Bleach Chapter 616 - Mimihagi-sama
Getaran tak terlalu besar masih terus berlanjut di Dunia Manusia. Karin
dan Yuzu masih merasakan getaran kecil itu. Seluruh kota berguncang,
semua orang sedikit panik dengan lamanya gempa yang terjadi. Namun,
mereka hanya bisa menebak penyebabnya sesuai logika kehidupan mereka.
Mereka tak akan tahu tentang Raja Roh, tentang kehancuran semua dimensi.
Keigo dan Mizuiro juga merasakannya, getaran mencapai tempat mereka berada. Dengan kemampuan otaknya yang menengah, Keigo menyadari sesuatu yang aneh.
?Aneh, kenapa alarm gempanya gak bunyi?? Tanya Keigo yang juga masih asik main game.
?Bukannya karena cuma gempa kecil?? Jawab Mizuiro santai.
?Iya tapi untuk ukuran gempa kecil ini lama banget, 'kan?? Timpal Keigo. ?Aneh gak sih gak ada berita soal ini??
Keigo dan Mizuiro juga merasakannya, getaran mencapai tempat mereka berada. Dengan kemampuan otaknya yang menengah, Keigo menyadari sesuatu yang aneh.
?Aneh, kenapa alarm gempanya gak bunyi?? Tanya Keigo yang juga masih asik main game.
?Bukannya karena cuma gempa kecil?? Jawab Mizuiro santai.
?Iya tapi untuk ukuran gempa kecil ini lama banget, 'kan?? Timpal Keigo. ?Aneh gak sih gak ada berita soal ini??
Hueco Mundo, Dunia para Hollow juga mengalami bencana serupa. Goncangan yang diterima jauh lebih hebat dari getaran tanah di Dunia Manusia. Sisa bangungan Las Noches yang sudah tak megah itu hancur, terak, menambah reruntuhan yang masih berserakan di pasir Hueco Mundo. Para Hollow berlari, menghidari tanpa tujuan. Mereka juga tak mengerti siapa yang harus dia lawan, ah bahkan mereka sama sekali tak mengerti siapa yang melakukan ini pada Dimensi Kehidupan mereka.
?
Di sumber kehancuran, Ichigo, Orihime, Yoruichi, Sado dan Ganju tak bisa melakukan apa-apa. Sungguh berada di luar ekspektasi mereka, sunggu berada di atas pemikiran mereka. Ichigo menebas Soul King dan menjadi penghancur dunia, Orihime tak berdaya mengembalikan Soul King. Tak ada yang bisa mereka lakukan, tidak ada.
?Mustahil!!? Yhwach berteriak jumawa. Kesombongannya, keangkuhannya, arogansinya muncul meluap bersama teriakannya. ?Tak ada yang bisa??
??Tak ada yang bisa kau lakukan untuk mengembalikan Reiou!!?
?
Soul Society, gemuruh runtuh kehancuran gedung berbaur dengan teriakan para Soldet yang geram. Tapak kaki terdengar begitu keras di sela-sela benturan batu yang meghantam tanah Seireite.
?Apa yang terjadi?!? Teriak salah satu dapi prajurit yang sedang berhamburan itu.
?Yang Mulia...? Teriak salah satu yang lain.
?Apa ini keinginan Yang Mulia?!? Timpal salah satu yang lain.
?Apa beliau mau menghancurkan kita bersama Soul Society?!? Teriak yang lain.
Kengerian, mata mereka hanya melihat kengerian. Penghormatan yang mereka lakukan selama ratusan tahun terbalas dengan kehancuran. Mata mereka berubah, pandangan mereka tak lagi menyorot dengan hormat. Mata mereka menyalak terang, murka, marah, geram, rasa hormat mereka runtuh bersama runtuhnya dunia ini. Namun, hanya itu yang bisa mereka lakukan. Hanya sebatas marah, tak lebih.
Sternritter H, Bazz-B terlihat tak berdaya dengan luka di sekujur tubuhnya. Batinnya terguncang. Dia juga merasakan pengkhianatan yang dirasakan oleh para Soldet.
?Soul Society dan dunia manusia...? Gumam Bazz-B lemah. ?Apa semuanya bakal lenyap...?!!?
?
Keadaan panik juga masih terlihat di ruangan divisi dua belas. Urahara juga tak menyangka bila rencananya akan gagal seawal ini. Tak ada yang bisa dia usulkan untuk saat ini. Pikiran sang Urahara Kisuke juga kacau kali ini.
?Apa yang kita lakukan...? Teriak Renji geram. ?Apa gak ada yang bisa kita lakukan?!!?
?Aku...? Gumam Ukitake pelan.
Sesuatu terjadi pada Ukitake. Punggung shinigami berambut putih itu menguap, sebuah reiatu hitam pekat meletup-letup membesar. Shinigami yang ada di sana terdiam, baru kali ini mereka menyaksikan Ukitake Taichou seperti itu.
?Ukitake-taichou.? Gumam Rukia terkejut.
?Ukitake-san, apa yang kau...?!?? Urahara juga baru pertama kali ini melihat fenomena seperti ini.
?Aku akan gantikan Reiou.? Ucapan Ukitake semakin melemah. Tangannya melepas shihakushounya, menunjukkan lambang satu mata yang terlilit perban di punggungnya.
?Kau bisa melakukan hal semacam itu...?!?? Urahara mulai tak sabar.
?Nanti kujelaskan...? Jawab Ukitake singkat.
Reiatsu hitam itu semakin meluap, reiatsu itu melesat ke atas, menembus atap yang terbuka. Lilitan perban yang di tubuh Ukitake terlepas berlahan, menunjukkan tubuh kurusnya. Ukitake mengambil bilah pedangnya.
Semuanya terdiam, ngeri, tega, tak mengerti, iba, menjadi satu dalam pikiran shinigami yang lain. Sentarou dan Kiyone, mungkin hanya mereka yang mengerti tentang keadaan ini. Mata mereka mulai berlinang air mata. Namun, mereka tahu mereka tak akan bisa menahan Taichou kehormatan mereka.
?Ukitake-taichou itu...?!? Tanya Urahara pelan.
?Mimihagi-sama...?
?Mimihagi-sama... Mimihagi-sama...? Ucap Ukitake hati-hati seperti merapalkan mantra. ?Tolong pinjamkan kekuatan engkau, dengan kekuatan pemberian engkau akan kulepaskan..?
?Mimihagi-sama... Mimihagi-sama... tolong pinjamkan kekuatan engkau...? Ukitake mengulangi ucapannya ? Dengan kekuatan pemberian engkau akan kulepaskan!?
Perlahan bagian atas bayangan hitam yang keluar dari tubuh Ukitake melebar, membentuk lingkaran, dan akhirnya sesuatu seperti mata berbuka. Memandang tajam tanpa batas. Reaitsu meluap tak terbendung dari tubuh lemah Ukitake. Tekanan reiatsu begitu terasa, hingga menimbulkan pusaran angin di ruangan itu.
Semuanya tercengan, tak dapat mengatakan apa-apa. Mata mereka hanya membelalak melihat hal di depan mereka.
?Apa-apaan itu....?!? teriak Sui Feng menahan luapan reiatsu di depannya.
Mata Ukitake memejam, mengingat ratusan tahun saat dia masih kecil, saat dia masih berumur 3 tahun, saat tubuhnya sudah tak kuat menahan penyakit penyakitnya. Orang tuanya memohon pada Dewa mereka atas kesembuhan Ukitake.
?Aku punya penyakit paru ini sejak umur 3 tahun.? Ucah Ukitake lemah. ?Rambutku memutih karena penyakit ini, aku yakin sebagian dari kalian tahu??
Semuanya terdiam, hening?
??aku harusnya sudah tewas saat umur 3 tahun.?
?Aku cuma pernah dengar kabar soal Mimihagi-sama,? Sambung Urahara. ?Namanya seperti dewa setempat bagi orang-orang di pinggiran Rukongai Timur...?
?Orang-orang di Distrik 78 Rukongai Timur percaya dia adalah dewa bermata satu dan dia akan melindungi orang yang berani mengorbankan segalanya kecuali matanya.? Ukitake membenarkannya. ?Dewa ini adalah dewa yang jatuh di zaman dahulu sekali, nampaknya, dia dipuja sebagai tangan kanan Reiou.?
Urahara membelalak, nampaknya dia tak tahu bagian yang ini.
?Orang tuaku percaya takhayul.? Ukitake melanjutkan ceritanya, seperti janjinya. ?Ketika aku ditinggalkan oleh para dokter, mereka langsung membawaku ke kuil Mimihagi-sama dan berdoa agar beliau mengambil paru-paruku??
??syukurlah, aku selamat dan bahkan bisa menjadi shinigami untuk mengabdi pada Seireitei.?
Mulut Ukitake memuntahkan darah, tubuhnya sudah semakin lemah, tubuhnya sudah mulai kehilangan kendali atas dirinya.
?Taichou!!? Teriak Rukia.
?Tenang, ? Ukitake mencoba menahan rasa sakitnya. ?Kekuatan Mimihagi-sama sudah memakan paru-paruku untuk waktu yang lama dan itu akan terus berlangsung. Kami menyebut proses ini sebagai "kamikake". Segala dalam tubuhku adalah milik Mimihagi-sama, dengan mengorbankan segalanya aku sudah menjadi wadah dari Mimihagi-sama.?
Bayangan hitam mulai menjalar di tubuh kurus Ukitake. Membentuk tato dengan pola tangan dengan mata yang terbula lebar.
?Aku sekarang adalah tangan kanan Reiou.? Gumam Ukitake.
?Ukitake-taichou...? Ucap Rukia tak rela. ?Jangan bilang anda sudah menanti hari ini untuk menggunakan kamikake.?
?Betul, sejak diberi kesempatan kedua, aku tahu hari ini pasti tiba.? Ukitake membenarkannya. ?Sudah jadi keinginanku, nyawa yang diberikan padaku ini bisa diberikan kembali demi Seireitei.?
Reiatsu Ukitake kembali meluap semakin pesat. Tekanan roh semakin berat. Bayangan hitam yang keluar dari punggung Ukitake bergejolak tak karuan. Ukitake berteriak histeris, menahan rasa sakit seperti seorang melawan kematian. Bayangan itu berubah menjadi seperti tangan kanan, dengan mata yang masih melotot tajam,
?
?Mengejutkan sekali bahwa jangkauannya sampai sini juga...?
Sebuah suara bergema di tengah pekatnya kegelapan. Suara sang Soutaichou itu terpantul beberapa oleh dinding tanah di sampingnya. Ya, dia sedang berada di bawah tanah, di penjara yang menjadi kekuatan divisinya.
?Akhir sudah dekat bagi Soul Society.? Teriak Kyoruaku kembali. ?Kau bisa dengar aku, 'kan??
Tak ada jawaban, Kyouraku hanya mendengar pantulan suaranya kembali.
?Cuma sejauh inilah orang-orang tak berdosa bisa melangkah, kita tak bisa melangkah lebih jauh ke dalam kegelapan. Tapi, kalau kau pasti bisa mendengarku walau cuma dari sini, 'kan??
Masih tak ada jawaban.
?Ayolah, jawab...? Dia kembali berteriak. ?Aizen Sousuke.?
Apa yang sedang direncanakan oleh Kyoraku, mengajak pengkhianat bertarung di sisinya? Mengajak shinigami pendosa bersekutu dengannya? Apa yang menanti dalam kegelapan yang tak disinari cahaya?!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar