Fairy Tail 442 : Hukum Ruang
Tinju mengirimkan ledakan adalah prinsip mereka
tapi apakah ini menandakan akhir dari operasi penyusupan mereka??
Baik natsu, erza, gray dan lucy
masing-masing mereka memukul pasukan alvarezz
hingga jatuh terkapar
sementara wendy melindungi si gadis kecil yang menangis
"ada apa ini??"
kejut para warga melihat keributan
"anak-anak berbaju renang itu..
mereka berkelahi dengan tentara.."
gumam seorang wanita melihat kejadian tersebut
"kenapa dengan mereka??"
gumam seorang pria yang melihatnya merasa bingung
"tangkap semua anak-anak itu..
jangan biarkan lolos.."
ucap para pasukan yang lainnya
yang kini mulai bermunculan
"kita takkan bisa keluar dari pulau ini.."
gumam mest menyadari keadaannya jadi sulit
"benar sekali..
terkecuali kita membereskan mereka semua.."
sambung carla yang berada dalam wujud manusianya

"serahkan saja masalah ini pada kami.."
ucap wendy mencoba menenangkan anak kecil yang menangis itu
"wendy itu punya penciuman yang tajam,
jadi aku yakin dia segera menemukan ayahmu.."
ucap happy mencoba ikut menghibur sang anak kecil itu
"mest.. kau pergilah bersamanya.."
ucap gray
"tapi..."
balas mest merasa tak enak
melihat wendy dan carla serta happy
sedang menuntun anak kecil itu
(malaikat..)
gumam batin mest melihatnya
"bukan yang itu...
maksudnya pergilah untuk menemui si pemberi informasi itu.."
gerutu lucy mengatakan maksudnya
agar mest segera mencarinya
bukan mengikut wendy dan yang lainnya
untuk menghibur anak kecil
"aku mengerti,
selagi kalian membuat mereka sibuk disini.."
ucap mest sudah mengerti maksudnya
"pemikiran yang bagus.."
ucap erza
"kita berpencar.."
ucap natsu sambil berlaga ala ninja
"baiklah..kalau begitu, kalian semua..
berhati-hatilah.."
ucap mest hendak pergi dengan sihir teleportasinya
Dan.. natsu pun mulai beraksi lagi
memukuli pasukan kerajaan alvarezz yang bermunculan

"jangan terlalu berlebihan ya.."
ucap erza memberi komando
"karena situasinya makin memanas,
sebaiknya akan kudinginkan.."
ucap gray mengerahkan sihir esnya
"ayo mulai.."
ucap lucy yang kini sudah siap
"blokade pelabuhannya..
jangan biarkan mereka kabur..
tangkap anak-anak ini.."
teriak para pasukan kerajaan terus bermunculan
"coba saja.."
bentak natsu
sambil menendang habis musuh-musuhnya
Sementara erza ikut membantu memukuli musuhnya
begitu pun dengan lucy dan gray

Hingga akhirnya
semua masalah pun terselesaikan
"mengecewakan sekali..
kalian yakin orang-orang ini yang master takuti??"
tanya gray merasa heran
kenapa makarov bisa takut pada mereka

"aku punya firasat bantuan musuh akan segera datang dari kapal itu.."
ucap erza
yang melihat dipesisir panyai, terdapat kapal kerajaan alvarezz
"kenapa kita tak tanya saja pada mereka,
dimana keberadaan kakek??"
ucap natsu
"kurasa sebaiknya jangan..
besar kemungkinannya mereka takkan mengetahuinya,
jika dengan begitu, mereka jadi akan tahu tujuan kita
,karena itu bukanlah ide yang bagus.."
ungkap lucy memberikan pendapatnya
"yang pasti.."
sambung erza sambil mengemut sebuah permen
"kita akan selalu siap.."
lanjut erza yang ternyata
malah duduk-duduk santai disebuah kedai kecil bersama natsu
"wahhh.. ini enak sekali.."
ucap natsu merasa keenakan
"apa yang mereka ucapkan tak sesuai dengan yang sedang mereka lakukan,
apa mereka tak menyadarinya.."
keluh lucy melihat erza dan natsu yang malah terlihat begitu santai

"sebaiknya kalian tak perlu membuat kekacawan lagi.."
ucap seorang pak tuapemilik kedai itu memberitahu
"maaf atas keributan ini.."
ucap erza penuh sesal
"meski sudah terjadi kekacawan seperti ini,
kedaimu masih saja kau buka..
semangat jual dagangmu lumayan juga ya.."
ucap gray memuji sang pedangang botak itu
"disini.. perkelahian sudah sering terjadi..
bagiku, tak ada yang lebih penting dari bisnis..
aku harus mengumpulkan uang
agar bisa pergi ke ishgar"
ungkap pak tua mulai curhat
"hahh??"
kejut lucy mendengarnya
"kalian semua dari isghar 'kan??"
tanya pak tua itu
"iya.."
jawab erza polos
"aku berniat mempopulerkan makanan star mango ini di isghar..
dan membuat kedai terhebat disana..."
ungkap pak tua mengatakan impiannya itu
"itu kedengarannya akan lezat sekali..
itu benar-benar impian yang hebat"
puji erza pada sang tetua itu
"saat ini.. aku cuma bisa bertahan di kedai reot seperti ini..
tapi aku juga punya impian yang besar.."
ungkap sang pemilik kedai itu
"mana mungkin masalah sekecil ini..."
ucap pemilik kedai terpotong
DUUAAAARRRRRRR....!!!!!
Kedai miliknya pun tiba-tiba meledak

"tidaaaaaaakkkkk.."
kejut sang pak tua botak menyadari kedainya sudah benar-benar hancur
"ada apa ini??'
kejut lucy
"kedainya hancur.."
gumam gray
Sementara natsu yang tadi sedang duduk
hingga membuatnya jatuh
"bagus.. bagus..."
ucap seseorang muncul
dan mendekat kearah semuanya
"siapa itu???
beraninya kau...."
gerutu erza merasa kesal pada sang pria itu
"wahhhh.. wajahmu manis sekali..
baguslah.."
ucap pria itu mendekat
"namaku marin hollow..
aku dari pasukan Brandish..
bagian dari tentara kerajaan alvarezz"
ucap pria itu memperkenalkan dirinya dengan anggun

sementara natsu dan lucy bangkit
dan nampak sangat kesal melihatnya
"orang itu...
agghh tidaaakk..
impianku..."
jerit pak tau pemilik kedai
merasa sedih seakan impiannya sudah dihancur
"larilah.."
ucap lucy pada pak tua pemilik kedai
"mungkin ini tak cukup,
tapi ambilah sebagai ganti ruginya.."
ucap gray sambil memberikan beberapa koin uang dalam bungkusan
"akan kutagihkan bayaran hutang star manggoesnya untukmu.."
gerutu erza kesal
"bagus.. baguss..
kau akan dapat pujian bagus dariku..."
ungkap martin nampak begitu riang
"cukup omong kosongmu..
akan kutunjukan kemarahanku padamu..
transformasi.."
erza hendak berubah ke bentuk titanianya

"hah??"
namun.. hal itu tak terjadi
erza tetap dalam kondisinya
"kenapa erza??"
tanya natsu bingung
"aku tak bisa menggunakan transformasi.."
kejut erza kebingungan
"tentu saja kau takkan bisa..
karena ruang adalah milikku.."
jawab martin memberitahu
"ruang??"
tanya gray bingung
"sihir the knight adalah..
sihir yang memungkinkan kita bisa menggunakan apapun yang kita mau,
karena itulah, kau takkan bisa melawanku
jika sihir yang kau gunakan bersifat ruang.."
ucap martin memberitahukannya
"kalau begitu,
terbukalah.. gerbang pemanah.."
ucap lucy menggunakan kunci roh sucinya
namun, lagi-lagi gagal
"sihir celestial spirit ya..
itu juga sihir ruang tahu.."
ucap martin meledek lucy juga

"tidak mungkin.."
gerutu lucy kesal
"cihh.."
begitu pun dengan erza
"ahhh, aku lupa mengatakannya..
tapi, bagi mereka yang sudah terbebas dari hukum ruang.."
ucap martin menjelaskannya lagi
"ada apa ini??"
kejut erza sesuatu mulai menyelimuti tubuhnya
"tubuhku.."
begitu pun dengan lucy
"..kalian bisa tinggal di ruang relaksi pribadiku.."
lanjut martin yang ternyata
lucy dan erza terselubung oleh gelumbung berasap
"argghh..."
teriak erza dan lucy
seakan hendak terhisap

"lucy.. erza.."
teriak natsu mendekat hendak menolongnya
Namun, sesaat sebelumnya
keduanya tiba-tiba menghilang dari hadapannya
Gray dan natsu pun terkejut
"kemana kau bawa lucy dan erza, brengsek.."
bentak natsu pada martin
"kau tak dengar ya?
aku sudah bilang, aku mengundang mereka untuk tinggal di ruang relaksi pribadiku.."
ucap martin sambil tersenyum senang
"kerja mereka sudah sangat bagus.
.jadi aku putuskan untuk menjadikan mereka milikku.."
lanjut martin membeberkan tujuannya
"tapi kalian ... kalian gagal...
dengar, kalian sudah gagal.. brengsekk.."
bentak martin yang nampak berbalik marah

"wohh.. tadi senyum,sekarang marah..
ada apa dengannya??"
kejut gray
melihat ekspresi martin yang awalnya tersenyum saat membicarakan lucy dan erza
namun berbalik marah saat bicara pada natsu dan gray
Martin pun menyentilkan jarinya
Dan, keluarlah seseorang dari sebuah dimensi ruang..
"dia salah satu dari kalian ;kan??"
tanya martin

"mest??"
kejut natsu melihat mest yang sudah babak belur
"urgghh.."
erang mest yang nampak sudah kesakitan
"orang ini juga mencoba menggunakan sihir ruang dihadapanku..
gagal.. itu gagal..
berani sekalian kalian para cecunguk menggunakan sihir ruang..
laki-laki tak layak menggunakannya.."
gerutu martin yang ternyata membenci para lelaki
Natsu pun mengepalkan tinju apinya
dan menghempaskannya pada martin

namun,dalam sekejap
ternyata martin ada dibelakangnya
"aku yang hebat ini..
ahli dalam sihir ruang.."
ucap martin pamer
Natsu pun berbalik
dan langsung melepaskan tinjunya
namun, lagi-lagi
martin menghilang sangat cepat dari hadapannya

dan langsung berada dibelakang natsu
serta langsung menendang natsu
kemudian menghilang lagi,
dan langsung menendang gray
"ughh.."
erang gray terpental
kepalanya ditendang
"aduuhh..
kenapa dia bisa berada dibelakangku ya??"
kejut gray bingung
"yang bisa mengendalikan ruang waktu..
itulah yang akan jadi pemenangnya.."
ungkap martin dan membuat gray dan natsu terdiam

(orang ini.. sangat merepotkan..)
gerutu gray dalam batinnya
Tiba-tiba..
sebuah langkah mendekatdan dilihatnya..
orang itu membuat natsu sangat terkejut
"mau sampai kapan kau main-main begitu, martin??"
ucap orang itu yang ternyata adalah seorang wanita
gray pun kini juga melihatnya
dan ikut terkejut
"ohhh nona brandissh..
anda terlihat cantik seperti biasanya.."
sapa pada wanita itu
"hentikan.. itu menjijikan tahu.."
ucap brandissh yang tak mau digoda martin

(ada apa ini..
sihir mereka.. sangat diluar dugaaan..)
kejut gray dalam batinnya
Kekuatan yang tak tertandingi dari alvarezz
Bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar