DAFTAR ISI

Senin, Agustus 10, 2015

bleach chapter 638

Mata di telapak tangan Pernida menyipit
untuk sesaat, melihat kelakuan Mayuri. Tiba-
tiba mata Pernida sedikit melotot dan Pernida
hingga mengeluarkan banyak urat-uratnya
yang keluar dari tangan untuk mengalahkan si
Ilmuwan gila.
"Ya.... Lagi..... Tunjukkan lebih banyak lagi,
Tangak Kiri Soul King...!"
Kata Mayuri antusias. Bukannya takut, Mayuri
malah terlihat senang karena Pernida akan
mulai menunjukkan kekuatan yang
sesungguhnya.
"Tangan..... Kiri..... Namanya..... Salah..."
Ujar Pernida kepada Mayuri.
"Per.... Nida.... Pernida!!"
Lanjutnya lagi.
"Hm?
Kau bilang apa? Tolong bicara lebih keras"
Kata Mayuri sambil meletakkan telapak
tangan kirinya ke samping kuping agar bisa
mendengar lebih jelas.
"Tangan.... Kiri.... Bukan.... Nama....
Namanya.... Pernida"
Jawab Pernida.
"Perrnida.... Parunkajas..."
Kata Pernida lagi.
"Itu kepanjangan.
Aku yang menemukanmu, jadi aku berhak
memberimu nama"
Kata Mayuri ingin memberi nama ke orang
seenaknya
"Gak masuk akal"
Celoteh Ikkaku bingung melihat kelakuan
Mayuri.
"Sama seperti biasanya"
Sambung Yumichika juga sama.
"Tapi, yah. Jika kau bilang sendiri, kurasa kali
ini aku bisa membuat pengecualian.
Bagaimanapun aku yang menentukan
peengucapannya"
Kata Mayuri lagi seprti biasa by kbbi.
"Aku.... Tidak mengerti.... Apa.... Yang kau
katakan..."
Ujar Pernida bingung.
"Jangan khawatir, kami juga"
Ujar Ikkaku setuju sama Pernida.
"Aku mengerti"
Timpal Nemu, ya cuma dia doang yang ngerti
"Yang.... Tidak.... Kumengerti.... Adalah.... Hal
buruk.
Kau adalah.... Musuh.... Hal buruk.... Yang
musuh katakan.... Adalah hal buruk.... Bagi
Quincy"
Ujar Pernida.
"Aku tidak.... Memafkanmu!"
Pernida mulai mengamuk dan siap menyerang
Mayuri.
Urat saraf Pernida mulai menjalar ke lantai
atau aspal jalanan Wahwelth.
Tiba-tiba jalanan yang dialiri urat saraf
Pernida bergerak membentuk sebuah telapak
tangan dan siap menyerang Mayuri dan
membuat Ikkaku dan Yumichika sedikit
terkejut.
"Oh, sarafmu bisa masuk ke bendamati juga
ya, aku tidak menyangkanya. Bagus"
Kata Mayuri sangat senang melihat
kemampuan Pernida.
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —
Versi teks Komik Bleach Bahasa Indonesia
Chapter 638. BOILING MALICE AND TOTAL
COMEDY
— — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — — —
--- BRAKK ---
Bagian jalanan berbentuk telapak tangan yang
dikendalikan by kbbi oleh Pernida mulai
menghantam Mayuri tapi dengan sigap sang
kapten mulai lompat menghindar.
--- WHUUSSHH ---
Mayuri yang menghindari serangan Pernida
mengangkat tangannya ke atas dan membuat
tangannya yang tersambung semacam tali
pada tubuhnya melayang ke atap bangunan
untuk naik ke atap seperti ninja.
Belum sampai ke atap bangunan, saraf
pernida mulai mengaliri dinding bangunan
teersebut dan membuatnya menjadi telapak
tangan seperti sebelumnya, hal itu membuat
Mayuri sedikit terlempar dari bangunan.
Sebelum jatuh ke bawah, Mayuri yang
terlempar karena tangan yang di dinding tak
bisa berbuat banyak dan....
--- BRAKK ---
Kedua telapak tangan berupa jalanan dan
dinding bangunan yang dialiri saraf pernida
sukses menyerang Mayuri yang masih diudara
dari kiri dan kanan, seperti menepuk nyamuk.
Tak lama kemudian....
--- BOOMM ---
Tangan-tangan yang digerakkan pernida
untuk menepuk Mayuri meledak!
"Gh. Kapten Kurotsuchi meledak?"
Kata Ikkaku dan Yumichika bertanya.
"Jangan teriak. Itu hanya zirah yang bereaksi
oleh ledakan. Aku tidak akan menjelaskannya,
cari sendiri di kamus"
Kata Mayuri yang keluar dari asap ledakan.
Terlihat baju aneh Mayuri yang bisa menyala
saat lawan Giselle sudah tidak ada. Skarang
Mayuri menggunakan baju Shinigami dengan
Shihakusho kapten lengan panjang ditambah
bagian leher yang ditutupi seperti syal.
Topengnya terlihat sederhana dengan masih
berwarna hitam dan putih garis vertikal
dengan tambahan seperti 3 jambul berwarna
gelap di atas kepala hingga belakang dan
masing-masing 3 di kanan dan kiri berwarna
putih/kuning.
"Hentikan, Kapten Kurotsuchi! Jika kau turun
kau akan jatuh ke dalam sarafnya!"
Teriak Yumichika kepada Mayuri yang masih
belum menapak sedangkan dibawahnya by
kbbi saraf peernida mulai menyebar di tanah.
Mayuri mulai memencet sebuah tombol di
balik hak sepatunya. Sebuah aura muncul
dibawah kakinya yang bisa membuatnya
melayang di udara.
"!?"
Pernida terkejut.
"Kau tau ini? Tentu saja. Ini adalah teknik
berjalan di langit yang digunakan kalian para
Quincy"
Kata Mayuri menjelaskan.
"Hirenkyaku.
Namun, ini nama yang digunakan oleh Souken
dan Ishida. Nama yang sebenarnya digunakan
oleh Quincy mungkin berbeda, tapi.... Kau
mungkin menguasai seluruh tanah dengan
sarafmu tapi itu tak berarti jika aku tak
menyentuhnya"
Ujar Mayuri panjang-lebar.
"Bukankah begitu?!"
Kata Mayuri sambil melemparkan sesuatu
berbentuk cacing berkepala manusia yang
kelihatan ingin melahap ke pangkal kelingking
Pernida.
"Kalau begitu. Sesuai rencana, aku akan
mengambil contoh"
Kata Mayuri sambil memencet tombol.
--- DUARR ---
Cacing berkepala manusia itu meeledang
hingga membuat kelingking Pernida putus.
"GYAAAAAHHHHHH"
Pernida berteriak kesakitan karena
kelingkingnya diledakkan dan putus oleh
Mayuri.
"Itu cairan pengawet, itu mungkin sedikit bau,
sampai pertarungan berakhir akan ku buat
tangki air untuk mengawetkannya, sampai
saat itu, ini dibutuhkan untuk menjaga agar
tetap segar"
Cingcong Mayuri setelah menyiram boraks ke
kelingkin Pernida yang jatuh
Tiba-tiba kelingking yang sudah lepas dari
tangan Pernida mempunyai mata dan
mengeluarkan saraf untuk menyerang tangan
kanan Mayuri dan berhasil membuat
kelingkingnya patah.
Tangan kanan mayuri yang terkena saraf
Pernida hingga kelingkingnya patah terlihat
seperti meledak dan tangan kiri Mayuri
dengan sangat cepat menjahitnya hingga utuh
kembali.
"Aku menyusun ulang posisi saraf, pembuluh
darah, dan otot. Jangan pikir kau bisa
mengambil kendali tubuhku dengan mudah....
Pernida...."
Kata Mayuri dengan tatapan mata serius.
Selama lawan Pernida, inilah pertama kalinya
Mayuri terlihat serius ingin bertarung.
Tangan kanan Mayuri yang bentuknya sudah
tak normal karena sudah disusun ulang
terlihat banyak jahitan.
Sementara itu si lengan kiri a.k.a Pernida
masih berdiri gagak mesikpun kelingkingnya
putus. Terlihat bola mata di telapak
tangannya sekarang hanya mempunyai satu
pupil, sedangkan yang satunya berpindah ke
kelingking yang terjatuh.
Teks : Berbakat, berbakat, dan lebih berbakat!
Pertarungan dimana perasaan biasa tak
berguna!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar