Bleach Chapter 625 - The Living Jaguar
Langit di atas tanah Kota Istana Roh tiba-tiba bergetar. Aliran udara
bergerak semakin cepat ketika distorsi mulai terjadi, udara terlihat
terkoyak seakan tercabik oleh taring harimau. Pintu dimensi terbuka
seakan dipaksa, membelah langit yang kini penuh dengan aliran udara.
Tekanan Reiatsu perlahan terasa dari balik pintu demensi yang perlahan menganga. Garganta terbuka lebar menampakkan sosok tak asing berdiri di balik dimensi.
�Yo, lama tak ketemu, Kurosaki.� Sebuah sapaan kasar terdengar dari sosok yang berdiri.
Mata Ichigo hanya membelalak, menampik segala kemungkinan bila ini bukan kenyataan. Seringai buas itu masih tak terlupakan di benak Ichigo, pertarungan hidup dan mati masih tak hilang dari jengkal memorinya. Grimmjow Jeagerjaques, bagaimana Ichigo akan melupakannya. Ya, sekarang sang Jaguar itu berdiri tepat di depan Ichigo. Dengan Seringai buasnya, tentu saja.
�Kau... Grimmjow...!!!� Ucapan Ichigo sedikit tertahan, masih mencoba untuk mencerna keadaan.
Grimmjow melompat, keluar dari garganta hingga berada tepat di hadapan sang shinigami.
�Udah berapa tahun ya?� Tanyanya pura-pura tak tahu. �Kelihatannya luka bekas dariku juga udah sembuh...�
�Ya jelas...� Gumam Ichigo menjawab. �Kau juga kelihatan mendingan...�
Grimmjow hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Ichigo.
Tekanan Reiatsu perlahan terasa dari balik pintu demensi yang perlahan menganga. Garganta terbuka lebar menampakkan sosok tak asing berdiri di balik dimensi.
�Yo, lama tak ketemu, Kurosaki.� Sebuah sapaan kasar terdengar dari sosok yang berdiri.
Mata Ichigo hanya membelalak, menampik segala kemungkinan bila ini bukan kenyataan. Seringai buas itu masih tak terlupakan di benak Ichigo, pertarungan hidup dan mati masih tak hilang dari jengkal memorinya. Grimmjow Jeagerjaques, bagaimana Ichigo akan melupakannya. Ya, sekarang sang Jaguar itu berdiri tepat di depan Ichigo. Dengan Seringai buasnya, tentu saja.
�Kau... Grimmjow...!!!� Ucapan Ichigo sedikit tertahan, masih mencoba untuk mencerna keadaan.
Grimmjow melompat, keluar dari garganta hingga berada tepat di hadapan sang shinigami.
�Udah berapa tahun ya?� Tanyanya pura-pura tak tahu. �Kelihatannya luka bekas dariku juga udah sembuh...�
�Ya jelas...� Gumam Ichigo menjawab. �Kau juga kelihatan mendingan...�
Grimmjow hanya tersenyum tipis mendengar ucapan Ichigo.
�Hah, kau kira aku mati, 'kan?� Senyumnya kembali berubah menjadi seringai. �Memangnya aku bisa mati sebelum membunuhmu?�
Grimmjow menghunuskan pedangnya, meningkatkan reiatsu akan dirinya. Udara bergerak semakin cepat memutari Grimmjow. Tangannya terayun, Kenatsu Grimmjow berhasil mendorong Ichigo. Ichigo meraih Zanpakutounya, mencoba bertahan.
�Lama sekali kutunggu saat ini tiba�� Mulutnya masih menyeringai puas. �Waktunya pembalasan...!�
Namun, sebelum Grimmjow melanjutkan serangan, reiatsu yang lain dating mendekati mereka. Gadis berwajah riang melompat di atas Grimmjow, mendekap tubuh Ichigo yang tanpa pertahanan. Merekapun menggelinding berdua, berputar di atas tanah.
�Ichigooooo!!!� Teriakan itu masih terdengar.
�Nel?!� Tanya Ichigo semakin tak mengerti.
Perempuan itu masih tertawa girang seakan sedang bermain kejar-kejaran. Namun, dirinya kini berada dalam bentuk Dewasa, dalam bentuk Espada yang sesungguhnya.
�Aku kangen banget, Ichigooo!!� Teriaknya masih tak melepaskan dekapannya. �Lihat, lihat! Aku dibuatkan Urahara-san gelang ini supaya bisa di wujud apa pun sesuai kemauanku. Jadi aku bisa membantumu sekarang��
Nelliel menunjukkan gelang berbentuk tanduk kambing yang melilit di lengan kirinya.
��hmm tapi mungkin aku gak bisa balik ke wujud anak-anak kalau pakai gelang ini!�
Tak jauh dari mereka, Orihime mengintip malu dengan wajah yang memerah, mungkin dia sedikit cemburu karena Ichigo sedang di dekap ole wanita lain.
�Inoue, mungkin kau mikir, "Sial, kenapa Urahara-san bikin alat begitu...", tapi dia melakukannya cukup adil, 'kan...� Suara Chad mengagetkan Orihime.
�Ehh, Sado-kun, nggak lah, gak mungkin aku mikir begitu!!� Orihime mencoba mengelak, tapi wajahnya justru bertambah merah.
�Sialan Nelliel, apa-apaan tadi!!� Bentak Grimmjow yang sempat terlupakan. �Jangan ganggu, minggir!!�
�Itu kalimatku.� Raut wajah Nelliel berubah serius. Tubuhnya berdiri menatap sedikit tajam kea rah Grimmjow. �Kalau kau mau bertarung sendiri di tengah pertarungan, lebih baik kau minggir��
��dan rasanya aku gak perlu menuruti perintah nomor enam sepertimu.�
�Heh, konyol.� Ucap Grimmjow remeh. �Nomor gak penting selama gak ada Aizen. Gimana kalau kita buktikan siapa yang lebih pantas jadi nomor tiga!�
�Tunggu, Grimmjow...� Ichigo melompat di antara mereka berdua.
ARGHHHH!
Sebuah suara terdengar begitu keras dari arah garganta. Suara bising yang keluar dari pengeras suara yang tak stabil.
�Ngapain kalian, hentikan!� Suara perempuan terdengar begitu serak dari pengeras suara itu.
�Yakin deh, tempat ini isinya orang-orang tolol...� Kali ini suara pemuda yang tak terdengar begitu keras.
�Bukan itu tujuan kita ke sini!� Suara perempuan itu kembali terdengar. �Kita bakal ketahuan nanti, bisa nggak ke sini?!�
Mata Ichigo akhirnya menangkap asal suara, sebuah kotak hitam yang juga tak begitu asing baginya. Kotak itu berada dalam garganta dengan tangga yang menjulur ke bagian ujung Garganta. Bagian sisi lainnya terlihat sebuah rel yang dapat menaik turunkan kotak hitam itu.
�Kotak apaan itu...?!� Gumam Ichigo.
�Nanti bakal kujelaskan, sekarang cepat masuk ke sini!!� Teriak suara perempuan lagi.
Seorang perempuan terlihat berteriak di pintu masuk, raut wajah marahnya tsangat Ichigo kenal. Apalagi dengan rambut merah yang terkunci dua itu.
�Riruka?!� Teriak Ichigo kembali tak percaya.
�Aku juga di sini tahu...� Sahut Yukio sambil menongolkan wajahnya.
�Yukio!� Teriak Ichigo kembali.
�Sekarang kau pasti sadar kan kotak ini salah satu jurusku.� Guma Yukio, �Jadi sekarang masuklah, kita ngomong nanti.�
Tak perlu waktu lama untuk semuanya masuk ke dalam kotak.
�Oke...� Ucap Yoruichi santai setelah semuanya berada dalam kotak hitam itu. �Sekarang mau nanya apa, Ichigo?�
�SEMUANYA!!!� Teriak Ichigo tak terima. �Kenapa kau cuma cerita sebagian?! Aku bahkan gak tau sekarang apa yang terjadi!! Ceritakan semuanya, semuanya!! Terus kenapa cuma aku yang gak tahu?!�
�Benar sih...� Celetuk Chad
�Yaah, kau 'kan waktu itu sibuk...� Ucap Yourichi remeh sambil menjelekkan wajahnya. �Jadi mau gimana lagi...�
�Oh gitu. 'Kan kau bisa bilang waktu kita lagi perjalanan ke sini!� Teriak Ichigo kembali. �Terus kenapa mukamu begitu?!�
�Kita kesampingkan dulu sekarang...� Gumam Yoruichi.
�Oh jadi kau gak mau bilang?!�
�Kurosaki-kun... ada yang lebih penting sekarang...� Ucapan Yoruichi sedikit serius. �Soul Society dan dunia manusia dihubungkan Dangai. Kau tahu, 'kan?�
�Di sekitar Dangai itu ada kantong-kantong kecil yang disebut Kyougoku, tempat berkumpulnya roh yang melarikan diri. Di situlah Garganta bisa menyelip, mengisi lubang-lubang kecil.� Yoruichi mencoba menjelaskan. �Kau sudah pernah lewat Garganta beberapa kali, jadi mungkin kau sadar Garganta punya reiatsu yang gak stabil dan selalu melepaskan reiatsu-nya untuk membuat jalan. Kalau gak begitu, dia gak bisa bergerak. Di sini lah pentingnya Kyougoku. Entah kenapa Kyogoku punya semacam penampungan reishi��
��Beberapa orang menyimpulkan struktur reishi itulah yang membuat keberadaan Kyougoku, jadi Kisuke berencana memanfaatkannya, makanya kami memanggil mereka semua.�
Semuanya terdiam.
�Kemampuan untuk mengendalikan ruang hanya dengan listrik, dan...� Lanjut Yoruichi. �Kemampuan untuk mengeluarmasukkan orang dan benda-benda ke dalam apa pun yang disukainya...�
�Bukan gitu sih sebetulnya, tapi ya udahlah.� Gumam Yukio dalam hatinya.
�Hoi� Dia bisa menemukan kita dengan mudah itu agak ngeri...� Riruka juga menceletuk dalam hatinya.
�Kami memakai kekuatan Riruka untuk memindahkan Kyougoku ke dalam kotak dan mengubahnya jadi ruangan dengan rel lewat kekuatan Yukio. Dan ruangan itulah yang kita tempati sekarang.� Yoruichi belum selesai dengan penjelasannya. �Berhasil sih, tapi gerakannya terbatas, cuma bisa bergerak antara tempat ini ke Reioukyuu, atau paling nggak sampai paku yang kutancapkan itu��
��Tapi dengan ini kita bisa masuk markas musuh tanpa menyisakan jejak reiatsu, sekarang waktunya serangan balik. Kita akan menghabisi mereka sekaligus Ichigo!�
�
Di tempat lain, di Istana Utama Sang Raja Roh. Para Schutzstaffel, sang Loyal Guard Sternritter sedang menunggu tuan mereka yang sedang menyerap Soul King. Terlihat khawatir sama sekali, justru mereka sangat tenang dan menikmati makanan yang ada di depam mereka�entah dari mana datangnya� Mereka agaknya terlalu percaya dengan Tuan mereka.
�Yakin kita bisa buang waktu di sini?� Tanya Lille untuk kesekian kalinya.
�Mau ngapain lagi?� Jawab Askin yang sedang asik mengunyah anggur. �Kalau kita dekat-dekat Yang Mulia, kita mungkin bakal dimakan juga...�
�Woi Kenapa, orang baru?! Kenapa khawatir?� Teriak Gerrard yang melihat Uryuu tmpak cemas, tampak gelisah sambil menundukkan kepalanya. �Yang Mulia gak bakal kenapa-napa, beliau bakal melahap Reiou dalam sekejap dan bakal jadi jauh lebih kuat!�
Namun Lille sedikit memandangnya berbeda. Sejak Uryuu menghalangi dirinya untuk membunuh teman-temannya, Lille sepertinya sedikit menaruh curiga pada Uryuu.
�Iya...� Gumam Uryuu pelan. �Kelihatannya begitu...�
Dari dalam ruangan, erangan Yhwach mulai terhenti. Teriakannya sudah tak terdengar. Tubuh Yhwach diselimuti oleh kegelapan. Soul King berhasil diserap olehnya, sudah musnah, terlumat oleh kekuatan Yhwach
Tidak ada komentar:
Posting Komentar