DAFTAR ISI

Sabtu, April 01, 2017

ne Piece Chapter 861

Pesta telah dimulai, semua tamu undangan telah berkumpul di atap kastil kue tempat acara berlangsung. Escalator permen yang Perospero buat pun perlahan mulai mencair. Anak-anak kecil di bawah langsung bergegas untuk memakannya.

Di atap, Vito naik ke atas gerbang lalu berkata sambil gemetar ke bosnya, Bege yang masih berjaga di luar.

"Vito! Apa yang kau lakukan!?" Bege bertanya.

"Ayah!! Ini tak bisa dipercaya!! Baru saja, presiden Majalah Ekonomi Dunia dan pemimpin Germa mengobrol!!"

"Yah mereka punya mulut dan telinga, kan? Wajar kalau mereka ngobrol.." ucap Bege.

"Tapi... Sepanjang pemantauanku, pesta ini levelnya benar-benar beda!!" ucap Vito. "Putra pertama sekaligus Menteri Permen, Perospero.. Dan putri tertua sekaligus Menteri Buah, Compote.."

"Kemudian putra kedua, Komandan Katakuri, putri ke-14, Komandan Smoothie, putra ketiga, Daifuku, dan putra keempat, Oven... Aku bahkan tak bisa menghitung berapa banyak monster yang berkumpul di tempat ini!! Maksudku... Berada di pihak mereka tentu membuat kita merasa aman, tapi kalau menjadikan mereka sebagai musuh..."

"Hm?? Musuh??" gerbang hidup bertanya-tanya.

Di dalam, seorang pelayan membawa dan menaruh foto Ibu Caramel dengan sangat berhati-hati. Big Mom tampak begitu senang ketika foto itu terpasang di mejanya.

"Mamama..."
"Oh... Ibu Caramel!!"

"Benar sekali, Ibu kita!!" ucap Big Mom sambil tersenyum bahagia.

"Ah, senang sekali rasanya melihat Ibu tersenyum cerah hari ini..." ucap salah seorang tamu, meski dalam hati, "Aku bahkan masih belum tahu siapa wanita itu sebenarnya..."

"Hahahaha Mamama!! Ya!! Ibu adalah cahaya dunia ini!!" ucap Big Mom.

Salah seorang tamu kemudian nyeletuk, "Ini kali pertama aku berada di pesta tehmu, jadi aku bertanya-tanya.
.. Ada hubungan apa wanita ini denganmu, Big M-"

"Jangan berani-berani mengusik masa laluku!!" Big Mom mendadak memasang wajah murka. Pria yang bertanya tadi sampai ambruk dan pingsan.

"Sudah sudah, jangan pedulikan dia," ucap Du Feld si Raja Pasar Hitam, ia membawakan Big Mom peti hadiah. "Lihat, kami membawakanmu hadiah, Charlotte!! Dan beberapa untuk putrimu sebagai hadiah pernikahannya!!"

"Oh!! Kotak harta!!" Big Mom berubah bahagia lagi, "Kesukaanku!! Kira-kira apa ya isinya!?"

"Aku juga membawakanmu, Linlin.." ucap Stussy.
"Terima juga hadiah dariku.."

"Hadiahku adalah benda langka dari Selatan!!"
"Aku juga!! Barang yang sangat berharga dari Utara!!"

Bertumpuk-tumpuk peti harta terkumpul di hadapan Big Mom.
"Aku sangat senang!! Terima kasih, terima kasih!! Terima kasih untuk semua ini, aku sangat senang!!"

"Ngomong-ngomong soal peti harta, kudengar baru-baru ini kau memperoleh harta yang sangat berharga dari dasar lautan.." Morgan si burung presiden Majalah Ekonomi Dunia berkata.

"Oh, berita sampai cepat sekali padamu ya, Morgan... Ya, memang benar." ucap Big Mom. "Peti harta ini diwariskan secara turun temurun antar generasi di kerajaan laut, tapi pada akhirnya Neptune bersedia menyerahkannya padaku.."

"Ini... Peti harta legendaris itu, Tamatebako!!" para undangan kaget.
"Oooh!! Hawa keberadaannya saja luar biasa!!"
"Kira-kira apa isinya ya!?"

"Bersama dengan hadiah lain yang kuterima, aku akan membuka ini saat acara makan-makan setelah upacara Pudding!! Kalian semua akan bisa melihat apa isinya!!" ucap Big Mom.

"Aku tidak sabar!!" ucap orang-orang.

Dua koki yang merupakan anak buah Bege keluar dan melapor pada bosnya, "Ayah!!"

"Oh? Sudah selesai?" Bege bertanya.
"Persiapan awalnya berjalan dengan lancar!!" ucap salah seorang anak buah Bege.

"Bagaimana dengan kondisi di bawah?"
"Para koki sedang berpesta di tempat jamuan makan akan diadakan untuk merayakan berakhirnya persiapan makanan.."

"Kami sudah menyegel semua koridor menuju kemari. Kalau kita mengunci pintu ini, maka tak akan ada seorang pun yang akan bisa kemari dalam waktu tertentu."

"Kami juga sudah memasang den den mushi bertanduk untuk memblok sinyal radio, ruang pernikahan sudah benar-benar terisolasi."

"Bagus.." ucap Bege. "Kalian segeralah ganti pakaian.."
"Siap!!"

"Caesar, keluarkan cerminnya.." Bege kemudian mengeluarkan Caesar yang membawa cermin dari tubuhnya.

"Sialan kau!! Berhenti memanggilku dengan nama itu!!" Caesar kesal.

Caesar keluar dan berpose layaknya mafia, "Jadi ini yang akan jadi jalan masukmu ke pesta teh? Yah bersenang-senanglah kau sampah sialan, shurororo!!"

"Kau juga sampah, tau.. Ngomong-ngomong, cepat cari tempat untuk menyembunyikan cermin itu.." ucap Bege. "Tugasmu adalah untuk memegangi cermin itu dan terbang ke atas ruangan segera setelah kau mendengar teriakan aneh Big Mom. Itu akan menjadi satu-satunya jalan kita keluar dari tempat ini, dan jangan macam-macam.."

Bege mengancam sambil memegang jantung Caesar.
"Tak mungkin aku menghianatimu setelah sampai sejauh ini!!" bentak Caesar.

Gerbang hidup di belakang mereka semakin bertanya-tanya. "Caesar Clown? Oh tidak... Bege dan yang lainnya pasti merencanakan sesuatu yang buruk!!" ucap gerbang dalam hati.

Bege menyadari kecurigakan gerbang lalu melirik salah satu anak buahnya, dan dalam sekejap gerbang itu pun dihabisi.

"Kita punya sekitar 30 menit sebelum upacaranya dimulai, apa Topi Jerami dan yang lainnya sudah siap untuk pergi?"

"Lihat saja sendiri, mereka ada di dalam tubuhmu kan.." ucap Caesar.

Bege masuk ke dalam dirinya sendiri kemudian... Ternyata Luffy dkk tertidur. Hanya Jinbe yang masih sadar.

"Oi bodoh!! Kenapa kalian malah tidur!? Bagaimana dengan persiapannya!?" Bege membentak.

"Biarkan saja mereka istirahat dulu.." ucap Jinbe. "Sejak sampai di sini mereka tak mendapat kesempatan istirahat sedikit pun. Aku akan membangunkan mereka 10 menit sebelum rencananya dimulai.."

"Ha dasar kalian ini, kalau nanti kalian malah jadi penghalang aku juga akan menghabisi kalian.." ucap Bege.

"Tak perlu khawatir, aku akan mengurus persiapannya dan terus berjaga.." ucap Jinbe.

Bege pun kembali.
"Orang-orang itu... Aku terkejut.."

"Benar kan!?" Caesar juga sama kesalanya.

"Kau kembalilah," ucap Bege, "Aku akan berjalan ke ruangan itu seorang diri. Setelah aku mengijakkan kaki ke dalam sana, maka tak akan ada pilihan untuk kembali.."

lantai 9, ruang pengantin...
Sanji dan Pudding ada di sana...

"Aku... Aku tak pernah berniat untuk menikah saat aku sampai di sini, tapi.. Pada akhirnya aku di sini bersamamu, rasanya bagaikan mimpi.." ucap Sanji sambil menunggu.

"Mimpi itu... Apakah mimpi indah? Atau buruk?" Pudding bertanya dengan tatapan yang begitu menusuk hati.

"C-Cantik sekali!!" jerit Sanji dalam hati, meski ia sudah tahu kebenarannya.

"T-Tentu saja mimpi indah!!" ucap Sanji.
"Benarkah? Aku senang sekali!!" ucap Sanji.

Dalam hati, Sanji, "Bertahanlah, Sanji!! Tahan godaannya, dia cuma pura-pura!! Dia berniat untuk membunuhmu!! Tapi.. Tunggu tunggu... Mungkin itu memang benar hanya mimpi? Tidak tidak!! Aku tak boleh tertipu!! Aku harus percaya pada ingatanku!!"

"Anu... Ada apa? Sanji?"

"Tidak tidak tidak!! Ah, tidak ada apa-apa!!"

"Oh iya... Anu.." Sanji bicara gelagapan, "Soal ciuman kita nanti, kalau kau malu melakukannya di hadapan semua orang... Aku tak masalah kalau cuma cium di kening... Atau tempat lain... Maksudku..."

"Cium di bibir dong, kita kan mau jadi suami istri..." ucap Pudding. Sanji tak kuasa menahan diri, ia sampai menghantam tembok, darah muncrat dari hidungnya.

Croooaaaattt!!!

"Oi!! Ada apa itu!?" penjaga sampai kaget.
"Tuan Sanji menabrak tembok!!"
"Tembok!?"
"Darahnya keluar banyak sekali!!"

"Oh tidak, Sanji!!" Pudding menjerit sedih, dalam hati, "Apa-apaan si mesum ini!? Aku jadi ingin membunuhnya sekarang juga!!"

Dan begitulah, di luar para tamu sibuk memuaskan diri dengan berbagai jamuan, hingga akhirnya tibalah waktunya... Kedua mempelai muncul!!

"Oh?"

"Sekaranglah saatnya!! Teman-teman dan para undangan sekalian, event utama kita!!" MC berteriak, "Putri ke-35 Keluarga Charlotte, Charlotte Pudding!! Dan putra ketiga Keluarga Vinsmoke, Vinsmoke Sanji!! Pernikahan mereka dimulai!!"

"Bajak Laut Yonkou Big Mom!! Dan Tentara Iblis Germa 66!! Kedua anak muda ini akan menyatukan mimpi besar kedua keluarga mereka!! Sekali lagi mari kita beri tepuk tangan yang meriah!!"

Sanji tampak begitu bahagia bersanding di sebelah Pudding.
Bege jadi khawatir...

"Si kurang ajar itu!! Aktingnya sudah kelewatan!!" bentaknya dalam hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar