"Semuanya sudah terlambat.."
"Masih belum!!" Erza menebas, Kyouka menahannya.

"Er.. za.." Mira ingin membantu namun kondisinya saat ini sudah benar-benar kritis. Hanya Erza dan Kyouka yang masih memiliki cukup banyak tenaga untuk bertarung. Sayla telah dikalahkan, begitu juga dengan mantan ketua dewan.
Minerva tidak separah mereka, ia masih punya energi yang cukup untuk duduk dan menonton, namun hanya itu saja. Dengan kekuatannya saat ini, membantu Erza hanya akan membuatnya menjadi beban.

Lalu para kucing, mereka juga hanya bisa diam menonton, menyasikan pertarungan epik antara Kyouka dan Minerva. Pertarungan antara sihir dan mantra kutukan, pedang dan kekuatan fisik yang mampu menghancurkan beton.
"Luar biasa.." ucap Minerva, ketika Erza pada suatu kesempatan mampu menebas tubuh Kyouka. "Fro pikir juga begitu!" lanjut si kucing katak.
Fairy Tail Chapter 399 - Sayap-Sayap Keputusasaan
Penulis : Admin
Penulis : Admin
"Uukhh.." kondisi Mira tampak makin memburuk
"Mira, apa kau baik-baik saja?" tanya Happy.
"Ya.."
"Oh iya, bukankah sebelumnya kau bersama Lisanna?"
"Kami mengalami sedikit masalah.." ucap Mira.
"Masalah?"
Mira pun menceritakannya. Sepuluh menit sebelumnya, ketika Mira menghancurkan Algeria menggunakan kekuatan raja roh bintang..
"Apa ini!?" Elfman dan orang-orang Fairy Tail lainnya kaget.
"Apa yang terjadi!?"
"Lihat, di sebelah sana!!"
"Itu musuh, eh!?"
"Banyak sekali!!"

Tampak Lamy dalam jumlah yang sangat banyak. Ya, gadis iblis dengan telinga kelinci itu membagi-bagi dirinya hingga menjadi sangat banyak.
"Menyebalkan sekali.." ucap Lisanna.
Jumlah musuh yang banyak itu tentu saja menjadi masalah. Apalagi bagi anggota Fairy Tail yang tidak terlalu kuat seperti Jet dan Droy, satu Lamy saja sudah mampu menjatuhkan mereka.
"Apa ada cowok ganteng di guild kalian??" salah satu Lamy bertanya pada Warren.
"Ini, yang sedang berdiri di depanmu!!"

"Apa mereka.. jenis iblis yang bisa memproduksi diri dalam jumlah banyak?" Elfman dan Lisanna menghajar satu per satu Lamy.
"Orang itu.." Mira malah lebih fokus ke arah Sylia yang berada di belakang sana. Walau sempat pingsan, Sylia bangkit lagi dan kemudian kabur.
"Serahkan mereka pada kami, kau kejarlah dia!!" ucap Lisanna.

Dan akhirnya di sinilah ia sekarang, Sylia sampai di tempat Erza dan kemudian Mira mengejarnya. Sylia dan Mirajane bertarung dan Mirajane pun menang.
"Apa dia akan baik-baik saja?" Happy mengkhawatirkan Lisanna.
"Jet, Droi dan Warren juga ada di sana.." ucap Mira.
"Aku tak yakin mereka bisa diandalkan.." Happy ragu.

"Kukuku, bagus sekali, Erza.." Kyouka kembali bangkit setelah sempat dijatuhkan oleh Erza.
"Seperti dugaanku, kau mirip sekali dengan kami.." ucapnya.
Lalu saat itulah, hal lain terjadi, suara misterius di tengah-tengah pertarungan mereka.
"Apa itu!?" Erza kaget.
"Apa yang terjadi?"
"Suara ini.." Happy pun kaget.
"Mu.."
"Lector.."
"Se-semua akan baik-baik saja.."
"Apa yang terjadi!?"

Lalu, di sisi Wendy, Carla dan Doranbolt..
"Apa kau baik-baik saja, Doranbolt-san?"
"Ya.."
"Benda besar berbentuk kotak itu jatuh menerpa tanah.."
"Semuanya masih ada di dalam sana.."
"Warren-san juga.." ucap Wendy dan..
"Dia.." tiba-tiba saja Wendy rebah.
"Wendy!?"
"Wendy!! Ada apa!?"
"Wendy!!"
Wendy terjatuh karena kaget. Sama seperti orang-orang di tempat Erza, mereka juga bisa merasakan suara itu. "Suara apa ini...?" Doranbolt bertanya-tanya.

Di sisi Gajeel, Lucy, Natsu, Levy dan Juvia..
"Apa Gray-sama ada di sini?"
"Kurasa dia sedang menuju suatu tempat.." ucap Gajeel.
"Aku senang semuanya baik-baik saja.." ucap Levy.
"Bawa ini ke tempat nenek Porlyusica, Levy.." Gajeel memberi Levy sebuah kantung yang berisi darah Tempesta.
"Ya, dengan ini kita akan bisa menolong Laxus dan yang lainnya.." ucap Levy.
"Ada apa, Natsu?" Lucy melihat ke arah Natsu, yang sejak beberapa saat yang lalu terus diam.

"Mungkin dia syok setelah mendengar tentang kekuatan baru si penyihir es itu.." ucap Gajeel. Tapi, bukan karena itu, Natsu terdiam karena ia juga merasakan suara itu.
"Gajeel.." tanya Natsu, "Apa kau bisa mendengarnya juga?"
"Eh?"
"Suara ini.." ucap Natsu, dan barulah Gajeel menyadarinya. Matanya terbuka lebar, dan kenangan yang buruk langsung muncul bersamaan dengan masuknya suara itu ke kepalanya.
"Eh?"
"Apa!?" Lucy masih belum mendengarkannya.

"Ini.." bahkan Margear pun kaget dengan suara itu.
"Apa ini? Suara?" Sting dan Rogue juga.
"Tak kusangka dia sampai menunjukan diri seperti ini.." ucap Mardgear. "Apa dia datang kemari untuk mencari si iblis yang hebat ini? Atau dia kemari karena mengikuti Zeref?"

Perlahan suara itu semakin terasa jelas, dan kini semua orang bisa mendengarnya. Orang-orang yang ada di sekitar sana, bahkan sampai ke tempat nenek Porlyusica. Ia terus mendekat..
"Suara ini.. tak salah lagi!!" ucap Natsu dan benar. Suara dari mahluk yang menakutkan. Ia benar-benar muncul, sang naga penghancur, "Acnologia!!!"

Lalu dari dalam kawah berapi, tampak Dragnell yang juga menyadarikemunculan Acnologia. Lalu ia berkata, "Apa ini berarti waktunya telah tiba?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar