DAFTAR ISI

Senin, Juli 27, 2015

bleach chapter 636

BLEACH 636. SENSITIVE MONSTER
Jangan lupa like, komentar, dan bantu
bagikan setelah membaca.
Tiba-tiba keanehan terjadi, Kenpachi yang
hendak menebas Pernida gerakannya terhenti
dan sedikit terdorong.
"Zaraki..."
Kata Mayuri.
"Ah... Tidak seberapa. Dia hanya
mendapatkan satu lenganku"
Ujar Kenpachi. Tangan kanannya yang
memegang zanpakutou patah karena
terpelintir kekuatan Pernida.
"Tapi sebagai gantinya, aku membuatnya
memiliki gaya rambut baru"
Kata Kenpachi dan terlihat kepala Pernida
Parnkgjas menyemburkan darah yang banyak
hingga bentuk kepala dibalik tudungnya
menjadi bentuk yang aneh membuat Kenpachi
Zaraki sedikit kaget.
Tiba-tiba terlihat sesuatu dibalik tudung
Pernida Parnkgjas membesar dibeberapa
tempat seperti ada monster yang mau keluar.
".... Apa yang sedang kulihat ini..?"
Tanya Kenpachi heran.
"Apa itu pertanyaan lain? Atau kau masih
bicara pada dirimu sendiri?"
Jawab Mayuri dengan senyum khasnya.
Teks : Sesuatu yang tak terduga.. !!
Garis-garis hitam berbentuk seperti urat
mencuat keluar dari tubuh Pernida yang juga
kepalanya makin lama makin membesar
seakan mau meledak.
"Kepalanya jadi besar. Apa sebenarnya itu?"
Tanya Zaraki heran.
"Sepertinya tidak begitu berguna dalam
bertarung, pasti ada alasan lain"
Kata Mayuri tanpa menjawab pertanyaan
Zaraki.
"Kelihatannya mengerikan"
Lanjut Kurotsuchi.
"Kau bilang apaan?"
Ujar Zaraki.
Sementara itu...
"Kita melewatkan kesempatan untuk
bergabung di pertempuran"
Kata si pala botak, Dedy Corbuzi.... Eh, Ikkaku
Madarame maksudnya, yang sedang bersama
nona Yumichika Ayasegawa menyaksikan
pertaungan antara Pernida vs Zaraki and
Kurotsuchi.
"Bodoh! Kita gak perlu gabung! Kalau berbuat
salah sedikit saja kita bakal kena marah!"
Cingcong nona Yumi
"Aku setuju"
Ucap by kbbi Nemu Kurotsuchi yang daritadi
juga ikut melihat kaptennya bertarung.
Ucapan Nemu membuat si botak dan nona
manis berhenti berdebat mereka pun
menoleh ke arah Nemu.
".... Aneh juga kau sampai mengutarakan
pendapatmu"
Ucap Ikkaku.
"Masa? Mayuri-sama selalu memerintahkanku
agar tidak bergerak hingga dia memanggilku"
Ujarr Nemu menjelaskan.
"Menurutku Mayuri-sama takkan kesusahan
melawan musuh....jadi, dia tidak perlu
memanggilku"
Lanjut Nemu.
"Kau bicara apa? Kapten Zaraki juga begitu,
tahu"
Sahut Dedy Corbuzi.... (Oh damn!) Maksudnya
Ikkaku
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —
Versi teks Komik Bleach Bahasa Indonesia
Chapter 636. SENSITIVE MONSTER
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —
Tiba-tiba...
--- ZRASHH --
Darah menyembur dan baju yang dikenakan
Zaraki robek dan membuat dia terkejut. Tak
hanya sampai situ, tangan kanan Zaraki yang
sebelumnya patah dipelintir oleh Pernida kini
terpelintir lagi hingga berputar-putar.
"Eh...?! Apa itu...?!"
Teriak Ikkaku bertanya, disampingnya
Yumichika sedang heran dengan apa yang
terjadi.
"Lengannya yang patah terus berputar!!"
Lanjut Ikkaku lagi.
Tiba-tiba lengan kanan Zaraki yang sedang
memegang zanpakutou yang berputar
menghadap ke wajahnya seakan ingin
memotong wajahnya menjadi dua bagian.
Zaraki akhirnya memegang tangan yang
berputar menggunakan tangan kirinya yang
normal hingga akhirnya....
--- ZRASHH ---
Zaraki memutuskan tangan kanannya dengan
cara menariknya, darah pun keluar sangat
banyak.
Tak sampai disitu, Zaraki menjatuhkan tangan
kanannya yang putus dan menginjaknya untuk
melepaskan zanpakutou dari tangan kanannya
dan mengambilnya by kbbi dengan tangan
kirinya. Tangan yang putus itu pun masih
berputar dan memuncratkan darah yang
banyak.
"Karena terlalu berputar, darah yang keluar
pun juga sangat banyak.
Kok bisa...!?"
Ujar Ikkaku melihatnya dengan tatapan ngeri,
begitupun dengan nona Yumi
"Cih, bagus juga"
Kata Mayuri, sedangkan Kenpachi Zaraki yang
tangan kanannya putus terlihat biasa saja.
"Segera memutuskan tangan sendiri memang
keputusan yang baik.
Kerja bagus, kapten Zaraki"
Ucap Mayuri.
"Kalau tidak cepat memutuskan, sekarang kau
pasti sudah berubah menjadi sesuatu yang
menjijikkan seperti tumpukan bakso"
Singgung Mayuri.
"Aku bahkan tak tahu kau memujiku atau
memprovokasiku"
Balas Zaraki.
"Menurutmu apa?"
Ucap Mayuri dengan senyum.
"Terserahlah. Lalu, apa kekuatannya?"
Tanya Zaraki tak peduli kepada Mayuri.
"Seperti biasa, aku juga tidak paham, apakah
kau bertanya padaku atau sedang berbicara
pada diri sendiri.
Tapi pokoknya, aku belum tahu"
Cingcong mayuri lagi
"Saat ini yang bisa kubilang hanya akan lebih
baik jika kita tidak mendekatinya dulu"
Cingcong Mayuri, sedangkan Pernida terlihat
masih berdiri gagah, tamvan dan pemverani
"Tidak mendekatinya?"
Tanya Zaraki dengan ekspresi seakan-akan
berkata 'Hah? Maksud loooo?'
"Nemu! Cepat ikat lengannya dan hentikan
pendarahannya"
Teriak Mayuri kepada bawahannya, si nona
cantik, Nemu.
"Baik"
Jawab Nemu.
"Jangan konyol, mana mungkin kita bisa
menebasnya kalau kita sendiri tidak boleh
mendekatinya?"
Kata Zaraki, sedangkan tangan kanannya
sedang diobati Nemu.
"Huhh, pertanyaan lain?
Menebas bukan jalan satu-satunya dalam
bertarung"
Jawab Mayuri.
"Akan kujelaskan suatu cara untuk
melakukannya tanpa..."
Cingcong Mayuri tapi...
"Maa saja, tapi... Untuk yang barusan aku
cuma bicara sendiri"
Kata Zaraki tersenyum.
Tiba-tiba...
Zaraki berlari menuju Pernida tanpa banyak
cingcong sehingga membuat Mayuri kaget.
"Oi! Zaraki!"
Teriak Mayuri.
"Kalau aku tidak tahu kekuatannya apa, maka
aku cukup memotongnya jadi dua sebelum dia
menyerangku"
Ujar Zaraki siap menerjang by kbbi.
"Cih"
Mayuri pun menyiapkan zanpakutounya.
--- SLASHH ---
Tebasan Zaraki tepat ke kepala Pernida
hingga membuatnya berdarah dan membuat
Zaraki tersenyum. Tapi....
--- ZRASHH ---
Kedua kaki Zaraki tertekuk ke belakang karena
kekuatan Pernida.
"Kapten!"
Teriak Ikkaku panik, nona Yumi pun juga
"Rrrrraaaaaaagghh!!"
Teriak Zaraki.
--- JLEBB ---
Tiba-tiba Zaraki ditusuk zanpakutou dari
belakang. Dengan tatapan tak percaya, Zaraki
ternyata di tusuk zanpakutou Mayuri dalam
bentuk Shikai dari belakang.
"Ku.... Kurotsuchi....
Bangsat kau.."
Ujar Zaraki kesal sambil mencoba menengok
ke belakang.
"Hmm sudah kuduga... Hanya dengan
menusuk perutnya, tulang-tulang lainnya juga
akan patah"
Jelas Mayuri.
"ASHIHOGI JIZOU! FEAR FACTOR 4!"
Ucap Mayuri memberi perintah kepada
zanpakutounya. Terlihat sosok bayi imut di
mode shikai zanpa Mayuri. Mata bayi tersebut
dicolok oleh jempol Mayuri hingga sang
bayi mnangis sangat keras (Mayuri jahat! :v)
"Tolong tutup telinga kalian, atau bisa-bisa
dalam 4 detik ke depan kalian akan tuli"
Ucap Nemu yang cantik memperingatkan
kepada si botak Ikkaku dan nona cantik
saingan ratu Charlotte, Yumichika
Okee balik lagi ke cerita terlihat Zaraki
mengeluarkan darah dari sekujur tubuhnya
setelah ditusuk dari belakang oleh Mayuri
menggunakan Fear Factor 4.
"Nah... Sekarang..."
Kata Mayuri sambil menyarungkan
zanpakutounya.
"Lebih baik bila kau kuberikan anestesi, sebab
kekuatan orang ini mungkin masih berguna"
Cingcong Mayuri yang sudah berada tepat di
depan Pernida kepada Zaraki.
"Jadi, bakso(Pernida -red) di sini juga bakal
merugikan dirimu kan"
Lanjut Mayuri masih cingcong.
"Ah, dan juga, anestesi yang dapat bekerja
pada tubuhmu itu, juga berarti tubuhmu juga
dapat di tebas. Dengan kata lain...."
Masih cingcong Mayuri
"'Saraf'-mu! Kau akan menggunakan sarafmu
sendiri untuk menyusup ke dalam tubuh
musuh dan mengendalikan pergerakannya
secara paksa"
Kata Mayuri seprti biasanya menceritakan
prediksinya seakan tak mau kalah oleh
Shinichi Kudo
"Aku sudah menduganya lho, kudengar para
quincy bisa memasukkan reishi ke dalam
aliran darah mereka dan menggunakan
kekuatan tersebut.
Kalau benar begitu, maka tidak mengherankan
bila ada quincy lain yang bisa memanipulasi
reishi juga"
Celoteh Mayuri panjang lebar.
"Tapi, apapun prosesnya, bila tubuhnya
dipotong...."
Ujar Mayuri belom selesai cingcong (yaelah
bro, lama amat lu ngomong :v) sedangkan
Pernida mulai menyerang Mayuri dengan
mengeluarkan sarafnya yang biasa digunakan
untuk by kbbi memanipulasi gerakan musuh.
".... Maka tak ada yang perlu kita takutkan"
Cingcong Mayuri santai sambil menepis saraf
Pernida menggunakan semacam obat anti-
saraf (:v dasar kang apotik :v)
Hal itu membuat Pernida terkejut (waaw aku
terkejuutt!) dan terlihat mata pernida seperti
mengeluarkan sarafnya. Pernida pun berteriak
dan menyerang menggunakan urat saraf
andalannya.
"Disiksa menunjukkan saraf sendiri begitu
sakit, ya?"
Ujar Mayuri mengejek Pernida.
"Aku sangat tertarik pada kekuatanmu.
Mungkin aku akan memeriksamu juga. Wah
aku harus apa, ya?"
Kata mayuri dengan ide sintingnya untuk
menjadikan Pernida kelinci percobaannya
setelah Charlotte dkk
"Aku punya banyak obat yang dapat bekerja
pada sistem saraf"
Kata ilmuwan gila itu. Melanjutkan dengan
senyum khasnya seakan mengatakan 'Hahaha!
Pertarungan ini gua yang pegang!'.
"Pant... Pant... Huff... Huff..."
Ujar Pernida yang urat sarafnya sekarang
mulai keluar lagi dari tubuhnya dan kepalanya
makin membesar hingga membuat robek
tudungnya.
Teks : Musuh perlahan meleleh! Seperti
apakah wujud aslinya...!?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar