--------alur cerita one piece chapter 795 versi teks-----
Di pinggiran tebing pantai, tampak kapal Angkatan Laut yang
sedang berlabuh. Di dekatnya, seorang Angkatan Laut sedang mengocok
dadu, dan saat dibuka.. "Apa sudah dibuka? Katakan padaku angka berapa
yang muncul.." "Ah, angka satu!!" "Ah, angka satu ya... Berarti sudah
diputuskan kan.." ucap Fujitora, "Ini berarti mereka yang menang, jadi
hari ini kita tidak akan mengejar mereka.." yah, hanya karena pertaruhan
Fujitora pada dadu tadi, ia memutuskan untuk tidak jadi menangkap Luffy
dan yang lainnya. "Ishhou-san!!" Maynard tidak terima, "Beberapa hari
ini kita sudah berlayar ke sana ke sini. Kalau ingin menangkap Topi
Jerami, sekaranglah waktu yang paling tepat! Apalagi, anda yang sudah
mengatakannya sendiri kan pada fleet admiral.." "Maynard-san, kalau
nilai pada dadu sudah muncul, seorang lelaki tidak boleh protes atau
mengeluh, kau itu kekanak-kanakan sekali.." ucap Fujitora. "Eeh!?"Di istana, tampak para warga yang selamat sedang mengungsi, beristirahat. Beberapa yang terluka sudah tertidur dengan pulas, namun ada juga yang masih terjaga. "Hei, apa setelah itu ada yang melihat Lucy?" "Tidak, tidak seorang pun.." "Ah, padahal aku mau mengucapkan terima kasih.." "Beritanya sudah muncul di mana- mana.." salah seorang pengungsi membaca koran. "Tak peduli meski ia itu bajak laut atau penjahat, bagi kita dia akan tetap menjadi pahlawan penyelamat..." Di antara para pengungsi, tampak juga para kesatria yang juga sudah ikut berjuang, Bhartolomeo dan yang lainnya, mereka tertidur, dan Cavendish yang diikat erat- erat menggunakan rantai besi supaya tidak mengamuk saat tidur. "Hah.. Hah.." Rebecca berlari ke tempat kakeknya, "Kakek!!" "Rebecca.." "Ayah, juga Lucy dan yang lainnya tak ada di istana ini.." "Ya, mereka pasti sedang bersama- sama di suatu tempat saat ini, tapi aku yakin besok pasti mereka akan ke sini.." ucap Raja Riku. "Dan oh iya, satu lagi, Rebecca... Kalau aku menjadi raja lagi, kau akan menjadi ratu.." "Eh?" Keesokan harinya di sisi Sanji dan yang lainnya, yah, setelah sekian lama, akhirnya mereka muncul juga. Thousand Sunny telah berlabuh di sebuah pulau asing di Dunia Baru, dan kelihatannya mereka terpisah. Saat ini, Sanji hanya bersama dengan Caesar dan Chopper. Caesar berdebat dengan Sanji, "Padahal kita sudah berhasil sampai ke kapal Big Mom seperti yang sudah direncanakan! Tapi kenapa kau bikin masalah lagi, hah!? Harusnya kau diam saja dan menunggu seperti anak baik-baik!! Kenapa kau harus lari seperti itu!?" "Diam dan lakukan seperti yang kuperintahkan!!" bentak Sanji. "Kau mau ngajak berantem, hah!? Atau kau mau aku menghancurkan ini!?" Sanji masih mencengkram jantung Caesar. "Kau!! Awas kau ya!!!"
"Untung saja kita turun.." ucap Chopper, "Kita mungkin masih bisa menyelamatkan mereka, ayo cepat, Caesar!!" "Berani sekali kau memerintahku..." Caesar menatap Chopper. "Aku tak akan memaafkanmu kalau semuanya mati jadi cepatlah!!!!" Chopper balas menatap dan membentak Caesar. Di sisi Nami, saat ini ia bersama dengan Brook dan Momonosuke yang berada dalam wujud naganya. Mereka bertiga lari buru- buru. "Dataran tempat ini sangat tidak rata, susah sekali untuk lari!! Hah.." "Yohohoho!! Ini buruk.. Kita terpisah dengan mereka, dan ini semua karena gadis aneh itu.." "Kyaaa!!!" Nami tersandung dan jatuh. "Hati-hati, Nami-san!!" Brook ditimpa oleh Nami. "O-Nami!! Ada yang datang!!" ucap Momonosuke. Di depan mereka kini, tampak seorang lelaki dan perempuan bertanduk dan berkacamata yang menunggangi binatang raksasa. "Kalian tak bisa kabur lagi, penyusup!! Di mana gadis itu!? Jawab aku!! Kenapa kalian ada di pulau ini!?" "Tempat ini adalah tempat yang spesial..." "!!!" orang tadi tiba-tiba saja merasakan sesuatu, "Hujan erupsinya akan dimulai!! Cepat berlindung!!" "Hujan!?" Nami masih tak mengerti, kemudian gumpalan air dalam jumlah yang sangat banyak menyembur dari sebuah gunung. "Ini gumpalan air!!!!" "Aku akan melindungimu apa pun yang terjadi!!" ucap Brook, tapi kemudian, "Gyaaaaaahhh!!" malah ia duluan yang hanyut terbawa arus. "Nami-san! Momonosuke- san!! Tolong!!!" "Tolong aku juga.." Momonosuke ikut terseret arus. "Uuh kalian pengguna Buah Setan memang bikin masalah saja!!!" Nami berenang untuk menyelamatkan Brook dan Momonosuke.
"Berpeganganlah!" Nami membawa tubuh mereka berdua ke sebuah dahan pohon untuk berpegangan. "Kau juga, Momo!!" "Uukh.." "Terima kasih.." ucap Brook. Untuk sementara mereka selamat dari air, namun di ujung dahan itu, sudah tampak lelaki bertanduk tadi yang bersiap untuk menyerang mereka. "Kurasa aku akan membunuh kalian saja!!" "Sheep's Bone!!!" orang itu memukul. "Soul Parade!!!" Brook menahannya dengan pedang. "Oh!! Hebat, Bonekichi!!" ucap Momonosuke. "Kekuatan apa itu?" "Brook, tetap tahan dia!!" seseorang melesat dari atas langit dan bersiap untuk membantu Brook. "Diable!!! Mutton Shot!!!!" ternyata orang itu Sanji, ia datang dan menyerang orang itu dengan tendangannya.
"Master Kepala Doma!!" teriak perempuan yang tadi bersama orang itu, "Siapa sebenarnya kalian itu, hah!?" "Yah, kami ini adalah... Eeh!!" ekspresi Sanji tiba-tiba saja berubah saat tahu kalau orang yang bicara tadi itu perempuan. "Hehe.." Sanji senyum-senyum.. "Tatapanmu menakutkan!!!" Perempuan itu kemudian memberi perintah pada rekan-rekannya yang lain yang menunggu di belakang, "Kita mundur!! Mereka berhasil mengalahkan Master Kepala Domba!!" "Eeh!? Ta-Tapi kita belum berhasil menangkap samurai itu!!" "Dia bahkan belum muncul juga!!" "Laporkan saja kalau sejak awal dia tidak ada!!" perintah perempuan itu. "B-Baik Nyonya!!" Kembali ke sisi Sanji dan yang lainnya, kini mereka bisa sedikit beristirahat. "Airnya mulai surut..." "Apa-apaan ya itu tadi.." "Ngomong-ngomong ke mana gadis itu pergi?" "Entahlah, mungkin dia kabur.." "Nanti kita pasti bertemu lagi.." Sementara dari balik pepohonan, seorang gadis berhidung hewan diam-diam mengintip. "Kalian, cepat kemari!!!" Chopper memanggil "Itu Chopper-emon!! Dia ada di bawah sana!!" ucap Momonosuke. "Ayo cepat, waktu kita tak banyak!!" Sementara itu orang yang dikalahkan Sanji tadi, ia masih terkapar di atas tanah. Lalu pada sabuk besar yang ia gunakan, terdapat lambang Di markas Bajak Laut Kid, yang yang tak terduga terjadi. Entah bagaimana, tiba-tiba saja terjadi sebuah ledakan yang sangat dahsyat. Boooomm!!! "Apa itu!?" Kid kaget, ia dan dua rekan aliansinya masih berada di dalam ruangan, sementara ledakan itu terjadi di luar. "Gempa Bumi!?" "Gyaaaa!!! Musuh menyerang!!!!" orang-orang berteriak dan berhamburan. "Semuanya, persiapkan senjata kalian!!" "Ada yang tahu apa yang sudah terjadi!? Cepat katakan!!" "Ada lubang yang sangat besar, Kapten!!" "Sepertinya ada yang menuju kemari!!" "Di sana!!" Di tempat ledakan tadi, terdapat sebuah lubang besar berbentuk manusia, manusia raksasa, seolah ada yang terjatuh dari langit dan menimpa tempat itu hingga terjadi ledakan.
"Bentuknya seperti manusia!?" "Dari mana datangnya!?" "Siapa dan apa yang terjadi dengan orang ini!?" pasukan Kid bersiaga dan mengepung sekitar lubang itu. Tekad yang kuat akan tetap hidup dan yang lemah akan mati, itulah aturan di Dunia ini. "Aku jadi ingat ada yang bilang kalau ada monster yang hidup di atas kita.." ucap Hawkins. "Tapi bukankah Sorajima itu cuma mitos?" "Kau mau bilang kalau ada yang seseorang yang jatuh dari Sorajima!?" ucap Appo. "Kapten!! Saat serangan tadi ada kapal yang terjatuh juga!!!" ucap anggota bajak laut Kid. "Apa-apaan sebenarnya ini!? Siapa yang sudah melakukan ini semua!?"
Beberapa menit sebelumnya, di sebuah negeri awan yang disebut dengan Sorajima, di pinggiran awan, Terminal Baron... "Apa yang akan kau lakukan?" tanya Urouge pada seseorang yang berdiri di ujung awan, yang kelihatannya mau melompat dari sana. "Biarkan saja dia begitu, pendeta!!" "Orang itu sepertinya gila!!" "Saat ini kita berada 10000 meter di atas tanah, kau tahu?" ucap Urouge, namun orang itu tetap saja bersiap untuk meluncur. "Yah, kalau kau memang serius aku tak akan menghentikanmu.." Lelaki itu, ia mencari tempat untuk mati. Aku akan menceritakan tentang dia. Ia adalah seorang bajak laut yang telah merasakan tujuh kekalahan, dan ditangkap oleh Angkatan Laut dan musuhnya 18 kali!! Lelaki yang telah hidup dan melewati siksaan yang tak terhitung jumlahnya, seorang buronan yang berada dalam pelarian.. "Namo..." Urouge mendoakan saat orang itu melompat. Sekarang ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri dengan cara yang masih sangat jarang di dunianya sendiri, bunuh diri dengan melompat dari Sorajima.... Dan sekarang... Aku akan menceritakan tentang dia sekali lagi. Ia adalah lelaki yang ditangkap dengan berbagai cara sebanyak 18 kali dan selamat dari 10000 macam siksaan, dihukum mati sebanyak 40 kali, tapi tiap kali digantung, talinya selalu putus, dan bahkan saat mereka mencoba untuk memenggal kepalanya, pedangnya hancur. Tombak juga remuk saat ingin menusuknya, dan paling tidak ada 9 kapal penjara raksasa yang ia tenggelamkan saat ada di sana. Yang ingin kukatakan adalah, tak ada seorang pun... "Hei, apa yang terjadi!?" Kid berteriak kaget saat tiba-tiba saja seluruh anak buahnya yang mengitari tempat itu terhempas. Tak ada seorang pun yang bisa membunuh orang ini!! Dan dia sendiri merasa senang melakukannya sampai-sampai menjadikannya sebagai hobi.. "Ukhh..." monster yang terjatuh dari langit tadi muncul kembali dari lubang itu. "Monster apa itu!?" Killer kaget. "Aah... Kepalaku sakit..." perlahan monster itu keluar dan menampakkan dirinya. "Jadi ini juga tidak mempan, huh..." ia seolah kesal karena masih hidup juga. Nama lelaki itu adalah.. Kaidou si Monster.. "Sial, aku masih hidup.. Si Shirohige itu sudah benar-benar menghajarku.." Sang monster kini telah berdiri di hadapan mereka bertiga, Kid, Hawkins, dan Appo. Orang-orang selalu bilang, kalau kau serius ingin mencari gara- gara dengan seseorang, lakukan itu pada Kaidou. Karena dari sekian makhluk hidup, baik itu di darat, laut, maupun udara, ia adalah yang paling kuat. "Kurasa aku harus melakukannya sendiri.." ucap lelaki itu kemudian ia berteriak, "Joker kurang ajar!!!!! Sebaiknya kau menyiapkan dirimu sendiri untuk pertarungan terakhir yang akan kau jalani!! Aku tak peduli meski dunia ini hancur!! Waktunya untuk memulai Perang Terbesar Abad Ini!!!"
bersambung ke one piece chapter 796
Bagus ceritannay , lanjutkan biar bisa langganan baca .
BalasHapus