DAFTAR ISI

Minggu, Juli 05, 2015

bleach chapter 619

Bleach Chapter 619 - The Betrayer


Roda takdir kembali terpaut. Putaran gerigi takdir itu semakin pelan. Yhwach dapat manklukkan emosinya kembali, Ichigo juga dapat mengendalikan emosinya. Keduanya menggempur, bertarung dengan kebenaran masing masing.

�Ichigo, aku tak pernah berpikir untuk memaksamu mengikuti perintahku.� Yhwach meninggikan suaranya, pandangannya begitu serius lurus ke arah Ichigo. �Paham?�

Ichigo hanya terdiam. Dia hanya membalas tatapan Yhwach.

�Aku tak perlu melakukannya.� Lanjut Yhwach. �Karena semua keputusanmu terhubung denganku.�

Pandangan Ichigo goyah, kepalan tangannya mengendur.

�Apa maksud�� Ichigo mulai termakan ucapan Yhwach.

�Karena itulah selama ini kau telah bertarung untukku.� Yhwach memotong ucapan Ichigo. �Pertarungan yang memperkuatmu setelah kau bangkit sebagai shinigami, kekuatan yang kau gunakan untuk melawan Aizen Sousuke, dan kekuatan yang hilang setelah mengalahkannya, kekuatan yang kau dapatkan kembali��

��semuanya agar kau bisa menjatuhkan Reiou!�

Tatapan Ichigo menjadi kosong, mulutnya ingin berteriak namun bibirnya sedikit gemetar menerima semua ucapan Yhwach.

�Jangan dengarkan dia, Ichigo!� Teriak Yoruichi mencoba menyadarkan Ichigo. �Dia bohong!�

�Apa aku perlu bohong?!� Yhwach berteriak lebih keras. �Aku tak perlu bohong. Aku cuma menonton setiap tindakanmu dengan mataku. Pikiranmu, tindakanmu, semua demiku��

��Karena kita punya darah yang sama, Ichigo!�

Tangan Ichigo gemetar, pikirannya berputar cepat menerima semua ucapan Yhwach. Genggamannya semakin erat, emosi Ichigo kembali memuncak. Tangannya menganyun, kilasan reiatsu keluar dari bilah pedangnya.

�Berisik!� Ichigo berhasil mendapat kendali dirinya kembali.

Ichigo melompat, tangannya kembali mengayunkan pedangnya. Yhwach berhasil menahan dengan Blut di lengannya.

�Tak penting omongan soal darah Quincy-mu!� Teriak Ichigo. �Seperti kubilang, kau akan kuhentikan!�

Yhwach menghentakkan serangan Ichigo.

�Kenapa kau mau "menghentikan"ku?� Yhwach kembali mencoba mengguncang mental Ichigo. Mulutnya Menyungging licik. �Apalah aku bagimu? Apa aku jadi sasaran kebencianmu?�

Ichigo berhenti menyerang, tangannya kembali gemetar untuk mengayunkan pedangnya.

�Sasaran kebencian bocah yang membunuh ibunya sendiri. Bocah lemah yang membuat ibunya mati?� Geram Yhwach. �Kau kah itu, Ichigo?�

Ichigo melompat mundur, batinnya bergemuruh. Badannya lemas tak kuasa mendengar ucapan Yhwach. Namun, ditengah ketidakberdayaan Ichigo sebuah panah reishi melesat melewati Ichigo. Panah suci itu menancap tepat ke punggung Yoruichi.

Yoruichi yang terlalu fokus menciptakan pelindung untuk Reiou kurang cepat untuk menghindar. Namun, yang lebih mengagetkan mereka adalah reiatsu yang muncul dari panah itu. Iya, mereka mengenal betul siapa pemilik anak panah itu. Ishida Uryuu, Quincy Terakhir yang ingin mereka temui.

�Ishida!!� Teriak Ichigo. Matanya kembal membelalak tak percaya.

Yoruichi yang kehilangan fokus baru menyadari kalau pelindung yang dia ciptakan sudah mulai retak, dan hancur meledak.

�Sialan! Reiou-nya...!� Umpat Yoruichi. �Brengsek!�

Potongan tubuh Reiou langsung terpental, menghambur meninggalkan pelindung yang hancur.

�Sialan, Ishida...� Erang Ichigo. �Ngapain kau?!�

Yhwach yang langsung melompat ke arah potongan tubuh Raja Roh. Ichigo mencoba untuk mengejarnya, namun greak Yhwach lebih cepat. Tak membuang waktu, Yhwach menghempaskan reiatsunya, melempar Ichigo hingga terpelanting.

Yoruichi juga tak tinggal diam. Sang Dewi Shunpo itu melempar beberapa bola ke arah Yhwach. Yhwach yang masih terfokus pada Ichigo tak sempat menghindar.

�Gimana rasanya?� Ejek Yoruichi. �Begitu kena sekali, yang kedua kalinya bakal membuatmu jadi debu!�

Yoruichi kembali mengeluarkan bola-bola peledak itu. Namun, sebelum Yoruichi melemparkan bola-bola itu. Tangannya terhenti seakan ada yang menahannya.

�Parnkgjas�� Gumam Yhwach.

Sosok Quincy yang lain muncul di belakang Yoruichi. Pernida Parnkgjas, Sternritter C, mulutnya merapal sesuatu yang tak jelas. Yoruichi mencoba menggerakkan tubuhnya, namun masih saja tak dapat bergerak. Lengan Yoruichi terpilin, dan retak begitu saja.

�Kekuatan macam apa ini�?!� Teriak Yoruichi menahan sakit.

Yhwach yang merasa terancam, langsung menghempaskan tubuh Yoruichi. Tubuh kecil Yoruichi terhempas cukup jauh dari menara sang Dewa.

�Yoruichi-san!!� Teriak Orihime.

Yhwach tak mau membuang waktunya. Tangannya langsung merenggut Mimihagi-sama yang tertempel pada sosok Soul King. Ichigo langsung bershunpo, mencoba menghentikan Yhwach. Namun, sebelum Ichigo mengayunkan pedangnya, sebuah anak panah kembali melesat menghentikan gerak Ichigo.

�Kerja bagus, Uryuu...� Puji Yhwach.

Yhwach langsung merobek reiatsu Mimihagi-sama. Meruntuhkan Istana Roh yang mereka pijak.

�Jangan menghalangi Yang Mulia...� Uryuu memperingatkan. Pemuda yang dari tadi terdiam itu akhirnya mulai angkat bicara. �Kurosaki...�

Ichigo emosi, pitamnya sudah memuncuk hingga ubun-ubunnya. Tangannya mengepal begitu keras.

�Tadi kutanya apa yang kau lakukan...� Bentak Ichigo. �ISHIDA!!!!�

Dulu kawan, sekarang lawan. Apakah pertemanan itu akan enyah karena putaran takdir yang terkendali. Akankah anak panah itu akan berdenting dengan bilah tajam zanpakutou. Takdir seribu tahun, pertempuran Shinigami dan Quincy itu masih berlanjut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar