DAFTAR ISI

Minggu, Juli 05, 2015

bleach chapter 621


Bleach Chapter 621 - The Dark Curtain 


Masih tertoreh pada cerita yang sama. Pertempuran tiada akhir. Peperangan yang telah mengalami pasang surut dera. Kali ini Quincy kembali berada di atas angin.

Tangan kanan Soul King yang sempat mencekik rasa bangga Yhwach kini telah ditaklukkan, Tangan Kanan sang Raja itu telah tercabik oleh tangan besi Sang Raja Quincy. Tak hanya menghancurkannya, semua kekuatan yang dimiliki oleh sang Soul King telah diserap oleh Yhwach.

Tubuh Yhwach diselimuti oleh reiatu hitam, tubuhnya bergetar hebat seraya kekuatan itu masuk dari pori-pori tubuhnya.

�Yang Mulia...� Teriak Lille yang menyadari sesuatu aneh terjadi pada rajanya. �Anda tak apa-apa? Anda sedikit gemetar...�

Tak ada jawaban dari Yhwach. Tubuhnya yang terselimuti oleh kegelapan kembali bergetar. Reiatsu gelap yang membungkus tubuhnya semakin membesar, hingga reiatsu itu meledak, tercabik diudara dan mencecerkan makhluk-mahkluk kecil. Sosok kecil yang terlihat menjijikkan�berbentuk bola mata yang terselimuti oleh cairan hitam kental dan mempunyai tangan dan kaki�menyeruak dari balutan hitam di tubuh Yhwach. Puluhan� tidak, ratusan� tidak, makhluk-makhluk kecil itu terus tercipta dengan begitu cepatnya. Ribuan mahkluk kecil itu berjalan ke arah Lille, ke arah Loyal Guard berdiri.

�Chi.. chi� chi�� Makhluk-mahkluk itu berteriak dengan bahasa yang hanya mereka mengerti.

�Chi.. chi� chi�� Jawab makhluk yang lainnya.

�Apa-apaan makhluk ini?!� Teriak Lille yang mencoba berontak dari lautan makhluk kecil itu.

�Tenang.� Sebuah suara halus mencoba memperingatkan mereka.

Jugram yang sedari tadi tak terlihat tiba-tiba muncul di dekat mereka.

�Ini limpahan kekuatan Reiou...� Pemuda berambut pirang itu mencoba untuk menjelaskan. �Kekuatan sesungguhnya akhirnya bebas dari segel yang diberikan shinigami padanya.�

Mata sang pemuda itu seskali melihat ke arah sang Tuangnya yang masih meluapkan makhluk-makhluk kecil itu.

�Yang Mulia tidak bisa menyerap semuanya, jadi mereka meluap dari tubuh beliau.� Ucap Jugram kembali. �Mereka tidak berbahaya bagi kalian karena musuh Reiou sekarang��

��adalah Shinigami.�

�Chi� chi� chi�� Teriakan makhluk kecil itu kembali terdengar saat para Quincy terdiam.

Makhluk itu berlarian melewati para Royal Guard. Melompatkan diri mereka, menjatuhkan diri mereka sendiri ke bawah. Meluncur tepat kebawah mengikuti garis hitam yang diturunkan oleh Yhwach sebelumnya. Makhluk itu, sedang menuju ke Soul Society

Di Soul Society, Ukitake bergumam kesakitan. Tubuh kurusnya tak kuat lagi bahkan untuk berteriak histeris. Bayangan Mimihagi-sama yang keluar dari mulutnya meluap semakin deras. Terkuras dari dalam tubuh Ukitake. Mimihagi-sama itu lenyap, reiatsu hitam itu semakin menipis. Tubuh kurus Ukitake sudah tak ada kekuatan lagi, Ukitake terjungkal tanpa kuasa.

�Ukitake Taichou!?� Teriak Kiyone dan Sentaro hampir bersamaan. �Taichou!�

Keduanya berlari menghampiri Ukitake. Mata mereka meredup, mengiba tak kuasa melihat keadaan taichou mereka. Kiyone sesegukan, untuk kesekian kalinya dia tak dapat menahan air matanya.

�Taichou�� Dia masih percaya Ukitake akan menjawab sapaannya.

�Tangan kanan Reiou perlahan menghilang?!� Urahara menyadari bila reiatsu hitam itu teleh berhenti keluar dari tubuh Ukitake. �Mustahil��

��Seakan-akan dia diserap oleh sesuatu.�

Sesaat setelah Mimihagi hilang, bayangan hitam turun dan membungkus Seireite. Terjadi begitu capat hingga semua shinigami sudah menyadari kalau mereka sudah terbungkus oleh bayangan. Seirete terbungkus oleh bayangan hitam, dikafani dari langit oleh sang Raja Quincy.

�Apa... Apa yang terjadi...� Teriak salah seorang shinigami.

�Langitnya...� Teriak yang lain.

�Seluruh Seireitei ditutupi kegelapan...?!� Yang lain ikut berteriak.

Seirete yang sedetik lalu terlihat terang kini menjadi gulita. Tak ada cahaya, semua menjadi Gelap.

�Gelap sekali hampir seperti tengah malam.� Ucap Hisagi yang sudah tak bisa memandang langit. �Apa-apaan ini...�

�Ini pasti gara-gara Quincy sialan itu...� Geram Sui Feng menggertakkan gigi. �Lihat, sebagian shakonmaku jebol, kemungkinan karena tertimpa tembok Seirei��

��Dan barusan tangan kanan Reiou keluar lewat lubang itu menuju Reiou. Kemungkinan, musuh bakal menyasar lubang itu. Pertanda buruk...�

Taichou bertubuh mungil itu melompat ke atas Lab. Memandang tajam ke langit melalui pelindung Shakonmaku yang berlubang.

�Taichou, mau ke mana?!� Teriak Oomaeda kurang respon.

�Masih nanya?� Hina Sui Feng. �Apa kau mau duduk di situ aja? Aku mau menghancurkan jaring-jaring hitam jelek itu!�

Sui Feng mengumpulkan reiatsunya, pusaran angin berputar lebih cepat saat reiatsunya mulai terkumpul. Zanpakutounya berpendar redup. Reiatsunya berkumpul ke bilah pedangnya. Katana itu berubah bentuk menjadi sebuah peluru kendal besar di lengan kanan Sui Feng.

�Bankai.� Gumam Sui Feng tenang. �Jakuhou��

Belum sempat dia meluncurkan bankai-nya. Makhluk-makhluk kecil tumpah dari langit, ribuan makhluk hitam mencicit menyerang Sui Feng. Sui Feng tak dapat bergerak, bankainya yang besar merupakan kelemahannya untuk bergerak gesit.

�Apa--apa-apaan ini?!� Perempuan itu mengumpat. �Ugh, minggir!�

Namun, sebelum tubuhnya tenggelam dalam lautan makhluk hitam menjijikkan itu, Gegetsuburi menghancurkan kerumunan makhluk hitam itu.

�Kau tak apa-apa, taichou?!� Teriak Oomaeda.

�Berisik.� Sui Feng meninju wajah Oomaeda. �Dan kenapa lama banget.�

�Duh masa begitu sih!� Teriak Oomaeda.

Hisagi keluar dari Lab Divisi Dua Belas, mendengar keributan yang terjadi. Tentu saj dirinya tak akan diam begitu saja.

�Jangan sampai mereka mengerumuni kita di lab!� Teriaknya sambil melompat. �Ayo habisi, Kazeshini!�

Reiatsu di sekitarnya berputar. Zanpakutounya juga berpendar tak terang. Katanya berubah kedalam bentuk shikainya. Tangannya langsung mengayun menebas segala warna hitam yang dia lihat. Belakangnya, Ikkaku dan Yumichika ikut melompat, tak mau kalah.

�Gak usah nyuruh-nyuruh!� Teriak Ikkaku. �Houzukimaru!!�

�Fujikujaku!� Ucap Yumichika pelan, masih menjaga kecantikannya.

Dari belakang mereka, menyeruak luapan kelopak bunga Sakura yang langsung menyapu gumpalan hitam itu.

�Senbonzakura.� Byakuya, Renji dan Rukia bergabung dalam pembantaian kecil itu.

�Chi.. Chi� Chi�� Teriak mahkluk-mahkul kecil itu seakan berkomunikasi satu sama lain.

Walaupun mereka menebas dengan Kazeshini, walaupun mereka menusuk dengan Houzukimaru, walaupun mereka menyayat dengan Fujikujaku, bahkan walaupun mereka menyapu dengan Senbonzakura. Makhluk kecil itu tak ada habisnya, tumbahan dari langit seolah tidak berhenti.

�Cih... Mana ada habisnya...� Geram Ikkaku.

�Sialan...� Umpat Hisagi. �Kalau begini kita gak bakal bisa meraih jaring itu!�

Tiba-tiba sebuah tekanan terasa begitu berat. Para makhluk kecil itu tak dapat bergerak, tubuhnya tiba-tiba hancur bersama dengan tekanan roh yang semakin berat. Yumcihika, Rukia, bahkan semua shinigami yang ada di sana menyadari reiatsu siapa yang sedang meluap ini.

�Menggelikan sekali.� Sebuah hinaan menyeruak dari balik tirai hitam. �Kenapa kalian bermain pedang sepert itu?�

Pertanyaan tajam itu menusuk dari balik tirai kegelapan. Para shinigami yang lain tak dapat berkata apa-apa. Mereka thu siapa yang sedang bicara, shinigami yang dua tahun silam mereka lawan habis-habisan. Shinigami yang membuat sejarah tersendiri bagi Soul Society, Aizen Sousuke.

�Tidak mungkin...� Gumam Rukia sedikit gemetar.

Para mahkluk hitam menjijikkan itu meletup, hancur menyisakan jasad tanpa nyawa. Aizen hanya tersenyum tipis. Setipis rasa hormatnya pada shinigami-shimigami yang lain. Tubuhnya masih terikat pada sebuah kursi. Namun, reiatsunya tak dapat berdiam. Tekanannya semakin besar, pusarannya semakin cepat terasa. Makhluk-makhluk hitam itu semakin banyak yang tak dapat menahan tekanan roh Aizen.

�Cukup gunakan reiatsu kalian...� Sebuah saran keluar dari mulutnya. �--dan sapu bersih semua sekaligus. Mudah, 'kan?�

Sedikit kehinaan bagi Soul Society memang. Namun, dialah secercah harapan bagi Soul Society sekarang!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar