DAFTAR ISI

Sabtu, Juli 11, 2015

fairy tail chapter 441

Fairy tail 441 : Pulau Caracall

Para pejuang sedang menuju Aracitacia
Demi mencari master keenam


 Erza dan yang lainnya memutuskan meninggalkan fiore
pergi dari benua isghar menuju benua aracitacia
demi menyelamatkan makarov yang pergi ke kerajaan arbaless


Dengan menggunakan sebuah perahu layar
semuanya pergi menyebrangi samudera
Dan akibatnya, para dragonslayer pun mabuk kendaraan



"ki.. kita kesana dengan naik perahu??
uurhhhh..."
keluh natsu yang sudah tumbang
merasa mual ingin muntah karena mabuk kendaraan



"emang kau mau naik apa lagi, huh??"
tanya gray dengan sinisnya



"entahlah..
suruh saja mest teleportasikan kita dalam sekejap..
atau semacamnya.."
sanggah natsu memberi saran



"aku tak bisa mengirim kalian sejauh itu.."
balas natsu



"weeennddyyy... baagii sihirnya dong.."
pinta natsu pada wendy gemetaran



"oaaa..."
nampaknya wendy pun ikut mabuk
mabuk laut dan hendak muntah



"maaf..
sepertinya aku juga jadi ikut mabuk.."
balas wendy yang tak bisa membantu natsu



lucy pun mendekati wendy yang terkapar dipinggir dek kapal


"kau baik-baik saja 'kan??"
tanya lucy cemas



"sekarang, karena keadaannya sudah begini..
dia takkan bisa berbuat apa-apa lagi.."
balas carla menjelaskan



"mau ikan ga??"
tawar happy menawarkan ikan yang dimilikinya



"sudahlah..
biar kubawa kalian berdua kedalam.."
ucap gray
sambil mengangkut keduanya untuk masuk kedalam kapal



"dan selesai.."
ucap gray yang kembali keluar
namun kali ini tanpa mengenakan pakaiannya



"hah.. kemanakan pakaianmu??"
kejut lucy melihat penampilan gray



Sementara itu..
Nampak erza sedang terdiam melamunkan sesuatu
dibagian terdepan ujung kapal perahu itu



"ada apa erza?
oiya, apa sekarang aku perlu memanggilmu master??"
tanya mest mendekati erza



"sudahlah.. erza saja.."
balas erza singkat



"aku hanya memikirkan tentang pembubaran guild..
bahkan master makarov sampai berani melakukan itu
demi melindungi kita.."
ungkap erza merasa sedih dengan apa yang sudah dilakukan master
untuk para anak-anaknya



"dan itu juga dilakukan untuk menjauhkan lumen histoire dari musuh.."
sambung mest agar erza tak terlalu terbebani akan pemikirannya



"sejauh ini aku paham tentang itu,
hanya saja.. selama lumen histoire masih jadi misteri buat kita,
aku merasa semua yang kita lakukan ini tak ada artinya..."
ungkap erza merasa bimbang karena belum jelasnya
semua misteri tentang lumen histoire



"karena mungkin benda itu sangatlah bernilai.."
balas mest memberikan tanggapannya



sementara gray dan lucy pun mendekat
ikut menyimak keduanya



"dari apa yang kuingat,
kakek pernah bilang dulu akan menggunakannya
untuk menghentikan face.."
ungkap gray berkomentar



"iya sihh..
tapi dia juga bilang..
seakan dia tak berani melakukannya.."
sambung lucy ikut berpendapat
berpikir tentang akibat dari lumen histoire



"jadi jika dulu master benar-benar menggunakannya,
apa mungkin face akan berhasil dihentikan??"
pikir carla merasa bingungakan jumlah face yang begitu banyaknya



"wahh..."
happy pun ikut bingung memikirkannya



"juga tentang tubuh master pertama..
semua itu masih menjadi misteri sampai saat ini.."
ungkap erza merasa bingung



"kita juga bahkan tak tahu..
dia itu masih hidup atau sudah mati??"
gumam gray
teringat saat daimato enbu
bahkan mavis menunjukan penampakannya



"jadi maksudmu..
master pertama yang selama ini kita lihat itu cuma proyeksi (gambar bayangan) saja??"
tanya carla penasaran



"masih banyak hal yang belum kita ketahui.."
balas gray yang juga merasa tak tahu apa-apa



"tapi aku yakin..
kita bisa mengetahui semuanya,
setelah kita berhasil menyelamatkan master.."
sambut lucy berharap semuanya akan baik-baik saja



"jadi butuh berapa lama agar kita bisa sampai di arvaless??"
tanya erza pada mest



"mungkin sekitar 10 hari kita berlayar untuk sampai ke aracitacia,
jadi akan butuh waktu lama lagi agar sampai ke ibukotanya.."
jawab mest memberika perkiraannya



"master..."
mendengar semua itu
erza pun langsung kepikiran keadaan makarov



"aku tahu kau sudah tak sabar untuk menunggu,
tapi kita tak boleh sampai berbuat kekacauan..
kita juga harus berhenti sebentar di pulau caracall..
untuk mengisi bahan bakar kapal ini.
.juga bahan makanan kita.."
lanjut mest memberikan penjelasan



"itu artinya.. kita memang sangat jauh dari fiore ya??"
tanya lucy baru menyadarinya
betapa jauhnya kerajaan arbaless yang berada dibenua aracitacia



"jadi kita akan berhenti dulu ya??"
tanya gray



"sudah kubilang.. kita tak boleh sampai berbuat kekacauan..
karena melakukan persiapan itu sangatlah penting..
jika kita memang benar-benar ingin menyusup.."
ucap mest terus mengingatkan teman-temannya agar tak merusuh



"kita akan bertemu mata-mata kita di caracall..
dan disaat itulah, rencana kita baru akan dimulai.."
ungkap mest memberikan penjelasanakan rencana awalnya



(*) Fairy tail 441 : Pulau Caracall



Sementara itu
ditempat lainnya
disebuah pegunungan dilembah hutan
Sebuah kelompok sedang melakukan perjalanan



"kau yakin laxus ada disini??"
tanya elfmann pada gajeel



"menurut sumber informasiku sihh iya..
dia juga bersama para bawahannya.."
jawab gajeel yang nampak begitu asyikmenikmati perjalanannya itu



"maksudmu kelompoknya ya??"
tanya elfmann lagi kurang paham



"elfmann, kau pasti mengkhawatirkan ever, 'kan??"
tanya cana pada elfmann



"terus.. kenapa juvia harus ikit tim ini??"
keluh juvia merasa sedih sendirikarena ditinggalkan gray



"apa boleh buat, 'kan?
karena gray sudah pergi duluan.."
ungkap lisanna mencoba menenangkan juvia



"tapi aku sedikit heran..
apa gunanya kita berpencar menjadi dua tim seperti ini??"
tanya mira yang belum memahami situasinya



"mereka bilang itu adalah misi penyusupan..
karena itu jika berpencar adalah langkah yang paling tepat.."
jawab lily memberitahu apa yang diketahuinya



"kita takkan punya kesempatan menang
jika sampai bertarung dengan musuh..
kesempatan kita adalah 0% "
ungkap gajeel dengan seriusnya
yang sudah mengetahui betapa bahayanya arbaless
setelah bekerja sebagai bagian dari keanggotaan dewan



Sontak..
semuanya pun terdiam, terkejut mendengarnya
seorang gajeel pun hingga berkata seperti itu



"bahkan tak ada jaminan misi penyusupan kita ini akan berhasil.."
lanjut gajeel pun makin serius



"tingkat keberhasilan kita itu mencapai zero..
makanya aku berusaha melakukan segala cara demi memberikan keuntungan buat kita..
tapi kenapa kalian teganya meninggalkan ku sendirian??"
keluh levy yang baru saja datang menyusul



"haha... aku ingat tubuhmu itu kecil
jadi kupikir kau itu sudah masuk ke tasku ini..
"ucap gajeel yang kini menggoda levy



Levy pun menanggapinya dengan datar



"dasar bodoh.. bodoh.. bodoh.."
keluh levy sambil memukuli gajeel
merasa sedih ditinggalkan


Juvia yang melihat momen itu pun ikut ptotes


"mereka bermesraan.."
gumam juvia melihat kemesraan gajeel dan levy



"kalau begitu biar aku yang bermesraan denganmu, juvia.."
bisik cana mencoba menggoda juvia



"ahh tidaakk.. juvia nggak tertarik.."
ucap juvia menolaknya



"tapi ingatlah..
musuh yang sedang kita hadapi ini bukanlah sembarangan..
jadi, jangan pernah berpikir bahwa kita bisa melawan mereka.."
ungkap levy mencoba mengingatkan teman-temannya lagi




(*) Fairy tail 441 : Pulau Caracall



Kembali kelautan
dimana tim utama tengah berlayar
dan kini sudah sampai dilautan sekitar pulau caracall



"sudah kelihatan pulau caracall.."
ucap mest memberitahu



"hey kalian..bersiap-siaplah.."
ucap erza memberitahu teman-temannya



"iya.."
balas yang lainnya bersiaga



"tunggu dulu..kapal itu???"
tanya erza yang melihat dipesisir pantai
ada dua buah kapal angkatan laut



"hah?
itu kapal angkatan laut kerajaan alvarezz??"
kejut mest melihatnya



"kenapa kapal itu ada disana?"
tanya happy curiga



"bukankah caracall bukan bagian kekuasaan alvarezz??"
tanya carla juga merasa heran



"sepertinya mereka sedang mengecek sesuatu.."
ucap mest yang meneropongnya dari kejauhan



"kalau begitu kita takkan bisa mendekat??"
tanya gray



"sepertinya.. mereka itu..
sedang.. mencari.. mata-mata..
mungkin sihhh"
ucap natsu yang nampak masih mabuk
"dan sepertinya..
mereka belum berhasil.. menangkap.. mata-mata itu..."
sambung wendy yang juga mengetahuinya

"hah??"
lucy pun terkejut mendengar perkataan keduanya



"jadi kalian bisa mendengar apa yang terjadi dipulau itu  dari sini??"
tanya lucy penasaran



"yaahh.. cuma sedikit sihh.."
jawab natsu
"jadi kita harus bagaimana??"
tanya mest

"kita harus mengamankan mata-mata itu..
sebelum mereka menangkapnya.."
ucap erza memberikan perintah 

Pulau caracall
nampaknya sedang dijaga dengan ketat
oleh para pasukan dari kerajaan alvarezz



"untuk sementara kami menutup pelabuhan ini..
jadi cepat semunya berbaris..
kami akan memeriksa semua orang yang keluar masuk pulau ini..
jadi cepat serahkan barang-barang kalian.."
ucap para pasukan kerajaan alvarezz
memberikan petuah pada para penduduk pulau caracall



"sebenarnya apa yang terjadi ya??"
tanya seorang kakek tua dengan situasinya
dan semua orang pun mulai berbaris
untuk masuk kedalam pemeriksaan



"kudengar ada mata-mata yang menyusup ke kerajaan,
dan dia bersembunyi di pulau ini.."
jawab seorang nenek tua yang mengetahui sedikit kabarnya



"dasar pembuat masalah saja.."
gerutu para pemuda orang-orang itu



"jaga sikapmu ya, natsu.."
pinta erza pada natsu yang juga mulai ikut dalam barisan



"berikutnya.."
ucap pasukan arvalezz
mulai memeriksa setiap orang



"kita disini buat liburan.."
ucap lucy dengan pakaian santainya



"aye.."
sambung happy



"kudengar buah mangga disini enak sekali ya.."
gumam erza yang juga mengenakan sebuah pakaian renang seksi



"ahh.. aku juga mau dong kak.."
sambung wendy yang memanggil erza kakak
sementara natsu dan yang lainnnya mengikuti dibelakang



"kakak??"
gumam mest merasa aneh mendengar hal itu



"tunggu.. memangnya semua itu perlu ya???"
tanya gray yang merasa ragu



"tanda itu?
apa kalian merupakan bagian dari sebuah guild??"
tanya seorang petugasyang melihat sebuah simbol guild ditangan lucy



"iya.. kami adalah anggota guild penyihir car shelter.."
jawab lucy sambil menunjukan simbol guild (baru) nya



(heheh.. sepertinya penyamaran kita sempurna..)
gumam batin erza
yang ternyata juga memiliki tatoo guild dilengan kirinya



(jadi ingat kejadian dulu saja..)
gumam batin wendy teringat guild buatan jellal itu



"rasanya nama guild itu baru kukenal ya.."
gumam seorang penjaga itu



"yahh.. karena yang kita tahu dari isghar
cuma guild-guild besarnya saja.."
balas rekannyamemahami alasan tak mengenal guild car shelter



"kalau begitu bagaimana ini?
karena kita harus lebih teliti pada orang-orang yang berasal dari guild.."
ucap rekannya bimbang



"iya..
karena mata-mata yang menyusup ke kerajaan juga
memakai logo sebuah guild.."
ungkap seorang penjaga lainnya



"benar juga.."
sambut rekannya yang lain



"hey.."
ucap lucy mencoba mendekati para penjaga itu



"masih belum beres ya??"
tanya lucy dengan raut wajah memelas, menggoda para penjaga itu



"kalau begini..
bisa-bisa kami kehabisan buah mangganya donk.."
sambung erza yang juga ikut menggodanya



"huhh??"
kejut para penjagamelihat godaan dari kedua gadis seksi itu



"ahh, ya sudah..
berikan semua tas kalian.
jadi kalian boleh masuk.."
ucap para penjaga itu
yang akhirnya mengijinkan erza dan yang lainnya masuk



"peace.."
lucy pun tersenyum dengan bengisnya
menyadari rencananya telah berhasil



"wooww.. itu kekuatan seorang gadis ya.."
kejut natsu baru mengetahui efeknya



"memang tak bileh disepelekan.."
sambung gray yang sedikit memahaminya



"dasar.. manusia laki-laki memang murahan ya.."
ejek carla yang berada dalam wujud manusia kucingnya



"kita ini nggak melakukan apa-apa, carla.."
ucap wendy



"menurutku, kau lebih manis saat dalam wujud kucing.."
ucap happy nimbrung



"tapi jumlah penjaganya didalam kota pun sangat banyak ya.."
ucap erza setelah melihat kesekeliling penjuru kota
yang begitu banyaknya pasukan kerajaan alvarezz yang berjaga



"kalau begini kita tak bisa bergerak bebas.."
sambut mest



"natsu, ingat jaga sikapmu ya??"
ucap lucy mengingatkan natsu
agar natsu tak membuat kekacauan



"kenapa cuma aku??"
tanya natsu bingung



"karena cuma kau yang paling tak mengerti arti dari "menyusup"
sambung erza menjelaskannya juga pada natsu



"aku ngerti kok..itu seperti.. dari film ninja yang kusukai, kan??"
tanya nastusambil menunjukan wujud ninjanya



Dan..tiba-tiba
terdengar sebuah keributan kecil
dipinggiran kota itu



"kembalikan ayahkuuuu..."
teriak seorang anak kecilpada para penjaga alvarezz itu



"hahh??"
gerutu pasukan alvarezz yang nampak bosan meladeninya



"kemana kalian bawa ayahkkuuuuu..
aayyyaaahhhhh.."
jerit anak kecil itu terus saja menangis



"bocah ini sepertinya sangat suka sekali sama ayahnya yang pemberontak itu.."
ucap seorang petugas kerajaan



Natsu pun melihat
momen-momen krusial itu



"tenanglah natsu.."
pinta erza pada natsu
agar tidak kehilangan kendali



"ingat, kau tak boleh berbuat seenaknya.."
ucap gray yang ikut-ikutan memperingatkan natsu



"waaaahhhh... ayaaaaaahhhhh..."
jerit sang anak terus saja menangis



"jika kau tak mau diam,
aku akan melakukannya dengan paksa.."
kecam sang petugas menghunuskan pedang yang dipeganginya
dan hendak menyerangkannya pada sang anak



"dia menyerang anak itu???"
kejut para warga yang melihat momen kejadian itu



"apa dia sudah gila??"
gerutu ibu-ibu yang lainnyayang juga melihatnya



Dan natsu pun bergerak..
dan langsung menghantamkan tinjunya pada sang penjaga
begitu pun dengan lucy dan erza serta gray yang ikut membantu
sementara wendy melindungi anak yang menangis itu



"ada apa itu??"
kejut para warga melihatnya
begitu pun dengan pasukan yang lainnya



"jangan khawatir..
semua akan baik-baik saja kok.."
ucap wendy mencoba menenangkan anak kecil itu
agar tak menangis lagi



"siiiaaaalll...."
gerutu mest melihat kejadian itu
menyadari kenekatan teman-temannya itu
melupakan misi penyusupannya 


"jurus ninja..
makan tinju no jutsu milikku.."
ucap natsu sambil tersenyum

 

apa yang lebih penting dari masa sepan,
adalah masa sekarang..
Dan kami takkan berpaling dari sebuah ketidakadilan..
Itulah arti dari menjadi penyihir Fairy tail
nin.. nin.. ninja


Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar