(*) Fairy tail 447 : Mundur Dari Pertempuran
Auman Api Natsu
Menandakan awal peperangan pada Spriggan
Tinju natsu meledak
menghantam wajah ajeel hingga terhempas

sementara makarov terdiam
terkejut dengan apa yang telah dilakukan natsu
Sementara erza dan yang lainnya
masih tetap bersiaga
Ajeel yang tersungkur pun bangkit
dengan bertumpu pada tanah
"hahaha..
sudah lama aku tak merasakan pukulan sekeras ini.."
gumam ajeel tertawa puas
"bagus sekali..
ayo kerahkanlah seluruh kemampuanmu.."
tantang ajeel sambil mengeluarkan energi sihirnya yang sangat dahsyat

badai pasir bergejolak pun datang
dan hendak menyerang natsu
Natsu terdiam membeku
namun.. gray tak tinggal diam
dan langsung membekukan pasir yang hendak menyerang natsu itu
"membekulah.."
ucap gray
"dan keringkan.."
ajeel membilasnya lagi
pasir yang membeku tersebut kering kembali
"apa??"
kejut gray

Dan kali ini mengekang mereka kembali
natsu, gray.. bahkan lucy dan yang lainnya yang ada dibelakang
"pasirnya.."
teriak wensy terikat lagi
"tidaakk.."
jerit lucy
"ini gawat.."
kejut erza
"kurang ajar.."
makarov pun mengeluarkan jutsu gomu-gomunya
memanjangkan lalu membesarkan tangannya untuk menghajar ajeel

"whooppss.."
Dan ajeel pun melompat mundur kebelakang
Dan langsung menangkap semua anak-anaknya
dengan menggunakan kedua tangan besarnya itu
dan mendekapnya sambil berkata
"takkan kubiarkan kau menyentuh anak-anakku.."
teriak makarov

Sementara ajeel hanya tersenyum kecil
"hentikaan kakeeekk.."
teriak natsu hendak memberontak
"kami masih bisa bertarung.."
sambung gray juga
"natsu.. jangan berteriak.."
pinta lucy

"oohh.. kau pikir..
kau bisa melindungi mereka semua ya??"
balas ajeel tersenyum lagi
"sepertinya kau masih belum mengerti ya..
bagaimana kekuatan dari ke 12 spriggan.."
kecam ajeel
Dan dalam sekejap
sebuah badai besar munculdan hendak mendekat
"pasir kematian itu.. akan menelanmu secara utuh.."
ucap ajeel menunjukan taring kekuatannya

Badai pasir mendekatdan hendak menghantam makarov
"apa??"
kejut makarov
melihat badai pasir tersebut
"mest.. cepat pindahkan kami.."
pinta erza
"mau kemana??"
tanya balik mest bingung
Dan saat badai pasir hendak menghantam makarov
"akan kulindungi kalian apapun yang terjadi.."
ucap makarov akan tekadnya
"kakek.."
teriak para anak-ankanya
"apapun yang terjadi.."
gumam makarov seakan tak yakin pada dirinya sendiri
"inilah akhir riwayat kalian..
siapapun yang mengalami badai pasir ini,
mereka akan mengering didalamnya.."
ucap ajeel memberitahukannya
"sampai jumpa para mumi peri.."
teriak ajeel merasa senang melihatnya

"ohh, master.. kakek..lari.. kakek tua..."
teriak para peribadai pasir hendak menghantam semuanya
Dan tiba-tiba..
Sebuah halilintar menghantam badai pasir itu
Makarov pun tertegun
sementara ajeel terkejut melihatnya
Diatas langit
bayangan sebuah kapal terbang melayang
menghanguskan badai pasir tersebut dalam sekejap
Dan ternyata..
Laxus berdiri dengan gagahnya
menyelamatkan kakek dan teman-temannya

"laxus.."
kejut makarov melihatnya
"wahh..
dia menyapu badai pasir itu hanya dengan satu serangan??"
kejut erza
"huhh??"
lucy makin bingung dengan kekuatan laxus
"dia memang suka pamer seperti biasanya ya.."
gumam gray
"kereenn.."
puji natsu untuk laxus
"kau makin tua saja, kakek.."
gumam laxus sambil tersenyum senang
melihat kakeknya baik-baik saja

"ingat, kita masih berada di wilayah musuh.."
ucap lily
"bagus..ayokita mundur.."
ungkap gajeel
"ayo semuanya naik ke kapal.."
teriak levy
"ohh.. mann..
inilah gunanya kapalku"
ucap ichiya tersenyum dengan kegentengannya
"gajeel? levy juga..
mereka ada disana??"
kejut happy melihatnya
"ooii.. itu kapal kan?
kenapa gajeel dan laxus bisa nggak mabuk ya??"
tanya natsu bingung
"gray sama.. juvia juga ada disini lho.."
teriak juvia dengan lantangnya
"aku juga ingin bicara.."
pinta elfmann
"hentikan elf-neechan.."
pinta lisanna pada elfmann
"kapal ini sudah dirombak agar bisa mengangkut dragon slayer.."
ucap ichiya pamer
"woww.. kau sudah tumbuh besar ya,wendy??"
ucap bickslow senang melihatnya
"gadis kecil itu sekarang sudah jadi seorang wanita ya.."
gumam freed
"semuanya sudah berubah sejak setahun kemarin ya.."
sambung evergreen
"uhh.. aku masih belum banyak berubah kok.."
balas wendy
"mest.. kau ada disitu kan?
bawa semuanya ke kapal ini sekarang juga.."
ucap cana memberitahukannya

"beres.."
ucap mest menteleportkan semuanya
"takkan kubiarkan kalian kabur.."
ucap ajeel hendak menghalanginyadengan mengeluarkan badai pasirnya lagi
Namun dalam sekejap
semuanya pun menghilang dari hadapan ajeel
"kami bukannya kabur..
kami cuma mau pulang.."
balas laxus
sambil menghantamkan sebuah halilintar pada ajeel
Ajeel pun terdiam melihat halilintar yang hendak menghantamnya itu

"ini sudah hampir malam..
kami tak mau melewatkan makan malam kami."
sambungnya
Petir itu bergejolak
menghantam tubuh ajeel
menghancurkan daerah sekitarnya
Sementara para peri dan yang lainnya
berhasil pergi meninggalkan ajeel

Dibalik kepulan asap itu..
nampak ajeel baik-baik saja
"waah.. seram sekali ya.."
ucap ajeel terkejut dengan kekuatan musuhnya itu
"jadi mereka serius ya??"
ucap ajeel
Dan nampaknya
dibelakang ajeel ada seseorang
"jadi perisai milikmu yang sudah melindungiku ya, huhh??"
tanya ajeel pada seseorang yang berada dibelakangnya
"kehilangan seorang rekan itu sangat menyakitkan, ajeel.."
ucap sang penyihir august yang datang menolongnya

"apa kau pikir.. aku akan mati dengan mudah
hanya karena serangan seperti itu huh?
kau memang semakin tua saja ya, august.."
kecam ajeel yang merasa tersindir
(*) Fairy tail 447 : Mundur Dari Pertempuran
Sementara itu di istana
Nampaknya zeref tersenyum senyum sendiri
melihat pertarungan pembukaan natsu dan yang lainnya itu
"jadi sudah dimulai ya, natsu.."
ucap zeref

(*) Fairy tail 447 : Mundur Dari Pertempuran
Sementara itu di kapal pegasus ????
Tim makarov pun berjatuhan
mendarat dengan selamat

"ughh.."
makarov yang kecil tertindih paling bawah
"mest sialan.."
gerutu gray mest mendaratkannya seenajnya saha
"ahh.."
jerit wendy
"awww.."
teriak lucy tertumpang tindih oleh yang lainnya
"kalian tidak apa-apa kan??"
tanya elfmann pada semuanya
"kerja bagus.. teman-teman.."
sambung evergreen
"misi penyelamatan master, berhasil.."
gumam bickslow senang
"master.. dan juga gray-sama..
syukurlah kalian baik-baik saja.."
ucap juvia merasa senang melihatnya lagi
"kenapa kalian bisa ada disini??"
tanya gray bingung
"kami juga ikut andil dalam misi menyelamatkan master.."
ucap lisanna memberitahukannya
"laxus juga.."
sambung mira sambil tersenyum senang
"beraninya kalian pergi secara diam-diam..'
kecam gajeel pada erza
"soalnya.. ini misi sangat rahasia.."
balas erza mencari-cari alasannya

"kapal ini hebat sekali ya..
aku bahkan tak merasa mabuk.."
ucap natsu terkagum-kagum
"ayo kita bertarung, laxus??"
tantang natsu tiba-tiba
"berisik.."
sembur laxus merasa tak aneh dengan sikap natsu
"semuanya.."
gumam makarov terkejut melihatnya
Dan .. tim raijunshuu pun tersenyum
begitu pun dengan tim erza dan yang lainnya
serta tim gajeel juga
senyuman anak-anak para peri mengembang
tersenyum melihat ayahnya kembali dengan selamat

"..keluarga terbaik yang kumiliki
memang cuma fairy tail"
ungkap makarov sambil tersenyumdan menangis terharu

"ohh mann..
aku cuma orang luar.."
balas ichiya sambil bergaya dengan khasnya
Kebahagiaan yang sejati
saat kita bisa membuat seseorang menangis larut dalam kebahagiaannya
dan makarov mendapatkan semua itu dari anak-anaknya
Mereka berhasil menyelamatkan sang tulang punggung, makarov
sekarang.. setelah kepingan yang tak tergantikan itu telah ditemukan
fairy tail pun telah pulih kembali
Bersambung..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar