Hari sudah menjelang malam dan bulan sabit pun menampakkan dirinya.
Terlihat Sang Grandmaster Quincy, Haschwalth menaiki tangga di sekitar
Wahrwelt meninggalkan sahabat masa kecilnya yang tergeletak tak berdaya
menuju nafas terakhirnya menjelang kematian.
Teks : Seraya hilang kesadaran, kenangan masa kanak-kanak tercermin di matanya.
"Jugo. Mulai sekarang kau jadi anak buahku"
Kenang Bazz-B ketika mereka masih berlatih di hutan dulu.
"Ayo jadi Quincy terkuat. Jugo"
Hati Bazz-B berkata sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
"Sial...
Kelihatannya Bazz-B sudah dikalahkan olehnya. Padahal dia bilang 'biar aku saja yang melawannya satu lawan satu'"
Kata Liltotto.
"... Kau tahu... Yhwach?"
Katanya lagi.
Terlihat Yhwach sedang berdiri diam.
"Bukannya aku ingin bicara seperti ini, tapi..."
Ujar Liltotto lemah dengan luka di bagian perutnya yang mengeluarkan darah cukup banyak, bahkan Giselle Gewelle mati dengan dengan posisi agak nungging.
Ternyata setelah berpisah dari Bazz-B yang melawan Haschwalth, duo cetar membahana yang terdiri dari si rakus dan hode ngeselin ini pergi untuk melawan Yhwach, dan kalah.
"Kasihan sekali, kami bahkan tak mampu menggoresmu sedikitpun"
Ujar Liltotto kesal.
Yhwach pun pergi menuju kursinya meninggalkan Liltotto yang sudah ambruk dan si Giselle hode yang sudah mati terlebih dahulu.
"Akhirnya, kukira kau takkan bisa diam"
Ujar Yhwach mengejek Liltotto setelah duduk di by kbbi kursi singgasana nya.
"Sekarang... Akhirnya aku bisa tidur lagi..."
Lanjut Yhwach.
Terlihat mata Yhwach yang banyak mulai tertutup. Di lain tempat Sang Grandmaster, Haschwalth, memiliki mata yang menandakan ciri Quincy sejati, mata yang memiliki pupil dengan jumlah yang banyak ini pertama kali diperlihatkan Yhwach ketika mengalahkan anggota terkuat Zero Bantai, Hyosube Ichibei. Sebuah tanda bahwa Yhwach dan Haschwalth telah bertukar tempat.
Seperti yang kita tahu, ketika Yhwach tidur maka Haschwalth bertukar kedudukan dan kekuatannya dengan Yhwach.
"Sungguh kekuatan yang kejam dan tak berperasaan, bukan?
Yang Mulia.... Mampu melihat masa depan..."
Ujar Haschwalth yang kini jadi pemimpin Sternritter menggantikan Yhwach sementara.
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —
Versi teks Komik Bleach Bahasa Indonesia
Chapter 635. HOODED ENIGMA
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —
Terlihat di salah satu sudut kota Wahrwelt, Gerard Valkyrie mencoba mengerem karena terlalu semangatnya akan bertemu dengan musuh, tapi...
"Apa..??!
Jalan buntu?!"
Kata Gerard.
"Tak ada orang di sini, tak ada musuh, tak ada siapapun"
Celoteh Gerard heran sambil tengok kanan kiri.
"Kurang ajar..."
Kesal Gerrard.
"Lille! Pernida! Nakk Le Vaar!!! Tunggu sampai aku menemukan kalian!!!"
Teriak Gerard kesal.
"Cepat... Seperti... Kentut
Kita benar-benar telah kehilangan dia"
Celoteh Cigoh dengan muka jengkel karena Grimmjow lari mengejar Askin tanpa banyak by kbbi cingcong
meskipun cigoh dkk mengejarnya tapi tetap tak terlihat tanda-tanda Grimmjow.
"Aku tak menyangka dia benar-benar cepat"
Ganju berbicara.
"Sialan Grimmjow, apa yang dia pikirkan... Dia beneran ingin pergi sendiri"
Celoteh Cigoh lagi dengan muka kesal.
"Sekarng kita berpencar dan cari dia"
Kata Cigoh memberi perintah.
"Oke"
Yang lain pun menjawab.
"...FWIIIIHHH..
Teks : Seraya hilang kesadaran, kenangan masa kanak-kanak tercermin di matanya.
"Jugo. Mulai sekarang kau jadi anak buahku"
Kenang Bazz-B ketika mereka masih berlatih di hutan dulu.
"Ayo jadi Quincy terkuat. Jugo"
Hati Bazz-B berkata sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.
"Sial...
Kelihatannya Bazz-B sudah dikalahkan olehnya. Padahal dia bilang 'biar aku saja yang melawannya satu lawan satu'"
Kata Liltotto.
"... Kau tahu... Yhwach?"
Katanya lagi.
Terlihat Yhwach sedang berdiri diam.
"Bukannya aku ingin bicara seperti ini, tapi..."
Ujar Liltotto lemah dengan luka di bagian perutnya yang mengeluarkan darah cukup banyak, bahkan Giselle Gewelle mati dengan dengan posisi agak nungging.
Ternyata setelah berpisah dari Bazz-B yang melawan Haschwalth, duo cetar membahana yang terdiri dari si rakus dan hode ngeselin ini pergi untuk melawan Yhwach, dan kalah.
"Kasihan sekali, kami bahkan tak mampu menggoresmu sedikitpun"
Ujar Liltotto kesal.
Yhwach pun pergi menuju kursinya meninggalkan Liltotto yang sudah ambruk dan si Giselle hode yang sudah mati terlebih dahulu.
"Akhirnya, kukira kau takkan bisa diam"
Ujar Yhwach mengejek Liltotto setelah duduk di by kbbi kursi singgasana nya.
"Sekarang... Akhirnya aku bisa tidur lagi..."
Lanjut Yhwach.
Terlihat mata Yhwach yang banyak mulai tertutup. Di lain tempat Sang Grandmaster, Haschwalth, memiliki mata yang menandakan ciri Quincy sejati, mata yang memiliki pupil dengan jumlah yang banyak ini pertama kali diperlihatkan Yhwach ketika mengalahkan anggota terkuat Zero Bantai, Hyosube Ichibei. Sebuah tanda bahwa Yhwach dan Haschwalth telah bertukar tempat.
Seperti yang kita tahu, ketika Yhwach tidur maka Haschwalth bertukar kedudukan dan kekuatannya dengan Yhwach.
"Sungguh kekuatan yang kejam dan tak berperasaan, bukan?
Yang Mulia.... Mampu melihat masa depan..."
Ujar Haschwalth yang kini jadi pemimpin Sternritter menggantikan Yhwach sementara.
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —
Versi teks Komik Bleach Bahasa Indonesia
Chapter 635. HOODED ENIGMA
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —
Terlihat di salah satu sudut kota Wahrwelt, Gerard Valkyrie mencoba mengerem karena terlalu semangatnya akan bertemu dengan musuh, tapi...
"Apa..??!
Jalan buntu?!"
Kata Gerard.
"Tak ada orang di sini, tak ada musuh, tak ada siapapun"
Celoteh Gerard heran sambil tengok kanan kiri.
"Kurang ajar..."
Kesal Gerrard.
"Lille! Pernida! Nakk Le Vaar!!! Tunggu sampai aku menemukan kalian!!!"
Teriak Gerard kesal.
"Cepat... Seperti... Kentut
Kita benar-benar telah kehilangan dia"
Celoteh Cigoh dengan muka jengkel karena Grimmjow lari mengejar Askin tanpa banyak by kbbi cingcong
"Aku tak menyangka dia benar-benar cepat"
Ganju berbicara.
"Sialan Grimmjow, apa yang dia pikirkan... Dia beneran ingin pergi sendiri"
Celoteh Cigoh lagi dengan muka kesal.
"Sekarng kita berpencar dan cari dia"
Kata Cigoh memberi perintah.
"Oke"
Yang lain pun menjawab.
"...FWIIIIHHH..
Terlihat ternyata Aizen KW sedang bersembunyi dari kejaran Grimmjow di atap sebuah bangunan.
"Yah, bisa apa kalian... Ichigo Kurosaki dan lainnya atau serigala bodoh yang berpikir dia terlalu hebat untuk diperintah..."
Celoteh Aizen KW sambil bersantai sembari mengeluarkan sebuah termos kecil (mau piknik kali ah)
"Aku tak tahu siapa mereka, dan aku tak menyangka akan berhadapan dengan orang-orang itu...
Baiklah aku istirahat dulu sambil minum kopi lalu dan menyusun rencana"
Celoteh Aizen KW lagi sambil santai dan menuangkan kopi dari termos kecil ke cangkir yang sudah di siapkan sejak awal (kammvrett)
Meskipun lawan yang dihadapi adalah Grimmjow, yang penting santai brooohhh (fakk banget dah nih anak atu)
--- WHUSHH ---
Menyadari tiba-tiba ada Grimmjow di belakang, Askin pun reflek langsung mengeluarkan jurus kaki seribu sebelum di terkam Grimmjow
"Kau tidak akan bisa kabur, tidak akan bisa karena aku telah menemukanmu"
Sahut Grimmjow siap-siap menerkam.
"Lupakan saja aku, cari yang lain saja...!!
Ayolah..."
Ujar Askin masih berlari meniru Mayweather.
"Ini... Kau bisa memilikinya"
Ujar Askin sambil melempar sebuah bola cair kepada Grimmjow.
"Itu 'hadiah'
Ambillah, itu semua untukmu"
Kata Askin dengan gayanya yang khas.
"'Hadiah'? Serangan selambat ini?!
Mana mungkin benda semacam ini bisa melukaiku!"
Ujar Grimmjow sambil menebas 'hadiah' yang diberikan Askin dengan setulus hati.
Tiba-tiba....
"A... Apa... Apa ini...?!"
Grimmjow hilang keseimbangan dan terjatuh dari atap bangunan di Wahrwelt.
"... Ah, ah...
Bola 'hadiah' ku adalah bola yang berisi racun. Aku yakin waktu kecil kau tidak pernah bermain dengan ini? Harusnya kau dengar pesan ibumu... Bukankah dia pernah bilang... Jangan menerima hadiah dari orang asing... Karena itu bisa membunuhmu"
Ujar Askin setengah menjelaskan sedangkan Grimmjow tergeletak lemah dan semakin lemah hingga hilang kesadaran.
Di sisi lain di Wahrlwelt, terlihat sebuah moncong senapan yang panjang berwarna hitam.
Terlihat Hisagi dkk sedang berlari menuju pusat kota Wahrwelt, yaitu Istana Silbern.
"... Pasukan mereka berpencar... Dan dengan ini, kekuatan fisik mereka mulai melemah tergantung kemampuan mereka beradaptasi dengan tingkat reishi dari Istana Raja Roh.... Ditambah dengan cedera yang di derita masing-masing..
Ujar Lille Barro menjelaskan prediksinya panjang lebar.
--- JRASSHH ---
Terlihat Hisagi yang tertinggal sendirian tertembak peluru reishi Lille Barro dari samping.
"Semua makhluk hidup akan mati jika mereka berpisah dari kawanannya"
Ujar Lille dan terlihat Hisagi sudah tumbang.
"Aku hanya mengulur waktu dan satu demi satu membuat yang terlemah dari rombongan terus berpisah"
Ujar Lille lagi.
Di sisi lain Wahrwelth terlihat sesosok makhluk aneh bertudung dengan baju khas Sternritter. Yups dia adalah Pernida Parnkgjas, Sternritter dengan schifft 'C - The Compulsory' yang hobinya tukang pelintir sedang berdiri sendiri seperti abg galau gagal move on di antara bangunan-bangun
"Hrmm? Benda apa itu?"
Kenpachi bertanya. Ya setelah sebelumnya sempat cekcok di pintu sorga, akhirnya mereka ikut juga ke dalam pertarungan dengan membuat group sendiri.
"Apa itu benar-benar sebuah pertanyaan atau kau hanya berbicara kepada dirimu sendiri, karena ini yang kedua kalinya dan sering kau lakukan maka aku akan mengabaikanmu"
Ujar kapten Kurotsuchi dengan cara bicara ngeselinnya.
"Tentu saja, dalam mimpi terliarku pun tak akan kubiarkan akan ada seseorang dalam Gotei 13 yang cukup tolol untuk menanyakan sesuatu yang sama-sama belum mereka lihat"
Cingcong Kurotsuchi
"Jadi sudah sewajarnya aku mengabaikanmu saja"
Kapten gila ini cingcong lagi
"Persetan... Akan kubunuh saja"
Zaraki pun maju meninggalkan Kurotsuchi yang ceramah terus.
"..... Hanya perasaanku saja atau memang dia mengatakan sesuatu, Nemu?"
Tanya kapte Kurotsuchi kepada Nemu Kurotsuci, letnan divisi 12. Kapten Kurotsuchi pun tersadar bahwa dia dicuekin Kepachi Zaraki yang udah maju dan siap menebas musuhnya.
"Tunggu, Zaraki!!"
Teriak Kurotsuchi.
Tiba-tiba keanehan terjadi, Kenpachi yang hendak menebas Pernida gerakannya terhenti dan sedikit terdorong.
"Zaraki..."
Kata Kurotsuchi.
"Ah... Tidak seberapa. Dia hanya mendapatkan satu lenganku"
Ujar Kenpachi. Tangan kanannya yang memegang zanpakutou patah karena terpelintir kekuatan Pernida.
"Tapi sebagai gantinya, aku membuatnya memiliki gaya rambut baru"
Kata Kenpachi dan terlihat kepala Pernida Parnkgjas menyemburkan darah yang banyak hingga bentuk kepala dibalik tudungnya menjadi bentuk yang aneh membuat Kenpachi Zaraki sedikit kaget.
Tiba-tiba terlihat sesuatu dibalik tudung Pernida Parnkgjas membesar dibeberapa tempat seperti ada monster yang mau keluar.
".... Apa yang sedang kulihat ini..?"
Tanya Kenpachi heran.
"Apa itu pertanyaan lain? Atau kau masih bicara pada dirimu sendiri?"
Jawab Kurotsuchi dengan senyum khasnya.
Teks : Sesuatu yang tak terduga.. !!
BLEACH 635/END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar