Luffy masih bersama dengan Violet, terus berlari di lorong sempit yang berada di bawah kendali si monster tembok itu, Peeker, Peeka, Pika, Pica, atau entahlah bagaimana cara nulisnya. "Hei!! ada apa ini sebenarnya!? jalannya buntu semua!!!" Luffy kebingungan. Ia bingung karena jalannya selalu saja tertutup, lalu Violet menjelaskan, "Peeka bisa memanipulasi tembok sesuka hatinya!!" "Topi Jerami, apa dia akan baik- baik saja!?" Violet mengkhawatirkan Zoro, yang mereka tinggal di belakang untuk berhadapan dengan si Peeka itu. "Hm!? Zoro?? Jangan mengkhawatirkan nya!!" Luffy menerobos secara paksa tembok yang ada di depannya dengan menggunakan tendangan, "Dia pasti akan baik- baik saja!!" ucapnya.
terlihat memang Zoro sedang berhadapan dengan Peeka, yang tubuhnya menyatu dengan kedua sisi tembok tempat itu. Zoro menebasnya, namun kemudian Peeka muncul kembali di sisi yang lain. "Percuma saja!! Bagian mana yang harus kuserang!?" Zoro bingung. Saat ini, Luffy, Violet, dan Zoro sedang berada di lanyai bawah, boneka tentara, Kabu, dan Lanpo berada di lantai satu, sementara Doflamingo, Law, dan raja Riku berada di lantai dua, tempat yang merupakan tujuan Luffy. Di sisi boneka tentara, ia dan dua kurcaci yang diajaknya, Kabu dan Lanpo terus berlari. Sampai kemudian, seseorang menghalango jalan mereka. "Kapten!!" "Lagi-lagi seorang Eksekutif!!" "Dia adalah pasukan Peeka!! Gladius!!" "Percuma saja bertarung, kita tak akan bisa menang!! Lanpo dan aku akan coba membuat jalan, pergilah!!" ucap Kabu, "Hei, jangan melakukannya!!" boneka tentara tak mau mereka berkorban untuknya. Tapi, dua mahluk bertubuh kecil itu tetap melakukannya. "Ayo incar sisinya, Kabu!!" Kabu melesat ke bagian kanan Gladius, sementara Lanpo ke sisi kirinya. Gladius tampak tak takut sama sekali, "Kenapa aku harus melawan tikus-tikus itu!?" ucapnya. Gladius merentangkan kedua tangannya, perlahan pergelangannya membesar, layaknya balon yang ditiup, lalu kemudian hap!! orang itu mencengkram Kabu dan Lanpo. "Kabu!! Lanpo!!" teriak boneka tentara. Kabu dan Lanpo dicengkram, dan tak berhenti sampai sana, pergelangan tangan Gladius terus membesar, semakin besar dan akhirnya meledak. Boombb!!!! Kabu dan Lanpo mau tak mau terkena efek dari ledakan tersebut. Si boneka tentara tak mau menyia-nyiakan pengorbanan mereka, dengan cepat iapun berlari, mencoba untuk kabur dari Gladius. "Mainan tak akan bisa berlari secepat itu.." Gladius membalikan badan, melesat ke arah si boneka tentara, dan hap!! Gladius berhasil mencengkram kepala boneka tentara. "Aku adalah manusia peledak, pemakan buah Pamu Pamu!! Aku bisa memblow diriku sendiri serta benda-benda non organik yang kusentuh!!" jelas Gladius. "Aku bahkan bisa memblow piring timah sampai benar-benar lenyap!!" Kepala boneka tentara terus membesar, semakin besar dan hampir meledak. "Le-lepaskan aku!!!" teriak boneka tentara. "Aku punya misi yang harus.." boneka tentara teringat akan Rebecca. "Kau akan segera berubah menjadi debu!!" Gladius tak peduli dan terus berusaha untuk memompanya hingga benar- benar meledak. Untungnya, dengan cepat.. "Jet Stamp!!!!" seseorang menyerang tubuh Gladius. Ya, Luffy muncul di waktu yang cepat. Berkat serangannya, boneka tentara lepas dan kepalanya kembali berubah menjadi normal, menciut layaknya balon yang dilepas. Gladius terlempar cukup jauh, namun serangan tadi belum cukup untuk mengalahkannya. Ia kembali bangkit dan melihat ke arah Luffy, "Ukhh!! Siapa kau!?" "Paman tentara, dimana Franky dan yang lainnya? bukankah mereka bersama denganmu??" "Kau.." awalnya boneka tentara tak mengenal Luffy, karena bagaimanapun sebelumnya Luffy bertemu dengan boneka saat ia menyamar sebagai Lucy. "Topi Jerami!! Tak ada waktu untuk bicara!!" ucap Violet. "Topi Jerami Luffy!! Violet!!! berani-beraniny a kau!!!" Gladius marah. "Kau telah mengkhianati tuan muda!!!" teriaknya. Luffy hendak berhadapan dengan Gladius, "Ayo kita selesaikan!!" ucapnya. Tapi, Violet mencegahnya. "Tidak, larilah!!! kita tak punya banyak waktu!!!" ucapnya. "Kita harus cepat pergi ke Suit Room yang ada di lantai dua!! Orang itu juga bukan orang sembarangan!!" Akhirnya, mereka pun lanjut berlari, menghindari pertarungan yang hanya akan membuang-buang waktu itu. Dalam perjalanan, boneka tentara bertanya, "Viola-sama.. kenapa kau!?" Violet kaget, "Kau mengenalku!? Aku sudah lama mengawasimu, kau dan Rebecca!! Aku tahu bagaimana kau bertarung selama sepuluh tahun ini.. pasti sulit sekali, terimakasih.." "Tak usah membicarakannya , kau dan raja Riku pasti jauh lebih menderita!!!" ucap boneka tentara. Dari belakang, ternyata Gladius masih terus mengejar mereka. Ia sangat marah, terutama dengan Violet. "Violet!! aku tak akan pernah memaafkanmu karena telah menjadi pengkhianat!!!" "Aku tak mengkhianatinya !! sejak awal aku memang bukan teman kalian!! sejak kalian melakukannya sepuluh tahun yang lalu!!" ucap Violet, sambil terus berlari. "Tetap saja, ini adalah penghinaan bagi tuan muda.." Gladius menyiapkan suatu serangan, "Helmet Punk!!!" kepalanya membesar, lalu meletus, dan dari letusan itu menyebarlah tembakan- tembak an rambut duri yang tajam. "Kyaahhh!!!" Violet terkena serangan. "Viola-sama!!!" "Sial!!" ucap Luffy. Luffy kemudian mengangkat tubuh VIolet dengan tangan kirinya, lalu lanjut berlari. "Dia tidak mengenai bagian yang vital, kan!? Maaf karena tidak menghalaunya!!" ucap Luffy. Luffy kini membawa boneka tentara di tangan kanannya, sementara VIolet di tangan kirinya, sambil terus berlari. "Ngomong-ngomon g, kita harus pergi ke lantai dua, kan?" Luffy berlari ke arah jendela. "Tangganya tak ada di sana!!" ucap Violet, tapi Luffy tak peduli dan tetap menerobosnya. "Kyaaahhh!!!" Violet berteriak. "Mau pergi ke mana kau, hah!?" Ternyata Luffy menerobos jendela untuk bisa pergi ke atas dengan cepat. Setelah menerobos jendela, sampai di luar, Luffy memanjangkan kakinya, lalu mengayunkannya ke jendela yang ada di lantai di atasnya. "Di atas sana, kan??" ucap Luffy dan kemudian ia melesat ke atas sana. Cepatnya Luffy melesat ke atas membuat Gladius kehilangan jejak. "Hm!? Ke mana perginya mereka!?" ia tak tahu. Saat itulah, ia melihat seseorang lewat, Doflamingo.. Bukan, melainkan hanya seseorang yang mirip Doflamingo. Secara mengejutkan, KInemon menyamar menjadi Doflamingo. Dengan kekuatannya, tentu saja baginya tak akan sulit untuk membuat pakaian seperti milik Doflamingo. Terlihat sekali perbedaan antara Doflamingo yang asli dengan si peniru itu, tapi tetap saja Gladius percaya begitu saja kalau itu memang tuannya. "Tuan muda!! kenapa kau ada di sini!?" ucap bingung Gladius. "Hm!? tuan? aku ini Donquixot.." "Tuan muda itu gelar kehormatan untuk Doflamingo!!" jelas Wica, mahluk Tontatta yang kini bersama dengan Kinemon. Kinemon mengerti, lalu berkata pada Gladius, "Ya, aku adalah tuan muda!!" "Para penyusup telah masuk ke istana ini!! Tunggulah sementara aku akan melenyapkan mereka semua!!" ucap Gladius. "Yah, aku akan menyerahkan masalah itu padamu sementara aku akan pergi mengecek kondisi Kanjuurou di lantai bawah!!" ucap Donquixote Doflaemon. "Maksudmu Samurai yang menghilang dari tempat sampah itu!?" "Eh!? Dia menghilang!?" Doflaemon kaget. Di sisi Luffy, kini mereka bertiga telah sampai di lantai, bahkan di ruangan yang sama dengan ruangan tempat Doflamingo berada. Hanya saja, jarak mereka cukup jauh, dan Luffy dkk bersembunyi di balik sesuatu. "Cepat sekali kita sampai kemari.." ucap boneka tentara. "Hei, kenapa sembunyi!? Mingo ada di sana!!!" ucap Luffy, tak sabar untuk menendang bokong lelaki itu. "Jangan berisik!! jangan mengacaukan rencana mereka!!" ucap Violet. "Rencana!?" Jauh di depan sana, terlihat Doflamingo bersama antek- anteknya, duduk di hadapan Law dan raja Riku yang merupakan tawanan mereka. "Target kalian pasti pabrik Smile.. itu saja.." ucap Doflamingo. "Tapi.. itu pasti bukan rencana yang dipikirkan hanya dalam waktu satu hari!! Kenapa kru Topi Jerami dan para kurcaci dari Green Pit bisa saling terhubung!? Bagaimana bisa meresak sampai di lantai bawah!? kenapa mereka mengincar Sugar!? Kalau ini bukan suatu kebetulan.. berarti mereka sudah tahu sisi hitam di balik negeri ini.." "Jawablah!! tuan muda bertanya padamu, Law!!" Baby-5 membentak Law. Tapi kemudian, ia menangis tersedu-sedu, hatinya tak tega membentak lelaki yang disukainya. "Kalau itu membuatmu menangis, lebih baik jangan lakukan.. dari dulu kau tetap tidak berubah.." ucap Bufallo. Law memang telah sadarkan diri. "Aku sudah bilang padamu, aku tak punya urusan lagi dengan mereka, aliansinya sudah berakhir.." ucap Law. "Aku mengerti apa yang kau bicarakan.." lanjutkan. "Hmm.. kalau saja Violet ada di sini, pasti tak akan sulit untuk mengetahui kebenaran darimu.." ucap Doflamingo. "Atau mungkin.. kaulah yang berada di balik semua gerakan ini, raja Riku?" Doflamingo lalu melirik ke arah raja Riku, yang terikat di depannya. "Para Tontatta dulunya bekerja untukmu, kan.." Dari kejauhan, Violet kaget. "Ayah!!? kenapa dia bisa ada di tempat seperti ini?" pikirnya. "Torao masih hidup!!" Luffy senang. "Raja Riku!?" boneka tentara melihat ke arah raja Riku. "Sepuluh tahun.. kau selamat.." boneka tentara senang. Masih teringat dengan jelas bagaimana dulu raja Riku dengan ramahnya mengajaknya. "Namamu Curos, kan? ikutlah bersamaku!!" ucap raja Riku waktu itu. "Aku akan menyelamatkanmu bagaimanapun caranya!!" ucap boneka tentara dalam hati. "Apa tim Leo belum selesai juga!? Semua mainan di Dressrosa akan kembali menjadi manusia, termasuk aku.. lalu, saat itulah, kesempatan terbaik untuk mengalahkan Doflamingo.. ya, aku pasti akan mengalahkan Doflamingo!!" "Boleh kita pergi sekarang?" Luffy tak sabar. "Belum!!" ucap Violet. "Pengorbanan Kabu dan yang lainnya tak akan sia-sia!! Tolong lakukan, Leo!! Usoland!!" ucap boneka tentara dalam hati. Di sisi Franky, ia terkepung, pasukan Angkatan Laut telah memenuhi ruangan itu. "Tak ada tempat lagi bagimu untuk lari!!" teriak Angkatan Laut. "Menyerahlah, Franky!!!" Franky tak peduli, "Diam kalian semua!! Aku sudah memutuskan kalau aku akan menggila tanpa alasan yang jelas, bersiap- siaplah kalian semua!!!" Franky hendak mengamuk. "Kalau aku pergi ke lantai bawah dengan orang-orang ini, aku hanya akan menghalangi jalan para kurcaci.." pikirnya. "Aku serahkan strategi SOP pada kalian!! aku akan mengurus yang ada di sini!!" "Kemarilah, kejar aku!!!" Franky kemudian menjebol tembok dengan tembakannya, dan kemudian berlari. "Tolong lakukan, Usoland!!" ucapnya dalam hati. Orang-orang menaruh harapan mereka padanya, sang pahlawan, Usoland. Namun di tempatnya, hal yang tak terduga terjadi. Robin, secara mengejutkan kini telah berubah menjadi boneka mainan. "Bahkan akupun menjadi mainan.. yang lain mungkin melupakanku.." ucap Robin dalam hati. Waktu itu, Robin menggunakan kekuatannya, memunculkan tangan di tubuh Sugar untuk membuatnya memakan permen itu. Namun, itu adalah suatu kesalahan. Dengan begitu, Sugar malah bisa menyentuhnya. "Usopp!! dimana Usopp!?" Robin melihat-lihat ke sekitar, namun tak terlihat ada Usopp. "Lakukanlah yang terbaik, Usopp!! kaulah satu-satunya harapan yang tersisa!! Bantu aku untuk menjadi manusia kembali!!" ucap Robin dalam hati. Ya, semuanya menaruh harapan padanya. "Behehehe!!!" tampak Trevor sudah berada di dekat Sugar, dengan begitu pastinya akan lebih sulit untuk menyerang Sugar. "Mereka pasti tak akan berhenti menyerang.." Trevor meningkatkan kewaspadaannya. "Mereka mencoba untuk memasukkan ini ke dalam mulutku.. ini pasti racun.. baunya jelek sekali.." ucap Sugar. Di sisi para Tontatta yang telah rebah tak berdaya, "Usoland.. tak ada lagi yang bisa kami lakukan.." pikir Leo, salah seorang dari mereka. Sama seperti yang lainnya, ia juga menaruh harapan pada Usopp. Terlebih, ia masih teringat dengan kata-kata Usopp waktu itu. Waktu itu, dengan penuh rasa percaya diri Usopp berkata, "Jangan khawatir!! Kalau terjadi sesuatu.. aku akan menyelamatkan kalian!!" Lalu, dimanakah pahlawan yang dinanti-nanti itu? Secara mengejutkan, Usopp malah kabur, melarikan diri dari semua masalah itu. "Menyingkir semuanya!!" Usopp menerobos orang-orang. "Ng? mau pergi ke mana kau, teman?" orang-orang bingung. Usopp terus berlari, "Maafkan aku, orang-orang Tontatta!!" ucapnya. "Aku akan menjadikan kisah kalian sebagai cerita heroik yang akan terus dikenang oleh generasi di masa depan!! Para Tontatta yang Jujur dan Pemberani!! Kurasa itu judul yang bagus, aku harus tetap hidup!! Ini semua salah Franky!! Kenapa dia tidak datang!? Aku tak bisa mati hanya untuk berpura-pura menjadi pahlawan, bodoh!!!"
bersambung ke chapter 741
Tidak ada komentar:
Posting Komentar