Bleach Chapter 620 - Where Do You Stand
Saat harapan itu terbit dan bersinar redup, semua kegundahan menjadi semangat untuk berdiri, menjadi kekuatan untuk melanjutkan bertarungan. Namun, pasti ada sekumpulan awan yang akan menghalangi cahaya matahari. Menyembunyikan dibalik gumpalan hitamnya, berputar menurunkan badai dan halilintar. Harapan itu lenyap, tergantikan dengan rasa gelisah tiada batas.
Mimpi buruk, kegelisahan, kehancuran kembali berdiri di hadapan Soul Society.
Ichigo harus memutar roda takdir untuk kesekian kalinya. Gerigi berputar begitu cepat hingga membawa Ichigo ke hadapan orang yang dulu ia anggap sebagai kawan, Ishida Uryuu. Namun, Ichigo bukanlah debu tak berdaya yang akan menerima takdir begitu saja. Tangannya telah menggenggam pedang, dia dapat mengayunkan pedang dengan kekuatannya.
Kemunculan Pernida memberikan masalah lebih, istana itu terbelah dengan kekuatannya. Namun begitu, istana suci itu masih melayang walau telah hancur terbelah. Guncangan terjadi, keseimbangan berubah. Ganju pasti terjatuh bila tangan Chad tak merangkulnya. Namun, hal yang lebih mengguncang telah berdiri di hadapan mereka.
Uryuu menggunakan langkah kilatnya hingga menjadi pemisah antara Ichigo dan Yhwach. Pandangannya tajam, tatapannya tak menunjuk sedikitpun kendali atas dirinya. Ini adalah Ishida Uryuu yang sebenarnya. Wajah Ichigo geram, segala teriakan dan pertanyaan yang dia lontarkan didiamkan begitu saja oleh Uryuu. Orihime hanya memandang pilu, wajah Chad juga terlihat lebih kaku dari biasanya.
�Jangan bergerak.� Ancam Uryuu. Bukan sebuah ancaman biasa, busur panah telah dia todongkan pada teman-teman lamanya, tanpa keraguan sedikitpun. �Sejengkal saja bergerak akan kutembak.�
Ichigo tak peduli dengan ucapannya. Kakinya mencoba untuk berlari kearah Uryuu. Namun, panah Uryuu melesat ke arahnya. Reflek yang sempurna bagi Ichigo hingga menebas panah Uryuu.
�Sudah kubilang akan kutembak!� Uryuu memperingatkan ancamannya.
�Jangan bercanda.� Ichigo mengumpat. �Kau tahu kenapa kita semua di sini?!�
�Oh ya aku dengar kalian mau menghentikan Yang Mulia, 'kan?� Jawabn Ishida tenang. �Aku tak bisa membiarkan kalian.�
�Kalau kita gak menghentikan dia, Soul Society, dunia manusia, Hueco Mundo semuanya bakal lenyap!!� Ichigo kembali berteriak.
�Menurutmu aku belum tahu?� Tanya Uryuu.
Kata-kata Ichigo tertahan dimulutnya begitu mendengar pertanyaan Uryuu.
�Kau udah tahu kenapa kita di sini, udah tahu apa alasan kita tapi... kenapa�� Suara Ichigo lebih bergetar kali ini. ��kenapa kau masih di seberang sana?!?�
�Kau tak paham?� Suara Uryuu masih datar. �Karena aku adalah Quincy.�
Saat ketegangan sedang memuncak, pancaran reishi yang lain meluap di sekitar mereka. Askin, Gerard dan Lille muncul mengelilingi Ganju, Orihime dan Chad. Ketiganya langsung bersiaga beradu punggung siap menghadapi mereka.
�Apaan ini?� Tanya Gerrad terheran melihat musuh yang hanya tinggal mereka berempat. �Tadinya kukira bakal ada pasukan besar buat menggangu Yang Mulia, tapi ternyata cuma begini...�
�Aku tak butuh bantuanmu.� Ucap Uryuu menyela. �Schutzstaffel.�
Uryuu melepas anak panahnya, menancap pada lantai tempat teman-teman mereka berdiri. Lantaipun hancur, beban Ichigo dan yang lain terlalu berat. Mereka berempat jatuh begitu saja.
�ISHIDAAAAAAAAAAAAA!!!� Teriak Ichigo geram.
�Mereka cukup kujatuhkan.� Ucap Uryuu. �Itu saja.�
Lille mencoba untuk menembak Ichigo, namun saat Sternritter X itu mencoba menarik pelatuknya, Uryuu menghalau pandangannya dengan anak panah. Mata Lille memandang sinis Uryuu.
�Aku tahu apa yang mau kau bilang.� Ucap Uryuu datar.
�Mereka tak mungkin selamat dari tempat setinggi ini. Kalau pun mereka selamat, tak ada cara untuk naik ke atas lagi. Tapi kalau mereka kubunuh sebelum jatuh, kita tak perlu khawatir sama sekali.� Uryuu mencoba mendikte apa yang akan diucapkan oleh Lille. �Karena itulah arti melindungi Yang Mulia. Begitu 'kan?�
Wahahaha!!!
Gelak tawa Gerard membahana walau berada di luar terbuka.
�Boleh juga omonganmu, orang baru!� Ucapnya masih tertawa. �Kau sudah dapat pengakuan kami!�
Dibelakang mereka. Sang Raja Quincy sedang mencoba untuk menghancurkan Mimihagi-sama, tangan Yhwach mencoba untuk mencabik reishi hitam itu. Namun, tangan dengan satu mata itu masih melakukan perlawanan.
�Tangan kanan Reiou mau menarikku juga? Anakmu sendiri?!?� Tanya Yhwach merendahkan.
Mimihagi-sama mencoba untuk menyelimuti lengan kanan Yhwach, Namun Yhwach masih mencoba bertahan dengan Blutnya.
�Walau kau bisa melihat masa depan kau tak bisa melihat perbedaan kekuatan kita?� Ejek Yhwach. �Kau yang sekarang jauh lebih rendah dibanding diriku��
Reiatsu hitam itu hancur, kekuatannya tak dapat melawan pertahanan Yhwach. Kini berbalik, Yhwach menyerap Mimihagi-sama, reiatsu hitam itu menjalar melewati tangannya, separuh muka Yhwach tertutup oleh reishi hitam, sebuah tato mata tercipta di leher Yhwach.
Seirete yang sedari tadi telah terdiam kembali berguncang menuju kehancuran. Semua Shinigami yang terlihat tenang kembali menunjukkan resah. Mereka hanya bisa menggertak tanpa tahu apa yang terjadi.
�Sudah kuputuskan...� Yhwach berubah pikiran. Kakinya melangkah mendekati tubuh Soul King yang terbelah.
�Akan kuambil semua yang jadi milik Reiou.� Ucapnya dengan nada tinggi. �Mari kesampingkan Seireitei sekarang. Akan kuambil Reiou, kuserap, dan sampai aku selesai melakukannya��
��Jangan biarkan apa pun menghalangiku.�
Yhwach menunjukkan jarinya ke bawah, melesatkan sebuah reiatsu hitam tepat mengarah ke Seireite. Seireite akan dihujani keputusasaan saat harapan mulai terbenam.
*) Schutzstaffel : Pelindung Hitam, kemungkinan nama lain dari Elite Sternritter
Tidak ada komentar:
Posting Komentar