Di Dunia Cermin, Carrot menjerit dan bertanya pada para cermin,
"Cermin oh Cermin!! Apa kalian benar-benar tidak tahu di mana Luffy dan
Sanji berada!?"
"Aku tidak melihat mereka!!"
"Aku juga tidak melihatnya!!"
"Aku juga tidak melihatnya!!"
"Bagaimana dengan cermin di kamar Sanji!?"
"Pria aneh tidur di kasur menggantikannya !"
"Pria aneh tidur di kasur menggantikannya
"Kalau memang mereka tak ada di kastil," ucap Nami, "Kurasa aku tahu di
mana mereka berada. Tak ada cermin yang bisa membawa kita langsung ke
sana, tempat di mana mereka berdua sempat bertarung pagi ini..."
"Eeeeeeeeh!?" tiba-tiba Chopper menjerit sambil menangis, "Luffy dan Sanji bertaruuuung!?"
"Sanji pasti datang ke sini karena harus memenuhi peran penting sebagai
Vinsmoke, aku ragu membawanya kembali akan jadi perkara mudah.." ucap
Jinbe. "Tapi, kalau memang mau melakukannya, kita harus bergegas!! Aku
sebenarnya mau mengatakan ini kalau semuanya sudah berkumpul, tapi aku
akan mengatakannya sekarang..."
"Sebenarnya," ucap Jinbe, "Kalau pesta pernikahan sampai terjadi besok, itu tak hanya akan menjadi pesta pernikahan saja..."
"Eh?"
"Kalian semua datang kemari bersama Pekoms, kan?" Jinbe bertanya.
"Oh... Pekoms!! Iya, tapi kami terpisah... Apa ia baik-baik saja?"
"Oh... Pekoms!! Iya, tapi kami terpisah... Apa ia baik-baik saja?"
"Dia baik-baik saja," ucap Jinbe, "Tapi, dia hampir saja berakhir
tragis karena terlibat dalam suatu konspirasi. Kalau saja kami tak cepat
menyadari itu, sekarang dia pasti sudah mati."
Sweet City, para warga membicarakan sesuatu...
"Apa kau mendengar suara tembakan?"
"Umm... Hujannya deras sekali, sulit untuk mendengarnya.."
"Tapi aku mendengar suara anji menggonggong sih.."
"Umm... Hujannya deras sekali, sulit untuk mendengarnya.."
"Tapi aku mendengar suara anji menggonggong sih.."
Tembakan memang benar terjadi, seseorang, sekelompok orang menembak Bobbin.
"Sial..." ucap Bobbin, dalam kondisi tubuh terluka tembak.
"Sial..." ucap Bobbin, dalam kondisi tubuh terluka tembak.
"Orang-orang sialan..." ucapnya sebelum akhirnya ambruk, di bawah guyuran hujan.
Ruang tamu lantai 6, Keluarga Vinsmoke tampak tengah minum-minum.
Saking banyaknya, para pelayan sampai pingsan karena mabok, sementara
orang-orang Vinsmoke masih tampak biasa-biasa saja...
"Menyedihkan, gadis-gadis ini bekerja di bar, tapi baru minum alkohol
lemah segini saja sudah pingsan.." ucap Yonji. "Kalau memang mau memberi
kita wanita, aku akan memilih wanita temannya Sanji itu..."
"Maksudmu si Nami itu, kan!? Sifat liarnya benar-benar tipeku!!" ucap Niji.
"Kudengar mereka sudah menangkapnya, besok akan kucoba untuk memintanya..."
"Kudengar mereka sudah menangkapnya, besok akan kucoba untuk memintanya..."
Judge meneguk barel terakhirnya lalu berkata, "Segini cukup, kan? Kalau
mau berpesta lagi, besoklah waktunya!! Dengan adanya Big Mom di sisi
kita, Germa akan menguasai North Blue lagi!! Besok adalah hari besar
untuk kita, dan ini barulah permulaan!!"
"Benar!! Kita berhasil menangkap ikan raksasa dengan Sanji sebagai umpannya!!" ucap Yonji.
"Saat pasukan kita menunjukan bendera Big Mom, semua musuh akan langsung menyerah!!"
"Kita akan mampu menguasai lautan!! Semuanya berkat Sanji!! Haha!!"
"Saat pasukan kita menunjukan bendera Big Mom, semua musuh akan langsung menyerah!!"
"Kita akan mampu menguasai lautan!! Semuanya berkat Sanji!! Haha!!"
"Bersulang untuk si Gagal itu!!"
"Untuk si bodoh, bersulang!!"
"Untuk si bodoh, bersulang!!"
Mereka sama sekali tak mengetahui rencana Big Mom yang sesungguhnya. Genting-gentong dan tembok hidup Big Mom hanya bisa melihat sambil tersenyum.
Di depan gerbang ruangan itu, banyak prajurit telah bersiaga.
"Jangan biarkan Vinsmoke menghubungi siapa pun sampai pesta pernikahan
besok.." Mont d'Or memberi perintah lewat alat komunikasi.
"Siap!! Kami juga telah menyiagakan beberapa prajurit di ruang kesehatan
tempat Reiju berada.." lapor prajurit yang bertugas. "Saat ini,
Keluarga Vinsmoke tak punya pilihan lain selain menunggu dengan sabar
takdir mereka..."
"Berhenti membual seperti itu, bodoh.." ucap Mont d'Or.
Big Mom telah tertidur, bersama Brook palsu di tangannya. Judge juga
telah tertidur lelap, begitu pula ketiga putranya. Sementara Reiju, ia
masih terduduk merenung.
Di luar kota, setelah Sanji mendekatinya sambil membawa kotak bekal makanan, Luffy akhirnya membuka matanya...
"Ah... Thandi..."
Saking lemasnya Luffy bahkan tak bisa bicara dengan benar.
Sambil memalingkan wajahnya, Sanji berkata, "Aku tidak menyuruhmu... Untuk menunggu, kan..."
Luffy tersenyum..
"Nih, kalau kau masih bisa makan..." Sanji menaruh kotak bekal makanan
itu di depan Luffy. Luffy pun membukanya dan... Isinya sudah kacau.
"Aku menjatuhkannya di jalan, jadi hancur seperti itu. Makanannya bahkan basah kuyup karena hujan. Hidangan yang gagal, ya?"
Luffy tak peduli. Luffy tetap memakannya.
Dan hidangan acak-acakan itu perlahan membuat wajahnya tampak kembali segar.
Dan hidangan acak-acakan itu perlahan membuat wajahnya tampak kembali segar.
"Ini enak!!" ucap Luffy, "Enak sekali!! Luar biasa!!" teriaknya.
"Kau bahkan... Membuat semua makanan favorit kami... Lezaat sekali!!"
"Kau bahkan... Membuat semua makanan favorit kami... Lezaat sekali!!"
Sanji menundukkan wajahnya sambil berkata, "Dasar... Pembohong..."
"Yoooshh!! Aku jadi bertenaga lagi!!" Luffy kembali bugar.
"Kau sudah selesai makan, sekarang pergilah.." ucap Sanji.
"Kau sudah selesai makan, sekarang pergilah.." ucap Sanji.
"Bicara apa kau, hah!? Ayo ikutlah denganku!!" ucap Luffy.
"Pertama, aku sudah menghina dan melukai kaptenku sendiri!! Padahal kau
datang kemari untuk menolongku!! Karena itulah, aku tak berhak kembali
ke kapal lagi..." ucap Sanji, sambil mengacungkan satu jari.
"Kedua," Sanji mengacungkan jari keduanya, "Sang penolongku... Pak tua
dan krunya yang sempat kau temui di Baratie dulu sedang dijadikan
sandera, aku tak boleh bersikap gegabah. Karena itulah aku tak mungkin
lari dari pesta pernikahan besok..."
"Ketiga... Keluarga
kandungku dijebak oleh Big Mom, beberapa jam lagi mereka semua akan
dibunuh. Aku membenci orang-orang sialan itu, tapi... Aku... Aku juga
tak mau mereka mati!!"
"Kesimpulannya, " ucap Sanji lagi, "Itulah tiga alasan kenapa aku tak bisa kembali bersamamu lagi!! Kalau kau sudah mengerti, pergilah..."
Luffy tetap tidak peduli, dan malah meninju Sanji keras-keras, Baaaammm!!
Sanji sampai terlempar menabrak King Baum di Pohon Raksasa.
Sanji sampai terlempar menabrak King Baum di Pohon Raksasa.
"Katakan padaku yang sebenarnyaaa!!! " teriak Luffy.
Setelah semua yang mereka lalui bersama, Luffy ingin tahu, keinginan Sanji yang sebenarnya.
Perasaan Sanji begitu kacau. Air mata kembali tak tertahankan, menetes
dari kedua matanya. Meski semua yang dikatakannya tadi, dalam hati ia
ingin kembali.
"Aku ingin... Kembali ke Sunny!!!" ia berkata.
"Tapi... Aku tak cukup kuat untuk pergi dari sini!! Setelah pesta
berlangsung, aku sendiri tak mungkin bisa melakukan apa-apa. Tapi...
Entah kenapa aku tetap ingin menolong orang-orang sialan itu!! Yang
bahkan sudah tak aku anggap keluarga lagi!!"
Luffy lalu tersenyum dan berkata, "Kau tidak sendiri, kami di sini untukmu!! Ayo hancurkan pesta itu sama-sama!!"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar