Ruang harta, Big Mom telah berhasil menangkap Brook. Mahkluk tulang
setinggi lebih dua setengah meter itu terlihat kecil sekali di
cengkraman tangan Big Mom.
"Mamamama..."
Big Mom tersenyum-senyu
"Mamamama..."
Big Mom tersenyum-senyu
"Para prajurit keju takut setengah mati padamu, Mamama... Kau benar-benar Soul King, musuh alami mereka... Tapi kau tak akan bisa mengalahkan anak-anak ini... Mereka spesial!!"
Yang Big Mom maksud adalah mereka bertiga: Napoleon si Topi Bajak Laut, Zeus si Awan Petir, dan Prometheus si matahari.
"Mereka memiliki jiwaku.." ucap Big Mom. "Mereka sudah seperti bagian dari diriku sendiri, kau tahu? Level mereka berbeda dari mahkluk dengan jiwa-jiwa biasa!!"
Sementara Brook dicengkram Big Mom, prajurit keju menggeledah pakaian yang Brook pakai. Dan mereka tidak menemukan apa-apa. "Tidak ada apa-apa di balik bajunya, dia belum mencuri apa-apa..."
"Mamamama... Kalau begitu tidak masalah, Soul King!!" Big Mom terus mengelus Brook, seolah dia sudah menjadi boneka kesayangannya atau semacamnya.
"Maaf sudah meragukanmu..."
"Dia membaca batu itu dengan kemampuan khususnya, kemampuan untuk mendengar segalanya. Aku juga punya senjata rahasia, yang akan memberiku kekuatan yang sama... Kamilah yang selanjutnya akan sampai di Raftel!!"
Seseorang kemudian menghampiri Big Mom, Pudding.
"Mama!!"
"Oh!! Puddingku yang manis!! Tepat sekali, ada urusan apa?? Kekuatan mata ketigamu sudah muncul??"
"Uuuh, Mama, jangan sering-sering membahas itu, darahku campuran, ingat?? Belum tentu aku bisa memperoleh kemampuan seperti itu..." ucap Pudding, dengan wajah imutnya.
"Mamama, maaf maaf!! Tapi tidak salah lagi, darah suku mata tiga mengalir di nadimu..."
Dalam hati Brook sedikit kaget, "Hah... Pudding-san.. Mata tiga?? Ah, tidak bagus, Big Mom tidak boleh tahu kalau kita saling kenal..."
Brook masih belum mengetahui sifat alami Pudding.
Dalam hati Pudding kaget juga melihat Brook.
"Jadi si manusia tulang ada di sini... Yah, tapi dia tertangkap, kurasa semuanya baik-baik saja..."
Pudding pun berkata pada Big Mom, "Mama!! Di sini terlalu ramai, mau pindah ke ruangan lain untuk bicara sebentar??"
"Tentu saja, putriku..."
Lantai 3 Taman Dalam, pertarungan antara Pedro dan Tamago masih terus berlanjut. Prajurit-prajur
Setelah terbelah dua, Tamago berubah menjadi ayam viscount.
"Hiyoko Shishaku!!"
Kemudian saat Pedro menebasnya lagi, tubuh Tamago kembali terbelah, dan ia kembali berubah menjadi ayam, "Kweeeekk!!"
"Ooh!! Suara itu!! Itu wujud lain lagi darinya!! Ayam count!!"
"Omong kosong.." ucap Pedro, "Aku akan mengakhirinya sekarang juga!!"
Sebelum benar-benar berubah, Pedro hendak menebasnya lagi.
"Berhentiiii!!"
"Dari Baron Tamago, menjadi Viscount Hiyoko, menjadi Count Niwatori, dia terus menguat tiap kali telurnya remuk!! Itulah kekuatan Tama Tama no Mi!! Dan Count Niwatori adalah wujud kesatria sejati!! Takutlah padanya!! Kalau dia berubah, kau bahkan tak akan bisa menyentuhnya!!"
"Seseorang hentikan dia!!"
Para prajurit mulai bergerak menyerang.
"Aku tak mau menunggu!!" Pedro bersiap dengan pedangnya.
"Hentikan!!!!"
"Baik, aku akan berhenti..."
Pedro tak jadi menggunakan pedang, ia malah mengeluarkan bom dalam jumlah banyak.
"Aaaaahhh!! Itu bahan peledak!! Apa yang kau rencanakan, hah!?"
"Jumlah prajurit kita banyak!! Ini gawat, ayo lari!!"
"Lariii!! Selamatkan diri masing-masing!!
Ledakan akhirnya terjadi, Booooommmm!!!
"Kwaaaaaaaahhh!
Pedro langsung hilang, bukan lenyap karena ledakan, ia masuk ke dalam dunia cermin. Chopper dan Carrot menyelamatkanny
"Aaaahh!! Tadi itu hampir saja..."
"Kau membuatku takut saja, Pedro!!" ucap Chopper.
Sebelum meledakan bom yang ia bawa, Pedro sudah tahu, Chopper dan Carrot bicara padanya lewat cermin yang ada di tengah taman itu.
"Harusnya aku yang kaget..." ucap Pedro, "Mendengarkan kalian dari balik cermin..."
"Tapi bisa memikirkan rencana seperti ini dalam sekejap, kau memang hebat, Pedro!!" ucap Carrot.
"Jadi sekarang kita berada di dunia cermin ya... Luar biasa..."
"Kau tak akan bisa keluar masuk dunia ini tanpa Brule," ucap Chopper, "Jadi di sini aman!! Kita bisa membawa Sanji juga ke sini dan kabur!! "
Chopper kemudian bertanya tentang teman-teman yang lain, dan Pedro menjelaskannya.
"Eh!? Luffy dan Nami ditangkap juga!?" Chopper kaget.
"Ya, kudengar begitu..."
"Aku juga menghawatirkan Brook, kuharap ia berhasil mendapat salinan poneglif itu..."
"Semuanya dalam bahaya, ayo cepat!!"
Dan mereka masih menaiki kendaraan Diesel si kereta.
Carrot sudah selesai menggambar wajah Luffy dan yang lainnya, ia pun menunjukannya pada para cermin. "Cermin oh cermin!! Beritahu kami!! Di mana kami bisa menemukan mereka!?"
"Waaah gambarnya jadi tampan!!" ucap Pedro.
"Perempuan berambut panjang itu sempat lari lewat sini!!" ucap salah satu cermin.
"Oooh cerminnya bicara!!"
"Eh!? Jadi Nami berhasil kabur!? Berarti Luffy bersamanya??"
"Dia bersama Boss Jinbe!!"
"Jinbe!?"
Luffy terus menerobos prajurit Big Mom, sambil berteriak-teria
Sementara prajurit terus menghubungi pusat untuk meminta bantuan. Tapi percuma, Luffy menghajar mereka semua. Sampai kemudian Luffy melewati ruang medis tempat Reiju berada, Reiju menarik tangannya dan membawanya masuk.
Reiju lalu menutup pintunya.
Para pengejar yang cukup jauh tidak sadar akan hal itu dan terus mengejar.
"Cepat sekali dia lari!! Ayo terus kejar!! Jangan sampai lolos!!"
Luffy mengingat Reiju..
"Kau... Kakaknya Sanji!? Ada apa!? Aku sedang buru-buru!!"
"Kau mencari Sanji, kan?? Dia baru saja pergi.." ucap Reiju.
"Eeeh!? Ke mana!? Kami sudah ditipu oleh Pudding!! Pudding, calon istri Sanji berkata kalau ia akan membunuhnya!! Aaah...!! Apa kau baik-baik saja!? Kau terluka!!"
Luffy menyadari perban yang melilit paha Reiju.
"Yah, aku baik-baik saja. Dan soal Pudding, Sanji juga sudah tahu itu..."
"Eh!? Dia sudah tahu!?"
"Dia baru saja tahu tadi.."
"Aku sudah berusaha meyakinkannya untuk pergi dari pulau ini, tapi... Sanji khawatir soal sandera yang ada di East Blue dan kalian..." ucap Reiju.
"Sandera!? Pasti maksudnya Baratie, kan!? Aku juga kenal mereka!! Kalau mereka benar-benar dalam bahaya, aku akan pergi ke East Blue dan bertarung!!"
Luffy menjerit, tapi suara perutnya lebih keras lagi.
"Kau... Lapar?"
"T-Tidak!!" Luffy bersikeras, dan Reiju teringat kata-kata Luffy waktu itu. Ia juga mendengarnya, bahwa ia tak akan makan makanan selain masakan Sanji.
"Yah..." Luffy tersenyum, "Dia sudah tahu soal Pudding, kalau dia tidak tertipu berarti bagus, aku sudah melakukan semua yang bisa kulakukan. Baiklah kalau begitu, kakaknya Sanji!! Terima kasih!!"
Luffy berlari menuju jendela.
"Eh!? Kau mau ke mana!? Itu kan...!!"
"Tempat janjiannya bukan di sini!!" Luffy melompat menerobos jendela.
Sanji sedang berada di ruangannya, penuh dengan berbagai pikiran. Soal Baratie, ancaman ayahnya, kata-kata bohong Big Mom, kemudian kenyataan menyakitkan dari Pudding...
Juga bagaimana ia memperlakukan Luffy.
"Aku tak bisa kembali lagi, Luff..." ucap Sanji dalam hati.
Sementara Luffy, ia melompat dan jatuh menghantam rumah warga.
"Sesuatu jatuh dari sana!!" teriak warga.
"Rumahku...!!"
"Eh!? Itu... Manusia!?"
Luffy yang terlihat kelaparan terus berjalan...
"Aku harus menunggu... Di tempat itu..." ucapnya.
Casino & Sportsbook - JTA Hub
BalasHapusJT Promotions · JTG Promotions · 순천 출장마사지 JTG Sportsbook 서산 출장샵 · JTG Promotions · 충청남도 출장마사지 JTG Promotions 청주 출장안마 · JTG Sportsbook 부산광역 출장샵 & Casino · JTG Sportsbook