Bleach Chapter 618 - The Dark Arm
Sang Dewa telah kembali dengan segala tipu muslihatnya. Kabut hitam yang
selama ini menutupi keberadaan tubuhnya mulai tersingkap seakan memberi
jalan baginya. Cahaya kebebasan semakin nampak terang di bola matanya.
Namun, Aizen tak senaif itu kawan, dia mempunyai harga diri yang jauh
lebih tinggi dari langit ketujuh.
�Kenapa?� Sapa Aizen dengan nada begitu mengejek. �Bukannya masih ada 2 kunci lagi?�
Kyoraku terdiam, matanya mencoba menyorot ditengah keremangan. Bagaimanapun, harga diri seorang Kyoraku juga tak serendah palung di lautan. Sungguh tak pantas baginya untuk dihina oleh seorang pengkhianat seperti Aizen. Yah, Kyoraku menyadarinya.
Tangan sang Soutaichou mengambil dua kunci yang tersisa dan memasukkan pada lubang segel di depannya. Ya, Kyoraku telah menggunakan ketiga hak kuncinya.
�Sekarang sudah tiga-tiganya.� Sindir Kyoraku yang tak mau diejek begitu saja. �Jadi gimana rasanya mata kiri dan lututmu setelah sekian lama?�
� Begitu ya.� Aizen menyungging tipis. �Kau belum berubah.�
�Kuanggap itu pujian.� Kyoraku membalas dengan senyuman tipis. �Makasih.�
Keduanya saling pandang, keduanya hening untuk sesaat. Namun, tensi reiatsu keduanya tak menyatakan keheningan seperti yang terlihat.
�Kau mau keluar dari sini?� Sindir Kyoraku.
�Memangnya aku pernah minta begitu?� Elak Aizen.
�Kalau gak mau, kenapa minta aku pakai sisa kuncinya?� Kyoraku kembali menyindir.
�Buat apa kau bawa kunci-kuncinya kalau tak mau melepasku?� Aizen kembali memberikan jawaban sempurna. Keduanya cukup pintar dalam menyerang masing-masing musuh dengan setiap ucapan mereka.
Kyoraku menghela nafas pendek.
�Ya ampun, kau sudah tahu ya...� Ucap Kyoraku pelan. �Benar, syaratnya "buka 3 bagian saja" sisa kuncinya kusembunyikan dalam badanku�
Kyoraku menunjukkan bekas luka yang berbentuk X di dadanya, dimana sisa kunci segel Aizen tertanam.
�Hmm� kalau kau kubunuh, gerbangnya akan tertutup selamanya ya.� Tersegel selama lebih dari setahun bukan jaminan untuk membuat seorang Aizen bodoh. Otaknya menjalar seperti biasa, pikirannya tajam layaknya sebuah yaiba yang terasah setiap saat.
�Jadi, mereka juga sudah menduga kau akan kubunuh demi kuncinya?� Singgung Aizen. �Cih, orang-orang Central 46 itu...�
�Yah, anggap saja demi Soul Society.� Kyoraku menanggapinya dengan senyuman tipis. Namun pandangan matanya tetap tak kalau waspada seperti hanya Aizen. �Sekarang lupakan dulu, mari masuk ke tujuan awalku.�
Kyoraku sedikit bergeser, menunjukkan sebuah kursi segel yang dikelilingi oleh para Kidoushouu�pasukan militer khusus yang kemampuan Kidounya dapat dikatakan di atas para Gotei 13.
�Duduklah dan biarkan kami mengurusmu sampai atas.� Kyoraku menawarinya begitu sopan. �Sudah lama sekali sejak kau menghirup udara segar Soul Society kan?�
Seorang Kidoushuu mengdekati Aizen, tangannya mengeluarkan sebuah rapalan segel untuk mengikat Aizen kembali.
�Mohon maaf.� Ucapnya tak begitu sopan. �Biarkan saya mengikatnya lagi sebelum duduk!�
�Tunggu, jangan...� Teriak Kyoraku yang sedikit terlambat.
Terlalu sombong, terlalu congkak, terlalu berani untuk menyegel seorang Aizen. Tepat saat berada di dekat Aizen, tangan milik Kidoushuu itu meleleh, hancur tanpa bekas begitu saja. Reishi yang menyusun tubuhnya tak mampu untuk menghadapi tekanan roh di sekitar Aizen.
�Konyol sekali.� Hina Aizen. �Ikatan itu tak akan meredam reiatsuku. Cuma membatasinya di sekitarku��
��lihat baik-baik apa akibatnya bila mendekatiku, Kyouraku Shunsui.�
Keduanya saling menatap tajam. Tak ada satupun yang mau mengalah.
�Saat aku duduk di situ dan mengikutimu ke luar, aku harus meminjamkan kekuatanku untuk Soul Society. Begitu?� Sindir Aizen.
�Aku tak bilang kau harus bertarung untuk Soul Society.� Jawab Kyoraku. �Tapi aku yakin kau paham untung-rugi kita serupa.�
�Kau memang menarik sekali.� Aizen tersenyum senang. �Mau menghirup angin segar, begitu tadi katamu��
�� Angin segar apa yang bisa kuhirup dari sisa Soul Society yang dihancurkan Yhwach?�
�Kenapa?� Sapa Aizen dengan nada begitu mengejek. �Bukannya masih ada 2 kunci lagi?�
Kyoraku terdiam, matanya mencoba menyorot ditengah keremangan. Bagaimanapun, harga diri seorang Kyoraku juga tak serendah palung di lautan. Sungguh tak pantas baginya untuk dihina oleh seorang pengkhianat seperti Aizen. Yah, Kyoraku menyadarinya.
Tangan sang Soutaichou mengambil dua kunci yang tersisa dan memasukkan pada lubang segel di depannya. Ya, Kyoraku telah menggunakan ketiga hak kuncinya.
�Sekarang sudah tiga-tiganya.� Sindir Kyoraku yang tak mau diejek begitu saja. �Jadi gimana rasanya mata kiri dan lututmu setelah sekian lama?�
� Begitu ya.� Aizen menyungging tipis. �Kau belum berubah.�
�Kuanggap itu pujian.� Kyoraku membalas dengan senyuman tipis. �Makasih.�
Keduanya saling pandang, keduanya hening untuk sesaat. Namun, tensi reiatsu keduanya tak menyatakan keheningan seperti yang terlihat.
�Kau mau keluar dari sini?� Sindir Kyoraku.
�Memangnya aku pernah minta begitu?� Elak Aizen.
�Kalau gak mau, kenapa minta aku pakai sisa kuncinya?� Kyoraku kembali menyindir.
�Buat apa kau bawa kunci-kuncinya kalau tak mau melepasku?� Aizen kembali memberikan jawaban sempurna. Keduanya cukup pintar dalam menyerang masing-masing musuh dengan setiap ucapan mereka.
Kyoraku menghela nafas pendek.
�Ya ampun, kau sudah tahu ya...� Ucap Kyoraku pelan. �Benar, syaratnya "buka 3 bagian saja" sisa kuncinya kusembunyikan dalam badanku�
Kyoraku menunjukkan bekas luka yang berbentuk X di dadanya, dimana sisa kunci segel Aizen tertanam.
�Hmm� kalau kau kubunuh, gerbangnya akan tertutup selamanya ya.� Tersegel selama lebih dari setahun bukan jaminan untuk membuat seorang Aizen bodoh. Otaknya menjalar seperti biasa, pikirannya tajam layaknya sebuah yaiba yang terasah setiap saat.
�Jadi, mereka juga sudah menduga kau akan kubunuh demi kuncinya?� Singgung Aizen. �Cih, orang-orang Central 46 itu...�
�Yah, anggap saja demi Soul Society.� Kyoraku menanggapinya dengan senyuman tipis. Namun pandangan matanya tetap tak kalau waspada seperti hanya Aizen. �Sekarang lupakan dulu, mari masuk ke tujuan awalku.�
Kyoraku sedikit bergeser, menunjukkan sebuah kursi segel yang dikelilingi oleh para Kidoushouu�pasukan militer khusus yang kemampuan Kidounya dapat dikatakan di atas para Gotei 13.
�Duduklah dan biarkan kami mengurusmu sampai atas.� Kyoraku menawarinya begitu sopan. �Sudah lama sekali sejak kau menghirup udara segar Soul Society kan?�
Seorang Kidoushuu mengdekati Aizen, tangannya mengeluarkan sebuah rapalan segel untuk mengikat Aizen kembali.
�Mohon maaf.� Ucapnya tak begitu sopan. �Biarkan saya mengikatnya lagi sebelum duduk!�
�Tunggu, jangan...� Teriak Kyoraku yang sedikit terlambat.
Terlalu sombong, terlalu congkak, terlalu berani untuk menyegel seorang Aizen. Tepat saat berada di dekat Aizen, tangan milik Kidoushuu itu meleleh, hancur tanpa bekas begitu saja. Reishi yang menyusun tubuhnya tak mampu untuk menghadapi tekanan roh di sekitar Aizen.
�Konyol sekali.� Hina Aizen. �Ikatan itu tak akan meredam reiatsuku. Cuma membatasinya di sekitarku��
��lihat baik-baik apa akibatnya bila mendekatiku, Kyouraku Shunsui.�
Keduanya saling menatap tajam. Tak ada satupun yang mau mengalah.
�Saat aku duduk di situ dan mengikutimu ke luar, aku harus meminjamkan kekuatanku untuk Soul Society. Begitu?� Sindir Aizen.
�Aku tak bilang kau harus bertarung untuk Soul Society.� Jawab Kyoraku. �Tapi aku yakin kau paham untung-rugi kita serupa.�
�Kau memang menarik sekali.� Aizen tersenyum senang. �Mau menghirup angin segar, begitu tadi katamu��
�� Angin segar apa yang bisa kuhirup dari sisa Soul Society yang dihancurkan Yhwach?�
Kembali pada pertempuran langit. Istana Raja Roh mulai bergetar,
Yhwach murka atas ketidaksadarannya. Kemenangan yang hampir dia raih
harus tertunda karena tangan kanan sang Raja Roh. Giginya menggertak
geram. Tangannya mengumpulkan reiatsunya, mengeluarkan sebuah bayangan
hitam dari tangannya. Benang-benang yang mengunci tubuhnya putus begitu
saja.
�Tak kukira kau bakal halangi jalanku.� Teriak Yhwach. �Aku tak paham lengan yang terpotong dari tubuh Reiou tak lagi mengikuti perintahnya��
Tangan Yhwach menganyun, mencoba melenyapkan sosok Reiou yang mulai stabil.
��kalau begitu biar kuhancurkan kau dengan lenganmu itu selamanya!!�
Namun, sebelum Yhwach mengayunkan tangannya. Gerak cepat Ichigo berhasil mengimbanginya, tangan Ichigo berhasil menahan tangan Yhwach, bayangan di tangan kanan Yhwach langsung pecah.
�Minggir Ichigo.� Geram Yhwach penuh amarah.
Namun, Ichigo sama sekali tak takut dengan teriakannya. Justru amarah Ichigo juga semakin meluap. Pandangan tajam Ichigo sudah menjawab teriakan Yhwach.
�Bagus Ichigo!� Teriak Yoruichi.
Yoruichi kembali mengambil kesempatan, Shinigami Tercepat itu melesat arah Soul King, melempar beberapaPuusaka Langit miliknya. Segel yang tercipta dari Pusaka Langit dipadukan dengan Kidou miliknya.
�Jadi hitam2 ini tangan Reiou ya?� Gumam Yoruichi. �Dia bisa stabilkan Soul Society dengan menahan badan Reiou. Kalau begitu kita jadikan dia Reiou yang baru sekalian!�
� Ichigo, kenapa kau halangi jalanku?� Tanya Yhwach masih dengan amarah. �Kau yang membelah Reiou jadi dua��
��Darah Quincy dalam dirimu tak mungkin tahan melihat keberadaan Reiou, apa
Yang membuatmu mau menghentikanku?!�
� Aku ke sini untuk menghabisimu...� Teriak Ichigo lantang. �Menghentikanmu demi Soul Society, Dunia manusia dan Hueco Mundo. Aku ke sini untuk melindungi semuanya.�
�Melindungi semuanya?! � Yhwach menyungging remeh. �Dasar rakus, kau mau bilang kau satu-satunya yang bisa berbuat begitu?!�
�Walau ada orang lain yang bisa menggantikanku bukan berarti artinya aku harus mundur!!� Teriak Ichigo.
Ichigo mengumpulkan Reiatsunya ke ujung zanpakutonya. Tekannya semakin berpusat pada bilah tajamnya.
�Getsuga Tenshou!!!�
Sebuah ayunan pedang cukup cepat dilakukan olah Ichigo. Reiatsu hitam berbentuk bulan sabit melesat menghampiri Yhwach, ledakan terjadi, ruangan suci itu meledak begitu keras, debu berterbangan memenuhi ruangan.
�Yhwach, kudengar darah yang mengalir di tubuhku berasal darimu, terus kenapa?� Teriak Ichigo. � Aku tak akan tunduk pada perintahmu cuma karena hal sesepele itu.�
Yhwach masih berdiri, tubuhnya sama sekali tak tergores oleh serangan Ichigo. Mulutnya hanya tersenyum tipis menerima sebuah ancaman kecil dari anak luhurnya.
� Kau tak akan tunduk?.� Ucap Yhwach remeh. �Jangan bercanda, yang bisa menentukan itu hanyalah mataku�
Roda takdir kembali terpaut. keduanya menggempur!
�Tak kukira kau bakal halangi jalanku.� Teriak Yhwach. �Aku tak paham lengan yang terpotong dari tubuh Reiou tak lagi mengikuti perintahnya��
Tangan Yhwach menganyun, mencoba melenyapkan sosok Reiou yang mulai stabil.
��kalau begitu biar kuhancurkan kau dengan lenganmu itu selamanya!!�
Namun, sebelum Yhwach mengayunkan tangannya. Gerak cepat Ichigo berhasil mengimbanginya, tangan Ichigo berhasil menahan tangan Yhwach, bayangan di tangan kanan Yhwach langsung pecah.
�Minggir Ichigo.� Geram Yhwach penuh amarah.
Namun, Ichigo sama sekali tak takut dengan teriakannya. Justru amarah Ichigo juga semakin meluap. Pandangan tajam Ichigo sudah menjawab teriakan Yhwach.
�Bagus Ichigo!� Teriak Yoruichi.
Yoruichi kembali mengambil kesempatan, Shinigami Tercepat itu melesat arah Soul King, melempar beberapaPuusaka Langit miliknya. Segel yang tercipta dari Pusaka Langit dipadukan dengan Kidou miliknya.
�Jadi hitam2 ini tangan Reiou ya?� Gumam Yoruichi. �Dia bisa stabilkan Soul Society dengan menahan badan Reiou. Kalau begitu kita jadikan dia Reiou yang baru sekalian!�
� Ichigo, kenapa kau halangi jalanku?� Tanya Yhwach masih dengan amarah. �Kau yang membelah Reiou jadi dua��
��Darah Quincy dalam dirimu tak mungkin tahan melihat keberadaan Reiou, apa
Yang membuatmu mau menghentikanku?!�
� Aku ke sini untuk menghabisimu...� Teriak Ichigo lantang. �Menghentikanmu demi Soul Society, Dunia manusia dan Hueco Mundo. Aku ke sini untuk melindungi semuanya.�
�Melindungi semuanya?! � Yhwach menyungging remeh. �Dasar rakus, kau mau bilang kau satu-satunya yang bisa berbuat begitu?!�
�Walau ada orang lain yang bisa menggantikanku bukan berarti artinya aku harus mundur!!� Teriak Ichigo.
Ichigo mengumpulkan Reiatsunya ke ujung zanpakutonya. Tekannya semakin berpusat pada bilah tajamnya.
�Getsuga Tenshou!!!�
Sebuah ayunan pedang cukup cepat dilakukan olah Ichigo. Reiatsu hitam berbentuk bulan sabit melesat menghampiri Yhwach, ledakan terjadi, ruangan suci itu meledak begitu keras, debu berterbangan memenuhi ruangan.
�Yhwach, kudengar darah yang mengalir di tubuhku berasal darimu, terus kenapa?� Teriak Ichigo. � Aku tak akan tunduk pada perintahmu cuma karena hal sesepele itu.�
Yhwach masih berdiri, tubuhnya sama sekali tak tergores oleh serangan Ichigo. Mulutnya hanya tersenyum tipis menerima sebuah ancaman kecil dari anak luhurnya.
� Kau tak akan tunduk?.� Ucap Yhwach remeh. �Jangan bercanda, yang bisa menentukan itu hanyalah mataku�
Roda takdir kembali terpaut. keduanya menggempur!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar