Bleach Chapter 623 - Against The Judgement
Kekuatan yang meluap!!
Sang Iblis itu masih terus meluapkan reiatsunya, pusaran itu semakin besar mengelilingi tubuhnya yang sedang terduduk. Seireite terasa sedikit beguncang, pintu yang dibuat oleh para shinigami hancur, lenyap tiada bekas karena kumpulan reiatsu itu tergoncang oleh luapan reiatsu Aizen.
Sang Pengkhianat itu memusatkan pada atas tubuhnya, angin tercipta cukup kencang karena hempasan. Gumpalan tekanan roh itu terlihat cukup padat, meluncur menembus shakonmaku.
�Dia mau menembak ke arah Reioukyuu?!� Teriak Renji sambil bertahan dari hempasan reiatsu Aizen.
�Mustahil dia bisa begitu...?� Bentak Hisagi.
Sang Iblis itu masih terus meluapkan reiatsunya, pusaran itu semakin besar mengelilingi tubuhnya yang sedang terduduk. Seireite terasa sedikit beguncang, pintu yang dibuat oleh para shinigami hancur, lenyap tiada bekas karena kumpulan reiatsu itu tergoncang oleh luapan reiatsu Aizen.
Sang Pengkhianat itu memusatkan pada atas tubuhnya, angin tercipta cukup kencang karena hempasan. Gumpalan tekanan roh itu terlihat cukup padat, meluncur menembus shakonmaku.
�Dia mau menembak ke arah Reioukyuu?!� Teriak Renji sambil bertahan dari hempasan reiatsu Aizen.
�Mustahil dia bisa begitu...?� Bentak Hisagi.
Rukia mencoba untuk menghampiri Aizen, menghentikan kegilaannya.
Rukia mengerti bila Aizen benar-benar ingin menjatuhkan Reioukyuu tak
akan ada yang tersisa dari Seireite akibat benturan itu. Perempuan muda
itu mencoba bershunpo. Namun, sebelum kakinya melangkah, Kyoraku
menghentikannya. Wajahnya memberikan pandangan yakin pada Rukia. Kyoraku
terlihat tenang, pasti dia menyembunyikan sesuatu dari yang lain.
Aizen yang tak terhentikan semakin memadatkan kekuatannya, pusarannya semakin terasa kencang. Tapi, tiba-tiba reiatsu yang membentur Shakonmaku itu hancur, tercerai berai bercecer di tanah Seireite.
Semua terdiam. Bahkan Aizen sekalipun menunjukkan wajah heran.
�Tak mungkin...� Ucap Kyoraku berjalan menghampiri Aizen. �Kau sendiri yang bilang kalau segel itu tak menghambat reiatsu-mu, cuma membatasinya di sekitarmu saja.�
�Tapi untuk membatasi reiatsu-mu itu butuh kekuatan luar biasa sekali.� Lanjut Kyoraku.
Aizen terdiam, tidak dia sangka reiatsunya yang bebas adalah salah satu perhitungan pihak Soul Society.
�Bisa dibilang itulah prestasi terbesar Soul Society.� Ucap Kyoraku tersenyum. �Kita tak bisa membiarkan kau menyepelekan prestasi itu, 'kan��
��Bukan begitu, Taichou?�
�Hah,� Mayuri terasa terpanggil. Kakinya ikut melangkah ke arah Aizen yang masih terduduk manis. �Reiatsu bakal terus mengalir selama jantungnya shinigami berdenyut, kecuali kau menghentikan denyut jantungnya, tak ada cara buat menghentikan aliran reiatsu.�
�Semua tahanan di Muken adalah orang-orang yang entah bagaimana tak gampang dibunuh, kami tak punya apa pun yang bisa membuat jantung mereka berhenti berdenyut.� Lanjut Mayuri sambil terkekeh. �Makanya, segelmu itu memang tak pernah dimaksud untuk menutup reiatsu-mu. Dari awal, tujuannya untuk menjaga keseimbangan reiatsu-mu.�
Semua masih terdiam. Mayuri sesekali terkekeh jumawa seperti singa yang baru saja mendapatkan mangsanya. Dia mengeluarkan sebuah bola yang terlihat seperti Hogyoku. Segel yang membatasi semua reiatsu Aizen agaknya.
�Sekarang tergantung apakah kita mau membebaskanmu apa tidak.� Kali ini ucapan Mayuri terdengar congkak. �Kau kira kekuatanmu bisa mengalahkan teknologi ciptaanku. Naif sekali, Aizen Sousuke.�
�Apakah kau memang bisa menembak Reioukyuu dengan reiatsu atau tidak selama kau masih terikat, sia-sia saja.� Ucap Mayuri dengan nada mengejek. �Ini soal harga diri, tahu.�
�Begitu...� Jawab Aizen pelan. �Jadi itu caramu mengendalikanku.�
�Kalau begitu, mau kita coba?� Tantang Aizen. �Kekang semaksimal mungkin dan kita akan lihat mana yang lebih piawai, teknologimu atau kekuatanku.�
Namun, sebelum Aizen meningkatkan reiatsunya kembali, sebuah reiatsu lain menempel dapat tubuhnya. Mencoba mengikat reiatsu Aizen agar tak dapat terpancar dari tubuhnya. Mayuripun terkejut karena bukan dia yang melakukannya. Kembali sebuah jaring-jaring reiatsu menyeliputi tubuh Aizen.
�Aku sudah cukup banyak melihat reiatsu-mu...� Sebuah teriakan terdengar dari gedung terdekat di belakang Aizen. �Mungkin karena bajumu itu, tapi reiatsu mu bolong-bolong"
Nanana Najahkopf muncul di hadapan mereka. Salah seorang Steirnritter yang seharusnya sudah musnah karena Auswahlen. Entah bagaimana caranya, tapi sang Sternritter U itu masih bertahan, The Underbelly, kekuatan yang dapat melihat reiatsu musuh dan mendapatkan titik kelemahannya.
Sternritter itu tertawa jumawa seakan tiada malu memamerkan gigi belang hitamnya.
�Kalau aku bisa memetakan tepatnya dari mana reiatsu-mu mengalir, aku bisa merobekmu lebar-lebar dan kau bakal mati sambil duduk.� Ucap Nanana tanpa getir. �Sudah lama sekali aku gak memangsa sasaran empuk!!�
Nanana menggerakkan jarinya. Titik-titik lemah Aizen langsung meledak. Namun Aizen hanya bergumam pelan seakan pantatnya hanya digigit oleh semut merah.
�Bahkan pingsan pun nggak?� Nanana mulai terkejut. �Dasar sinting.�
�Terserahlah...� Pada akhirnya Sternritter ini menyerah dengan sendirinya. �Dalam beberapa saat, reiatsu-mu bakal membuatmu lumpuh.�
DI belakang Nanana, muncul memerapa Quincy lain yang selamat. Sang Sternritter H�Bazz-B, Sternritter Z�Giselle, Sternritter G�Liltotto.
�Kami gak bisa membiarkan kalian menembak Reioukyuu.� Mereka mencoba mengancam. �Jadi diamlah dan jadi anak baik di situ, ya?�
�Ya ampun, di saat begini malah datang musuh...� Kyoraku mencoba untuk mengeluh. Dia membenarkan topinya dan memandang lelah pada para Quincy. �Bagaimana gerbangnya?�
�Percuma!� Jawab Nanao yang masih berada di dalam Laboratorium. �Reiatsu-nya sudah hilang, kita harus mulai dari awal lagi!�
�Astaga...� celetuknya malas. �Bakal lebih repot mulai sekarang...�
Bagaimanapun, Kyoraku adalah ketua mereka sekarang, pimpinan yang mengatur para bawahannya agar tetap dalam jalurnya. Mau tak mau, Kyoraku harus menghadapi para musuhnya, harus!
�Urahara-san!� Teriaknya serius. �Mohon berusaha sebisanya untuk memperbaiki gerbangnya, aku akan urus yang di sini.�
Urahara tak bisa menolak. Laki-laki bergeta itu langsung masuk kembali ke laboratorium. �Oke, mohon bantuannya!�
Para Shinigami mulai siaga, Quincypun melakukan hal serupa. Mayat-mayat di sekitar mulai bergerak dengan sendirinya. Mayuri ingat fenomena ini, dia pernah melawannya sebelumnya. Matanya langsung menangkap sosok Quincy yang sedang mencibir ke arahnya.
�Cih, belum mati juga, cewek zombie?� Gumamnya ketus. �Zombie yang mengendalikan zombie lain ya?�
�Oiii, Quincy-san~� Sapa Kyoraku sedikit ramah. Agaknya sang Soutaichou ini mencoba jalan berunding sebelum beradu pedang. �Kurasa kita bisa sepakat untuk gak menembak Reioukyuu, tapi tebakanku, kalian ke sini bukan mau membantu kami?�
�Jelas nggak!� Teriak Nanana. �Tadi kubilang, gak bisa kubiarkan Yang Mulia terancam bahaya selama masih di atas.�
�Sudah kuduga...� Raut wajah Kyoraku mulai serius, tangannya mulai siap menghunuskan Katen Kyokatsu kapan saja. �Artinya kita harus bertarung.�
�Kalian pikir kalian masih bisa bertarung?� Sergah Nanana. �Kami sudah mengamati kalian dari tadi, akan kulumpuhkan kalian dengan pola morfin��
Belum selesai dengan ucapannya. Sebuah pilar api menembus dada Nanana. Mulut Sternritter bergigi belang itu langsung penuh dengan darah. Tubuhnya terjungkal menghantam tanah. Bukan sebuah ancaman lagi bila dilihat dari keadaannya.
�Bangsat kau... Bazz-B...� Geram Nanana yang perlahan kehilangan kesadarannya.
Bazz-B hanya memasang wajah serius, menatap para shinigami yang berada di bawahnya.
�Ada apa ini...� Kyoraku membuka pembicaraan.
�Kalian akan kubantu.� Ucap Bazz-B
Semua terdiam, memandang ke arah Bazz-B yang tangannya masih mengeluarkan asap.
�Wandenreich ada dalam bayang-bayang Seireitei.� Lanjutnya. �Kalau Seireitei hancur karena tertimpa reruntuhan Reioukyuu, aku juga yang kena masalah.�
�Jadi kau mau menolong kami?� Tanya Mayuri memastikan. �Apa kami bisa percaya kalian?�
�Bukan menolong.� Bazz-B tak membenarkan. �Aku gak bakal melakukan ini cuma-cuma.Aku butuh imbalan. Kalian akan kami bantu supaya bisa membuat gerbang��
��dan sebagai imbalannya bawalah kami ke Reioukyuu juga.�
Kyoraku terdiam, mencoba memikirkan tawaran yang diberikan padanya.
�Kami akan membunuh pria yang mengkhianati kami semua�� Ucap Bazz-B dengan nada geram. �Yhwach!!�
�Begitu ya.� Jawa Kyoraku pelan.
Aizen yang tak terhentikan semakin memadatkan kekuatannya, pusarannya semakin terasa kencang. Tapi, tiba-tiba reiatsu yang membentur Shakonmaku itu hancur, tercerai berai bercecer di tanah Seireite.
Semua terdiam. Bahkan Aizen sekalipun menunjukkan wajah heran.
�Tak mungkin...� Ucap Kyoraku berjalan menghampiri Aizen. �Kau sendiri yang bilang kalau segel itu tak menghambat reiatsu-mu, cuma membatasinya di sekitarmu saja.�
�Tapi untuk membatasi reiatsu-mu itu butuh kekuatan luar biasa sekali.� Lanjut Kyoraku.
Aizen terdiam, tidak dia sangka reiatsunya yang bebas adalah salah satu perhitungan pihak Soul Society.
�Bisa dibilang itulah prestasi terbesar Soul Society.� Ucap Kyoraku tersenyum. �Kita tak bisa membiarkan kau menyepelekan prestasi itu, 'kan��
��Bukan begitu, Taichou?�
�Hah,� Mayuri terasa terpanggil. Kakinya ikut melangkah ke arah Aizen yang masih terduduk manis. �Reiatsu bakal terus mengalir selama jantungnya shinigami berdenyut, kecuali kau menghentikan denyut jantungnya, tak ada cara buat menghentikan aliran reiatsu.�
�Semua tahanan di Muken adalah orang-orang yang entah bagaimana tak gampang dibunuh, kami tak punya apa pun yang bisa membuat jantung mereka berhenti berdenyut.� Lanjut Mayuri sambil terkekeh. �Makanya, segelmu itu memang tak pernah dimaksud untuk menutup reiatsu-mu. Dari awal, tujuannya untuk menjaga keseimbangan reiatsu-mu.�
Semua masih terdiam. Mayuri sesekali terkekeh jumawa seperti singa yang baru saja mendapatkan mangsanya. Dia mengeluarkan sebuah bola yang terlihat seperti Hogyoku. Segel yang membatasi semua reiatsu Aizen agaknya.
�Sekarang tergantung apakah kita mau membebaskanmu apa tidak.� Kali ini ucapan Mayuri terdengar congkak. �Kau kira kekuatanmu bisa mengalahkan teknologi ciptaanku. Naif sekali, Aizen Sousuke.�
�Apakah kau memang bisa menembak Reioukyuu dengan reiatsu atau tidak selama kau masih terikat, sia-sia saja.� Ucap Mayuri dengan nada mengejek. �Ini soal harga diri, tahu.�
�Begitu...� Jawab Aizen pelan. �Jadi itu caramu mengendalikanku.�
�Kalau begitu, mau kita coba?� Tantang Aizen. �Kekang semaksimal mungkin dan kita akan lihat mana yang lebih piawai, teknologimu atau kekuatanku.�
Namun, sebelum Aizen meningkatkan reiatsunya kembali, sebuah reiatsu lain menempel dapat tubuhnya. Mencoba mengikat reiatsu Aizen agar tak dapat terpancar dari tubuhnya. Mayuripun terkejut karena bukan dia yang melakukannya. Kembali sebuah jaring-jaring reiatsu menyeliputi tubuh Aizen.
�Aku sudah cukup banyak melihat reiatsu-mu...� Sebuah teriakan terdengar dari gedung terdekat di belakang Aizen. �Mungkin karena bajumu itu, tapi reiatsu mu bolong-bolong"
Nanana Najahkopf muncul di hadapan mereka. Salah seorang Steirnritter yang seharusnya sudah musnah karena Auswahlen. Entah bagaimana caranya, tapi sang Sternritter U itu masih bertahan, The Underbelly, kekuatan yang dapat melihat reiatsu musuh dan mendapatkan titik kelemahannya.
Sternritter itu tertawa jumawa seakan tiada malu memamerkan gigi belang hitamnya.
�Kalau aku bisa memetakan tepatnya dari mana reiatsu-mu mengalir, aku bisa merobekmu lebar-lebar dan kau bakal mati sambil duduk.� Ucap Nanana tanpa getir. �Sudah lama sekali aku gak memangsa sasaran empuk!!�
Nanana menggerakkan jarinya. Titik-titik lemah Aizen langsung meledak. Namun Aizen hanya bergumam pelan seakan pantatnya hanya digigit oleh semut merah.
�Bahkan pingsan pun nggak?� Nanana mulai terkejut. �Dasar sinting.�
�Terserahlah...� Pada akhirnya Sternritter ini menyerah dengan sendirinya. �Dalam beberapa saat, reiatsu-mu bakal membuatmu lumpuh.�
DI belakang Nanana, muncul memerapa Quincy lain yang selamat. Sang Sternritter H�Bazz-B, Sternritter Z�Giselle, Sternritter G�Liltotto.
�Kami gak bisa membiarkan kalian menembak Reioukyuu.� Mereka mencoba mengancam. �Jadi diamlah dan jadi anak baik di situ, ya?�
�Ya ampun, di saat begini malah datang musuh...� Kyoraku mencoba untuk mengeluh. Dia membenarkan topinya dan memandang lelah pada para Quincy. �Bagaimana gerbangnya?�
�Percuma!� Jawab Nanao yang masih berada di dalam Laboratorium. �Reiatsu-nya sudah hilang, kita harus mulai dari awal lagi!�
�Astaga...� celetuknya malas. �Bakal lebih repot mulai sekarang...�
Bagaimanapun, Kyoraku adalah ketua mereka sekarang, pimpinan yang mengatur para bawahannya agar tetap dalam jalurnya. Mau tak mau, Kyoraku harus menghadapi para musuhnya, harus!
�Urahara-san!� Teriaknya serius. �Mohon berusaha sebisanya untuk memperbaiki gerbangnya, aku akan urus yang di sini.�
Urahara tak bisa menolak. Laki-laki bergeta itu langsung masuk kembali ke laboratorium. �Oke, mohon bantuannya!�
Para Shinigami mulai siaga, Quincypun melakukan hal serupa. Mayat-mayat di sekitar mulai bergerak dengan sendirinya. Mayuri ingat fenomena ini, dia pernah melawannya sebelumnya. Matanya langsung menangkap sosok Quincy yang sedang mencibir ke arahnya.
�Cih, belum mati juga, cewek zombie?� Gumamnya ketus. �Zombie yang mengendalikan zombie lain ya?�
�Oiii, Quincy-san~� Sapa Kyoraku sedikit ramah. Agaknya sang Soutaichou ini mencoba jalan berunding sebelum beradu pedang. �Kurasa kita bisa sepakat untuk gak menembak Reioukyuu, tapi tebakanku, kalian ke sini bukan mau membantu kami?�
�Jelas nggak!� Teriak Nanana. �Tadi kubilang, gak bisa kubiarkan Yang Mulia terancam bahaya selama masih di atas.�
�Sudah kuduga...� Raut wajah Kyoraku mulai serius, tangannya mulai siap menghunuskan Katen Kyokatsu kapan saja. �Artinya kita harus bertarung.�
�Kalian pikir kalian masih bisa bertarung?� Sergah Nanana. �Kami sudah mengamati kalian dari tadi, akan kulumpuhkan kalian dengan pola morfin��
Belum selesai dengan ucapannya. Sebuah pilar api menembus dada Nanana. Mulut Sternritter bergigi belang itu langsung penuh dengan darah. Tubuhnya terjungkal menghantam tanah. Bukan sebuah ancaman lagi bila dilihat dari keadaannya.
�Bangsat kau... Bazz-B...� Geram Nanana yang perlahan kehilangan kesadarannya.
Bazz-B hanya memasang wajah serius, menatap para shinigami yang berada di bawahnya.
�Ada apa ini...� Kyoraku membuka pembicaraan.
�Kalian akan kubantu.� Ucap Bazz-B
Semua terdiam, memandang ke arah Bazz-B yang tangannya masih mengeluarkan asap.
�Wandenreich ada dalam bayang-bayang Seireitei.� Lanjutnya. �Kalau Seireitei hancur karena tertimpa reruntuhan Reioukyuu, aku juga yang kena masalah.�
�Jadi kau mau menolong kami?� Tanya Mayuri memastikan. �Apa kami bisa percaya kalian?�
�Bukan menolong.� Bazz-B tak membenarkan. �Aku gak bakal melakukan ini cuma-cuma.Aku butuh imbalan. Kalian akan kami bantu supaya bisa membuat gerbang��
��dan sebagai imbalannya bawalah kami ke Reioukyuu juga.�
Kyoraku terdiam, mencoba memikirkan tawaran yang diberikan padanya.
�Kami akan membunuh pria yang mengkhianati kami semua�� Ucap Bazz-B dengan nada geram. �Yhwach!!�
�Begitu ya.� Jawa Kyoraku pelan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar