Dressrosa, di sebuah gang sempit yang sepi, dua pria bertopeng sedang menghubungi seseorang menggunakan denden mushi.
Orang yang mereka hubungi melapor, "Aku tak bisa menemukan daftar
barang yang diselundupkan, tak salah lagi semuanya pasti sudah
dicuri..."
"Begitu ya..." ucap pria yang membawa denden mushi,
"Semua senjata di pelabuhan bawah tanahnya dicuri setelah kejadian
itu... Dan ini bukan soal satu atau dua senjata, yang dicuri semuanya,
pasti ada ini ulah sebuah organisasi..."
Ternyata mereka CP0,
Cipher Pol Aegis Zero, anggota lainnya yang datang kembali ke Dressrosa
setelah tiga anggota CP0 yang waktu itu. Dan yang lebih mengejutkan
lagi, dari penampilannya, yang satu pria dengan semacam aksesoris di
mulutnya, dan yang satunya lagi pria bertopi tinggi ala pesulap dengan
rambut panjang bergelombang, lalu pola janggut yang khas, serta seekor
burung merpati di pundaknya, tak salah lagi dua anggota CP0 yang sedang
berada di gang sempit itu adalah Spandam dan Rob Lucci.
"Bahkan Angkatan Laut pun menyesalkan hal ini..."
"Mungkinah ini ulah Pasukan Revolusi!?" ucap anggota lainnya dari denden mushi.
"Ya, tak salah lagi... Tapi tak masalah, kembalinya.."
Sambungan denden mushi pun diakhiri.
"Menyebalkan sekali, orang-orang revolusi itu..." ucap Lucci.
"Aku setuju, boss!!" ucap Spandam.
"Sama menyebalkannya denganmu.." ucap Lucci.
"Coo Coo.." lanjut burung merpati Luccy, Hattori.
"H-Hei, itu agak kasar kan!? Hahahaha...Ha..." ucap Spandam.
Dressrosa, ini adalah sebuah negeri yang penuh dengan tragedi, satu per satu benang kegelapan membelit mereka, namun...
Pada akhirnya mereka bisa meneteskan air mata haru, saling menari dan
bernyanyi, memenuhi udara dengan suara tepuk tangan kebahagiaan...
Sang raja telah kembali, semuanya akan baik-baik saja, kedamaian untuk mereka semua...
"Ada sesuatu yang ingin kusampaikan pada kalian semua.." ucap Raja Riku
dari atas panggung tinggi di tengah-tengah kota, di hadapan puluhan
ribu warga Dressrosa.
Dari atas panggung itu, bangsa Tontatta
yang selama ini mengasingkan diri memperkenalkan diri mereka, terutama
sang raja dan tuan putri...
"Aku adalah Raja Tonta, namku Gancho!" ucap raja menggunakan alat pengeras suara, "Yang di sebelahku ini adalah putriku.."
"Namaku Mansherry..."
"Kyaaaa!!! Manis sekali!!!" teriak para warga.
Dan begitulah, akhirnya para manusia dan Tontatta hidup bersama seolah tak ada perbedaan di antara mereka.
Leo menyerahkan tiga lembar kertas rancangan pada manusia besar.
"Oh, jadi kau benar-benar ingin membuatnya, Leo-kun?"
"Ya!!" ucap Leo.
Lalu kembali ke sisi Raja Riku, "Jadi reverienya tahun ini ya, waktunya tidak lama lagi.."
"Kelihatannya negeri lain juga sudah mulai bersiap-siap.." ucap Tank.
"Aku mau beli daging..." Rebecca berkunjung ke pasar sambil mengajak Mansherry di pundaknya.
"Oh, Nona Rebecca dan Mansherry!!" sapa pedagang.
Lalu di bawah dataran tinggi kerajaan, pekerja membangun apa yang sudah
suku Tontatta rancang, tiga patung besar pahlawan mereka. Kyros, God
Usopp, dan yang berada di depan tengah-tengah, Luccy.
"Hei, rumah-rumah saja belum selesai dibangun..."
"Yang ini lebih penting!!" ucap tukang yang memahat patung.
"Umm.. Kau benar!!"
Jika mengunjungi negeri ini, pengunjung akan menemukan keanehan. Di
seluruh kota, bisa dilihat, mereka hidup berdampingan secara bebas dan
alami dengan para manusia.. para mahluk kerdil...
Ini adalah negeri dengan cinta, hasrat... dan peri... Dressrosa.
Sebuah akhir yang hebat, diawali oleh negeri tempat manusia hidup
berdampingan dengan mainan, menjadi negeri tempat manusia hidup
bersama-sama dengan para kurcaci...Di lautan, di atas salah satu dari
empat kapal besar Angkatan Laut...
"Setelah kita selesai
membawanya, aku berencana untuk berlibur..." ucap Sengoku sambil makan
ramen. Bersama-sama dengan Fujitora, mereka sedang beristirahat makan
sambil ngobrol-ngobrol.
"Aku belum bisa kembali ke markas.." ucap Fujitora. "Setidaknya sampai aku bisa mendapatkan kepala Topi Jerami dan Law.."
"Dasar keras kepala, kau tinggal minta maaf saja, aku yakin Sakazuki pasti tidak akan terlalu marah padamu.."
"Tidak... Aku juga punya harga diri..." ucap Fujitora.
"Haah..."
Di ruangan lain kapal itu, penjara kapal, Otsuru sedang duduk sambil
menjaga Doflamingo yang tergeletak dalam sel dalam kondisi terikat
rantai batu laut. Namun meski dikurung super ketat seperti itu,
Doflamingo masih mampu tertawa.
"Fufufu, Otsuru-san... Fujitora
itu bodoh..." ucapnya. "Dia punya kesempatan tapi tak mau mengambilnya!
Kalau saja dia bekerja sama denganku, kami pasti akan bisa menghabisi
bocah-bocah itu, dan semua ini tak akan pernah terjadi..."
"Padahal aku sudah memiliki semuanya di genggaman tanganku!" ucap
Doflamingo lagi, "Bahkan para monster yang kukumpulkan dari seluruh
dunia!! Tapi kalian malah merusaknya, bodoh... Kalian akan menyesali
ini..."
"Sudah cukup mengeluhnya.." ucap Otsuru. "Semua
kalau-kalaumu itu tak akan pernah menjadi kenyataan. Inilah
kenyataannya, kau sudah kalah, jadi terimalah..."
"Fufufu!" Doflamingo kembali tertawa. "Sepertinya memang susah bicara dengan wanita berhati dingin sepertimumu, Fufufu..."
"Yang paling tahu soal monster adalah monster itu sendiri.." ucap
Otsuru. "Memangnya apa yang akan terjadi dengan para bajak laut itu
sekarang?"
"Biar kuperjelas pertanyaanmu... Menurutmu apa yang
akan terjadi pada para monster, yang saat ini masih bebas, saat mereka
kehilangan sumber makanan mereka? Apa sekarang ada yang bisa
mengendalikan mereka? Siapa yang saat ini memimin lautan!? Apakah salah
satu Yonkou? Ataukah salah satu Shichibukai!? Atau mungkin salah satu
bocah dari generasi terburuk itu...!?"
"Dan bagaimana dengan
orang-orang pemegang keadilan, Angkatan Laut!? Dan jangan lupakan
Pasukan Revolusi... Mereka juga punya orang-orang hebat di dalamnya!!"
"Penyandang nama D yang selama ini dibicarakan oleh orang-orang...
Bagaimana dan kapan mereka akan muncul!? Siapa yang akan bekerja sama
dengan siapa!? Siapa yang akan menghianati siapa!? Katakan itu pada para
Tenryuubitou di Mariejois!! Katakan kalau sebaiknya mereka bersiap-siap
untuk diseret jatuh dari kuda mewah mereka!!"
Dalam kondisi
terikat di selnya, Doflamingo terus berteriak, "Gold Roger menjadi orang
pertama yang melewati Grand Line 25 tahun yang lalu!! Dan saingannya,
Shirohige memilih untuk tidak mengambil singgasananya dan malah menunduk
padanya!!"
"Tapi bagaimana dengan sekarang!? Jumlah bajak laut
sudah jauh meningkat!! Dan hanya ada satu singgasana!! Kau mengerti,
kan!? Sekarang sudah dimulai!! Yang terbesar dalam sejarah!! Perang
Singgasana!!"
Perang untuk memperebutkan posisi raja, Perang Singgasana Raja.
Jblar!!! Hujan badai dan petir menyambar-nyambar mengiringi keempat kapal yang membawa Doflamingo.
"Fufufufufu..." Doflamingo kembali tertawa. "Apa sekarang kita menuju
Impel Down? Paling tidak beritahu berita terbaru... Cuma itu sumber
hiburanku saat ini..."
Tak begitu jauh dari keempat kapal
Angkatan Laut yang membawa Doflamingo, seseorang mengamati menggunakan
teropong. Mengamati dari atas sebuah kapal, salah satu kapal Kaidou.
"Empat kapal Angkatan Laut... Sial, bukankah ini gila!? Empat kapal
perang yang harusnya cukup untuk menghancurkan sebuah negara itu hanya
untuk membawa satu orang!?"
"Bagaimanapun yang dibawa itu Doflamingo..."
"Mustahil bagi kita untuk merebutnya kembali, Kapten Jack... Haruskah kita kembali?"
"Kenapa?"
"Eh?"
"Kita tetap akan melakukannya, bodoh!! Kau pikir aku ini siapa!?" ucap pria dengan tatapan sadis, Kapten Jack.
"Eeeeh!?"
Pindah ke sebuah lautan dengan cuaca yang cerah, tampak sedang berlayar
sebuah kapal nyentrik yang penampilannya benar-benar unik. Kapal dengan
pindasi layar berbentuk kepala Merry dan di ujungnya terdapat patung
mirip Luffy.
Yap, itu adalah kapal Bajak Laut Barto Club, fans sejati Topi Jerami, dan nama kapalnya adalah : Going Luffy-Senpai
"A-Apa-apaan ini!? Kalian memang aneh!! Kenapa kesannya jadi malah
Luffy lebih cocok di sini dari pada kapalnya sendiri!?" jerit Usopp.
"Aku senang kau menyukainya..."
"Itu bukan pujian!!!!"
Tak hanya itu, di atas kapal itu juga ada bulatan kaca berisi vivre card yang menunjuk ke...
"Luffy-senpai yang asli!!!" ucap Bhartolomeo dan rekannya.
"Oooh!!! Kami berterima kasih sekali atas kehadiranna di kapal
sederhana kami ini!!!" ucap Bhartolomeo sambil menangis haru, yang
diikuti oleh rekan-rekannya yang lain.
"Bos!! Rasanya silai sekali!!"
"Aku juga merasa begitu!!!"
"Jadi mereka semua sama saja ya..." ucap Usopp.
Yah, ternyata memang bukan hanya Bhartolomeo saja, para krunya pun juga fans berat Topi Jerami.
"Oh? Sabo membuatkan vivre card itu untukku..." ucap Luffy.
"Ooh Sabo-daisenpai!! Dia memang kuat dan penuh perhatian, sungguh seorang pria sejati!!" seru Bhartolomeo.
"Yap..." ucap Luffy sambil memegangi vivrce card dari Sabo yang sudah tinggal sebagian itu, karena sudah banyak diminta-minta.
Waktu itu, Bellamy mengambilnya sedikit.
"Aku tak akan menjadi bawahanmu, tapi, kurasa akan kubawa sepotong untuk jaga-jaga.."
"Bellamy..."
"Kami juga akan mengambilnya sepotong..."
Ketujuh aliansi Luffy juga merobeknya sepotong.
"Jadi sekarang kita akan berpisah ya..."
"Kuharap kita bisa segera bertemu lagi di tempat lain, boss!!"
"Luffy si Topi Jerami!!"
"Sampai jumpa ya semuanya!!"
Dan begitulah, pesta di Yonta Maria berakhir dan kini Luffy dan yang
lainnya melanjutkan perjalanan dengan menumpangi kapal Bhartolomeo.
"Ya ampun, pesta waktu itu menyenangkan sekali.. Kurasa aku mulai menyukai orang-orang itu.." ucap Luffy.
"Bhartolomeo, kita harus segera menuju Zou.." ucap Law.
"Apa Sanji dan yang lainnya sudah sampai di sana ya.." Usopp bertanya-tanya.
"Nami bersama mereka, jadi pasti tak ada masalah soal navigasi...
Masalahnya adalah apa yang terjadi antara mereka dan kapal Big Mam..."
ucap Franky.
"Oi Luffy..." Zoro memanggil sambil membaca koran, "Kelihatannya harga buronan kita sudah meningkat.."
"Eeeh!? Benarkah!?" Luffy tampak bersemangat.
"Ooh!! Jadi kalian belum mengetahuinya!? Yah, aku punya posternya di
ruanganku, jadi silakan, sebelah sini!!!" Bhartolomeo dan rekan-rekannya
menunjukkan jalan sambil menggelar karpet merah khusus untuk Luffy.
"Dan kau, Trafalgar, postermu sudah kubuang, tapi kalau kau mau tahu,
buronanmu sekarang naik menjadi 500 juta..." ucap Bhartolomeo.
"Siapa yang peduli.." ucap Law.
Luffy dan yang lainnya pun pergi ke ruangan tempat Bhartolomeo memajang poster buronan baru kelompok Topi Jerami.
"Sekarang, lihatlah!!"
"Kau sampai membingkai posternya!?"
"Aku juga membingkai tanda tangan yang kalian berikan.." ucap Bhartolomeo.
Dan akhirnya, inilah dia, Daftar Nilai Buronan Terbaru Kelompok Bajak Laut Topi Jerami...Luffy si Topi Jerami : 500 juta Berry
"500 juta!! Yahoo!!" teriak Luffy.
Zoro si Pemburu Bajak Laut : 320 juta Berry
"Hehe! Oi, ada yang punya sake?" ucap Zoro.
Nico Robin si Anak Iblis : 130 juta Berry
"Oh, gawat, lagi-lagi harganya naik.." ucap Robin.
Franky si Cyborg : 94 juta Berry
"Hampir mencapai angka 100 juta, sial!! Dan kenapa gambar posternya malah foto General Franky!!??"
God Usopp : 200 juta Berry
"Gyaaaaaaahh!!! Kenapa langsung banyak sekali begitu!? Sekarang
orang-orang akan mengejarku! Tapi... Aku malah merasa senang!! Meski
harusnya mereka bisa menemukan foto yang lebih bagus..."
"Ini
pasti bercanda, kan!? Kenapa buronanmu naiknya tinggi sekali!?" Franky
tak terima dan mencengkram tubuh Usopp, "Cuma aku yang belum mencapai
100 juta!! Apa-apaan ini!?"
"Gyaaa!!! Bahkan rekan sendiri pun
sekarang mengejarku!!" jerit Usopp, "Eh, tunggu dulu!! Masih ada poster
Nami dan yang lainnya juga!!"
"Whoahh!! Poster Sanji sudah tak memakai sketsa lagi!!"
Sanji si Kaki Hitam : 177 juta Berry
"Memboooosankan..."
Nami si Kucing Pencuri : 66 juta Berry
"Fotonya baru dan glamor lagi!?"
Chopper si Pecinta Permen Kapas : 100 Berry
"Aku tak bisa berkata-kata soal yang ini..."
Soul King Brook : 83 juta Berry
"Bukannya ini poter salah satu konsernya!?"
"Lalu, yang ikut terlibat bersamamu dalam insiden itu dan menunjukkan
pada dunia betapa berbahayanya mereka, buronannya meningkat sekitar 50
juta Berry!! Buronan kami juga!!" ucap Bhartolomeo.
"Juga, coba lihat ini!!" Bhartolomeo menunjuk poster Sanji, "Black Leg Sanji-senpai kenaikan harga dan posternya agak aneh..."
Di poster Sanji tertulis..
"Only Alive!?"
Ya, sementara poster lainnya tertulis Dead or Alive, alian hidup atau
mati, Sanji satu-satunya yang tertulis Only Alive, alias hanya
dibutuhkan hidup-hidup. Ada apa dengan Sanji?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar