Arena hancur akibat serangan Lucy...!
"Ringnya hancur! Airnya pun ikut turun
kebawah! Cepat evakuasi semuanya! Kami tak
mengasuransikan para penonton!" Seru Gatz
si komentator pertandingan. Bersamaan
dengan itu pun para penonton berlarian
meninggalkan kursi penonton, guna
menyelamatkan diri masing-masing.
Sementara itu Burges nampak jatuh ke air,
dan Rebecca berusaha menyelamatkan diri
dengan memegangi leher Bartolomeo,
"Jangan tarik-tarik aku...!" Teriak Bartolomeo
berusaha menyelamatkan diri. Diamante pun
ikut jatuh ke air, "Kekuatanku. Berhenti! Aku
tidak ada maksud untuk mendapatkan hadiah
itu...!" Seru Diamante berusaha menghentikan
ikan petarung yang membawa hadiah buah
iblis Mera Mera no Mi.
Lucy melompat tinggi diudara demi meraih
hadiah yang ada didalam peti kotak yang
dibawa oleh ikan petarung, dengan mudah
Lucy meraihnya dan membuka kotak peti
tersebut. Buah Mera Mera sekarang berada
ditangan Lucy. Gatz si komentator pun
tersentak kaget, "Heh?!"
"Semua keluar! Akulah pemenangnya!" Seru
Lucy berhasil mendapatkan buah Mera Mera.
"Disana ada orang yang berhasil menang, ya?
Ah...! Buah iblisnya?" Sentak Gatz si
komentator kaget karena Lucy berhasil
mendapatkan buah iblis tersebut. "Makan
nggak ya?" Ucap Lucy berpikir.
Para penonton berlarian menuju ke tempat
yang aman. "Kita... Kita dapat pemenangnya!
Ini bukan saatnya mengumumkan itu! Tapi
dalam kondisi seperti ini seseorang
memanfaatkan ini untuk mendapatkan buah
iblis Mera Mera" Seru Gatz si komentator
melihat situasi yang terjadi di dalam arena.
Lucy menggigit buah iblis Mera Mera yang
didapatkannya, dan setelah itu Lucy menuju
kearah dimana Bartolomeo dan Rebecca
berada, "Ugh, ngeselin!" Ucap Lucy cepat.
Dengan cepat Lucy membawa Rebecca dan
meninggalkan Bartolomeo. "Hey, senpai
selamatkan aku juga dong!" Rengek
Bartolomeo. Rebecca dibawa terbang Lucy,
"Kyaaah!" Jerit Rebecca. Luccy membawa
Rebecca terbang, dan Lucy melepaskan kedok
penyamarannya.
"Luucyyyyy!!! Dialah pemenangnya!" Teriak
Gatz si komentator pertandingan
"Kau cowok, kan? Lindungilah dirimu
sendiri!" Ucap Lucy kepada Bartolomeo.
"Eh!!?" Sentak Bartolomeo kaget.
"Minggir, aku masih belum selesai!" Ucap Lucy
terbang keatas, "Uhh, panasnya... Sebentar
lagi selesai... Ahhh ini belum panas, aku akan
menambahkannya. Aku akan menjadikan
diriku api!" Ucap Lucy mengeluarkan api dari
tangannya.
Burgess dan Diamante ternyata masih
bertahan didalam arena yang sudah hancur,
"Dia sudah memakan buah iblisnya...!" Ucap
Burgess terkejut. "Hm!? Bukannya dia dari
pasukan Revolusi!" Dehem Diamante
memperhatikan Lucy.
Koala yang berada di kursi penonton
memperhatikan situasi yang terjadi, "Aku
punya bajunya!" Ucap Koala. Lucy meluncur
kebawah dengan tangan yang terbakar api,
"Ace! Aku akan memakai jurusmu!"
"HIKEN!!!"
Lucy mengarahkan tinju apinya kearah arena
yang telah hancur. Penonton yang berusaha
melarikan diri dan Gatz si komentator pun
terkejut dibuatnya, "Uwaahh!"
----- Komik One Piece Bahasa Indonesia -----
Bawah tanah pelabuhan. "Kru Bajak Laut Topi
Jerami sialan!! Tontatta!!!" Geram Trebol, "Aku
takkan membiarkanmu kabur!!" Seru Trebol
berusaha mengejar Usopp dan para prajurit
Tontatta.
"Jaga Usopp!!" Seru Robin berusaha
menghentikan Trebol. Sementara para
prajurit Tontatta membawa Usopp yang
tengah terkapar, "Ayo lari!! Kita tidak boleh
membiarkannya menyentuh Usoland!!!"
Perintah Leo kepada prajurit Tontatta lainnya
yang menggotong Usopp, "Ooohh!!!" Teriak
kompak para prajurit Tontatta.
"Tujuanmu adalah Pabrik Smile kan? Nico
Robin!!!" Tanya Trebol kepada Robin. "Beta
Beta Chaaaaiin!!" Trebol mulai menyerang
Robin. Robin menghentikan serangan Trebol
dengan kekuatan tangan besarnya.
"STOP!!!"
Hajrudin tiba-tiba menghentikan pertarungan
antara Robin dengan Trebol. "Raksasa."
Sentak Robin terkejut, begitupula dengan
Trebol yang terkejut melihat kedatangan
Hajrudin.
Hajrudin meraih Usopp yang tengah dibawa
oleh pata prajurit Tontatta, "Aku pinjam dia
sebentar! Hm!? Apa kalian para Kurcaci!?"
Ucap Hajrudin mengambil Usopp. "Waah!!
Usoland!!" Seru para prajurit Tontatta
terkejut. "Kau menjadi seperti ini karena
melindungi kami...!!" Ucap Hajrudin, "Sejauh
yang kudengar orang-orang menghabiskan
10 tahun menjadi mainan. Itu sangat
mengerikan. Jika bukan karena dirimu kami
pasti masih menjadi mainan dan menjadi
budak untuk mereka selamanya...!! Kau
menyelamatkan hidup kami!!" Hajrudin
merasa iba terhadap Usopp yang menjadi
penolongnya. "Ouch, Jangan sentuh aku..."
Ucap Usopp lirih
"Lihat baik-baik, prajurit!! Orang inilah yang
berhasil menghancurkan kutukan Hobi Hobi
no Mi...! Dia pahlawan kita!! Namanya adalah...
Captain Usopp!!" Seru Hajrudin lantang
sembari mengangkat tubuh Usopp. Para
prajurit Gladiator yang telah diselamatkan
oleh Usopp pun mengelu-elukan Usopp
sebagai pahlawan, "Cahayanya datang dari
langit!! Eeeh!? Itu berarti orang itu dikirim
dari surga!!? Whoooaahh!! Terima kasih!!"
Langit-langit didalam pabrik mulai runtuh, ini
akibat efek serangan Lucy yang telah
menghancurkan arena, "Uwaaah!! Apa yang
terjadi!? Langit-langitny a runtuh!!"
Bangunan langit-langit pabrik akhirnya
runtuh dan cahaya masuk kedalam menyinari
tubuh Usopp yang tengah diangkat oleh
Hajrudin, semua prajurit Gladiator pun
terkesima melihatnya, dan tak kuasa
menitikan air matanya, "Apa kita menyaksikan
sebuah keajaiban...!?"
Para prajurit Gladiator dibuat terkesima,
Cavendish dan yang lainnya terlihat terpukau
dengan Usopp, "Hahh..."
Usopp dengan tenaganya yang masih tersisa
mengucapkan sesuatu, "Aku... Akan...
Membimbing kalian..." Ucap lirih Usopp,
kenyataannya yang dikatakan oleh Usopp
sebenarnya adalah, "Akankah kau
menurunkan aku...!? Ini mengganggu.
Wajahku berdarah. Kalian sialan."
Prajurit Gladiator pun terkejut dengan ucapan
Usopp yang menakjubkan, semangat mereka
pun berkobar, "Aku akan membimbingmu...
!? Kau pasti pembawa pesan dari surga... Kau
adalah penyelamat kami!! Bimbing kami!! Apa
yang harus kami lakukan!!? Dewa Usopp!!"
Teriak para Gladiator.
"Hahh... Hahh... B... Baiklah... Hancurkan...
Pabrik yang ada dibelakangku... Dan
selamatkan... Teman kecilku...!!" Ucap Usopp
Para Gladiator pun menuruti perintah Usopp,
"Seperti yang kau perintahkan!!" Seru mereka
semua, tak terkecuali para prajurit Tontatta
yang ikut berteriak, "Usoldand!!!"
Tampak terlihat Burgess dan Diamante jatuh
kebawah ke dalam pabrik. "Sial..." Ucap
Burgess menyesali kegagalannya, "Dia bukan
Topi Jerami... Orang itu... Memakan buah yang
seharusnya milik kita...!!" Burgess nampak
begitu kesal dengan kegagalannya
mendapatkan buah Mera Mera. "Sial!! Aku
harus bilang apa pada Dofy!!?" Ucap
Diamante cemas.
Para prajurit Gladiator berlarian menuju ke
pabrik, "Apa yang dilakukan orang-orang
bodoh itu!!?" Pikir Diamante heran, "Ah!!
Mereka adalah para mainan dari Basement!!"
Sementara itu Bartolomeo yang ikut jatuh
kebawah, menghampiri Lucy dan Rebecca,
"Itu sangat kejam, bagus senpai!! Benar kalau
aku bisa menggunakan Barrier, tapi...!!" Ucap
Bartolomeo agak kesal. "Aku tidak tahu kalau
ada ruangan bawah tanah disini... Ah...!! Siapa
kau!? Dimana Lucy yang sebelumnya?" Tanya
Rebecca kepada orang yang telah
menggantikan posisi Lucy. "Uwah!! Ini
menakutkan!! Susah mengontrolnya." Ucap
orang yang telah menggantikan posisi Lucy
sembari mengibas-ngibas kan tangannya
yang terbakar api.
Dan akhirnya terkuaklah jati diri siapa orang
yang telah menggantikan posisi Luffy di
arena, dia adalah Sabo dari tentara Revolusi.
"Pertama-tama, Lucy dia bernilai 400.000.000
Berry... Dialah orang yang akan menjadi Raja
Bajak Laut! Luffy si Topi Jerami! Dia adalah
adikku!" Tutur Sabo (General Officer Of The
Revolutionary Army : Sabo)
"Bajak laut!?" Sentak Rebecca terkejut dengan
penuturan Sabo. Sementara Sabo didampingi
oleh Koala dan Hack. "Kami dari pasukan
tentara Revolusi. Luffy adalah orang yang
baik, bukan begitu? Dia sama sekali tidak
berubah." Imbuh Sabo
"Kenapa pasukan Revolusi disini?" Tanya
Rebecca heran. "Senjata yang dikeluarkan
negara ini membawa perang ke seluruh
dunia. Kami datang untuk menghentikan itu."
Jawab Sabo. "Pasukan Revolusi... Telah
mengirim banyak tentara ke kota ini. Tapi
mereka semua berubah menjadi mainan. Jadi
kami tidak bisa menunjukkan pasar gelap ini."
Tutur Koala sembari membaca buku
catatannya.
Sementara nampak dua orang keroco anak
buah Doflamingo mengintip pembicaraan
Sabo dan yang lainnya dari balik dinding, "Hey
Hey gawat!" Bisik salah seorang petugas
penjaga pabrik anak buah Doflamingo.
"Bukannya dia itu Sabo? Kenapa kepala no.2
tentara Revolusi ada disini? Segera kabari
tuan muda!" Ucap salah satu panjaga pabrik.
"Kurasa senjatanya dibuat disuatu tempat,
kemungkinan mereka membawanya dari
sana... Jika kita dapat menemukan tempat itu...
Ini akan menjadi informasi yang bagus untuk
Dragon!" Ucap Sabo
----- Komik One Piece Bahasa Indonesia -----
Royal Palace. Sementara itu di istana
kediaman Doflamingo. Kyros membantai para
penjaga, Buffalo mencoba menyerang Kyros,
"Dia hanya memiliki satu kaki, bisa-bisanya
kau melakukan itu pada tuan muda..." Geram
Buffalo. Dengan mudah Kyros mengalahkan
Buffalo, "Buffalo!!" Teriak Baby 5
"Torao!!" Seru Luffy menuju kearah Law
disekap, "Aku kemari untuk
menyelamatkanmu !"
Baby 5 terkejut melihat kedatangan Luffy,
"Topi Jerami!"
"Syukurlah! Kau masih hidup!" Ucap Luffy
dengan raut wajah senang. "Kau tidak punya
urusan disini, Topi Jerami! Bagaimana
pabriknya? Apa sudah kau hancurkannya?"
Seru Law. "Ini kunci untuk membuka
borgolnya." Ucap Violet memberikan kunci
kepada Luffy yang tengah
menggendongnya. "Persiapanmu bagus
sekali! Kau seperti bisa membaca masa
depan!" Ucap Luffy
"Tunggu Topi Jerami!" Teriak Gladius, "Violet!
Aku tak akan membiarkanmu menyentuh
tuan muda." Dan betapa terkejutnya saat
Gladius melihat kepala Doflamingo yang
berada dilantai, "Tuan muda!"
Sementara Kyros berusaha menyelamatkan
Raja Riku, Kyros membuka rantai borgol Raja
Riku dengan pedangnya.
Luffy menuju kearah Law yang tengah
disekap, "Aliansi kita cukup sampai disini!"
Ucap Law. "Eh!? Jangan bilang begitu, aku
yang harus memutuskannya!" Teriak Luffy.
"Aliansi kita berakhir kita menjadi musuh
lagi!" Seru Law, "Kalau kau
menyelamatkanku , aku akan
membunuhmu!" Tutur Law. Luffy tak
menghiraukan kata-kata Law, dan berusaha
membuka borgol yang membelenggu tangan
Law, "Jangan bergerak! Susah sekali, karena
ini terbuat dari batu laut!" Ucap Luffy
kesusahan membuka borgolnya. "Hati-hati!"
Ucap Violet. Law pun geram, "Kau dengar
tidak!"
Tiba-tiba lantai istana bergelombang,
membuat Luffy dan yang lainnya terpelanting.
"Ah!!! Manusia dinding itu!" Sentak Luffy
terkejut. "Pica!!" Ucap Violet terkejut dengan
kemunculan Pica. Pica dengan tangan
besarnya meraih kepala Doflamingo, dan
kepala Doflamingo yang telah terpisah dari
badannya ternyata masih hidup, "Huhuhuh...
Kalian benar-benar telah membodohiku..."
Ucap Doflamingo.
"Uawaaaa! Mingo masih hidup!" Teriak Luffy
terkejut.
"Tuan muda!" Ucap Baby 5 terkejut, begitu
pula dengan Gladius, "Tuan muda!"
"Tak mungkin!" Sentak Raja Riku tak percaya
"Situasi semakin buruk saja... Aku akan
menggunakan 'Sangkar Burung'. Hey... Law..."
Ucap Doflamingo
Law tiba-tiba gemetar mendengar penuturan
dari Doflamingo. Apa rencana Doflamingo,
yang membuat Law gemetar?
"Bird Cage... (Sangkar Burung)"
Bersambung ke chapter 745...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar