DAFTAR ISI

Selasa, Juli 07, 2015

bleach chapter 627

Bleach Chapter 627 - The Creation 

Ichigo dkk kini berada dalam sebuah kotak hitam� yang sebelumnya merupakan Kyougoku yang telah dimodifikasi sedemikian mungkin hingga menjadi sebuah kereta lengkap dengan relnya� bukan dangan kemampuan Ichigo, bukan juga Orihime, Chad, Apalagi Ganju, dan tentu saja bukan Yoruichi.

Mereka yang baru saja jatuh dari Reioukyuu tentu saja tak memiliki persiapan untuk membuat benda seperti itu, atau paling tidak mereka tak memiliki kemampuan untuk menciptakan benda dari material serumit itu. Satu-satu yang memiliki kemampuan untuk melakukan hal ini adalah Riruka dan Yukio� Fullbringers yang sudah lama tak menampakkan dirinya.

Kotak hitam itu pun menanjak naik mengikuti rel yang menjadi pijakan kotak hitam tersebut dengan mereka di dalamnya�� namun tak hanya bertujuh, mereka bersembilan dalam kotak hitam tersebut. Dua sosok yang familiar juga ada bersama mereka di dalamnya.

Nel yang kini sekali lagi berada pada wujud dewasanya tampak bersama mereka�� dan bukan hanya Nel, sesosok Arrancar berambut biru juga bersama mereka� Grimmjow Jeagerjaques.

Mengingat Grimmjow dulu merupakan sosok musuh bagi Ichigo rupanya memberi rasa penasaran baginya�mengapa laki-laki itu turut ambil andil dalam pertarungan mereka...

�Grimmjow... Jadi kenapa kau memihak kami?� Tanya Ichigo yang sedikit jauh dengan keramaian.

�Dasar bego, siapa bilang begitu?� Jawabnya ketus. �Kalau si Yhwach ini dibiarkan, dia juga bakal menghancurkan Hueco Mundo, dan bila gak ada Hueco Mundo kau bakal kubunuh di mana?�

Ichigo hanya tersenyum kecil, terlihat kelegaan dalam dadanya yang sempat dia tahan dari beberapa waktu lalu.

�Benar sih!� Ucap Ichigo pada akhirnya.
Ichigo dkk menuju Reioukyuu tempat Yhwach menunggu!! Akankah mereka bertemu harapan atau kenestapaan?!
Bentar lagi sampai
Kalian siap? �tanya Yoruichi memastikan kesiapan rekan-rekannya akan apa yang menunggu mereka.

�Iya. � jawab Ichigo dalam posisi siap menghunuskan pedangnya.

�...............�Yukio tampak masih diam menatapi mereka dengan PSP ditangannya.

�Cuma untuk jaga-jaga���

���Aku gak bakal pergi sejengkal pun dari sini���

���Jadi kalian bersenang-senang tanpaku ya.�

Seru Yukio dengan wajah poker face.

�Apa...�gumam Riruka yang rupanya jengkel atas ucapan Yukio barusan.

�Ngomong apaan barusan, bocah?!�teriak Ganjuu yang ripanya juga tak terima dengan kata-kata yang keluar dari mulut bacah berambut pirang itu.�aku gak kenal kau siapa, tapi...�

�Aku juga gak kenal kau siapa.�sanggah Yukio memomotong bentakan Ganjuu tadi.

�Bukannya tadi kita sudah kenalan?�sahut Chad pelan.

�Waktu Ganjuu kenalan, dia dicuekin Yukio...�gumam Orihime sambil tersenyum.

�Aku gak kenal kau siapa, tapi begini deh!���

�Kita semua mempertaruhkan nyawa di sini!! Apa maksudnya gak mau pergi dari sini?!�

Teriak Ganjuu yang kembali melampiaskan kekesalannya.

�Aku terpaksa ikut...� Balas Yukio pelan.�Jadi jujur saja, ini bukan urusanku.�

�Terpaksa bertarung beda sama bertarung mempertaruhkan nyawa!!�bentak Ganjuu menanggapi ucapan Yukio yang sepertinya makin membuatnya geram.

�Dengar ya!!���

�Terserah kau mau sembunyi di sini, tapi kalau kita kalah, semuanya bakal musnah! Semuanya!!�

Lanjut Ganjuu semakin meledak-ledak.

�Jadi kau bakal kalah?�balas Yukio datar.

�.......................�

Pertanyaan singkat Yujio itu pun seketika membuat nyali Ganjuu menciut.

Kekesalan hati yang sejak tadi ia tampakkan sirna tak berbekas�seolah dalam dirinya masih ada keraguan yang amat besar dalam memenangkan pertarungan melawan kubu Quincy setelah mereka tadi dihajar habis-habisan.

Memang, cukup wajar baginya untuk masih menyimpan keraguan dalam hatinya.

Bagaimana tidak, Royal Guard�para elit Shinigami saja bahkan tak berarti sama sekali di hadapan lawan yang menanti mereka. Itu sudah cukup untuk menjadi tolak ukur bagi mereka yang mungkin bisa diibaratkan seperti kucing yang mau menantang lawan yang bahkan seekor singa pun mampu dijatuhkan.

�Cukup, Ganjuu...�

�Percuma marah-marah ke dia...� ucap Ichigo berusaha meleraikan pertikaian batin di antara kedua sahabatnya. Di samping itu, Ichigo sudah kenal betul bagaimana sifat Yukio mengingat ia sudah sangat sering melihat Yukio yang suka meledek Riruka dulu.

�Yukio...

Tetap di sini, ya?�serunya ke Yukio yang masih duduk memainkan gamenya.

�Ya memang itu yang kubilang tadi.�balas Yukio.

�Dan Riruka...�lanjut Ichigo sambil melirikkan pandangannya ke Riruka�Kau juga.�

�Haa?!�teriak Riruka tak terima dengan apa yang di dengarnya barusan.

�Kekuatanmu bisa membuat pertarungan jadi makin bahaya.

Jadi tetaplah di sini.�ucap Ichigo yang kini memalingkan pandangannya dari gadis berambut merah itu.

�Ngomong apaan...�lanjut Riruka yang ngotot ingin ikut ke medan pertempuran.

�Aku pernah ke sana, Kyougoku...�tanggap Ichigo.

�Kau yang cuma peduli dan menyimpan hal-hal imut...

Harusnya mustahil kau bakal menyimpan benda itu setelah melihatnya.�

�Tapi demi kita kau tetap menyimpannya.����Makasih!�lanjutnya sembari melirikkan kembali pandangannya ke arah Riruka.

Kata-kata yang dilontarkan si strawberry jingga ini seketika membuat Riruka tersipu malu hingga membuat kedua pipinya merona.

�A... A...

Aku bukan... menyimpannya karena...�terbata-bata, aura Tsundere pun tercermin dari Riruka yang mencoba menyangkal perkataan Ichigo barusan.

�Jadi, aku mau minta tolong satu hal lagi. ���tanya Ichigo ke Riruka yang belum sempat meneruskan penyangkalannya itu. �Bisakah kau di sini bersama Yukio? Jagalah dia, supaya kita bisa pergi saat diperlukan.�

�A... aku...�� ��Ya udah.�balas Riruka mengiyakan permintaan Ichigo.

� Oi, Ichigo.� sahut Ganjuu.

�Kau...Sudah dewasa ya.� Lanjut Ganjuu menanggapi sikap Ichigo yang terlihat berubah dari terakhir kali mereka bertatap muka.

�Masa? Di mananya?� tanggap Ichigo heran.

�Heh...Mungkin aku salah.�balas Ganjuu. �Kau memang selalu begini, 'kan.�

Dia tahu persis mengapa mereka bersahabat baik.

Beralih ke Seireitei�yang sekarang tak bisa dikatakan lagi sebagai Seireitei, mengingat tempat itu kiranya mulai digantikan eksistensinya oleh Ice Palace. Tinggal menunggu waktu saja, Seireitei akan dilahap habis oleh istana yang bersembunyi dalam bayangan Seireitei itu sendiri.

�Waghh!�kejut slah satu Shinigami yang hampir jatuh dari jalan tempat ia berpijak.
�Apa-apaan?! �
�Apa yang terjadi?!�
�Seireitei runtuh...
Jalanan Vandenreich berserakan...!!�

Terlihat beberapa Shinigami yang hanyut dalam panik menatapi sekelilingnya yang berubah sangat drastis dari kondisi biasanya, seireitei telah mendekati akhirnya�lapisan-lapisan es telah menyelimuti ruang lingkup pandangan mereka juga ikut runtuh, tak terkecuali kastil sang raja Quincy.

�Kenapa...�

� Kenapa begini?!�

�Apa yang para Quincy lakukan?!�

ujar Suifeng. Matanya membelalak, terkejut, tak terima dengan keadaan, serta panik disertai wajah pucat pasi. Tak tau apa yang terjadi di atas sana hingga membuat keadaan di bawahnya jadi seperti ini.

�Astaga...

Padahal baru saja kita bisa buka satu gerbang...�celetuk Hirako lemas.

�Sekarang mereka berbuat begini pada kita?!�lanjut Hirako dalam kegelisahannya.

Keringat dingin mendiris keluar dari pori-pori para shinigami, tak terkecuali para Taichou dan Fuku-Taichou termasuk juga para Sternritter yang berada di sana. Belum saja melakukan penyerbuan ke Royal Palace, mereka langsung dipukul balik seperti ini.

Namun tak seperti orang-orang di sekitarnya, Aizen malah terlihat tersenyum menyeringai dalam keadaan seperti ini. Tak ada alasan baginya untuk takut. Ya! Mengingat dirinya yang tak bisa mati dalam keadaan apa oun agaknya membuat ia tak takut bahkan dalam keadaan genting semacam ini.

���

Kembali ke tempat Ichigo dkk, dalam kotak yang bergerak mengikuti alur relnya kini telah berhenti ke stasiun tujuannya, Reioukyuu!

Bersigap tanpa gentar, Ichigo dkk bersiap untuk menginjakkan kakinya sekali lagi ke tempat yang dipenuhi mara-bahaya itu.

�Kita sampai...�sahut Yoruichi kepada regu yang berada di belakangnya�Ayo.�

�Siap.�balas Ichigo dengan optimis... mencerminkan tekad bertarungnya, bahwa ia bertarung bukan karena ia ingin menang namun justru karena ia punya kemenangan.

���

Balik lagi ke Seireitei, di pihak Shinigami nampak Urahara telah selesai dengan persiapan mereka. Akhirnya pintu untuk menghubungkan Seireitei dengan Reioukyuu telah selasai dibuat.

�Baiklah!�
� Beres!�
� Kita buka sekarang!� Seru Urahara mengambil ancang-ancang untuk membuka gerbang yang menyerupai Senkaimon dengan fungsi serupa dengan Tenchuren yang ada di hadapannya.

�Kalian siap?�lanjut sembari Urahara mengambil aba-aba.
�Siap!�balas Hirako mewakili kerumunan yang berada di sana.

���

Beralih kembali ke tempat Ichigo dkk berada.

Terlihat Ichigo bersiap membuka pintu dari kotak hitam tempat mereka berada.

Namun�

Belum sepenuhnya pintu tersebut dibuka, kelopak mata Ichigo langsung membelalak kejut, terkejut akan apa yang menanti di balik pintu itu.

Bukan�

Buka Yhwach yang berada tepat di balik pintu tersebut, bukan juga Uryuu atau para elit Sternritter, namun pemandangan panorama familiar yang sesaat terlihat asing di matanya.

�....................
Kita... di mana?!�ucap Ichigo heran.

�Ini bukan Reioukyuu...�sambung Chad yang tentunya ikut herang setelah menginjakkan kakinya di balik pintu tersebut. �Jalanan Quincy-nya...�� Kenapa begini...?!�

�Mustahil...�

�Apa kita gak sampai ke paku yang kutancapkan tadi?!� Tempat yang di hadapan merekaa ini kiranya membuat bingung. Bagaimana tidak?!Seharusnya mereka kembali ke tempat di mana Yoruichi menancapkan paku untuk menandai lokasi tujuannya.

Merasa tak percaya, Yoruichi pun melirik-lirik sekitar seraya mencari paku yang dimaksud.

Namun anehnya, paku tersebut masih ada di sana, meski kina tak menancap lagi di tanah Reioukyuu.

�Ichigo...�seru Yoruichi.

Fakta akan paku yang masih ada di sana, seketika menampakkan keterkejutan yang luar biasa!

Hal yang mustahil!

�Rasanya kita sudah di Reiokyuu...�lanjutnya dengan wajah sinis.

�Si brengsek Yhwach...�

�Dia...
Mengubah Reioukyuu seenaknya�
Gumam Yoruichi yang kini tak kuasa menyembunyikan kekhawatiran yang tadi ia tutupi di balik senyum sinisnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar