DAFTAR ISI

Selasa, Juni 30, 2015

bleach chapter 602

Dosis mematikan, bila suatu makhluk menerima jumlah cairan tertentu yang melebihi batas, mereka akan mati. Ini yang disebut sebagai "dosis mematikan". Berhubung dosisnya tergantung jenis makhluknya, tingkat pertumbuhan, dan kapan dia menerimanya, mustahil ada takaran yang sama bagi semuanya. Biasanya, setengah dari dosis mematikan itu jadi patokan.

Seberapa banyak yang bisa membuatmu mati?!

Jumlah itu 0.01mg tetrodoxin dari ikan buntal, 0.1mg aconitine dari bunga aconitum, 1-7mg nikotin, 200mg kafein, 12.000mg vitamin c.Kita bukan berada di salah satu kelas Biologi ataupun kelas Kedokteran. Kita masih berada dalam maraknya perang yang semakin berkecamuk. Penjelasan di atas, tentu saja masih erat dengan hubungan pertempuran ini. Pertarungan antara Royal Guard dan Loyal Guard, ah agaknya perlu dipersempit lagi setelah semua yang terjadi sebelumnya. Lebih tepat bila dikatakan Pertarungan antara Ouetsu Niimaiya dan Askin Nakk Le Vaar.

Kita kembali ke beberapa saat sebelumnya. Tebat setelah Yhwach menginjakkan kakinya ke tanah kuasa milik Raja Shinigami, para Royal Guard tidak tinggal diam. Penyambutan khusus dipersembahkan oleh mereka, semua Istana palsu dan Jeruji kehidupan pun berhasil mengurung mereka. Loyal Guard, para Strenritter tinggat atas muncul dari bayangan Yhwach. Royal Guardpun juga masih belum menunjukkan kekuatan maksimal mereka. Niimaiya turun tangan, Sayabuse di genggamannya berhasil membantai para Elite Loyal Guard tanpa ampun. Gerad Sang Sternritter M, Pernida Sang Sternritter C, Lille Sang Sternritter X, bersama dengan Askin Sang Sternritter D tumbang dalam hitungan detik.

Namun semua masih berada di luar perkiraan Niimaiya, tak seperti ketiga kawannya yang langsung roboh, Askin masih terlihat segar dengan luka tebas yang telah hilang tanpa jejak dari wajahnya. Kini, Shinigami dan Quincy ini sama-sama berdiri, berhadapan satu sama lain.

?Schrift-ku D, nama kekuatanku "Deathdealing".? Gumam Askin setelah menunggu darah di wajahnya hilang seluruhnya. ?Kemampuan ini bisa membuatku menghitung takaran "dosis mematikan" yang sempurna untuk membunuh makhluk hidup dan jumlahnya bisa kukendalikan sesukaku.?

?Ngomong apa sih?? Gumam Niimaiya tak mengerti. Agaknya kecerdasan otak Niimaiya sedikit tidak berbanding lurus dengan caranya menciptakan sebuah bilah pedang.

?Memang susah dimengerti, awalnya aku juga bingung. Tapi gak apa, gak perlu dimengerti...? Jawab Askin sembari ternyum tipis. Lidah yang dia julurkan mulai menjilat-jilat darah ditelapak tangannya. ?Berhubung kau juga bakal mati.?

Niimaiya langsung ambruk. Kakinya tiba-tiba tak kuat menahan beban tubuhnya, nafasnya tersengal-sengal semakin cepat, dadanya terasa sakit, penglihatannyapun semakin mengabur, perlahan kulit-kulitnya terlihat semakin memerah pucat.

?Aku sekarang mengatur dosis darah yang ada di tubuhmu.? Ucap Askin bernada sombong. ?Darah yang mengalir di tubuhmu itu kalau terlalu banyak bisa membunuhmu.?

Niimaiya mencoba untuk bangkit, tapi tubuhnya semakin lemah, tungkainya takbisa dia gerakkan. Bahkan beban kurus tubuhnya tak bisa dia tobang sama sekali. Niimaiya kembali ambruk.

?Aku mengerti kok, aku juga merasakannya? Gumam Askin sembari menenggak kembali darah dari telapak tangannya.

Niimaiya kembali mencoba untuk bangkit. Namun sayang, usahanya kembali tak terbayar, tubuh kurusnya kembali membentur tanah.

?Sudah waktunya?? Singgung Askin. ?Mungkin kau menremehkanku dari cara ngomong dan penampilanku, kelihatannya cuma kelas teri, tapi aku gak peduli.?

Kaki Askin mulai melangkah mendekati Niimaiya yang terkabar. Jubuhnya dia buang. Seragam dibalik jubahnya terlihat begitu berbeda dengan kebanyakan Quincy. Terdengar begitu mencolok dengan ornamen-ornamen dia bajunya.

?Yah, dulu sih masih lebih peduli tapi belakangan kupikir Itu malah jadi keunggulanku.?Jari tengah Askin memancarkan sedikit reishi. Dia sentuhkan jari tengahnya itu pada gelang di tangan kirinya. Perlahan, muncul sesuatu yang semakin panjang dari gelangnya. Ya, sebuah busur panah.

?Apa rasanya sedih?? Ucap Askin menyeringai. ?? kena tipu kemampuan mematikanku.?

Niimaiya mencoba menggerakkan kepalanya. ?Thank you penjelasannya!? Ucapnya sambil membalas senyum.

Sesuatu yang berada diluar dugaan Askin terjadi, Niimaiya menebas tubuhnya sendiri, darahnya langsung mengalir dengan begitu derasnya. Namun, tak sampai di sana. Tubuh Niimaiya menghilang, dia bershunpo tepat di belakang Askin. Zerobantai ini telah mendapatkan kontrol tubuhnya lagi.

Askin juga dapat mengadarinya, tubuhnya berhasil mengelak dari tebasan tajam bila Sayabuse Niimaiya.

?Mengatur dosis mematikan darah itu artinya kalau aku kebanyakan darah, aku bakal mati, 'kan?? Tanya Niimaiya sambil memegang lehernya yang masih mengeluarkan banyak darah. ?Kalau gitu artinya aku tinggal mengurangi darah yang beredar.?

?Itu agak berlebihan sih, lagipula gak sesederhana itu.? Jawab Askin remeh. ?Orang sepertimu kira-kira beratnya 60kg.?

?Tebakanmu bagus, kayak dokter.? Sanggah Niimaiya. ?Beratku 62kg.?

?Jumlah rata-rata darah per kilogram itu sekitar 66,7ml, 62kg berarti 4073ml, kira-kira 4 liter lebih sedikit.? Askin menjelaskan. ?Kalau kau kehilangan setengah darahmu, 2 liter, kau bakal mati kekurangan darah??

??dan dosis darahmu sekarang sekitar 1,6 liter.?

Niimaiya perlahan kembali kehilangan kesadaran, kepalanya seakan berputar. Bila sebelumnya karena Polistemia, yaitu kelebihan darahnya. Kali ini terbalik, tubuhnya mulai lemas karena Anemia, dia mulai kekuarangan darah seperti yang dikatakan Askin.

?Dengan kata lain kau bakal mati antara kehabisan darah atau kebanyakan darah.? Ucap Askin dengan jumawa-nya. ?Sekarang gimana bisa kau masih berdiri, sebentar lagi kau gak bakal bisa tahu bedanya berdiri atau terkapar.?

?Gitu ya...menyebalkan.? Gerutu Niimaiya. ?Harus gimana ya??

Bila sebelumnya Niimaiya dapat dengan mudahnya dapat mengurangi jumlah darah dalam tubuhnya, tapi sekarang situasinya jauh berbeda. Dia tak dapat menambahkan jumlah darah dalam tubuhnya begitu saja. Namun, dia tahu betul siapa yang dapat melakukan itu.

?Hoi!? Teriak Niimaiya. ?Tenjirou!?

Tak ada sebuah jawaban, namun air berwarna merah sepekat darah menyembur dari belakang Niimaiya, mengguyur tubuh kurus Niimaiya, berputar semakin cepat memorosi Niimaiya.

?Gak liat tadi ya dari bayangannya Yuuhaa?? Suara Niimaiya terdengar begitu jelas walah berbicara dari dalam gumpalan air merah itu. ?Air panas Tenjirou memeras darah dan reiatsu, tapi itu air panasnya yang bening.?

Niimaiya mulai melangkah dari dalam air. Perlahan air merah itu semakin menyusut, entah menguap ke mana.

?Yang warna merah mengganti darah kotor dengan darah baru yang bersih.? Ucap Niimaiya mengakhiri penjelasannya.

Kaki sang Penempa Zanpakutou itu langsung melesat, bershunpo lurus ke arah Askin. Kali ini sang Quincy itu tak dapat mengikuti langkah cepat Niimaiya. Tubuhnya tak dapat menghindar dari tebasan Sayabuse.

?Sekarang ku terlahir kembali.? Ucap Niimaiya dengan nada bernyanyi. ?Ku jadi keren sekali?

?Memang, dibanding kau, kau mungkin meremehkanku.? Ucap Askin semakin lemah. ?Kukira aku yang bakal menang, ternyata aku yang meremehkanmu??

??benar-benar mematikan.?

Darah Askin memuncratkan darah segar. Tubuhnya tak dapat mengimbangi kecepatan tebasan Niimaiya. Bahkan sebelum tubuh Askin mengembalikan lukanya, Quincy itu sudah lebih dulu ambruk menghantam tanah. Tak akan pernah bangkit lagi agaknya.

?Okay, sekarang akhirnya giliranmu, Yuuhaa? Ucap Niimaiya sambil menghunuskan pedang ke arah Yhwach.

Yhwachpun mulai terusik, tangannya yang sedari tadi diam mulai memancarkan reishi, reiatsu yang sedari tadi dia redam mulai meningkat dengan perlahan, mata yang sedari tadi hanya menyaksikan para anak buahnya kini semakin menyipit tajam memandang para musuhnya. Namun, mulutnya masih sama seperti sebelumnya, begitu kaku tak berekspresi dibalik kumis tebalnya.

?Majulah!!!? Teriak Niimaiya melakukan serangan pertama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar