Bleach Chapter 624 - The Fang
Ketegangan yang sempat memuncak telah mereda. Kyoraku, sang Soutaichou
tak punya pilihan selain menerima tawaran para Quincy untuk saling
berbagi keuntungan. Bukan sebuah keputusan yang salah bagi Kyoraku, dia
tak menginginkan kekacauan terjadi lebih lama di Soul Society, para
shinigami membutuhkan reiatsu para Quincy, dan Quincy membutuhkan
gerbang para shinigami. Apapun itu semuanya demi Soul Society.
Di tengah pasukan elit Quincy yang meninggalkan Yhwach, sang tahanan mendapatkan kembali kesadarannya. Serangan yang dilakukan oleh The Underbelly sedikit membuat Aizen kewalahan. Namun, bukanlah sebuah masalah besar baginya sekarang.
�Heh...� Gumam Aizen sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kyoraku merasakan reiatsu Aizen yang mulai bangkit. Kakinya berbalik berjalan ke arah Aizen.
�Gak bisa gerak ya?� Ucap Kyoraku meremehkan.
�Rasanya aku hampir mati.� Jawab Aizen lemah. �Kalau kau mau membunuhku, ini waktu yang tepat...�
Kyoraku tertawa kecil.
�Masih aja bercanda, kau sudah kubunuh dari dulu andai segampang itu.� Jawabnya sedikit memuji. �Walau reiatsu-mu sudah terikat, kau masih bisa bertahan dari serangan tadi, ditambah lagi kau cuma lumpuh lima menit-�
�-Ya ampun, aku jadi kasihan sama Quincy tadi.�
�Lumayan lah bisa membuatku lumpuh 5 menit.� Ucap Aizen menyanggah. �Tidak perlu dikasihani.�
�Yah, benar jug sih.� Jawab Kyoraku tersenyum tipis. �Kalau tidak salah, keadaanmu sedang tidak optimal seperti yang kau bilang. Jadilah anak baik dan dia di situ, ya?�
Kyoraku kembali tersenyum, wajahnya seperti orang tua yang sedang memberikan sebuah nasihat pada seorang anak kecil tak berdaya.
�-Paling tidak, sampai gerbangnya selesai.� Kyoraku menambahkan.
Kyoraku memalingkan wajahnya, kakinya bergerak ke arah Laboratorium Divisi 12. Para Shinigami dan Quincy sedang menguras Reiatsunya untuk disalurkan pada bola reiatsu. Tak ada yang berkomentar, wajah mereka terlalu serius untuk bicara. Sebuah percikan reiatsu sesekali tercipta di udara menandakan gerbang akan terbentuk tidak lama lagi.
Aizen masih tertunduk, merasakan campuran reiatsu yang terpancang dari dalam laboratorium. Reiatsu Quincy dan Shinigami yang berbaur membuat mulut Aizen menggidik.
�Shinigami dan Quincy bisa bekerja sama?� Ucapnya remeh. �Apa mereka juga mau melindungi Soul Society bersama?�
�Mungkin tidak,� Dia menjawab pertanyaannya sendiri. �Kita hanya kebetulan bertemu dan memutuskan untuk mengalahkan musuh yang sama.�
Kepalanya mengadah, memandang retakan Shakonmaku dengan mata menyipit, seakan dia dapat melihat dengan jelas Istana roh yang melayang di sana.
�Astaga...� Ucapnya sedikit meninggikan emosinya. �Orang yang menghentikan ambisiku adalah orang yang sama yang menginjakkan kakinya di Reioukyuu sebelum aku melakukannya. Kau benar-benar laki-laki yang tak bisa diampuni-�
�-Kurosaki Ichigo.�
Di tengah pasukan elit Quincy yang meninggalkan Yhwach, sang tahanan mendapatkan kembali kesadarannya. Serangan yang dilakukan oleh The Underbelly sedikit membuat Aizen kewalahan. Namun, bukanlah sebuah masalah besar baginya sekarang.
�Heh...� Gumam Aizen sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
Kyoraku merasakan reiatsu Aizen yang mulai bangkit. Kakinya berbalik berjalan ke arah Aizen.
�Gak bisa gerak ya?� Ucap Kyoraku meremehkan.
�Rasanya aku hampir mati.� Jawab Aizen lemah. �Kalau kau mau membunuhku, ini waktu yang tepat...�
Kyoraku tertawa kecil.
�Masih aja bercanda, kau sudah kubunuh dari dulu andai segampang itu.� Jawabnya sedikit memuji. �Walau reiatsu-mu sudah terikat, kau masih bisa bertahan dari serangan tadi, ditambah lagi kau cuma lumpuh lima menit-�
�-Ya ampun, aku jadi kasihan sama Quincy tadi.�
�Lumayan lah bisa membuatku lumpuh 5 menit.� Ucap Aizen menyanggah. �Tidak perlu dikasihani.�
�Yah, benar jug sih.� Jawab Kyoraku tersenyum tipis. �Kalau tidak salah, keadaanmu sedang tidak optimal seperti yang kau bilang. Jadilah anak baik dan dia di situ, ya?�
Kyoraku kembali tersenyum, wajahnya seperti orang tua yang sedang memberikan sebuah nasihat pada seorang anak kecil tak berdaya.
�-Paling tidak, sampai gerbangnya selesai.� Kyoraku menambahkan.
Kyoraku memalingkan wajahnya, kakinya bergerak ke arah Laboratorium Divisi 12. Para Shinigami dan Quincy sedang menguras Reiatsunya untuk disalurkan pada bola reiatsu. Tak ada yang berkomentar, wajah mereka terlalu serius untuk bicara. Sebuah percikan reiatsu sesekali tercipta di udara menandakan gerbang akan terbentuk tidak lama lagi.
Aizen masih tertunduk, merasakan campuran reiatsu yang terpancang dari dalam laboratorium. Reiatsu Quincy dan Shinigami yang berbaur membuat mulut Aizen menggidik.
�Shinigami dan Quincy bisa bekerja sama?� Ucapnya remeh. �Apa mereka juga mau melindungi Soul Society bersama?�
�Mungkin tidak,� Dia menjawab pertanyaannya sendiri. �Kita hanya kebetulan bertemu dan memutuskan untuk mengalahkan musuh yang sama.�
Kepalanya mengadah, memandang retakan Shakonmaku dengan mata menyipit, seakan dia dapat melihat dengan jelas Istana roh yang melayang di sana.
�Astaga...� Ucapnya sedikit meninggikan emosinya. �Orang yang menghentikan ambisiku adalah orang yang sama yang menginjakkan kakinya di Reioukyuu sebelum aku melakukannya. Kau benar-benar laki-laki yang tak bisa diampuni-�
�-Kurosaki Ichigo.�
Di Istana Roh, keadaan masih sama. Ichigo dan yang lain terlempar karena panah Uryuu. Semuanya terlihat tak apa-apa, kecuali Ichigo yang sedang pingsan dan menerima tendangan dari Yoruichi.
�Uwaghhh!!!� Teriak Ichigo kaget, kesakitan. �Ohok Ohok Ohok Hoeekkk�
�Bagus, dia udah sadar!� Ucap Yoruichi.
Tangan Yoruichi yang hancur karena Pernida sudah kembali berkat Souten Kisshun Orihime.
�Semuanya gak apa-apa, apa cuma aku yang pingsan...� Teriak Ichigo tak terima.
�Emm.... Itu...� Orihime mencoba menjelaskan.
�Bentar! Bentar!� Teriak Ichigo sebelum Orihime mulai bercerita. �Rasanya aku ingat...�
Ichigo kembali mengingat beberapa menit lalu, saat mereka terjatuh, saat Uryuu memanahnya.
�Santen Kesshun!� Orihime menciptakan pijakan untuk menopang tubuh mereka berempat.
�Ugh... S... sori, Ichigo...� Teriak Ganju saat kepalanya berbenturan dengan Ichigo.
�I... iya... Kau gak apa-apa, Ganju...?�
Sebelum Ganju menjawab pertanyaannya sebuah tali dengan ujung panah penancap menembus Santen Kesshun Orihime. Tak perlu heran dari mana Yoruichi mendapatkan alat aneh yang dapat melakukan hal seperti. Dia keluarga Shihoin, sang pewaris alat langit.
�Kalian bertahanlah!� Teriak Yoruichi sambil memegang lengan kirinya yang putus. �Kalian akan kutarik, pegangan!�
Namun, dari balik Shihakushou Ichigo muncul sesuatu, dari dada Ichigo mencuat sebuah boneka yang semakin membesar. Mengambil tempat Santen Kesshun yang begitu sempit. Kon muncul dalam bentuk raksasa, tubuhnya yang besar mendorong tubuh Ichigo, berbenturan dengan Orihime dan akhirnya Pingsan.
�Kita selamat!! Kukira kita bakal mati!!� Teriak Kon yang tak peka sama sekali. �Gilaaaaa, dari tadi aku sembunyi di kantong Ichigo, tapi momennya jelek banget buat penampilan utamaku�
�
�Jadi gara-gara Kon?!?� Teriak Ichigo setelah ingat semuanya.
�Tapi gara-gara aku juga...� Bujuk Orihime.
�Ke mana si brengsek itu, bisanya ganggu orang aja, apa dia masih di kantongku?!�
�Gyaaaa!!� Teriak Kon yang sudah dalam genggaman Ichigo. �Kau bakal dihajar dalam mode berototku kalau kau berani berbuat sesuatu� Ah gyaargghh!! Jangan mataku!!!�
�Matamu lemah!!�
�Baiklah...� Yoruichi mencoba menghentikan kekacauan yang terjadi. �Jadi, saatnya serangan balik.� Ucapannya serius, matanya menatap tajam ke arah Ichigo yang yang lainnya. Tangannya udah utuh seperti semula walau Souten Kisshun masih berpendar mengembalikannya.
�Makasih Inoue, tanganku kelihatannya udah oke.� Tubuhnya berdiri, matanya memandang ke arah Istana Utama yang kini jauh dari jangkauan mereka. �Waktu kita sempit, kita bahkan gak tau berapa lama lagi tempat ini bakal bertahan.�
�Iya sih, tapi mau buru-buru juga gimana caranya naik ke atas sana?� Tanya Ichigo. Matanya ikut memandang tempat dimana mereka baru saja dijatuhkan. �Lumayan tinggi dari sini, mungkin aku bisa coba membuat pijakan dengan reiatsu lalu Chad dan lainnya dengan Santen Kesshun Inoue. Tapi kalau kita diserang di tengah jalan��
�Jangan khawatir� Yoruichi memotong ucapannya. Yoruichi sedikit mengendus seperti kucing, menghela nafasnya pelannya. �Bukalah!�
Udara di depan Yoruichi bergema, berdistorsi seakan ada dimensi lain yang sedang menyeruak di udara sana. Tak lama udara di atas mereka retak, sebuah reiatsu mulai terasa dari terakan kecil itu.
�Kemampuan ini...!!� Ucap Ichigo tak yakin.
Namun, Ichigo sudah melihat gerbang dimensi ini beberapa kali. Tidak, bahkan Ichigo pernah melewatinya. Ya, apa yang dilihat Ichigo adalah Garganta. Pintu dimensi yang digunakan oleh para Hollow untuk pergi dari Hueco Mundo ke dimensi lain. Retakan itu pecah, terbuka semakin lebar hingga menunjukkan sosok berdiri dengan latar hitam.
�Kau.... Grimmjow!!� Teriak Ichigo tak keras.
Ya, Grimmjow Jaegerjaquez, Espada 6 itu berdiri di hadapan Ichigo. Penampilan Hollow berambut biru itu sedikit berubah. Luka yang diciptakan oleh Ichigo masih membekas di lehernya, di tambah bekas luka yang dia terima dari Nnoitra. Matanya sayu memandang Ichigo, berbanding terbali dengan Ichigo yang membelalak terkejut.
Dibangkitkan hukum karma. Namun, bagaimanapun bantuan telah tiba!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar