DAFTAR ISI

Senin, Maret 17, 2014

CHAPTER ONE PIECE 703 VERSI TEKS

ALUR CERITA ONE PIECE CHAPTER 703 :
"Ruang Tunggu"

==============
Cover Story :
Kru SHP berada di sebuah kapal yang Rusak, dan di kelilingi Hiu hiu di sekitarnya
============
Versi teks Oleh :
www.beelzeta.com
================

==============

Sementara game di kolesium
akan segera dimulai, Luffy dan
Franky masih mengintrogasi
anak buah Doflamingo.

"Dikatakan kalau hanya ada
satu jenis buah setan yang boleh ada dalam waktu
bersamaan.
Akan tetapi kalau
pengguna buah setan itu mati,
entah dimana di suatu bagian
dunia buah ini akan muncul
lagi."
: Jelas Bandit.
"Setelah kematian Ace, secara
rahasia tuan muda berhasil
memperoleh buah Mera Mera
yang terlahir kembali. Tapi
menggunakan buah logia itu
sebagai hadiah bisnisnya, aku tak bisa mengerti jalan pikiran
tuan muda.
Kalau aku yang
mendapatkan buah luar biasa
itu, aku bisa merubah
kehidupanku."
: Ucapnya lagi
"Apa!? Kau pikir aku akan
membiarkanmu
memakannya!!?"
: bentak
Luffy.

"AH, benar juga...
Ace itu
kakakmu kan..."
: Franky baru ingat.
"Aku menginginkannya, buah
Mera mera!!"
: ucap Luffy, dan
kemudian ia bertanya pada
Franky.
"Ah, Franky, apa kau
ingin memakannya?"
: Franky
menunjukkan telapak tangannya pertanda menolak,

"Aku lebih suka bisa
berenang."
: ucapnya.
"Aku sudah memiliki buah
Gomu Gomu, jadi aku tak bisa
memakannya.
Tapi, aku tak
ingin kekuatan Ace di ambil
oleh orang lain!"
: Ucap franky.
"Sebuah kenang-kenangan
ya..."
: ucap Franky.
"Dari apa
yang Doflamingo katakan,
kemungkinan besar ini adalah
jebakan.
Tapi, ku katakan ini
padamu, jangan biarkan kesempatan ini pergi begi tu
saja.
Akan membosankan
kalau pada akhirnya kau
malah menyesal.
Dan lagi, kita
memang punya urusan di
kolesium itu.
Ayo!!"
: Ajak franky
"Ya!!!"
: merekapun pergi,
meninggalkan anak buah
Doflamingo yang tadi mereka
introgasi.
"Bodoh."
: ucap anak
buah Dofla.
"Pergi untuk
mencarinya hanya karena ingin.
Aku tak akan
mengorbankan nyawaku
seperti itu hanya untuk
mendapatkannya. Jangan
meremehkan kolesium!!"
: Gumam bandit tadi.

Di sisi pengejaran peri
misterius, Zoro terus berlari
untuk meraih kembali
pedangnya yang dicuri.
"Haah,
haah, peri apanya?
mereka
cuma pencuri biasa!!"
: ucap Zoro.
"Kemana mereka pergi,
hah!!?"
: Zoro menengok kanan
kiri.
"Kubilang tunggu!!!"
: teriak
Sanji dari belakang.
Ia terus
mengejarnya.
"Tinggalkan saja
pedang itu!!"
: teriak Sanji lagi.

"Enak saja!!"
: ucap Zoro.
Tapi
saat ini, pandangan Sanji malah sudah tertuju ke ribut-ribut
yang ada di sebelahnya.
"Apa
itu!?"
: Ucap sanji.
"Apa itu perinya??"
: Terdengar irama musik, dan di
atas panggung tampak
seorang wanita cantik dengan
tubuh berkeringat tengah
sedang menari.
"Uwooo!!"
: para
penonton bersorak, berteriak- teriak kalau dia cantik,
menggairahkan, penari terbaik
di dunia...
"Di-dia cantik..."
: ucap Sanji
dengan tatapan hatinya.

"Tidakkah kau dengar kalau
perempuan di pulau ini gemar
menusuk lelaki?
Kau bisa
dibunuh kapanpun."
: ucap Zoro.
Tapi, Sanji tak peduli. Apalagi
setelah wanita tadi
mengedipkan mata ke
arahnya, Sanji semakin tak
peduli.
"Aku tak peduli walau
dia menusukku!!"
: Lalu ketika Sanji menghadap
kembali ke arah Zoro, Zoro
sudah tak ada di sana.
"Aaah,
sial!!! Aku kehilangan
jejaknya!! Marimo sialan!!!!"
: Untuk sesaat Sanji kesal, tapi
kemudian rasa kesalnya itu
menghilang.
"Baiklah...
Aku
akan memanfaatkan
kesempatan baik ini dan
meninggalkan dia di pulau ini.
Aku sudah melakukan yang
terbaik untuk mengikutinya.

Aku sudah mencoba untuk
menemukannya dengan
sungguh-sungguh.
Tapi ah...
aku cemburu dengan pasangan-pasangan yang ada
di sini."
: Di tempat itu, sejauh Sanji
memandang memang terlihat
begitu banyak pasangan
sedang pacaran.
"Mungkin Nami-san dan Robin-
chan akan tiba-tiba jatuh cinta
padaku, aaahhh!!"
: Sanji
mengkhayal, sampai tiba-tiba
khayalannya itu dibubarkan
oleh ucapan seorang wanita.
"Apakah kamu lelaki yang
baru saja kulihat?"
: Ucap wanita tersebut.
"Hmm?"
: Gumam sanji.
"Tolong, sembunyikan aku..."
:
pinta wanita yang tak lain
adalah penari tadi, dan
kemudian memeluk dengan
erat tubuh Sanji.
"Apa!!!?"
:
teriak Sanji yang tentu saja kaget.
Tapi setelah wanita itu
benar-benar memeluknya,
Sanji terdiam saking kagetnya.
"Kemana perginya wanita
itu!??"
: beberapa orang polisi
ternyata sedang mencari-
carinya, jadi wanita itu
sembunyi dan kebetulan ada
Saji di sana, jadi dia memeluknya agar tidak
kelihatan.
"Dia pasti kabur
melewati pintu belakang gang
cinta!
Jangan biarkan dia
kabur!!
Jangan biarkan dia
keluar dari kota ini!!!"
: polisi-polisi itupun pergi.
"Terimakasih. Kelihatannya
mereka sudah pergi..."
: ucap
perempuan itu. Sementara
Sanji, dia masih tak bisa bicara.

"Umm, baiklah, sekarang aku
sudah tak apa-apa, jadi... Kyaaa!!!"
: gadis itu berteriak
saat melihat darah segar
menetes dengan derasnya dari
hidung Sanji.
"Ta-tak perlu berterimakasih,
aku malah senang."
: ucap Sanji.
"Ma-maafkan aku, apa aku
memukul kepalamu??"
: Tanya wanita tadi
"Bukan, yang memukulku
adalah kejutan karna bertemu
denganmu."
: ucap Sanji.

"Tapi, ada begitu banyak darah yang keluar..."
: Ucap wanita itu cemas.
"Tidak, ini bukan apa-apa."

: ucap Sanji.
"Kasihan sekali..."
: Perempuan
itu membelai rambut Sanji,
tapi itu malah membuat Sanji
menjadi semakin tak tahan.

"Owaaaah!!! Aku tak bisa
menghentikan perasaan cinta ini!!!!"
: ucap sanji.
"Apa!? Tidak!!!"
: mendadak
perempuan tadi memalingkan
wajahnya,
"Jangan
menatapku dengan cinta
seperti itu, aku sudah
meninggalkan cinta.
Di masa lalu, semua lelaki yang dekat
denganku..."
: Ucap wanita tadi.
"Mereka bahagia kan???? Ah!
Kau sedang dikejar, kan? Kalau
ada yang bisa kubantu,
katakan saja!!"
: ucap Sanji.
"yang tadi itu adalah polisi,
aku dikejar karena menusuk
pasanganku. Hubungan kami
menjadi terlalu rumit."
: jelas
perempuan itu.
"Apa!? Jadi benar kalau cinta di
pulau ini begitu berhasrat
sampai-sampai wanita bisa
menusuk pasangannya!???"
:
Sanji sempat kaget, tapi
kemudian,
"Itu bukan masalah..."
: tegas sanji
"Itu bukan masalah??

Uuhhh...."
: perempuan itu
terharu.

"Apa ada yang salah??"
: tanya
Sanji.

"Tidak...
Kau memaafkan perempuan jahat sepertiku,
aku bisa saja jatuh cinta
padamu..."
: Ucap perempuan itu
"Uwaaaa!!!"
: Sanji semakin tak
kuasa menahannya.
"Namaku Violet..."
: perempuan
itu memperkenalkan diri.

"Kumohon, bisakah kau
melindungi sampai aku tiba di
kota selanjutnya?
Dan
kemudian...
ada lelaki yang aku ingin kau membunuhnya."
: Ucap perempuan itu lagi.

Kembali ke sisi Luffy dan
Franky, mereka telah sampai
di depan gedung kolesium
Corrida.
"Kolesiumnya benar-
benar besar!!!!"
: teriak Luffy.

"Wow, aku jadi ingin berpartisipasi sekarang!!"
"Tunggu!!!!!"
: tiba-tiba
terdengar teriakan.
Dua orang
polisi memaksa untuk masuk,
tapi boneka tentara penjaga
terus melarang mereka.
Polisi
itu kesal dan menembakinya, tapi dengan kemampuan Jet
Walknya boneka yang bahkan
hanya memiliki satu kaki itu
berhasil menghindari
semuanya.
"Kalian tahu peraturannya,
kan!? Polisi dan angkatan laut
dilarang masuk ke kolesium!!

Meskipun kalian melihat
penjahat masuk ke dalam,
kalian tak bisa menggunakan wewenang kalian di sini!!

Hanya peraturan keluarga
Donquixote yang berlaku di
sini!! Kalau kalian berani
melanggarnya, kalian akan
dianggap sebagai penjahat.
Jadi, pergilah!!!"
: Akhirnya dua polisi itupun
pergi.
lalu ketika Luffy dan
Franky hendak masuk,
mendadak boneka tadi
bersikap ramah.
"Oh, kalian
orang-orang tua, haruskah aku membawakan barang-barang
bawaan kalian??"
: Luffy dan Franky masih
mengenakan penyamaran
yang mirip kakek-kakek.
"Kenapa tiba-tiba dia jadi baik
begini???"
: Ucap franky.
"Haha, tentara yang lucu."
: ucap
Luffy.

"Oh oh oh?? Aku lucu??? Aku
lucu??"
: wajah boneka itu memerah, dan saking
senangnya sampai terjatuh.
"Ahahahaha!!!"
: Luffy tertawa
ter bahak-bahak.

"Hei, tak bisakah kau segera
menyingkir dari jalan kami?"
"Aah! Apa aku menghalangi
kalian?? Betapa kasarnya
aku..."
: ucap boneka itu dan
segera bangun.
"Kau punya
wajah merah yang super,
sebenarnya kau tipe boneka yang serius, kan?"
: tanya franky.
"Ti-tidak!!
Mainan diciptakan
untuk membuat orang
tertawa!! Tak ada mainan yang
serius!!!!"
: jelas Mainan.
"Ahaha, dia marah!!"
: Selanjutnya, merekapun
masuk, dan berjalan menuju
meja pendaftaran.
"Loket
pendaftaran akan segera
ditutup.
Tapi, memang sudah
tak ada yang mau mendaftar lagi, kan??"
: ucap penjaga.
"Hei Luffy, sepertinya kita
harus ke sana dulu."
: ucap
Franky.

"Benarkah?
Oh!! Aku mau
mendaftar, aku mau
mendaftar!!"
: ucap Luffy.
Melihat mereka ingin
mendaftar, orang-orang di
sekeliling mereka jadi ragu.

"Orang tua macam apa
mereka??
Apa mereka akan
baik-baik saja??
Apa mereka tahu peserta hari ini siapa
saja???"
"Hei Luffy..."
: Franky berbisik,

"Sepertinya ini akan menjadi
semacam pertunjukan
bertarung. Dengar, camkan ini
baik-baik.
Kau boleh bertindak
sejauh mungkin, tapi kau tak boleh membiarkan mereka
mengetahui identitasmu."
: Ucap franky mengingatkan
"Aku mengerti!!"
: ucap Luffy.

Tapi saat penjaganya bertanya,

"Siapa namamu?"

: Luffy dengan polosnya malah
berkata,
"Lu..."
: Plakkk!!! untungnya Franky
langsung menggeplak
kepalanya.
"Bodoh!!"
:
bentaknya.
Kemudian secara terpaksa,
Luffy menggunakan nama
Lucy.
Peserta dengan nomor
pendaftaran 0556, Lucy
memasuki arena. tapi sebelum
itu, dia masuk ke ruang tunggu terlebih dahulu.

Ruangan dimana orang-orang
berpenampilan mengerikan
sedang menunggu giliran
mereka.
"Ini adalah ruangan tunggu
bagi para kontestan."
: jelas
panitia ke Luffy.
"Kau bebas
melakukan apapun di sini
sampai giliranmu tiba."
: Jelasnya lagi.
"Wow, semuanya benar-benar
bersemangat."
: ucap Luffy, Orang-orang bertubuh besar
itu semuanya terlihat
menginginkan buah Mera Mera,

"Akulah yang akan
mendapatkannya!!"
"Bodoh,
akulah yang akan mendapat buah Mera Mera itu!!!"
"Wow..."
: Luffy melihat
mereka. Beberapa ada yang
berlatih dengan rekannya
menggunakan senjata, atau
tangan kosong.
"Jadi kalian
diperbolehkan memakai apapun, ya?"
: tanya Luffy.
"Hmm??"
: orang-orang itu
melihat ke arah Luffy dengan
tatapan meremehkan.
"Hei, siapa dia itu?"

"Kurasa peserta terakhir."

"Apa yang lelaki kecil itu
inginkan?"

"Cuih, aku paling benci mereka
yang datang cuma untuk melihat-lihat."
: ucap Spartan,
gladiator kolesium Corrida.

Turnamen bulanan yang sudah
dia menangkan
: 51.
"Hei kau, bocah jenggot
palsu!!!"
: Lelaki berotot besar
itu menuju ke arah Luffy,
"Ini
adalah arena, kau tahu!!?"
: Ucapnya
"Hentikan, Spartan!!"
: teman-
teman Spartan mencoba untuk
menghentikannya.

"Apanya yang menarik dari
menghancurkan orang-orang
lemah? Kami ingin melihat ksatria yang kuat!!!
Tak ada
tempat bagi orang sepertimu,
pergi!!!"
: bentaknya.
"Pergi
sekarang juga!!!"
: Mahluk bernama Spartan itu
kemudian menghantam tubuh
Luffy dengan tangannya. Tapi
dengan mudah, Luffy
menghindar dan kemudian
membanting tubuh besar lelaki tadi. Orang-orang tadi kini hanya
bisa terdiam, sementara wajah
lelaki bernama Spartan itu
telah hancur akibat
membentur lantai.
"Shishishi...

Senang bertemu kalian!!" : ucap Luffy, yang sekaligus
merupakan sebuah deklarasi
perang.

Bersambung ke
Komik One Piece
Chapter 704

Tidak ada komentar:

Posting Komentar