DAFTAR ISI

Senin, September 21, 2015

fairy tail chapter 453

Fairy tail 453 : Peran orangtua


MENYATUKAN PIKIRAN SEBELUM PERTARUNGAN TERAKHIR
DENGAN MASA DEPAN GUILD SEBAGAI TARUHANNYA

Hari itu, menjadi awal dari persiapan para peri menuju peperangan
malam hari menuju hari esok yang sengit
para peri kembali ke rumahnya masing-masing
mempersiapkan segalanya untuk pertarungan hari esok

Begitu pun dengan salah satu penyihir peri celestial, lucy heartfilia
ia sedang berada didalam kamarnya
sambil duduk menuliskan sebuah ukiran hati dan pikirannya
lucy pun mencurahkan segala hal pada buku diarynya
menuliskan segala perasaan dan keadaan yang dirasakannya saat ini

(***)
(Fairy heart.. sumber sihir yang tak terbatas..
dan itulah alasan dibalik penyerangan zeref
kami sebagai anggota guild fairy tail
harus melindunginya (fairy heart) sekuat tenaga
agar tidak samap jatuh ke tangan yang salah

memang tak tepat jika menyebutnya sebuah benda,
karena fairy heart sebenarnya merupakan tubuh dari master pertama kami
dan pastinya, kami akan melindunginya
karena dialah yang sudah mendirikan guild ini
kalau bukan karena dia.. takkan pernah bisa saling bertemu)


Tertulis kata-kata dari diary milik lucy


"ohh, kata-kata yang bagus.."
 ucap natsu yang ternyata, sudah berada didalam kamar lucy


"gaya tulisannya memang lumayan untuk ukuran seorang penulis.."
 sambung happy yang juga ikut masuk seenaknya
  dan langsung melihat diary yang ditulis lucy


"kalau bukan karena dia.."
ucap natsu dengan nada meledek lucy

"kami takkan pernah saling betemu.."
 sambung happy yang juga tak mau kalah


"kalian masuk kamarku tanpa izin lagi.."
 teriak lucy marah, sambil menendang kursi yang didudukinya


"aww... ayolaaahh.."
 ucap natsu sambil mengelak hantaman kursi yang ditendang lucy


"aye.. diluar sangat membosankan..sepi banget"
 sambung happy yang juga ikut menghindarinya


"ohh.. jadi semua warga sudah dievakuasi ya.."
 ucap lucy menyadarinya


"karena itu.. ayo kita main.."
 ajak natsu merasa sangat menantikannya


"aku bawakan beberapa mainan kok.."
 lanjut happy sambil menunjukan mainan yang dibawanya


"heyy.. besok itu kita harus bertarung..
sekarang bukan saatnya untuk main-main"
 ucap lucy menolak permintaan keduanya


"dan lagi, aku tak seperti kalian..
aku sama sekali tak suka dengan hari esok.."
 tambah lucy memberikan alasannya


"aku juga tidak.."
 sambut happy juga


"kau salah.. aku memang suka bertarung
tapi yang kusuka adalah beradu kekuatan
bukan sebuah pertarungan hidup mati"
 ucap natsu menolak pernyataan lucy


sontak, lucy pun terdiam mendengar perkataan natsu itu


"yang kusukai adalah
pertarungan dimana aku harus bertarung
dan membandingkan kekuatanku dengan lawanku
tapi ini berbeda, karena esok adalah pertarungan hidup dan mati"
 ucap jelas natsu


"ini adalah sebuah pertarungan
dimana kita harus melakukan segala cara untuk menang,
jika tidak, takkan ada lagi masa depan untuk kita.."
 lanjut natsu menambahkan dengan serius

 lucy pun tersenyum mendengarnya


"dan lagi..
masih ada yang harus kulakukan
setelah semua ini selesai.."
 ucap natsu sambil tersenyum pada happy

"aye.."
 balas happy ikut tersenyum


"baiklah, selanjutnya.."
 ucap natsu


"sudah cukup.."
 pinta lucy


"hentikan itu..
orang, tak baik membicarakan sebuah kematian..
akan lebih bagus jika membicarakan masa depan yang cerah
sebelum pertarungan besar dimulai,
dan membutanya sederamatis mungkin.."
 ucap lucy memberitahu


"ya.. terserahlah.."
 balas natsu tak peduli


"aye.."
 sambut happy juga


"kau tahu, igneel menyuruhku untuk membicarakan masa depan..
karena itulah yang bisa membuatku ingin terus hidup"
 ucap natsu dengan penuh percaya diri


"kurasa itu boleh juga.."
 balas lucy tersenyum kecil


"kalau gitu, ayo kita main dulu.."
 ajak natsu tetap ingin bermain


"gimana kalau main kartu telanjang??"
 ucap happy menawarkan sebuah permainan kartu


"aku tak maauuu..
lagipula kau curang, karena kau (happy) sudah telanjang.."
 tolak lucy yang tak mau dicurangi keduanya

sebuah cahaya pun melewati langit malam
cahaya dari sang peri pertama melintas
menerangi langit malam yang indah


(*) Fairy tail 453 : Peran orangtua


sementara itu, ditempat lainnya
diruangan terlarang untuk para otoko
dimana erza dan wendy tengah mandi bersama

dan nampaknya, erza memberitahu wendy beberapa informasi

"jadi crime sorciere juga akan membantu kita ya?"
 tanya wendy penasaran


"kurasa mereka juga memang harus bertindak
jika hal ini sudah bersangkutan dengan zeref.."
jawab erza menduga-duganya

"kalau begitu, baguslah.."
ucap wendy merasa senang mendengarnyaucap wendy merasa senang mendengarnya

"tapi mereka itu adalah orang-orang yang sudah menghancurkan cait shelter"
keluh carla merasa kurang suka pada para mantan anggota oracion seis

"carla.."
ucap wendy agar carla merelakannya

"ohh, jadi kalian masih ingat
saat pertama kali aku mengajak kalian untuk bergabung dengan fairy tail??"
tanya erza pada keduanya

"tentu saja..dan karena itu, kami sangat bersyukur.."
jawab wendy merasa senang sudah bergabung


(sungguh teganya..
aku sudah melibatkan seorang gadis kecil seperti dia
dalam masalah sesulit ini..)
pikir erza merasa bersalah sendiri


(dan karena itu..
aku harus melindungi mereka dengan sekuat tenaga..)
lanjut batin erza

Erza pun hendak keluar dari kolam pemandian air panas itu
namun tiba-tiba wendy juga bangkitdan langsung memeluk erza dari belakangnya

"erza-san..
kali ini.. biarkan kami yang melindungimu.."
ucap wendy dengan tenangnya


erza pun tersenyum mendengarnya
dan langsung berbalikdan memeluk tubuh kecil wendy

"wahh.. kau benar-benar sudah jadi penyihir hebat ya..
kebanggaan dari guild kita"
ucap erza ikut mensyukurinya


(*) Fairy tail 453 : Peran Orangtua

Sementara itu
ditempat lain,dipertengahan kota
ditengah malam.. seorang pria nampak sedang berdiri seorang diri
dan munculah seorang wanita yang hendak mendekatinya

"gray-sama.."
ucap juvia datang

"ahh, juvia.."
balas gray yang ternyata sedang asyik memakan coklat

"mau??"
ucap gray menawarkan coklatnya
dan langsung diberikannya pada juvia

"bee.. bekas gigitan.. gray-sama..."
kejut juvia menerima coklat tersebut

"aku senang sekali.. kau ada disini..
kau selalu ada disisiku"
ucap gray tiba-tiba
dan tentu saja membuat juvia terkejut mendengarnya

"ahh.. tidak juga.."
balas juvia berusaha bersikap biasa

"setelah pertarungan ini usai,
akan kuberikan jawabanku.."
janji gray pada juvia
dan itu membuat juvia terdiam mendengarnya

"jadi.. biarkan aku fokus dulu ya.."
pinta gray pada juvia

"iya.."
balas juvia menerimanya

gray pun teringat pada ucapan natsu sebelumnya


(aku punya senjata rahasia untuk mengalahkan zeref..)
ucap natsu saat itu


"aku juga punya senjata rahasia,
tinggu aku zeref, END.."
ucap gray yang juga tak mau kalah dari natsu


Dan malam itu
sebagai malam yang indah
sebelum pertempuran sulit dimulai


sang peri mavis yang menyaksiakan kehidupan anak-anak perinya dari langit
merasa senang menyaksikannya
lalu, mavis pun terbang
berlalu pergi menghiasai sang malah dengan taburan cahayanya


(*) Fairy tail 453 : Peran orangtua


Sementara itu
di ruang guild fairy tail
nampaknya para orangtua sedang merundingkan sesuatu


"warren, bagaimaana situasinya??"
tanya makarov pada waren yang sedang memeriksa lingkungan sekitar fiore

"mereka belum terlihat di sekitar fiore.."
jawab warren singkat


"tapi alat ini apa bisa kita percayai??"
tanya macao masih kurang mempercayainya

"aku sendirilah yang membuat radar super ini.."
ucap makarov memberitahu

"karena semua akan jadi lebih mudah
jika kita bisa tahu, dari arah mana mereka akan datang.."
lanjut makarov memperkirakannya


"kita bisa membuat pengecoh dibagian utara
dan menempatkan kekuatan utama dibagian selatan.."
ucap mavis datang tiba-tiba

"master pertama.."
ucap makarov terkejut melihatnya

"aku baru saja memeriksa semuanya..
dan nampaknya,mereka sama sekali tak khawatir dengan situasi kita saat ini..
mereka sudah bertambah kuat"
ucap mavis memuji kesiapan seluruh pasukan peri

"jadi begitu yang menurut anda.."
sanggah makarov

"tapi menurutku..
mereka masih kesulitan mengatasi kecemasan didalam hati mereka..
mereka bersikap siap, itu dilakukan hanya untuk menenangkan hati mereka
tapi itu bagus kok.."
ucap makarov membeberkan pendapat yang lain
dan tentu saja membuat macao dan waren terkejut mendengarnya

"aku bukannya ingin melarang mereka bersikap seperti itu,
hanya saja sebagai orangtuanya aku merasa cemas..
dan wajar pula jika mereka juga merasa cemas.."
ucap makarov


"tapi sudah menjadi peran sebagai orangtualah
yang harus berdiri didepan anak-anaknya..
melindungi semuanya dengan mempertaruhkan nyawanya sendiri.."
lanjut makarov mengatakan tekadnya


"benar.."
balas mavis tersenyum mendengarnya


Tiba-tiba
sebuah guncangan dahsyat terjadi
sebuah lonceng diruang guild pun berguncang cukup kerasnya


"ada apa??"
 ucap natsu bingung merasakan guncangan tersebut


"berasal dari luar.."
sambut happy yang merasakannya dari luar



 sementara itu, ditempatnya
erza pun menengok keluar jendela dengan wendy
melihat apa yang sebenarnya sudah terjadi

sementara ditempatnya

"ini..."
kejut gray yang berada diuar melihat sesuatu


sementara itu
diidalam kamarnya, gajeel pun yang sedang terbaring
langsung tersadar
sementara lily berada disampingnya
begitu pun dengan para peri lainnya
laxus, cana, levy, dan keluarga strauss


"warren.. apa yang terjadi??"
 tanya makarov cemas


"apa? aku tak tahu..
ini bukan salahku.."
jawab warren yang merasa tidak melakukan apa-apa



dan saat warren memeriksa radarnya
warren pun terkejut melihatnya


"waaahhhhh...
kenapa mereka baru terdeteksi setelah sedekat ini??"
kejut waren setelah melihat radar pelacaknya
nampak musuh dengan jumlah sangat banyak
sudah memasuki area fiore, bahkan kota magnolia


"semuanya bersiaplah.."
 teriak mavis memberi intruksi


"musuh sudah berada diatas kita..
kurang lebih, ada sekitar 50 kapal yang sedang melayang diatas kita.."
 ucap mavis memberitahu semuanya


"yang benar saja???"
 kejut macao mendengarnya


"kapal sebanyak itu...
bisa menghancurkan guild kita sekali tembak.."
 wakaba pun kini ikut panik setelah mendengarnya


"ini hanya sebagian dari apa yang bisa mereka lakukan.."
 ucap makarov memperingatkan semuanya


"hey, tak ada yang bilang
kalau mereka akan datang dari langit.."
 teriak warren terkejut melihatnya


"sudah waktunya buat kalian untuk menjadi abu, fairy tail..
waktunya berpesta dimulai.."
 teriak sang raja pasir merasa senang memulai penyerangannya



PERTEMPURAN TERBURUK AKAN SEGERA DIMULAI
DAN MEREKA AKAN MEMULAINYA TANPA MENUNGGU PERSIAPAN DARI PARA PERI


Bersambung..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar