tak lama lagi, racun Tenchi Kaimei akan benar-benar meresap ke seluruh tubuhmu. Semua yang berada di dalam lautan ini akan kehilangan nyawa mereka.."
Jumlah orang yada di dalam lautan hitam itu begitu banyak. Levy jadi kesulitan, terlebih dirina sendiri juga dalam masalah. "Walaupun sudah mendapat udara, tapi tetap saja, air yang penuh dengan karbon ini.."
"Inilah batasanmu!!" Torafusa menghajar Gajeel.

"!!" di saat-saat kritis itu Gajeel malah teringat dengan bayangan yang berasal jauh dari masa lalunya. Saat itu, ia sedang berada di persidangan dewan sihir.
"Kau lagi? Gajee dari Phantom Lord.." ucap dewan.
"Berapa kali kami harus melihatmu terus? huh.."
Gajeel masih menjadi anggota Phantom Lord, dan saat itu ia sering kali membuat kekacauan. Meski pada akhirnya, ia selalu bebas dan hanya mendapat peringatan.

Setelah persidangan selesai, anggota perempuan dewan sihir yang waktu itu masih menjabat, Master Belno menghampiri Gajeel. "Tunggu, Gajeel.."
"Ada apa?" tanya Gajeel ketus.
"Aku tahu aku sudah memberitahumu ini berulang kali, tapi.. aku masih berpikir kalau kau sebaiknya keluar dari Phantom.." ucap Master Belno.

"Jangan banyak bicara, itu bukan urusanmu, kau tahu.." ucap Gajeel.
"Belakangan ini, tindakan Phantom jadi makin di luar batas.."
"Jangan memerintahku, dasar nenek tua, aku ini Gajeel si besi pembasmi naga!!"
"Aku akan terus mengatakannya sebanyak yang aku inginkan.."
"Aku sudah banyak melihat anak muda sepertimu sepanjang hidupku." ucap Master Belno lagi. "Tapi meski kelihatannya hanya suka mengacau, sebenarnya orang-orang sepertimu hanya kesepian.."

"Aku tak akan memintamu untuk hidup di jalan yang benar. Tapi setidaknya, cobalah untuk mengerti arti dari kehidupan itu sendiri.."
"Tentu saja aku mengerti!! Hidupku adalah untuk menghajar para peri itu!!"
Waktu berlalu, dan pada akhirnya Gajeel mendapat kenyataan yang pahit. Baru-baru ini, Tartaros membunuh perempuan itu, Master Belno.

"Kita terlambat." ucap Gajeel, yang datang bersama dengan Lily, Levy dan Jet.
"Tidak ada tanda-tanda kalau ia dibunuh.." ucap Levy, dan memang benar, tempat itu sangat rapi.
"Kalau saja kita datang lebih cepat.." Gajeel benar-benar menyesal.
"Gajeel.."
Kematian Belno membuat Gajeel banyak merenung. Ia terdiam di atap gedung, meratapi kehidupannya selama ini. "Hidup yang berarti, huh? Pada akhirnya aku tak bisa lagi berbincang-bincang denganmu, nenek tua.. dan bahkan setelah semua yang kau lakukan padaku saat aku masih muda dulu.."
Gajeel menangis. "Aku tak bisa membalas keramahanmu.." ucapnya dalam hati.

"Aku akan memmbuat mereka membayarnya!! Tidak, tunggu.. aku ingat kata-katamu, itu adalah jawaban terbaik yang bisa kupikirkan saat ini. Kau pernah berkata seperti ini.."
"Kau mirip dengan putraku yang sudah meninggal, kau tahu.."
Flashback berakhir dan motivasi Gajeel meningkat jauh. "Sayang sekali!! Lihatlah aku dari surga, nenek tua!! Aku bukan lagi bocah kecil seperti yang dulu!!"

Gajeel memukul Torafusa secara bertubi-tubi. "Tentu, aku mungkin tak terlalu mengerti dengan arti dari kehidupan yang kau bicarakan itu, tapi aku ingin melindungi orang-orang yang ada di sekitarku!! Tidak, tapi aku akan melakukannya!! Itulah arti dari kehidupanku!!"
Tinju-tinju Gajeel akhirnya mampu melukai Torafusa. "Tidak mungkin!! Bagaimana ia bisa menembus pertahananku hanya dengan besi!?"
"Dengan menyerap sedikit bagian dari karbon yang terdapat di dalam kegelapan ini.."
"Besi ditambah karbon, Baja!?" pikir Levy.
"Kau menjadi baja!?" Torafusa kaget.
"Tebasan naga baja!!" Gajeel memberikan serangan terakhir yang tak hanya membuat lawannya tak mampu berbuat apa-apa lagi, namun juga sekaligus melenyapkan semua air itu.

"Jangan lupa dengan lagunya, Salamander.." ucap Gajeel. Sebuah melodi yang berdasarkan atas tekad untuk terus hidup, dan resolusi untuk melindungi teman-temannya!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar